Berawal dari petaka sebuah konser band terkenal, seorang gadis harus membuatnya menerima reward besar karena baru putus cinta. Gadis itu tidak tau bahwa dirinya sedang di kerjai teman kuliahnya hingga membuat seorang Letnan terkena imbasnya.
Disisi lain, akibat petaka tak sengaja, sang Letnan terpaksa harus menanggung akibatnya. Bukan hal mudah menaklukan hati pria yang ternyata adalah Abang dari gadis tersebut, namun pada kenyataannya, lebih sulit menaklukan gadis yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya tanpa permisi, apalagi jejak kehidupannya kini di mulai pada wilayah dengan resiko yang cukup tinggi, wilayah yang bisa di katakan rawan, KARANG HITAM.
KONFLIK.. Harap SKIP bagi yang tidak bisa ber KONFLIK.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Dalam penjagaan Letnan Hernando.
Mobil dinas melesat membelah jalanan desa yang mulai sepi, lampu utamanya menembus kegelapan dengan gerak tergesa. Tangan Bang Hernando mencengkeram setir begitu erat. Ia begitu cemas Phia akan melakukan hal nekat, apalagi keadaan Phia sedang hamil muda.
'Jangan nekat, dek. Jangan memandang dunia ini hanya bisa menyakitimu saja.'
Dari sudut mata elangnya, ia melihat sosok kecil itu duduk di atas batu datar yang menjorok ke aliran sungai yang deras. Angin kencang menerpa rambut dan pakaiannya, namun Phia tak beranjak sedikit pun, matanya menatap tajam ke arah langit luas yang mulai gelap.
Langkah Bang Hernando pelan tapi pasti, tak ingin mengejutkan 'gadis' cantik itu. Ia duduk agak di sampingnya, memberi ruang namun tetap berada dalam pengawasannya.
"Angin kencang sekali di sini, Dek. Kasihani yang ada di perutmu..!! Kita pulang, yuk..!!" ucapnya membujuk pelan.
Phia menoleh perlahan, matanya merah dan basah. "Tak ada gunanya pulang ke rumah yang isinya hanya bayang janji manis yang sudah dilanggar. Di saat Phia mulai sayang dengan anak ini, ayahnya meninggalkannya dengan alasan yang tidak pernah Phia pahami. Kenapa?? Kenapa membuat Phia jatuh cinta kalau akhirnya Phia akan di tinggalkan?? Jujur.. Phia tidak sanggup menghadapi semua ini sendirian, Phia takut, Phia nggak kuat..!!"
Kalimat itu menusuk hati Bang Hernando. Ia menatap mata Phia. "Riegan bukan tipe orang yang melanggar janji, Phia. Percayalah pada hal yang kau kenal dari dirinya selama ini, bukan pada apa yang terlihat oleh matamu saja."
"Lantas kenapa dia memilih pergi??" Phia berdiri tiba-tiba, suaranya meninggi namun tertutup oleh isak tangis. "Kenapa Bang Riegan diam? Kenapa dia memilih lari meninggalkan Phia yang sudah ikhlas menantikan buah hatinya? Apa benar apa yang dikatakan orang... darah buruk tak akan bisa di ubah?? Apa Phia dan anak ini hanya beban baginya????"
Kepanikan Bang Hernando memuncak saat melihat Phia melangkah mundur semakin mendekati bibir tebing curam. Tanpa berpikir panjang, ia segera menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukannya yang kuat, menahannya agar tak bergerak lagi.
"Jangan bicara begitu..!! Jangan pernah meragukan betapa besarnya cinta Riegan untukmu..!!!" Ucapnya dengan nada tinggi namun secepat itu ia luluh saat merasakan tubuh Phia begitu gemetar dalam dekapannya. "Dia memilih jalan ini karena dia terlalu mencintaimu. Dia tak ingin masa lalunya yang kelam, yang baru saja kau dengar secuil, bisa menyeret kalian ke dalam masalah. Percayalah, dia adalah pria terbaik yang pernah Tuhan kirimkan padamu..!!"
Phia lemas mendengarnya, kakinya pun serasa tak sanggup menapak. Pipinya yang basah ikut membasahi seragam Bang Hernando. "Apa Bang Riegan akan kembali?"
"Insya Allah dia akan kembali." Jawab Bang Hernando.
"Tapi.. Bang Riegan sudah menceraikan Phia. Apa masih ada harapan untuk Phia bisa bersamanya?" Tanya Phia.
"Dia membatalkan pernikahan demi kebaikanmu, juga demi anak ini. Dan suatu saat nanti kalian masih ada kesempatan untuk bertemu."
Air mata Phia semakin deras mengalir, tapi juga tidak sanggup beranjak dari dada bidang pria yang sebenarnya tidak pantas sedekat ini dengannya.
"Kita pulang, ya..!!" Perlahan Bang Hernando mengangkat tubuh Phia dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil, air mata Phia tak hentinya mengalir. Segala hal tentang Bang Riegan begitu menyakiti perasaannya. Ia tidak tau berapa lama Bang Riegan akan kembali.
Bang Hernando melepas seragam luarnya lalu menutupi tubuh Phia. "Kalau memang tidak kuat, lepaskan saja.."
Mendengarnya, Phia terisak-isak. Ia berteriak histeris meluapkan rasa kesalnya. Ia menarik kuat kaos loreng Bang Hernando, ia memukulnya sekuat tenaga, mencakar lengannya bahkan menggigit bahunya. Bang Hernando sama sekali tidak menghindar dan hanya sesekali memercing menerima amukan gadis cantik yang mendadak masuk menghiasi hidupnya.
"Phia harus bagaimana?? Phia harus bagaimanaaa, Abaaaang..!!!!!"
"Saya akan bertanggung jawab.. Atas hidupmu, juga anak itu..!!" Kata Bang Hernando.
"Kita tidak saling mengenal, Phia nggak cinta sama Abang. Abang asing dalam hidup Phia."
Bang Hernando mengangkat dagu Phia. "Kau boleh menekan Riegan dengan kata-kata itu, tapi kata-kata itu tidak berlaku bagi saya. Satu babak hidupmu sudah berlalu, sekarang babak baru ini, biar saya yang mengisinya, tak perlu terburu-buru soal perasaan. Yang penting kau tak lagi sendirian, kau merasa nyaman dan tolong.. Ijinkan saya mendekatimu pelan-pelan..!!"
Suara Bang Hernando terdengar begitu tenang, namun di setiap kata yang terucap tersimpan ketegasan yang tidak bisa di tawar. Jemarinya kasar namun hangat perlahan melepaskan cengkeraman di dagu Phia, lalu beralih menyentuh lembut punggung tangan wanita itu, seolah meminta ijin tanpa memaksa.
"Saya paham ketakutanmu, tapi saya bukan Riegan. Dalam penjagaan saya, kamu di larang membangkang. Saya tidak bermaksud mengekangmu, semua demi kebaikanmu sendiri."
"Kenapa... Abang melakukan ini semua" tanyanya lirih, suaranya masih parau karena tangis. "Abang tak kenal Phia dengan baik. Abang tak perlu memikul beban seberat ini."
"Apakah saya harus punya alasan tertentu untuk..." Bang Hernando terdiam sejenak, menyusun kata sehati-hati mungkin, tak berani terlalu dekat namun tak sanggup berbohong lagi. "...untuk tak ingin melihatmu terluka?"
"Tidak kah terlalu berlebihan??" Tanya Phia.
"Mungkin dari ribuan alasan yang ada, dunia luar saat ini tidak seaman yang kau kira, Phia. Bukan hanya soal kesedihanmu, bukan hanya soal kepergian Riegan. Ada bahaya nyata yang sedang mengincarmu dan anak ini." lanjutnya pelan, matanya menatap lekat ke dalam mata Phia yang mulai mendengar setiap ucapanya dengan baik. "Saya tidak berhak menyembunyikan apapun darimu, tapi saya punya kewajiban melindungimu dari hal yang bisa membahayakan nyawamu. Jadi tolong, percayalah pada keputusan saya saat ini. Jika saya melarangmu pergi, jika saya membatasi gerakmu, itu karena saya tidak mau kehilangan kalian berdua."
Bang Hernando menghela napas panjang, lalu melanjutkan dengan suara yang mantap namun penuh kasih sayang.
"Saya melakukan ini semua bukan untuk memilikimu, bukan untuk menggantikan tempatnya di hatimu. Saya hanya ingin menjadi sayap pelindungmu, berdiri di sisimu saat kau rapuh, menahan badai di depanmu, memastikan kau tetap bahagia dan aman... sampai Riegan kembali, atau..... sampai takdir berkata lain. Saya laki-laki, kau perempuan.. Mencintaimu adalah rahasia terindah yang akan saya bawa hingga akhir hayat, tanpa pernah meminta kau membalasnya. Jika kau ragu kata-kata saya hanya sebagai bualan, kau bisa membuat surat perjanjian. Kelak kau bisa menuntut saya."
Phia menarik nafas panjang sejenak. Entah kenapa pria ini. Bang Riegan dan Bang Hernando sama-sama pria kaku, namun dalam porsi yang berbeda. "Phia.. Tidak punya planing ke depan. Pikiran Phia sudah buntu. Abang ada cara??"
"Memperjelas statusmu yang abu-abu. Nikah kantor dulu dengan saya. Kalau sampai anak itu lahir dan Riegan belum juga datang atau memberi kabar, kita nikah. Tapi selama tidak ada Riegan, detik ini juga.. Kamu, adalah Nyonya Hernando.. paham??"
:
Jujur Phia masih terasa kaku dan asing. Setelah obrolan panjang tadi, Bang Hernando tidak banyak bicara, persis seperti Bang Riegan.
Seperti malam ini, Bang Hernando menyuapi Phia lalapan bebek goreng dengan tangannya sendiri, tidak membiarkannya menyentuh makanan yang panas itu dengan tangannya sendiri.
"Phia sudah kenyang." Tolak Phia setelah menghabiskan satu setengah piring nasi.
"Ya sudah, saya makan sebentar ya..!! Setelah itu kita pulang."
Phia baru mengangguk dan meneguk es jeruk sambil mengarahkan pandangan ke sekitar perbukitan tapi makan malam Bang Hernando sudah tersisa dua suap.
~
Saat akan kembali ke asrama, ada sekumpulan pria mabuk masuk ke area rumah makan, mereka mendekati Phia untuk memalak uang.
Tau ada beberapa orang pemuda mendekati Phia, Bang Hernando segera menghampiri para pria apalagi pria tersebut mulai bertingkah kurang ajar.
"Ayo..!!" Bang Hernando menarik tangan Phia yang sudah nampak ketakutan, ia menjauhkan Phia dari para preman mabuk itu.
"Heeehh.. Kalau punya barang bagus, bagi-bagi laahh.." Celetuk salah seorang preman. Tangannya dengan sengaja menyentuh Phia.
Jelas saja kelakuan pria tersebut bak menggangu singa tidur. Bang Hernando menarik krah pakaian pria tersebut lalu membantingnya dengan keras di lantai.
braaaakkk..
"Kau punya nyawa berapa?? Beraninya menggangu istri orang." Ucap geram Bang Hernando.
.
.
.
.
Bang Jan...udah beri bang Hernad pencerahan tp knp jadinya kyk gini😄😄🤭
kocak ini ...lanjut mba Nara👍
lanjut mba nara🤭
semangat jg buat mba Nara👍