NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.pengumuman

Dua hari setelah ujian taktis berakhir, suasana di aula utama Akademi Ksatria Kekaisaran terasa lebih tegang dari biasanya. Papan pengumuman besar dari marmer putih di tengah aula dikerumuni oleh ratusan murid tingkat satu dan dua.

Di baris teratas maklumat resmi kekaisaran, terukir segel lilin merah dengan lambang matahari terbit Ordo Ksatria Perak.

"Misi Eksplorasi dan Pembersihan Perbatasan Barat," Lyra tiba-tiba muncul di samping Ren, membaca baris demi baris pengumuman itu dengan suara rendah. "Skalanya meluas menjadi misi gabungan tingkat tinggi. Dan seperti yang kubilang... Komandan Kaelen Vance sendiri yang akan memimpin barisan depan."

Ren berdiri dengan tangan terlipat di dada, matanya yang tajam langsung tertuju pada daftar nama murid akademi yang dipilih untuk ikut serta sebagai unit pendukung.

* **Pemimpin Ekspedisi:** Komandan Kaelen Vance (Ordo Ksatria Perak)

* **Perwakilan Murid Elit:** Julian van Asche (Tingkat 1)

* **Perwakilan Murid Taktis:** Ren (Tingkat 1)

"Julian juga ikut?" Ren menyipitkan mata, sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seringai tipis. "Menarik. Tampaknya fakah bangsawan mengerahkan pengaruh mereka agar Julian bisa mendapatkan pencapaian mudah di perbatasan bawah komando Ordo Perak."

"Atau," Lyra melirik Ren dengan tatapan serius, "Julian sengaja meminta namanya dimasukkan agar bisa menggunakan kekuatan Ordo Perak untuk menghabisimu di luar jangkauan hukum akademi. Wilayah barat itu penuh dengan reruntuhan kuno dan monster liar, Ren. Orang mati di sana tidak akan memicu penyelidikan."

**"Hahaha! Bagus sekali! Biar si pirang bodoh itu ikut!"** Crimson berseru penuh gairah di dalam benak Ren, segel tato di lengan bawah Ren terasa sedikit menghangat. **"Lebih banyak domba yang mengantre ke jagalan, lebih banyak darah segar untuk kita bersenang-senang, Ren!"**

*'Diam, Crimson. Jangan memicu fluktuasi energi di sini,'* batin Ren memperingatkan roh pedangnya, sembari menggunakan teknik *Blood Circulation* untuk tetap menjaga auranya sedatar manusia biasa.

Ren menatap Lyra kembali. "Lalu bagaimana denganmu? Apa kau tidak ikut dalam tim intelijen?"

Lyra tersenyum misterius, lalu menepuk kantung kecil di pinggangnya yang berisi peralatan pengintai. "Tentu saja aku ikut. Tapi tugasku ada di unit bayangan, bergerak beberapa kilometer di depan barisan utama. Aku akan menjadi matamu di sana, Ren. Begitu kita tiba di perbatasan, aku akan mencari tahu lokasi persis penyimpanan artefak darah yang diincar Kaelen."

### Keberangkatan sang Pembalas Dendam

Fajar keesokan harinya, gerbang utama akademi dibuka lebar. Puluhan kereta kuda lapis baja milik Kekaisaran dan barisan ksatria berzirah perak berbaris rapi di jalan utama kota atas.

Kaelen Vance berdiri di atas kuda perang hitamnya yang gagah. Zirah peraknya berkilau menantang matahari pagi, dan jubah putihnya berkibar ditiup angin. Di mata masyarakat kota atas yang melepas keberangkatan mereka, Kaelen adalah sosok pahlawan tanpa cela, simbol keadilan tertinggi.

Namun, di barisan belakang unit murid akademi, Ren menatap punggung Kaelen dengan tatapan sekaku es. Pemandangan Kaelen yang mengelap pedangnya di balik puing-puing rumah bordil yang terbakar dua bulan lalu kembali terlintas dengan sangat jelas di otaknya.

Julian van Asche, yang berkuda tidak jauh di depan Ren, menoleh ke belakang dan melemparkan tatapan penuh kebencian dan kepuasan tersembunyi. Julian seolah ingin mengatakan bahwa waktu Ren untuk hidup tidak akan lama lagi.

Ren tidak membalas provokasi itu dengan amarah. Ia hanya menurunkan tudung jubah hitamnya, menyembunyikan sebagian wajahnya yang tampan dengan *smug* dingin yang berbahaya.

"Nikmatilah penghormatan palsu ini selagi bisa, Kaelen Vance," bisik Ren teramat pelan, suaranya hilang ditelan derap kaki kuda. "Sebab di perbatasan barat nanti... zirah perakmu itu akan menjadi peti mati yang paling merah."

Kereta-kereta kuda itu mulai bergerak maju, meninggalkan gerbang kota, menuju ke arah barat tempat konspirasi besar dan pembalasan dendam berdarah telah menunggu untuk dilepaskan.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!