NovelToon NovelToon
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

Status: tamat
Genre:Berondong / Single Mom / Tamat
Popularitas:94k
Nilai: 4.9
Nama Author: Edi Suheri

Arav, pria yang menjadi Ayah bagi anak Lisa secara tiba-tiba muncul kembali setelah 5 tahun berpisah. kehadiran yang tidak diinginkan membuat Lisa syok akan sosok laki-laki tersebut.

Masa kelam hidup yang berhasil ia lewati bersama anaknya tanpa sosok kehadiran seorang suami, tapi malah mempertemukan mereka kembali.

Akan kah Lisa menyerah atau semakin mendekati pria itu, apalagi dengan kekayaan dunia yang di tunjukkan pria itu.

"Aku membencimu Arav, aku membeci takdir yang mempertemukan kita!"

Jus Anggur (jangan lupa subcraib ya cantik)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Suheri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Lisa hanya diam ia tidak banyak berbicara setelah kedatangan Arav sepagi ini ke rumahnya. Orang yang sangat tidak diharapkan mengetuk pintu apartemen dan menganggu ketenangannya.

Dion menjelaskan kalau Uncel tampan-nya sedang sakit apalagi mendengar Arav tertabrak sontak membuat dia terkejut, rasa khawatir tercetak jelas di wajahnya untuk beberapa saat karena persekian detik kemudian raut wajah Lisa kembali mode semula melihat Arav memperhatikannya.

Sebagai mantan kekasih, ya Lisa yakin kalau ia khawatir kepada Arav tidak lebih dari rasa simpati kepada mantan kekasihnya dulu, selebihnya tidak. Mendengar itu Lisa jadi tidak tega mengusir Arav ditambah melihat Dion sepertinya sangat menyukai kehadiran pria itu.

"Uncle makannya lahap sekali, apa Uncle belum makan dari kemalen?" tanya Dion disela-sela makan nasi goreng buatan Lisa. Dion sedikit mengeryit melihat bagaimana rakusnya Arav saat memakan nasi goreng buatan ibunya. Dipikiran Dion kalau Arav sangat kelaparan.

Hari ini Lisa memutuskan untuk ambil cuti sehari, ia merasa tubuhnya kurang fit, serasa masih butuh istirahat bahkan wajahya terlihat sedikit pucat.

Akhirnya beberapa menit tadi sebelum membuat nasi goreng Lisa meminta izin cuti kepada bagian pihak hrd, karena posisi kepala ob belum ditunjukkan membuat para karyawan ob harus melapor langsung kepada bagian hrd.

Arav tersenyum devilnya lalu sebelah tangan kirinya mengusap pelan rambut Dion. "Iya, Uncel belum makan sejak kemaren karena kepikiran kamu terus." Sekilas pandangan Arav dan Lisa saling beradu namun tak berlangsung lama karena Arav menghentikannya dengan kembali menatap Dion yang sudah menatapnya tak percaya.

"Karena kamu bocah gemas jadi bikin siapa saja akan mengingat kamu terus," lanjut Arav sembari kembali mengelus rambut Dion.

"Dion itu udah gede Uncel!" protes Dion tak terima dipanggil bocah, menurutnya bocah itu hanya untuk anak bayi.

"Benarkah?"

"Iya, lihat," Dion menunjukkan otot di tangannya, yang nyatanya sama sekali tidak ada padahal.

Seketika tawa Arav pecah menggelegar diruangan, bahkan pria itu menyentuh perutnya terasa kram akibat tertawa keras.

"Begini yang disebut besar boy," ujar Arav setelah berhenti dari tawanya melepaskan jas hitam yang ia kenakan menyisakan kemeja putih, lalu melipat lengan kemeja sampai bagian tas setelahnya barulah memamerkan otot kerasnya.

Dion yang tidak kau kalah sekuat tenaga membentuk kan ototnya. "Aku juga punya, aku juga punya!"

"Yang kamu punya kecil tapi yang ayah punya besar."

"Arav!" sunggut Lisa suaranya yang sedikit keras membuat dua manusia didepannya terdiam seketika menoleh secara bersamaan kearahnya.

Selanjutnya suasana menjadi hening.

"Makanlah kalian habiskan makanan kalian lebih dulu, Dion sayang bukannya kamu ingin sekolah?" tanya Lisa segera ia menormalkan nada suaranya.

"Iya Mommy, Dion ingin segera sekolah," jawab Dion langsung.

"Kalau begitu cepat habiskan makananmu dan kembali ke kamar belajarlah, Mommy akan menyusul nanti," kata Lisa.

Dion mengangguk patuh bagai tersihir Dion segera menghabiskan makanannya tanpa melirik siapapun lagi setelahnya buru-buru minum susu sampai habis sebelum pamit masuk ke dalam kamar.

Suasana kembali hening tak ada perkataan apapun, Lisa menghabiskan makanannya juga. "Aku rasa kamu baik-baik saja, jadi sekarang kamu bisa pergi," ucap Lisa tanpa menoleh.

"Lisa, apa kah kita tidak bisa memulainya dari awal, mengulang kembali kisah kita?" tanya Arav, dia seolah melupakan perkataan Lisa barusan yang mengusirnya terang terangan.

Seketika ekor mata Lisa terangkat menatap sukar kearah pria didepannya itu.

"Apa yang ingin kamu ulang, menyakitiku untuk kedua kalinya. Apa sekali masih belum puas hingga harus diulang?"

"Aku bersumpah tidak akan menyakitimu lagi, aku sungguh minta maaf atas kesalahanku. Aku mohon berikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku, aku berjanji akan memperjuangkanmu kali ini." Arav menatap mohon.

Andai saja waktu itu dia punya sedikit saja kekuasaan atau uang untuk memilih dan melindugi Lisa dari ancaman keluarganya sekarang dia pasti akan menjadi orang sangat bahagia karena hidup dengan wanita yang ia cintai.

"Kesempatan apa yang harus aku berikan kepadamu? disaat kamu bahkan meragukan anakmu sendiri? seharusnya kamu merasa malu mengatakan hal itu," cibir Lisa tersenyum sinis.

Ya, tidak dipukiri perkataan Lisa memang benar adanya hatinya begitu mencolos mengingat kejadian itu.

"Maaf!" hanya itu yang bisa terucap dibibir Arav saat ini.

"Maafmu tidak akan bisa mengobati masa-masa sulit yang aku alami demi mengandung, melahirkan dan membesarkan Dion sampai saat ini, semuanya itu tidak akan pernah terbayarkan bagaimana aku di hina, di kucilkan sampai keluargaku harus menanggung malu akibat ulah satu satunya anakknya," kata Lisa.

Arav tau betul, pasti sangat sulit kehidupan yang di alami Lisa 5 tahun terakhir ini. Apalagi dengan membesarkan anak seorang diri tanpa sosok suami di sampingnya. Yang menemani setiap regekan Dion, memenuhi kebutuhan anak itu serta menidurkan anak itu.

"Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, pergilah dan jangan pernah datang kemari lagi. Dion anakku bukan anakmu, aku yang melahirkan dan membesarkannya jadi kamu tidak perlu ikut campur dalam kehidupannya," tegas Lisa.

"Tidak! sampai kapanpun Dion anakku dan selamanya akan seperti itu, bagaimana pun caranya aku pasti akan mendapatkan kalian berdua. Aku tidak akan melepaskannya lagi," tolak Arav.

"Kamu-- Ahhh," Lisa menyentuh kepalanya terasa sakit rasanya ingin pecah.

"Lisa, kamu baik-baik saja, hei." Arav reflek bangkit dari tempat duduknya menghampiri Lisa. Baru saja menyentuh pundak wanita itu tangannya sudah ditepis kasar.

"Jangan menyentuhku sialan!" sungut Lisa yang masih meringis rasa sakit.

Bodohnya Arav baru menyadari kalau wajah Lisa terlihat pucat. "Astaga!" pekik Arav teringat kalau Lisa masuk rumah sakit kemarin.

"Pergi aku tidak butuh bantuanmu, aku bisa sendiri!" ujar Lisa masih kekeh.

"Kamu sedang sakit kamu tidak bisa sendiri, biarkan aku membantumu, ayo kita kerumah sakit," ajak Arav semakin panik.

Prangg .... Lisa tanpa sengaja menyengol gelas di sampingnya.

"Pergi!" teriak Lisa keras.

Arav terdiam untuk sesaat. "Baik, aku akan pergi sekarang juga. Tapi kamu harus berjanji kalau kamu baik-baik saja," kata Arav.

"Bukan urusanmu, kenapa kamu tuli sekali!"

"Bicause you are mine" kata Arav tak kalah tegasnya dengan Lisa.

Kepala Lisa semakin sakit rasanya ia sudah tak tahan lagi hingga pada akhirnya pandangannya buram dan hampir saja terjatuh karena pingsan, beruntung Arav yang sigap segera membawa wanita itu kedalam pelukannya.

"Dion, Boy?" Panggil Arav cukup kencang.

Di kamar Dion yang mendengar namanya dipanggil segera menyahut. Ekor matanya nampak terkejut melihat Lisa pingsan tak sadarkan diri dalam gendongan Arav.

"Mommy, Mommy, Mommy kenapa Uncel?" tanya Dion spontan.

"Mommy pingsan, ayo kita kerumah sakit?" ajak Arav.

"Kali ini aku bersumpah tidak akan melepaskanmu lagi Lisa, kamu milikku dan selamanya akan menjadi milikku. Tidak seorangpun boleh memiliki kamu dan Dion kecuali diriku."

Bersambung .....

Selamat tahun baru, hehehe maklum ya kemaren cuti tahun baru wkwkw. Inya allah kedepannya akan rutin setiap hari updated setelahnya. Jangan lupa like.

1
Jumi Saddah
ini cerita beneran end kok nda ada lanjutan nya lgi,,
Gladys Dalsiva
lisa bodoh seharusnya cepat pergi tau ada araf
Suria Zulaikha
penasaran kelanjutannya..😍
Daud Meyli
menarik
Merry Merr
Lanjut dong Thor pleaseee
Narfach Atika
lanjut donk Thor
Mulyana Clara Mustafa
bagus sekali
Nobe Bara
bagus sekali namun sayang baru beberapa bab
Evi mugihartati
bgs
Ai Hodijah
kayanya kalau ada ulet keket kaya giru perlu di gores ,biar tau diri
terimakasih up nya,semoga masih bisa bersambung dan gak lama
saya suka ceritanya
selamar bebuka dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan
Herlina Rahman
up thor sering2
Titik Supadmi
next thor...👍👍👍👍
Syahria Ria
Lama ya kak othor gak up hee apa di hp ku ya yang lama gak dapat notif ini 😁
Syahria Ria
waduh baru dapat notif kak othor maaf ya baru bisa komen 😁 wadu 😱 siapa ya yang manggil Arav 🙄 hemm pasti si uler keket karian 🤭 apa yang terjadi kalau sampai lisa tau itu tunangan Arav 🙄 bisa2 Lisa dan dion pergi jauh lagi dari Arav 🥴 haiya Arav ayo usir tuh si uler keket sebelum Lisa dan dion pergi lagi darimu pertahankan Lisa dan dion bersama mu Arav apa pun yang terjadi 😔 seandai nya mama Arav tau dan ngamok² tolong jaga lisa dan dion ya Arav kalau kamu gak mua kehilangan lagi ☺ bisa² di ambil uncle Arya 🤪😁
Reza Indra
Biasa
Reza Indra
alamat mata bawang nich.. dn kaya'nya bikin sediichh... 😥😥😥
Ai Hodijah
sakit hati lisa belum terobati,karna lukanya terlalu dalam,penderitaannya tidak sebanding dengan keadannya sekarang,anda harus siap tian dengan segala resikonya,karna andalah yang memulai duluan
💞 Adhel 💞: lanjut Thor, tetap semangat
total 1 replies
Entin Fatkurina
tetap semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Titik Supadmi
next thor... 👍👍👍👍😍😍
Eliyah Edres
Lama ya thor nambah nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!