Bintang, gadis berusia 30an, kesepian, tidak pandai bergaul dan cenderung pemalu bertemu dengan Luigi, pria berusia sebaya yang berasal dari Managua,Nikaragua. Mereka bertemu di salah satu aplikasi pencarian teman di dunia maya. Berawal dari kecocokan dan kesepian, mereka berhasil menjalin tali kasih yang bahkan tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regina Maharani Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Its our new day
Berkali kali Bintang mengucap kata syukur. Semua acara hari ini sangat lancar. Para tamu sudah pulang, Teman temannya pun hanya tersisa beberapa. Bintang dan Luigi sudah berganti pakaian. Dengan canggung keduanya memasuki kamar untuk berganti pakaian. Bintang sangat malu sehingga gadis itu berganti baju di kamar mandi
Di jari manis Luigi dan Bintang terselip cincin kawin pemberian Luigi. Pria itu membawanya dan menyematkannya setelah mengucapkan ijab kabul. Mobil box dan pick up datang membereskan dekorasi pernikahan. Hanya butuh singkat untuk membuat keadaan rumah Bintang kembali seperti sedia kala
Anggi dan beberapa teman di studio pulang saat hari hampir magrib. Mereka berkali kali mengucapkan belah duren yang membuat Bintang tertunduk. Bintang dan Luigi mengantar mereka sampai ke pagar.
"Im so tired Gia" kata Luigi menaruh tubuhnya di atas sofa.
"So do i" kata Bintang
Beberapa detik keduanya terdiam. Tidak lama Bintang pun bangkit
"Where'd you go?" tanya Luigi
"I need to shower" Bintang berkata polos
Senyuman tipis muncul di bibir Luigi.
"Lets shower together" kata pria itu tertawa
Pria itu bangkit namun seketika Bintang berteriak
"Hold on, wait, wait!!"
"Whats wrong gia? tanya Luigi
Bintang terdiam malu
"Im not ready yet Luigi.. its too fast. i need to prepare myself"
Luigi terbahak bahak mendengar perkataan Bintang.
"You're my wife, dont be shy" kata Luigi masih diselingi tawa
"I know but.. "kata Bintang
"Its okay Gia, im understand. Go take your time. Dont too long, i need to shower also" ucap Luigi menatap Bintang dalam.
"If you want, you can use bathroom in the kitchen" tawar Bintang
"Nope, i want our bathroom in our room" kata Luigi kembali menggoda.
Bintang buru buru melangkah menuju ke dalam kamar mandi
*******
Bintang sedang memainkan ponselnya saat Luigi memanggil gadis itu dari dalam kamar. Pria itu baru selesai keramas dan meminta Bintang membantunya mengeringkan rambut.
Rambut Luigi berwarna hitam, lurus, cukup tebal dan panjang. Pria itu suka menggulung rambutnya dan menggunakan topi beanie.
Dengan menggunakan pengering rambut, Bintang mengeringkan rambut Luigi yang hanya menggunakan mantel mandi. Setelah selesai, mata pria itu terpaku menatap tumpukan kado di atas tempat tidur.
"We have to open all the prizes if we want to use the bed" kata Luigi
Bintang tertawa dan mulai duduk di karpet bulu di samping tempat tidur. Berdua mereka membuka kado dari para sahabat dan keluarga.
Mereka melakukan hal itu sampai Bintang berkata bahwa ia lapar, tapi terlalu bosan dengan menu sisa prasmanan. Mereka sepakat untuk keluar mencari tukang nasi goreng
Luigi sangat menikmati suasana kota Bandung yang cukup dingin. Pria itu berkali kali merangkul Bintang dan selalu memegang tangannya. Keduanya berjalan di daerah Metro Margahayu Raya yang tidak jauh dari rumah.
Hampir pukul 10 saat mereka tiba di rumah. Luigi membuka laptopnya untuk mengurus beberapa pekerjaan sedangkan Bintang membuat teh di dapur. Luigi menyukai teh hijau tanpa gula. Sebelum pulang, mereka tadi mempir di supermarket untuk berbelanja. Bintang membeli banyak buah dan sayuran untuk Luigi karena pria itu seorang vegetarian.
Bintang sudah mengganti baju menjadi baju tidur kegemarannya, kaus besar tanpa bawahan. Gadis itu duduk di sebelah Luigi
"Gia, how if we going to Surabaya? for holiday" tanya Luigi sambil terus menatap layar laptopmya
"Sure, why not?" kata Bintang
"If you want, i can booking the tickets now" lanjutnya lagi
Luigi terdiam
"Okay then, how about the day after tomorrow?" tanya pria itu
"Sure" jawab Bintang
Keduanya sibuk dengan kegiatannya masing masing. Bintang memesan tiket pesawat ke Surabaya. Gadis itu maklum, mungkin Luigi ingin kembali ke kota tempat ia dilahirkan. Bintang pun juga penasaran
Walaupun ia berkata akan sesekali mengunjungi panti, nyatanya tidak sekalipun Bintang ke Surabaya untuk mengunjungi panti asuhan. Bukan tidak mau, Bintang berkali kali mencari tau alamat panti asuhan itu tapi tidak pernah menemukannya. Bahkan mama dan papanya pun sudah lupa. yang Bintang ingat, tempat panti asuhan itu tidak jauh dari Stasiun Surabaya Kota.
Sama sepertinya, Luigi mungkin penasaran. Ini akan menjadi liburan pertama mereka bersama.
*******
Bintang tertidur di sofa di samping Luigi. Gadis itu cukup kelelahan, bahkan earpodsnya masih terpasang di telinga. Luigi yang melihatnya, berdiri mengambil selimut dari kamar.
Hampir jam 1 saat Luigi sudah menyelesaikan laporan pekerjaannya. Ia menyiapkan tempat tidur dan mengangkat Bintang pindah ke kamar. Dibelainya rambut Bintang yang panjang dan di kecupnya dahi gadis itu.
Luigi merasa desakan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, saat melihat Bintang tertidur di sebelahnya. Mata pria itu tampak sayu menatap Bintang. Sekuat tenaga ia menahan dorongan dari arah bawah perutnya. Ia hanya akan melakukannya saat Bintang dalam keadaan sadar, batin Luigi
Hampir setengah jam ia melawan nafsu dalam dirinya. Bintang begitu cantik, begitu mempesona, dan begitu indah di matanya. Tangannya mengusap wajah Bintang lembut, bahkan mencium bibirnya. Bintang hanya menggeliat sebentar sebelum akhirnya memeluknya
Pelukan Bintang membuat Luigi menggila. Jantungnya berdebar cepat. Salah satu bagian dari tubuhnya mulai bangun dan mengeras. Pria itu luar biasa pusing menahan gejolak di dada
Saat ia hendak turun dari tempat tidur dan menyingkir dari kamar karena nafsunya yang sudah tak tertahankan, Bintang menariknya. Gadis itu memeluknya erat
"Where'd you go?" bisik gadis itu di telinga Luigi, membuatnya makin menggila.
Luigi hanya terdiam. Ia sudah di ambang batas pertahanannya.
Mata Bintang masih terpejam, namun tangannya turun mengusap dada bidang Luigi. Luigi menahan napas dan juga hasratnya.
Detik berikutnya Luigi sudah tidak kuat. Pria itu mencium bibir Bintang, melumatnya lembut. Saat bibir Bintang terbuka, Luigi memyisipkan lidahnya masuk ke mulut Bintang dan menjelajahinya.
Mata Bintang terpejam namun erangan kecil keluar dari mulutnya. Gadis itu pun merasakan desakan untuk lebih lama merasakan sensasi kenikmatan.
Beberapa menit kemudian, keduanya terjatuh dalam buaian kenikmatan
****
"Good morning" sahut Luigi saat melihat Bintang membuka mata
"Morning husband" lanjut Bintang.
Mereka berdua masih berada di bawah selimut. Tanpa sehelai bajupun
Keduanya berpelukam. Menyatukan hati dan tubuh mereka. Pencarian mereka masing masing telah usai. Mereka menemukan belahan jiwa masing masing.
Tangan Luigi menyusuri punggung Bintang lembut, membuat wanita itu mengerang pelan. Erangan Bintang malah kembali memacu nafsu Luigi
"Once more please" sahut Bintang di selingi erangan
Luigi tertawa dan menggoda Bintang
"I need to shower Gia" sahut Luigi
Bintang memasang wajah datar dan membuat Luigi begitu gemas.
"Wanna try it in the bathtub? " Luigi memgerling nakal
Bintang tertawa, tapi ia diam saja saat Luigi menggendongnya masuk ke kamar mandi. Hari itu memjadi hari baru bagi mereka, hari itu mereka menyatu baik tubuh dan juga hati.
TAMAT
btw studio Katumbirie.saya baca nya kebalik... Ketumbar 🤧
like back ya