NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Tuan Muda

Mengandung Benih Tuan Muda

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Single Mom / Hamil di luar nikah / Angst / Tamat
Popularitas:509.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nonny

Aku tak menyangka akan mengalami hal begitu menyakitkan. Aku di jebak oleh ibu tiriku yang aku kira baik. Dia berpura-pura sakit dan meminta aku menggantikan pekerjaannya sebagai seorang pelayan di sebuah rumah mewah. Ternyata aku di rudal paksa oleh Tuan Muda rumah tersebut, dia mengatakan jika dirinya telah membayar pada ibu tiriku untuk harga keperawananku.
Aku shock dan setelah itu aku melarikan diri jauh dari orang-orang yang aku kenal.
Tetapi kemalangan tak sampai di sini, di dalam rahimku tumbuh benih Sang Tuan Muda.
Aku membesarkan anakku sendiri, dan aku tak menyangka anakkulah yang selalu membantuku menyelesaikan setiap permasalahan hidupku.
Anakku terlahir sangat pintar, dan bisa di katakan jenius.
Anakku yang selalu membela aku di saat aku di bully di hina banyak orang karena aku hamil tanpa suami.
Anakku pula yang selalu memberikan kekuatan pada ku
Bahkan tanpa sepengetahuanku dia mencari tahu sendiri siapa ayah kandungnya.
Apakah anakku akan bertemu dengan ayah kandungnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merahasiakan Dari Papah Alan

Mamah Nany meminta Sandy untuk menemui istri dan anaknya.

"Sandy, mamah ingin sekali bertemu dengan istri dan anakmu," ucapnya tiba-tiba.

"Baiklah, mah. Tapi nanti saja setelah pulang dari kantor, kita sama-sama ke rumah Nayla ya?" ucap Sandy.

"Baiklah, Sandy."

"Mah, untuk sementara waktu jangan katakan hal ini pada papah ya. Tolong ini menjadi rahasia aku dan mamah dulu, karena aku tak ingin ada suatu insiden yang terjadi. Aku nggak tega mah, pada Nayla dan Dilla jika mendapatkan suatu penolakan lagi kali ini oleh papah. Tunggu waktu yang tepat saja untuk menjelaskan pada papah, apa lagi kita akan sedang sibuk mengurus keperluan pernikahan Ka Saka," pinta Sandy.

"Baiklah, Sandy. Mamah tahu kok posisi di rumah ini. Kadang mamah juga sedih kenapa papah tak bisa bersikap adil pada kalian berdua. Ya sudahlah, sekarang kamu kembalilah ke kantor supaya tidak ada yang curiga," pinta Mamah Nany.

"Ya mah, aku berangkat ke kantor lagi ya. Mamah tak perlu risau, aku tidak pernah iri dengan Ka Saka. Aku selalu bahagia dengan apa yang aku punya walaupun aku tak pernah mendapatkan hak sepenuhnya atas segala perusahaan yang papah miliki. Biar saja Ka Saka yang mendapatkan itu, aku yakin suatu saat nanti bisa mempunyai suatu usaha sendiri tanpa tergantung pada papah."

Sandy memeluk mamahnya sebelum berangkat kembali ke kantor.

Sandy anak yang sangat baik, ia tak pernah iri pada Saka. Walaupun sebenarnya perilaku Papahnya itu kurang tepat dengan mengatasnamakan perusahaan untuk Saka. Padahal ia juga berhak atas perusahaan itu, karena ia juga anak kandung dari Papah Alan.Tapi ia hanya di pekerjaan di perusahaan itu sebagai wakil direktur saja. Tak punya wewenang penuh hanya sebagai cadangan jika Saka sedang sibuk.

Saat ini Papah Alan juga menghandle suatu perusahaan tapi tidak sebesar perusahaan yang saat ini di handle oleh Saka. Perusahaan kecil ini sebenarnya kelak akan di berikan untuk Sandy, tapi hingga saat ini belum juga di alihkan nama dengan alasan dirinya masih kuat bekerja dan Sandy belum pantas untuk memimpin perusahaan kecil itu.

Sandy kembali ke kantor dengan hati yang lega. Ia sangat senang karena sudah bisa berkata jujur pada mamahnya. Dan kini ia sedang menata hatinya lebih lagi untuk kelak bisa berkata jujur pada Papahnya.

*******

Tak terasa sore menjelang, Sandy ingat akan janjinya pada mamahnya yang akan mengajaknya menemui Nayla dan Adilla. Ia pulang dengan penuh kegembiraan.

"Mah, apakah sudah siap?" tanya Sandy merangkul Mamah Nany.

Belum juga mamahnya menjawab, papahnya telah menyela terlebih dahulu karena kebetulan melintas dan mendengar percakapan antara Sandy dan Mamah Nany.

"Siap kemana? kalian mau kemana, kok papah nggak di ajak?" tanyanya menyelidik.

Pada saat Sandy bingung mau menjawab apa, Mamah Nany yang menjawab pertanyaan dari suaminya itu.

"Mamah yang meminta Sandy untuk sejenak mengajak mamah ke taman. Mamah bosan di rumah terus sendirian sementara setiap harinya suami dan anak-anak mamah di sibukkan dengan pekerjaan. Bahkan hingga hari liburpun tidak ada waktu untuk mamah," ucapnya sengaja menyindir Papah Alan.

"Hem, mulai memancing emosi. Tahu seperti ini aku tidak bertanya yang hanya membuat mood aku hilang. Sudah tahu aku sibuk kerja, masih saja protes. Janganlah bersikap manja seperti istri yang lain, lebay tahu." Ucap Papah Alan seraya berlalu pergi dari hadapan Mamah Nany dan Sandy.

"Mah, nggak usah di pikiran perkataan papah tadi ya. Nggak usah sedih, yang terpenting saat ini kita akan happy. Aku yakin mamah pasti akan suka dengan Nayla apa lagi dengan Adilla yang sangat pintar dan lucu," bisik Sandy menghibur mamah Nany yang raut wajahnya berubah tatkala mendengar perkataan Papah Alan.

"Kamu nggak usah khawatir, bukan satu atau dua hari papahmu bersikap seperti ini pada mamah. Kan sudah dari kamu dan kakakmu kecil. Tapi mamah masih bisa bersyukur karena tidak semua anak mamah yang sifatnya menurun dari papah. Tapi hanya Saka saja yang mirip papahmu, sedangkan kamu tidak. Tetaplah menjadi pribadi yang baik ya Sandy," pesan Mamah Nany.

"Pasti dong, mamahku sayang."

Saat itu juga Sandy merangkul mamahnya melangkah keluar rumah menuju ke pelataran dimana mobil Sandy masih terparkir.

Sandy melajukan mobilnya menuju ke rumah Nayla, dimana saat ini Adilla sedang gelisah menunggu kepulangan dirinya. Hingga satu jam berlalu, Sandy baru sampai di pelataran rumah Nayla yang tak begitu besar.

"Papah Sandy...."

Terdengar Adilla berteriak seraya berlari menuju arah dimana saat ini mobil Sandy terparkir.

"Hallo anak papah yang cantik dan pintar."

Sandy yang baru keluar dari mobil langsung memeluk Adilla.

"Pah, ini pasti...

"Iya sayang, ini Oma kamu. Namanya Oma Nany," ucap Sandy menyela perkataan Adilla yang belum terselesaikan.

"Hallo, Oma. Senang sekali bisa bertemu dengan Oma."

Dengan wajah riangnya dan senyuman manisnya, Adilla mengulurkan tangannya untuk menyelami Mamah Nany.

Sejenak Mamah Nany diam terpana melihat si kecil Adilla, ia benar-benar tak percaya dengan sosok gadis kecil yang ada di hadapannya itu.

"Ya Allah, anak ini memang mirip sekali dengan masa kecil Saka. Wajahnya tidak ada yang di buangnya sama sekali," batin Mamah Nany.

"Oma kenapa? sakitkah?" tegur Adilla seraya mengguncang perlahan jemari Nany yang membuat ia terhenyak kaget dari lamunannya.

"Eh nggak sayang, Oma nggak sakit. Oma itu senang sekali bisa bertemu dengan Dilla. Kenapa kita nggak bertemu sejak dulu ya? oh iya, mana mamahmu? Oma ingin bertemu," ucap Nany seraya menggenggam jemari kecil Adilla.

Baru juga ia bertemu dengan Adilla tapi hatinya sudah cocok dengan anak kecil itu.

"Mamah ada di dalam rumah, Oma. Yuk pah-oma, kita masuk. Kebetulan mamah sudah memasak untuk kita, pah."

Ajak Adilla seraya tangan kanan menggenggam Nany dan tangan kiri menggenggam Sandy dan mengajaknya melangkah masuk ke dalam rumah.

Setelah sampai di dalam rumah, Nayla pun menyalami mertuanya itu tanpa ada rasa sungkan. Dan sejenak Sandy sengaja mengajak Adilla menjauh dari Nayla dan Mamah Nany.

"Nayla, Sandy sudah cerita semuanya sama mamah. Mamah minta maaf ya atas apa yang dulu pernah di lakukan oleh Saka," pinta Nany dengan mata berkaca-kaca.

Sementara saat ini Sandy sengaja mengajak Adilla bermain sejenak di pelataran rumah supaya Nany bebas bercengkrama dengan Nayla.

"Nyonya, itu sudah menjadi masa lalu saya. Dan saya juga sudah merelakan semua yang terjadi pada diri saya. Mungkin ini sudah menjadi jalan hidup bagi saya. Jadi nyonya tak perlu merasa bersalah seperti ini,' ucap Nayla tersenyum.

"Nyonya? aku ini sudah menjadi mamahmu. Jadi panggil mamah saja, supaya tidak ada sekat pemisah diantara kita." Ucap Nany seraya menepuk bahu Nayla.

1
Mazree Gati
pantas saja dilla sekolah sampai tua ternyata bodoh
Mazree Gati
alah goblok nayla tolol. gaplok pake kursi apa pake balok,,sabdy juga oon ga bisa bela yg benar
Nur Adam
smgt untuk krya mu thor
Nonny: Mkch ya KK supportnya 😘😘
total 1 replies
Mazree Gati
END AJA THORR MALS BACANYA
Fay
Luar biasa
Fay
Lumayan
Lili Ismail
Thor bikin nayla happy punya keluarga
Irene
bagus ceritanya
Nonny: terima kasih KK
total 1 replies
Evy
semoga berjodoh dengan sandi...dan saka akan menyesali semua perbuatan dan perkataan yang begitu menyakiti hati Nayla..
Evy
kalo mau tes DNA bukan digunting rambutnya.tapi harus dicabut sampai ke akarnya... katanya begitu Thor...tapi ceritanya bagus kok...
Evy
gak punya hati banget tu si Tuan Muda..
Rhmad Flash
tor buat saka menyesal
Anna Khairurr
Luar biasa
Dwisur
hidup Bu bidan...
azura alesha
wow😃
azura alesha
wow😃
Eva Irawati
cerita luar biasa, ada hikmah dan pelajaran dari cerita ini indah pada akhirnya
Nonny: Terima kasih kak, salam sehat selalu. Doa yg terbaik untuk KK & family. Jika berkenan baca karya baru author judul "Benih Siapa Ini?"
total 1 replies
Nur Lela
luar biasa
Nonny: terima kasih ya kak, doa terbaik utk KK dan family. Jika berkenan baca juga karya baru author dengan judul " Benih Siapa Ini?"
total 1 replies
Nora♡~
waaaawww... cerita ini layak dapat jempol👍👍👍👍👍dan layak 5 ⭐⭐⭐⭐⭐ waaaa... ceritanya memang best.... semoga thor sukses dalam berkarya.... dan teruslah berkarya...
Nonny: terima kasih ya kak 🥰🥰🥰😘😘😘
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
katanya 20 tahun kemudian knp jdi bahas 15 tahunan trus masa Adila Bru 20/21 harusnya klu 20 tahun kemudian Adilla udah 26 tahun kerna dulu ketemu pas 6 tahun n nggak seharusnya jg 26 masih kuliah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!