NovelToon NovelToon
The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Akademi Sihir / Barat / Tamat
Popularitas:141.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Shirazuki Ito

Kisah seorang anak SMK yang bereinkarnasi ke dalam dunia pedang dan sihir yang bernama Zen.

"Apa ini?! apa aku akan mati?!" Pasrah seorang pria karena sudah mati rasa akan tubuhnya dan tenggelam ke dalam sungai.

Ia pun direinkarnasi ke dalam dunia lain oleh seorang dewi. Kehidupan Zen di dunia barunya pun berjalan sesuai keinginannya, tetapi karena keadaan dunia tersebut yang semakin berguncang, Zen pun harus menjadi lebih kuat untuk menepati janjinya dan mengatasi ancaman dunia yang akan segera datang menghancurkan dunia.


Kisah petualangan Zen menjadi kuat pun dimulai.

Eps 1-70 = Zero To Hero
Eps 70-100 = Adventure And Epic Battle
Eps 100-??? = ???

Genre : Action, Fantasi, Adventure, Demons.

[Pemberitahuan]

Style MC Zero to Hero

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shirazuki Ito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 22 : The New Student

Pagi hari pun tiba, Zen pun terbangun dari tidurnya saat terbangun ia pun merasa aneh

"Kenapa tubuhku berat sekali" Gumam Zen kebingungan

Tiba tiba Zen pun merasa ada sesuatu di tangannya, ia pun melihat tangannya dan ternyata ada rambut yang sangat panjang, ia pun kaget karena Veliona yang tertidur tepat di atas tubuhnya

"Situasi macam apa lagi ini?!, Huh.." Pasrah Zen dalam hatinya

Zen pun berusaha untuk menyingkir dan membiarkan Veliona tidur di kasurnya, tetapi saat ia bergerak Veliona pun terbangun

"Mmm.." Veliona yang tersadar dari tidurnya pun merasa aneh dan ia pun melihat Zen yang sedang menatapnya

"Sela..mat pa..gi" Ucap Zen patah patah

Veliona pun melihat kancing pakaiannya yang sedikit terbuka

(Blush)

Veliona pun merasa sangat malu

"Lupakan.." Ucap Veliona tersipu malu

"Lupakan apa" Tanya Zen

(Blush)

"C'Scyte"

"Eh?!" Zen pun panik melihat Veliona yang tiba tiba mengeluarkan senjatanya

"Lupakan apa yang terjadi!.." Seru Veliona sambil menahan rasa malunya

"Em... aku tidak menger-"

(Slash!!)

"Ti!!!" Veliona pun menebas Zen tetapi Zen dapat menghindarinya sayangnya Zen harus kehilangan kasur miliknya

"Hei hei Veliona, tenangkan dirimu" Ucap Zen

Veliona pun tersadar dan melihat kasur Zen yang telah ia rusak

"Maafkan aku Zen!..." Ucap Veliona sambil menundukkan kepalanya

"Engga apa apa, lagian aku juga sudah berencana untuk mengganti kasurku" Ucap Zen membohongi Veliona

Zen pun menarik tangan Veliona yang membuatnya sedikit kaget

"Kenapa Zen?" Tanya Veliona

Zen pun meratapi luka bakar di tangan Veliona dan bertanya kepadanya

"Kenapa luka bakarmu tidak di sembuhkan?"

"Banyak hal yang terjadi" Ucap Veliona

"Jawab aku Veliona" Ujar Zen

Veliona pun menjawab pertanyaan Zen

"Luka bakar ini tidak bisa sembuh, bahkan Pemimpin akademi pun telah mencoba untuk menyembuhkannya tetapi tidak bisa" Jelas Veliona

Zen pun sedikit kaget mendengarnya dan merasa bersalah

"Maafkan aku Veliona" Ucap Zen

"Engga apa apa, aku baik baik saja kok" Ucap Veliona sembari tersenyum

Zen yang merasa bersalah pun mencoba untuk menyembuhkan Veliona

"Healing"

Dan benar, luka bakar Veliona tidak menghilang sedikitpun, Zen pun merasa sangat kesal kepada dirinya yang telah menyakiti Veliona, tiba tiba Veliona pun memeluk Zen dan mengatakan "Tidak apa apa, aku tidak apa apa kok tenang aja" Ucap Veliona

Zen pun seketika menjadi tenang, dan ia pun mengingat sesuatu, Zen pun melepas pelukan Veliona yang membuat Veliona kebingungan, Zen pun menutup matanya

Beberapa saat kemudian, mata dan rambutnya pun mulai berubah yang membuat Veliona sedikit kaget karena takut Zen akan kehilangan jati dirinya lagi

"Baiklah" Ucap Zen, Veliona yang mendengar ucapan Zen pun seketika kebingungan dan bertanya "Apa kamu baik baik saja Zen?" Tanya Veliona

Zen pun menjawab sambil tersenyum "Ya, aku tidak apa apa, aku akan menyembuhkanmu" Veliona yang mendengar ucapan Zen pun sedikit kebingungan, bagaimana cara Zen menyembuhkan dirinya

"Healing"

Luka bakar Veliona pun tetap sama dan tidak sembuh sedikit pun tetapi Zen masih memiliki ide dan mengucapkan sesuatu kepada Veliona

"Bisakah kamu menahan sedikit sakit Veliona?" Tanya Zen

Veliona pun menganggukkan kepalanya dan Zen pun memulai aksinya

"Fire-" Zen pun kembali membakar luka bakar di tangan Veliona

"Sakit!.." Gumam Veliona

"Healing" Perlahan lahan, luka bakar di tangan Veliona pun mulai sembuh yang membuatnya kaget serta kebingungan

"Bagaimana bisa?" Tanya Veliona

"Aku hanya kembali membakar luka bakar di tanganmu, lalu aku pun menggabungkan sihir api dan sihir penyembuh gabungan kedua sihir itu mampu menghapus bekas luka dan menyembuhkan luka yang cukup parah" Jelas Zen

"Bukan itu!" Ucap Veliona

Zen pun menjadi kebingungan dengan ucapan Veliona

"Bagaimana bisa kamu menggabungkan dua sihir yang berbeda?, menggabungkan atau menciptakan sihir baru memerlukan energi sihir yang sangat kuat" Jelas Veliona

Zen pun terdiam dan bertanya kepada Veliona

"Jika aku menceritakannya apa kamu dapat menjaga rahasia ini untukku?" Tanya Zen

Veliona pun menganggukkan kepalanya dan Zen menceritakan semua kejadiannya, awal dia bertemu dengan Liana

...-Time skip-...

Veliona yang memahami situasinya pun terdiam sejenak

"Hmm Baiklah, aku mengerti, jadi intinya itu adalah kekuatan yang tersembunyi di dalam dirimu" Ucap Veliona

Zen pun hanya menganggukkan kepalanya, Veliona pun tersenyum dan mengucapkan "Tenang saja, aku tidak akan memberi tau siapapun, ini adalah rahasia kita berdua" Ucap Veliona sambil tersenyum

"Baiklah ayo kita bersiap siap untuk memasuki kelas" Ucap Veliona

"Baik" Jawab Zen

Mereka berdua pun mandi di ruangan masing masing dan bersiap untuk berangkat ke kelas bersama sama

Sesampainya di kelas mereka pun duduk di tempat mereka biasanya,

"Yo Zen" Sapa Siyon

"Yo" Balas Zen

"Apa kamu baik baik saja?" Tanya Siyon

"Aku baik baik saja"

Saat mereka sedang mengobrol tiba tiba Rangga sensei pun memasuki kelas sambil membawa kertas yang cukup banyak

Para murid pun kebingungan melihat Rangga sensei yang membawa banyak kertas tersebut

"Baiklah ini adalah hari terakhir kita" Ucap Rangga sensei

"Apa maksud sensei?" Bingung para murid

"Kalian akan naik ke kelas dua!" Ucap Rangga sensei

Para murid pun bersorak gembira karena mereka naik ke kelas dua

...*Informasi*...

[Kenaikan kelas di hitung dari nilai kemampuan dan kepantasan para murid kelas sebelumnya, jika sudah memenuhi syarat, mereka akan di naikkan ke kelas yang lebih tinggi dan mendapatkan pelajaran serta pengalaman yang lebih dari kelas sebelumnya]

Rangga sensei pun membagikan kertas nilai yang berisi nilai kemampuan dan kepintaran seseorang

Zen pun mendapatkan kertasnya dan sedikit kaget melihat nilai miliknya, Siyon yang penasaran pun melihat kertas nilai milik Zen dan mencoba untuk merebut kertas milik Zen

Zen yang menyadari keberadaan Siyon pun menghindar

"Sial dia mengetahui keberadaanku" Gumam Siyon

Raft pun mencoba untuk menangkap Zen dari belakang tetapi Zen lagi lagi berhasil menghindar

"Sepertinya akan terjadi sesuatu yang menyenangkan ya" Ucap Rara

"Sepertinya begitu" Ujar Yuuiki

Siyon, Yuuiki, Raft, Rara, Fallen, dan Ryel pun menatap Zen dengan senyuman

"Sepertinya aku dalam bahaya" Gumam Zen

"Ayo Zen berikan kami kertasnya!" Ucap Rio sambil menyambar Zen dari belakang

Zen pun lagi lagi berhasil menghindar dan langsung lari keluar

"Hei jangan lari Zen!" Teriak Siyon

"Swift" Siyon pun dengan cepat mengejar Zen

(Swof!)

Zen pun kaget karena kertas nilainya mendadak menghilang dan ternyata Siyon berhasil merebutnya

"Aku mendapatkannya teman teman!" Teriak Siyon

"Bagus Siyon, bawa kesini!.." Teriak Rara dari kejauhan

Zen pun tidak tinggal diam dan berusaha untuk merebut kertas nilainya kembali

"Water ball" Zen pun melempar bola air ke arah Siyon, Siyon yang fokusnya masih tertuju kepada Yuuiki dan yang lainnya pun terkena bola air milik Zen tepat di wajahnya yang membuat fokus nya menghilang

"Aduh!" Siyon pun tidak sengaja menjatuhkan kertas nilai milik Zen

Zen pun langsung mengambil kesempatan itu dan mengambil kertas nilai miliknya

"Swift!" Zen pun berlari dengan cepat meninggalkan Siyon

"Hei Zen kembalikan!.." Teriak Siyon

"Swift!!" Siyon pun meningkatkan kemampuannya dan bergerak dengan sangat cepat sehingga menciptakan bekas aliran listrik di permukaan

Zen pun akhirnya keluar dari lorong kelas, tiba tiba Siyon pun menyambar Zen dari belakang, Zen pun dengan refleknya langsung menghindar

"Berikan kepadaku Zen!.." Ucap Siyon

"Rebut saja kalau bisa" Ucap Zen

Mereka berdua pun bergerak dengan sangat cepat, Siyon yang terus menyambar kertas milik Zen dan Zen yang selalu menghindarinya

...-Disisi lain-...

Yuuiki dan yang lainnya pun akhirnya keluar dari lorong dan sedikit kaget melihat Siyon dan Zen yang bergerak dengan sangat cepat

"Kalau begini bagaimana cara kita mendapatkan kertasnya?" Bingung Yuuiki

"Aku punya ide" Ryel pun memberi tau idenya kepada teman temannya

Beberapa saat kemudian Siyon dan Zen pun berhenti karena kelelahan di saat yang bersamaan juga Rio mengunci pergerakan Zen

"Agh.. sial aku lengah, huh.. Tapi sudahlah" Gumam Zen

Yuuiki pun mengambil kertas milik Zen dan melihatnya bersama Siyon dan yang lainnya

"Nilainya bagus sekali!!" Ucap Rara kagum

"Semuanya B+, bagaimana bisa?" Kagum Rio

"Huh..." Zen pun hanya pasrah dengan situasi

Tiba tiba Rias pun muncul menggunakan baju akademi di hadapan mereka, Ayani pun kaget melihat Rias yang menggunakan baju akademi

"Apa kamu akan bersekolah di akademi ini Rias?" Tanya Ayani

Rias pun hanya tersenyum

...~Bersambung~...

1
pembaca gabut
beban anying Napa di ajak sih najis benr
Ikhsan Makhrus
pemimpin desa sama kepala desa bedanya apa?
pembaca gabut: beda 🗿 ? kaya nya wgwgw
total 1 replies
Ikhsan Makhrus
"kakak beradik" mungkin maksud nya
Prabu Astrajingga
alur cerita masih tidak jelas. .masih ngikutin semoga ada perbaikan deh tulisan sama alurnya...klo dikasih nilai masih 5 lah
zhawil ztonez
wkwkwkwkw
tridi∆nt
cepet up ceritanya yaa thor
asgor
oioioi si MC itukan masih 8 tahun
Mamat Stone
wadaw MCnya makin parah 🤦‍♂
Mamat Stone
jagoan neon lemah
Shirazuki Ito: Makasih banget yaa udah ngekomenn, author jadi makin semangat 😂😊😊😊
total 1 replies
Mamat Stone
14
Mamat Stone
Gdnya Kapan 🤔
jagoan neon
Mamat Stone
13
Mamat Stone
komen..... 🤭
Mamat Stone
yang penting komen
Mamat Stone
😁
Mamat Stone
buktikan merahmu dong
Mamat Stone
ketemu lagi
Mamat Stone
berkelana
Mamat Stone
,Kamu Bisa
Mamat Stone
MCnya lemah soalnya masih Bocil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!