NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Digrebek Warga

(Hallo, Aldo. Maaf hari ini aku izin tidak masuk kantor dulu ya. Ada urusan mendesak, Maaf jika aku tidak profesional.)

Hana menghubungi Aldo untuk izin tidak masuk kantor. Iya, CEO baru di perusahaannya bekerja adala Aldo teman kuliahnya dulu.

(Iya tidak apa‑apa Han. Semoga urusanmu cepat selesai, jika butuh bantuan hubungi aku.)

(Terima kasih, Aldo )

Pagi itu, Hana sengaja tidak ke kantor. Dia pergi ke kantor pengadilan agama untuk mendaftarkan gugatan perceraiannya. Sudah cukup Hana menyimpan semua sesak dan sakit hatinya. Hana tidak memberitahu kakaknya, biarlah kakaknya tahu saat dia sudah resmi bercerai.

Surat‑surat yang dia butuhkan pun sudah dia siapkan dari jauh‑jauh hari. Buku nikah yang selama ini di simpan oleh Dimas, semalam pun sudah dia ambil.

" Bismillah semoga ini keputusan yang terbaik. Hamil atau tidaknya mbak Sintia, keputusanku sudah bulat untuk menggugat cerai mas Dimas. Setelah ini lihat saja, aku akan mempermalukan kalian berdua."Ucap Hana bicara dengan dirinya sendiri.

Jam 10 pagi, urusan Hana di kantor pengadilan agama sudah selesai. Tinggal menunggu surat panggilan sidang, sekitar 2 minggu lagi.

Sementara itu, Dimas dan Sintia juga baru pulang dari rumah sakit. Akhirnya Dimas tidak masuk kerja, karena sudah terlalu siang jika dia harus ke kantor.

Usia kehamilan Sintia baru 3 minggu, dan itu menambah keyakinan Sintia jika itu anak dari benih nya Dimas.

" Ini anak kamu, Sayang."Ucap Sintia duduk di samping Dimas.

" Sssttt… diam dulu Sintia, jangan kencang‑kencang. Nanti kalau di dengar ibu bagaimana? Aku tahu itu anakku, mana mungkin anak mas Bayu. Dia saja tidak di rumah sudah ada 2 bulanan sedangkan kandunganmu baru 3 minggu. Aku juga tahu bahkan hampir setiap malam aku menidurimu, tapi kamu jaga dulu mulutmu. Kamu harus tetap merahasiakan ini semua. Kamu itu istrinya mas Bayu, dan kamu bisa bilang kalau itu anak mas Bayu. Kamu bilang saja usia kandunganmu sudah 2 bulan."Seru Dimas tetap meminta Sintia untuk mengakui anak itu anak Bayu.

Tapi sayang, mau sampai kapan kita sembunyi‑sembunyi seperti ini? Aku mencintaimu Dimas, aku sama sekali sudah tidak mencintai mas Bayu. Aku ingin menikah denganmu dan menjadi istrimu satu‑satunya."Seru Sintia sambil memeluk lengan kekar Dimas.

Apa kalian tidak malu bermesraan di rumah mbak, Hana !!."Seru Lastri secara tiba‑tiba.

Srintia pun langsung melepaskan tangannya dari lengan Dimas. Mereka berdua memperbaiki posisi duduknya.

" Lastri ? Kamu belum berangkat kulia? Kamu ini bicara apa sih, siapa yang bermesraan? Mas sama mbak Sintia cuma duduk bersampingan saja kok. Kamu jangan menuduh yang tidak‑tidak nanti timbulnya fitnah."Ucap Dimas menyangkal ucapan Lastri.

Lastri mendekat dan duduk di sofa seberang Dimas. Meskipun dia tidak menyukai Hana, bukan berarti dia membenarkan perselingkuhan Dimas dan Sintia. Mereka sama‑sama sudah mempunyai keluarga, tidak sepantasnya mereka berselingkuh.

" Jangan mas kira aku tidak tahu perselingkuhan kalian. Dan aku yakin, anak yang ada dalam kandungan mbak Sintia itu anak mas Dimas."Seru Lastri dengan berani dia mengungkap kebenaran.

Ppyyaaarrrr

Piring yang berisi irisan buah yang di bawa ibu Sundari pun jatuh dan pecah, hancur berkeping‑keping. Saat tahu Sintia sudah pulang, dia berinisiatif untuk mengupaskan buah untuk Sintia dan membawanya ke ruang keluarga. Baru juga melangkahkan kakinya ke ruang keluarga, dia mendengar dengan jelas perkataan Lastri tadi.

" Dimas, Sintia !! Apa yang dikatakan Lastri benar?."Tanya ibu Sundari dengan tatapan tajam.

" Bu, Dimas dan mbak Sintia tidak mungkin melakukan hal kotor itu bu. Lastri itu bohong bu."Seru Dimas menuduh Lastri bohong.

" Bohong bu !! Mas Dimas yang bohong, ibu ingat kejadian 3 minggu yang lalu saat Lastri ada di depan pintu kamar mbak Sintia. Yang sore‑sore ibu baru pulang main, yang Lastri bilang ada suara‑suara aneh dari kamar mbak Hana. Itu Lastri bohong bu, suara itu dari kamar mbak Sintia. Dia dan mas Dimas sedang berhubungan layaknya sepasang suami istri, bahkan sebelumnya dia bermesraan panas di ruangan ini bu."Seru Lastri menceritakan yang sebenarnya terjadi.

Dimas dan Sintia hanya bisa menundukkan kepalanya. Tidak bisa menyangkal lagi, apa yang dikatakan Lastri memang benar.

" Dimas, Sintia apa semua itu benar?."Tanya ibu Sundari.

" Benar bu."Jawab keduanya secara bersamaan sambil menganggukan kepalanya.

Hhhaahhhhhh

Ibu Sundari membuang nafasnya dengan kasar. Tidak habis fikir dengan cara pikir Dimas dan Sintia, mereka berselingkuh dengan istri dan suami saudaranya sendiri. Bagaimana jika Bayu dan Hana tahu soal perselingkuhan mereka " Bodoh !! Kalian memang bodoh !! Ibu tidak mau tahu, pokoknya Bayu ataupun Hana jangan sampai tahu masalah ini. Cukup kita saja yang tahu, perasaan Hana hancur ibu tidak masalah. Yang ibu fikirkan itu Bayu, dia pasti akan sakit hati dan marah besar. Kalau kamu cerai sama Hana ibu juga tidak masalah, asal dia tidak buka mulut."Ucap Ibu Sundari justru meminta untuk menutupi perselingkuhan mereka dari Bayu.

" Dan apa benar anak yang dalam kandunganmu anaknya Dimas, Sintia?."Tanya ibu Sundari lagi.

" Sepertinya iya bu. Soalnya usia kandunganku juga baru 3 minggu, jadi ini pasti anak nya Dimas. Sebab setiap malam kami selalu melakukannya, dan aku lupa jika waktu KB ku sudah habis. Saat mas Bayu di rumah kemarin, posisi aku masih KB juga bu."Jawab Sintia bicara dengan jujur.

" Ini semua karena Sintia bu, dia duluan yang jatuh cinta denganku dan menggodaku. Dia selalu memakai pakaian yang mengundang syahwat ku, lelaki mana yang tidak akan tergoda bu. "Seru Dimas membuat ibu Sundari menggelengkan kepalanya.

" Haah.. Sinti, kasih tahu Bayu jika sekarang kamu sedang hamil. Dan tetap bilang jika itu anaknya."Ucap ibu Sundari dengan lemas.

Sintia hanya mengangguk dengan pelan. Hanya dengan cara itu dia tetap bisa dekat dengan Dimas dan mendapatkan uang bulanan dari Bayu.

Di tempat lain, Hana ada di salah satu cafe. Dia makan siang sendirian, baru saja Hana mengirimkan video Dimas dan Sintia ke ponsel Bayu.

Dreet Dreett

Tidak ada balasan dari Bayu, akan tetapi Bayu langsung menghubunginya.

(Hallo assalamualaikum, mas Bayu. Maaf..)

(Waalaikumsalam, Hana. Kamu tidak perlu meminta maaf, kamu tidak salah Han. Yang salah dua manusia tidak tahu malu itu. Kamu dapat video itu dari mana , Han? Sepertinya aku kenal tempat itu?)

(Itu di kamar belakang mas, aku sengaja memasang CCTV di rumah untuk mencari bukti perselingkuhan mereka. Dan video yang aku kirim ke mas Bayu itu, adalah Video saat mas ada di rumah. Tepatnya malam pertama saat mas sudah di rumah. Mas bisa lihat waktu dan tanggalnya.)

[ Iya Hana, mas tahu tadi sudah mengeceknya. Berarti kamu sudah tahu lama perselingkuhan mereka? Jujur hati mas sakit dikhianati istri dan adik kandung mas sendiri. Kamu pun merasakan hal yang sama. Tunggu mas pulang Han, kita selesaikan masalah ini. Insya Allah mas usahakan pulang malam ini juga.]

(Iya mas, sudah 3 bulan ini aku mengetahui perselingkuhan mereka. Aku mencoba untuk tegar, dan menutupi rasa sakit hati ku. Tapi pagi ini aku sudah tidak sanggup lagi mas, mbak Sintia hamil dan aku yakin itu anak mas Dimas. Pagi tadi aku sudah mendaftarkan gugatan cerai ku, mas.)

Ddeegghh

Bayu terdiam, hamil ? Sintia hamil ? Tidak tahu harus sedih atau bahagia. Di sisi lain, Bayu sangat ingin mempunyai anak dari Sintia akan tetapi anak yang di kandung Sintia juga sudah pasti anak Dimas. Saat terakhir dia pulang itupun hanya sekali saja dia melakukan hubungan dengan Sintia. Dan Sintia belum melepas KB nya, besar kemungkinan anak itu memang anak Dimas. Apa lagi sudah 2 bulan lebih dia ada di perantauan.

Terima kasih untuk infoasi nya, Han. Mas mau lanjut kerja dulu ya.

Iya mas.

Klik

Hana mematikan sambungan telepon nya.

Malam hari, Sintia dan Dimas duduk bersantai di ruang televisi dengan Sintia menyandarkan kepalanya di dada bidang Dimas. Di sana juga ada ibu Sundari, wanita itu terlihat diam saja dan tidak berusaha untuk melarang anak dan menantunya berselingkuh.

" Sayang, aku pengen dipeluk."Ucap Sintia dengan manja.

" Inikan sudah dipeluk sayang."Jawab Dimas sambil mencium pucuk kepala Sintia.

Sepasang selingkuhan itu tidak tahu malu, dia bermesraan di depan ibunya.

" Kalian tidak lihat ada ibu di sini?."Tanya ibu Sundari dengan kesal.

" Apaan sih bu, sudah pasti kami lihat lah bu. Ibu kalau tidak mau melihat kemesraan kami, lebih baik ibu masuk kamar saja sana."Seru Sintia semakin manja.

" Awas Hana pulang dan melihat perbuatan kalian ini."Ucap ibu Sundari.

" Hana tidak akan pulang bu. Dia bilang lembur dan kemungkinan tidak pulang, dia mau menginap di rumah Vera. Lastri belum pulang bu?"Ucap Dimas memberitahu ibunya lalu menanyakan Lastri.

" Lastri ada tugas kuliah, dia menginap di rumah temannya."Jawab ibu Sundari lalu bangkit meninggalkan Dimas dan Sintia. Sudah jam 9 malam, jadi ibu Sundari ingin beristirahat.

Kini di ruangan televisi itu hanya ada Sintia dan Dimas, mereka berdua semakin berani. Bahkan tanpa malu lagi tangan Sintia menyentuh milik Dimas yang ternyata sudah On.

" Ahhh Sintia, tanganmu nakal sekali. "Seru Dimas.

" Main yuk."Seru Sintia mengajak lebih dulu.

" Di sini saja ya, cari sensasi yang beda. Hana sama Lastri juga tidak ada di rumah, ibu mah sudah masuk kamar. Kalau sudah tidur dia susah bangunnya."Ucap Sintia lagi mengajak main di ruang tamu.

Dimas mengangguk setuju, memang Sintia pandai memanjakan Dimas. Itulah yang membuat Dimas tidak bisa lepas dari Sintia. Dengan Sintia, Dia mendapatkan apa yang tidak dia dapatkan dari Hana.

Tanpa menunggu lama, Dimas dan Sintia saling menanggalkan pakaiannya masing‑masing. Mereka sudah mengambil posisinya masing‑masing.

Tanpa mereka ketahui, sedari satu jam yang lalu Hana dan Vera ada di mobil yang berhenti di dekat rumah Hana. Mereka memantau apa saja yang dilakukan Dimas dan Sintia dari CCTV yang tersambung dengan ponsel Vera.

" B! adab !!."Ini tidak bisa dibiarkan Hana. Kita harus berbuat sesuatu.

" Aku tahu apa yang harus aku lakukan, Vera. Kita turun dan kita ke rumah pak Rt, itu rumahnya ada di samping kiri rumah ku. Malam ini juga mereka harus menerima balasanku. Sebentar lagi video mereka juga akan viral." Seru Hana.

Vera dan Hana kini sudah berada di rumah pak Rt, dan ternyata ada beberapa warga yang memang sedang rapat di rumah pak Rt. Kebetulan tidak perlu lagi mengumpulkan warga.

" Mbak Hana yakin kalau mas Dimas sama mbak Sintia sedang berz!na?."Tanya pak Rt untuk memastikan lagi.

" Iya pak. Ini buktinya."Ucap Hana menunjukan rekaman live CCTV di ponselnya.

Pak Rt pun yakin dan percaya, tanpa ragu lagi pak Rt dan beberapa warga mendatangi rumah Hana. Hana meminta kepada mereka untuk tidak bersuara atau membuat keributan. Hana membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa secara perlahan. Dan mereka semua masuk dengan pelan‑pelan, agar target tidak lari dan bersembunyi.

" Aahh.. ahhh terus Dimas. Ini enak banget, semakin cepat Dimas sayang."Racau Sintia sangat menjijikan.

" Iya sayang. Kamu nikmati saja permainanku ini, nanti giliran kamu. Sayangnya papa, maaf ya kamu papa semprot terus."Seru Dimas masih sempat‑sempatnya mengajak bicara janin dalam perut Sintia.

" Dia pasti tumbuh dengan baik sayang, karena setiap hari papa nya jengukin dia terus. Ahh.. sayang cepat jangan berhenti."Seru Sintia semakin menjijikan.

Semua yang melihat dan mendengar apa yang sedang mereka lakukan hanya bisa beristigfar. Ada beberapa warga yang dengan sengaja merekam kegiatan Dimas dan Sintia

Hana membiarkannya saja, tidak melarang warga merekamnya.

" Astagfirullahaladzim...." Seru pak Rt mengagetkan Sintia dan Dimas.

Mereka kaget dengan kedatangan Hana, pak Rt beserta warga yang kini sudah ada di dalam rumah dan menonton kegiatannya. Padahal mereka sama‑sama lagi tanggung, sudah di gerebek.

" Hana !!."Seru Dimas dan Sintia bersamaan.

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!