Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.
Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.
Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Inti Yin Sempurna
Dua pilar darah kental yang mendidih itu menghantam langsung ke dada telanjang Lin Ye dengan kekuatan yang menyerupai tabrakan dua buah meteor jatuh.
Suara desisan yang sangat keras dan mengerikan langsung terdengar saat cairan darah beracun itu menyentuh kulit pucat pemuda tersebut.
Rasa sakit yang luar biasa melampaui segala batas nalar manusia seketika meledak di seluruh jaringan saraf dan otot-otot di tubuhnya.
Kulitnya langsung melepuh, terkelupas, dan daging di baliknya hangus terbakar oleh suhu ekstrem dari Kolam Darah Spiritual Purba tersebut.
Namun, sebelum tubuh fisik Lin Ye sempat hancur berkeping-keping, energi Yin purba dari dalam dantiannya langsung melesat keluar untuk melakukan perbaikan instan.
Setiap inci daging yang terkoyak oleh energi darah langsung dirajut kembali oleh benang-benang energi kematian yang sangat dingin.
Proses kehancuran dan pemulihan ini terjadi secara bersamaan dalam siklus yang terus berulang ratusan kali setiap detiknya.
Tubuh Lin Ye bergetar sangat hebat hingga tulang belulangnya mengeluarkan suara retakan yang menggema nyaring di seluruh rongga gua bawah tanah.
Keringat darah mulai menetes deras dari pori-pori wajahnya, menodai lantai batu di bawahnya yang sudah memerah.
Kedua tangannya yang bertumpu di atas lutut mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya menancap dalam dan menembus telapak tangannya sendiri.
Meskipun rasa sakitnya membuat kewarasan seolah ingin merobek otaknya, pemuda itu sama sekali tidak mengeluarkan suara rintihan sedikit pun.
Rahangnya terkatup sangat rapat hingga otot-otot di wajahnya menonjol keluar, sementara matanya tertutup rapat untuk mempertahankan fokus absolutnya.
Di dalam lautan kesadarannya, badai yang jauh lebih mengerikan sedang terjadi dan mengancam untuk menelan jiwanya secara utuh.
Energi darah yang ia serap tidak hanya mengandung esensi spiritual murni, tetapi juga membawa ribuan jiwa penasaran dari para jenius yang mati di tempat ini.
Suara jeritan, tangisan, kutukan, dan lolongan keputusasaan dari ribuan jiwa itu bergema bersahut-sahutan di dalam benak Lin Ye.
"Mengapa kau menyerap darah kami?! Kembalikan nyawa kami! Kembalikan masa depan kami yang dirampas!"
"Kau sama saja dengan anjing-anjing tua sekte itu! Kau adalah iblis serakah yang pantas membusuk di neraka!"
Ribuan wajah hantu yang berlumuran darah bermanifestasi di dalam pikiran Lin Ye, mencoba untuk menggigit dan mencabik-cabik inti kesadarannya.
Ini adalah serangan iblis hati yang pasti akan membuat kultivator jenius mana pun langsung memuntahkan darah dan meledak menjadi kabut merah.
Namun, proyeksi jiwa Lin Ye di dalam lautan kesadarannya justru perlahan membuka matanya dan menatap lautan wajah mengerikan itu dengan sangat tenang.
Ujung bibir proyeksi jiwa itu melengkung ke atas, membentuk sebuah senyuman kejam yang jauh lebih menakutkan daripada ribuan hantu penasaran tersebut.
"Kalian hanyalah sekumpulan pecundang lemah yang mati karena kebodohan dan kepolosan kalian sendiri," ejek Lin Ye dengan suara yang menggelegar layaknya guntur kematian.
"Di dunia yang memakan yang lemah ini, keadilan hanyalah ilusi yang diciptakan oleh mereka yang memegang pedang paling tajam."
"Kebencian kalian tidak akan pernah bisa menyentuh sekte ini jika kalian hanya terus menangis seperti bayi di dasar kolam kotor."
Proyeksi jiwa Lin Ye merentangkan kedua tangannya, memancarkan aura dominasi absolut yang langsung menekan seluruh lautan jiwa penasaran tersebut.
"Serahkan seluruh sisa kebencian dan keputusasaan kalian kepadaku, biarkan aku yang memikul kutukan kalian untuk menghancurkan surga palsu ini!"
Seketika itu juga, ribuan wajah hantu itu berhenti menjerit dan menatap sosok Lin Ye dengan pandangan yang bercampur antara ketakutan dan secercah harapan gelap.
Aura penaklukan mutlak dari Sistem Pengendali Hantu langsung menyapu lautan kesadaran tersebut, melahap seluruh jiwa penasaran itu tanpa ampun.
"Sistem melaporkan: Penindasan Iblis Hati berhasil dilakukan secara sempurna oleh kehendak mutlak inang."
"Mengonversi seluruh jiwa jenius yang mati menjadi bahan bakar murni untuk proses pemadatan Inti Yin Sempurna."
Di dunia nyata, danau spiritual di dalam dantian Lin Ye kini telah meluap dan tidak sanggup lagi menampung tetesan energi darah yang terus masuk.
Seluruh jalur meridian di sekujur tubuhnya telah membengkak hingga batas maksimal, memancarkan cahaya merah kehitaman dari balik kulit pucatnya.
Lin Ye segera mengubah segel tangannya dengan kecepatan kilat, menggunakan teknik rahasia dari Seni Pengendali Hantu Purba untuk memulai proses kompresi.
"Padatkan!" perintah Lin Ye di dalam hatinya dengan kekuatan tekad yang sanggup meruntuhkan langit.
Danau spiritual raksasa di dalam dantiannya tiba-tiba berputar dengan sangat gila, membentuk sebuah pusaran air raksasa yang menyedot seluruh energi ke titik pusat.
Suhu di dalam tubuhnya turun drastis hingga mencapai titik beku absolut, membuat darahnya sendiri hampir berhenti mengalir.
Tetesan demi tetesan energi cair itu mulai membeku dan saling menempel satu sama lain akibat tekanan rotasi yang sangat ekstrem tersebut.
Proses ini berjalan dengan sangat lambat dan menyiksa, setiap putarannya membutuhkan konsentrasi dan kehendak yang tak tergoyahkan.
Setengah jam berlalu dalam keheningan yang mencekam, di mana hanya suara letupan gelembung dari kolam darah yang terdengar di ruangan kawah itu.
Volume Kolam Darah Spiritual Purba di hadapan Lin Ye mulai menyusut secara perlahan, permukaannya turun beberapa inci dari batas aslinya.
Tulang belulang yang mengapung di atasnya mulai kehilangan kilau spiritual mereka dan berubah menjadi abu kelabu yang tenggelam ke dasar.
Satu jam kemudian, pusaran di dalam dantian Lin Ye akhirnya berhenti berputar dan menyisakan sebuah gumpalan padat seukuran kepalan tangan bayi.
Gumpalan itu bukanlah Inti Emas bercahaya yang didambakan oleh seluruh kultivator di Benua Awan Ilahi.
Itu adalah sebuah bola hitam legam yang tidak memantulkan cahaya sedikit pun, seolah-olah gumpalan itu adalah lubang hitam kecil yang menelan segala kehidupan.
Permukaan bola hitam itu memancarkan petir-petir kecil berwarna merah darah, yang merupakan sisa-sisa esensi kehidupan dari kolam purba yang diserapnya.
"Sistem melaporkan: Kompresi tahap pertama berhasil."
"Memulai proses pemurnian tingkat akhir untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran duniawi dari dalam Inti Yin."
Bola hitam di dalam dantiannya mulai berdenyut secara ritmis, seirama dengan detak jantung Lin Ye yang kini berdetak dengan sangat lambat namun bertenaga.
Setiap kali bola itu berdenyut, kotoran hitam berbau sangat busuk dikeluarkan secara paksa dari seluruh pori-pori kulit Lin Ye.
Ini adalah proses pencucian sumsum dan pemotongan akar fana, sebuah evolusi fisik yang akan mengangkat derajat makhluk hidup menuju keabadian.
Seluruh bekas luka cambuk, sayatan pedang, dan luka memar yang pernah diderita oleh pemilik tubuh asli perlahan mengelupas dan rontok ke atas lantai batu.
Kulit Lin Ye yang tadinya kusam dan kering kini berubah menjadi putih pucat yang sangat halus dan mulus tanpa cela bagaikan batu pualam kualitas tertinggi.
Rambut hitamnya yang berantakan tumbuh memanjang dengan cepat hingga melewati punggungnya, memancarkan kilau gelap yang menawan sekaligus mematikan.
Otot-otot di tubuhnya tidak menjadi besar dan kekar, melainkan menjadi sangat padat dan ramping, menyembunyikan kekuatan ledakan yang luar biasa di setiap seratnya.