NovelToon NovelToon
Gagal Miskin Karena Sistem

Gagal Miskin Karena Sistem

Status: tamat
Genre:Fantasi / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.

Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.

Namun, takdir berkata lain.

Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:

[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]



Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....

#kehidupandidesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Akhirnya, Pahlawan Datang Juga

Budiman melangkah masuk ke dalam toko dengan dahi berkerut, diikuti Anto dan Imar yang sudah memasang wajah tegang sekaligus heran melihat ruko yang melompong.

Langkah kaki mereka menggema di dalam ruangan yang biasanya bising oleh suara langkah kaki pembeli dan gesekan troli belanja. Keheningan ini terasa begitu asing, seolah-olah toko utama mereka baru saja dilewati oleh badai senyap yang menyapu bersih seluruh tanda-tanda kehidupan retail.

Di balik meja kasir, Nana, si penjaga toko berbadan subur yang biasanya hobi ngomel dan memasang wajah ketus kepada pembeli, kini malah terlihat duduk dengan sangat santai sambil memainkan ponselnya.

Wajahnya tampak sangat damai, sama sekali tidak terganggu meski suasana sekelilingnya memprihatinkan. Jari-jarinya dengan lincah menggeser layar, sesekali menyunggingkan senyum kecil yang sangat langka terlihat selama toko ini beroperasi.

"Eh, Uda Budiman sudah pulang?" sapa Nana yang buru-buru menyembunyikan ponselnya ke dalam laci meja kasir begitu menyadari bayangan sang pemilik toko runtuh di depannya. Dari nada suaranya, jelas sekali ada rasa syukur yang murni atas kekosongan toko ini.

"Uda, semua stok toko kita habis total sejak kemarin sore. Ekspedisi Ko Alung yang biasanya rutin mengirimkan barang tadi siang bilang, tidak ada satu pun pasokan sembako yang tersisa untuk retail kita di gudang bongkar muat pelabuhan."

"Katanya, pihak distributor pusat di Jakarta mendadak memboikot toko kita. Mereka tidak tahu apa alasan pastinya, tapi semua faktur pembelian kita ditolak mentah-mentah," terang Nana tanpa raut tegang sedikit pun, seolah-olah ia sedang menceritakan cuaca sore yang cerah.

"Waktu Ambo mencoba menghubungi Uda, Uni Imar, atau Bang Anto, teleponnya tidak pernah masuk. Layarnya cuma memunculkan tulisan panggilan darurat. Mungkin karena tidak ada jaringan sama sekali di pedalaman Mentawai sana."

"Tapi bagi Ambo ... ya lumayanlah, Da. Ambo jadi bisa sedikit bersantai minggu ini. Tidak ada lagi konten kreator norak yang bikin video joget-joget di depan rak, atau emak-emak cerewet yang sengaja datang mengusik dan menguji kesabaran Ambo untuk marah-marah dari pagi sampai sore. Biarlah kosong terus saja, Da. Biar tekanan darah ambo stabil dan tidak perlu minum obat setiap malam."

Budiman melongo mendengar motivasi kerja Nana yang luar biasa runtuh itu. Di saat sebuah perusahaan retail di ambang kehancuran, karyawannya justru merayakan kestabilan tensi darah. Namun, pandangan Budiman langsung beralih ke sosok yang ada di samping meja kasir.

Di sana, Roni, si kasir yang fungsi utamanya dalam ekosistem Budiman Mart hanya untuk tidur. Seperti biasa sedang meringkuk dengan posisi magis di atas meja kasir yang kosong melompong.

Kepalanya berbantalkan tumpukan kresek oranye merek Budiman Mart, lengkap dengan suara dengkurannya yang naik-turun dengan ritme teratur layaknya mesin lokomotif tua. Roni benar-benar tidak peduli dengan krisis logistik yang dialami perusahaan.

Ia juga masa bodoh pada keadaan toko yang saat ini bersih dari barang dagangan. Bahkan, dia sama sekali tidak sadar kalau saat ini sang Big Boss baru saja kembali dari seberang lautan setelah menembus badai samudera!

"Roni! Hei, bangun! Toko kita kemalingan atau bagaimana?! Semuanya kosong dan kau masih saja enak-enakan tidur sampai mengorok begini!" tegur Imar panik.

Napasnya memburu saat ia mencoba menggoyang-goyang bahu Roni dengan kuat. Namun, si kasir magis itu hanya melenguh pelan, memperbaiki posisi kantung kresek yang ada di bawah kepalanya, lalu berbalik membelakangi mereka untuk melanjutkan tidur nyenyaknya tanpa dosa.

"Ehem, Imar... Biarkan saja! Jangan kau usik dia," mencegah Budiman yang justru sangat menikmati kemalasan luar biasa dari Roni.

"Saat ini dia sedang berada di puncak mimpi indahnya. Dunia di dalam mimpinya pasti jauh lebih bersahabat. Kalau kau bangunkan dia sekarang secara paksa, dia akan merasa menderita karena harus kembali melihat kejamnya sebuah kenyataan di dunia nyata."

Melihat kelakuan absurd dua staf utamanya, Anto selaku General Manager langsung merasa persendiannya lemas. Mantan jamet yang dulu hobi nongkrong di pos ronda sambil mencuri wifi tetangga itu terduduk lunglai di kursi plastik dekat meja kasir.

Wajahnya pucat pasi, menatap kosong ke arah layar komputer logistik yang menampilkan grafik penurunan stok menukik tajam. Jiwa jametnya kini telah pudar 180 derajat, berganti menjadi jiwa eksekutif muda yang sangat menjaga amanah, integritas, dan kepercayaan sang atasan. Baginya, kekosongan toko ini adalah kegagalan terbesar dalam karier profesionalnya yang baru seumur jagung.

Berdasarkan penjelasan santai dari Nana tadi, isi kepala Budiman sebenarnya masih dipenuhi oleh pertanyaan yang menggantung tentang siapa dalang kuat di balik semua pemboikotan ini.

Namun, belum sempat ia merangkai teori di otaknya, udara di dalam ruko Tarusan mendadak mendingin secara ekstrem hingga membuat bulu kuduk mereka semua berdiri tegang.

Detik berikutnya, layar hologram Sistem mencuat keluar dari pergelangan tangan Budiman. Layar itu menyala merah pekat membara, disertai suara sirine peringatan yang memekakkan telinga!

Wiieuuu... Wiieuuu... Wiieuuu!

[ DING! ]

[ PERINGATAN DARURAT TINGKAT TINGGI! ]

[ Mendeteksi anomali fatal pada rantai pasokan: Seluruh stok sembako, bahan pokok, dan barang kebutuhan harian di Gudang Pusat dan toko utama Tarusan telah menyentuh angka 0% (KOSONG TOTAL)! ]

[ Analisis Sistem Menemukan Indikasi: SABOTASE EKSTERNAL MASAL! Pihak ketiga telah memotong paksa seluruh kontrak distributor nasional dan melakukan pemblokiran distribusi barang ke jaringan Budiman Mart! ]

[ Efek Sabotase: 19 Cabang Anda di ambang kelumpuhan total dalam waktu 24 jam karena kehabisan barang dagangan! ]

Mendengar pekikan sirine Sistem dan membaca runtunan kalimat pemblokiran itu, jantung Budiman yang awalnya lemas mendadak berdegup kencang karena lonjakan adrenalin yang dahsyat. Mata Budiman melebar, menatap deretan teks merah membara itu dengan binar-binar harapan yang sudah lama padam dari jiwanya.

'Kosong total? Ada yang sabotase? Jalur pasokan diputus perusahaan lain?!' jerit Budiman dalam hati dengan penuh suka cita. Ia mati-matian menahan napas dan menggigit bibir bagian dalamnya agar tidak berteriak kegirangan atau spontan berjoget ulat bulu di depan Anto yang kini mulai meneteskan air mata frustrasi.

Di saat anak buahnya berada di puncak keputusasaan karena serangan tak terlihat dari retail raksasa yang ada di Jakarta, Nana yang asyik mengipas diri, dan Roni yang masih ngorok dengan damai, Budiman justru mengepalkan tangannya kuat-kuat ke udara.

Jiwa miskinnya mendadak bangkit kembali dengan penuh semangat juang yang membara untuk menyambut kebangkrutan yang sudah di depan mata!

"Akhirnya... pahlawan yang awak tunggu-tunggu datang juga!" gumam Budiman dengan senyum iblis yang mulai terkembang lebar di sudut bibirnya.

[ bersambung ]

1
Alken 7.2
sudah bab 1
SoVay: isi ceritanya apa alken?
total 1 replies
Akbar_7.1
bab 1
SoVay: oke akbar, 1 bab aja per hari. tapi emanya isinya ap?
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
mampus kalian malah bikin mcnya tambah kaya terimakasih sampai pura pura pingsan
Etijelita
sudah sampai bab 1
SoVay: bab 1 tentang apa? ini siapa ya?
total 1 replies
Etijelita
sudah sapai bab1
Mohd Harmizi
baru aku faham, budiman yang tolol
SoVay: 🤣🙈 ya bgitu lah krakternya
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
ko pingsan terharu membantu budiman malah menjadi kaya terimakasih kalian semua hahahaha bikin season 2 thor bikin mereka mengira ini semua rencana mcnya
SoVay: kayaknya ceritaku kurang seru bang 🤣 banyak yg berhenti di tengah jalan. jadi nanti cerita lain mau aku bikin, semoga berikutnya banyak yg mau baca smpai selesai 🤲
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
Hakim ketuanya baik loh bikin budiman menjadi semakin kaya terimakasih hakim ketua hahahaha
adib
proses kreatif.. butuh sabar.. semangat thor
SoVay: terima kasih bang, nanti ikuti cerita yg baru aku ya. 🤣
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
Terima baik sekali kalian membuat mcnya tambah marah pura pura pingsan hahahaha
SoVay: skali2 versi terbalik🤣🤣🤣
total 1 replies
MomyWa
budiman, kau dpt uang dgn cara mudah bgt itu berkah
MomyWa
ini gak jadi nikah kah?
MomyWa
omaigat thor, sibuk dikit dah banyak aja up nya
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya menang malah ambil alih semua toko musuhnya bikin musuhnya mengira ini startegi mcnya
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya semakin kaya thor
SoVay: okay, nanti bisa d luar nurul kak 🤣
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
ada hawa2 tak enak bagi budiman, tp bagi kita psti bikin ngakak
arielskys
apakah semudah itu? 😭
Aku Rajin Membaca
udah filing buruk dluan
Aku Rajin Membaca
wkwkwkw...budiman jd barang lelang
Aku Rajin Membaca
kasih lah visual macam.mana budiman kita yg jd rebutan ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!