NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:498
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 Penyamaran

𝘛𝘳𝘪𝘯𝘨!

Arumi tersenyum karena hari ini dia mulai training. di kantor yang akan menjadi kan saksi bahwa ia akan berkerja sekaligus balas dendam kepada orang yang telah menghancurkan hidupnya, ia tersenyum melihat penerimaan. Dirinya sebagai pegawai baru

Setelah bersiap-siap Arumi tidak lupa memakai make up agar tidak terlihat seperti dirinya, ia menyeringai seram melihat dirinya dari pantulan cermin. Tidak ada lagi rambut yang di kuncir kuda adanya rambut panjang yang terurai kacamata yang biasa ia pakai karena ia rabun tidak ada di gantikan — Softlens berwarna almond, bibir tipis di hiasi lipstik warna nude yang menambah kesan dewasa.

Semua berubah wajahnya sudah begitu menarik. Ia memakaikan kemeja ketat berwarna putih, di padu padankan oleh rok sepan warna hitam serta sepatu hak tinggi benar-benar berubah menjadi seperti ibunya — ia bisa melihat wajah nya seperti ibunya.

" Tunggu pembalasan dendam ku "

***

Karena Arumi akan di tempatkan menjadi sekretaris ia jadinya harus, berhadapan langsung dengan Adrian bos di perusahaan itu betapa terkejutnya Adrian saat melihat wanita seksi dan semok itu berdiri di depannya.

" Selamat pagi pak saya Seruni, yang lagi trening di kantor ini untuk menjadi. Sekretaris bapak mohon bimbingan nya " Ucap Arumi dengan suara di manis-maniskan sungguh ia jijik sendiri.

" Biodata kamu mana? " Tanya Adrian datar tapi matanya tidak bisa di bohongi, begitu bergairah menatap Arumi yang berdiri di depannya. " Sudah sama Pak Adhi " Sahut Arumi pelan

" Ini pak " Kata Adhi sembari memberikan data milik Arumi membuat Adrian mangut-mangut melihatnya.

" Baiklah Adhi berikan tugas-tugas untuknya, dan jelaskan apa saja yang akan dia lakukan selama dia menjadi sekretaris " Perintah Adrian

" Baik pak, mari Bu Seruni saya akan memberikan beberapa tugas yang harus di pahami anda. " Kata Ahdi dengan serius tatapan mata Rumi lekat menatap Adrian yang sibuk dengan beberapa berkas-berkas

" 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳 " Batin Arumi ia mengepal tangan nya yang ada di samping tubuhnya, kebencian itu melekat di dadanya ada rasa ingin melenyapkan sosok tersebut

***

Arumi diajak berkeliling Kantor oleh Pak Ahdi. Bahkan ia menerangkan beberapa perkerjaan Arumi, sesekali mata nya menyorot pada wajah Arumi yang begitu cantik sekali.

Ia seperti seekor kumbang yang ingin hinggap di bibir warna nude tersebut, Ia kembali memfokuskan dirinya — ke tugas dirinya yang mengawasi Arumi.

" Sudah waktunya makan siang, Bu Seruni mau ikut saya atau bagaimana?. " Tanya Ahdi dengan tatapan penuh arti

" Apakah tidak merepotkan pak?, saya takutnya bapak bosan nemani saya makan. Karena makan saya lama " Kata Arumi dengan suara tidak enak

" Tidak, kamu harus tahu kalau di dekat sini ada restoran yang enak sekali makanannya. Mau kesan? " Sahut Ahdi mendesak

" Boleh, kita sendiri atau sama pak Adrian? " Arumi menatap lelaki itu lama. " Sama Pak Adrian biasanya beliau suka makan - makanan disitu " Sahut Ahdi

" Baiklah "

Arumi tersenyum miring mendengarnya " 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵-𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯, 𝘈𝘥𝘳𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩. 𝘈𝘥𝘳𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘢𝘱-𝘴𝘪𝘢𝘱! 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘦𝘣𝘢𝘬! " 𝘉𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘈𝘳𝘶𝘮𝘪

" Sekar ayo " Ajak Ahdi

" Iya Pak " Arumi melangkah tanpa keraguan sedikitpun di hatinya. Ia membayangkan — Hari-hari nya selama memikat lelaki itu, satu kata yang ia inginkan

Hancurr!!!

\*\*\*\*

" 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘭𝘢𝘶𝘵, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘱𝘢𝘩𝘢𝘮𝘪 "

- 𝘈𝘳𝘶𝘮𝘪 𝘗𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘡𝘢𝘪𝘯𝘢𝘭 -

\*" 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘥𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘵𝘢, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 \*"

1
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!