Bagas Sanjaya, dipertemukan dengan seorang gadis yang cantik dan jelita bernama Deliana. Gadis itu ia selamatkan setelah tertabrak oleh mobil yang ditumpanginya. Ternyata Deliana adalah anak dari Jonathan Zabeth, sahabat baik dari keluarga Sanjaya.
Pertemuan itulah yang kemudian menjadi jawaban sekaligus penyelesaian dari sebuah permasalahan yang mencekik kehidupan Jonathan dan keluarganya.
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, atau pun tempat, itu semua diluar pengetahuan penulis. Mohon untuk tidak memberikan komentar burik, karena itu akan berakibat buruk. Sekian dan terima gaji.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 : JAVANESE MAFIA
Tidak ada celah sedikit pun untuk mereka masuk. Awalnya Markus ingin Liam menyuap pihak militer juga, tapi mereka tidak memiliki orang dalam. Akan sulit sekali pun mereka memiliki banyak uang untuk ditawarkan.
Pihak militer juga bukan orang-orang sembarangan.
Mereka tidak akan menerima suap jika bukan pimpinan tertinggi. Sedangkan pimpinan tertingginya sangatlah setia untuk mengabdi kepada negara.
......................
Munich, Jerman.
Malam itu Elisa terbangun dari tempat tidurnya karena dikejutkan dengan suara ketukan pintu di kamar asramanya. Elisa bergegas membuka pintu itu, karena dia mengira itu adalah temannya. Tetapi dia tidak melihat siapa pun, kecuali sebuah kotak kecil yang dibungkus dengan kertas kado.
Karena penasaran, Elisa pun mengambil kotak kecil itu. Dia duduk di tempat tidurnya sembari bertanya-tanya, siapa yang mengirimkan kejutan ini? Sedangkan hari ini bukanlah hari ulang tahunnya.
"Sepertinya ayah yang mengirimkan ini." Ucap Elisa dalam hati.
Namun ketika kotak kecil itu berhasil dibuka, tiba-tiba...
"Aahhhh!"
Elisa langsung berteriak karena kaget melihat isi kotak itu. Ternyata isi kotak kecil itu adalah potongan dua ibu jari manusia. Dan terdapat cincin yang melingkar di jari itu. Elisa langsung mengetahui, kalau cincin itu adalah cincin yang digunakan oleh Liam.
Apa yang terjadi dengan Liam pun sampai saat ini belum Elisa ketahui, karena sekarang dia ada di Jerman. Dan entah orang macam apa yang mengirimkan paket jari Liam itu kepadanya. Padahal, tidak ada satu pun orang yang mengetahui keberadaan Elisa, kecuali ayah dan ibunya.
Elisa langsung mengambil ponselnya untuk menelpon ibu dan ayahnya. Dia menghubungi mereka berdua dengan menggunakan video call untuk menunjukkan apa yang baru saja ia dapatkan. Untungnya Markus dan Maria saat itu sedang berada di rumah, karena di Indonesia sekarang sudah jam tujuh pagi.
Sedangkan di Jerman baru menunjukkan jam setengah sebelas malam.
"Ayah! lbu! Elisa harus pulang sekarang! Tempat ini sudah tidak aman!" Ucap Elisa panik.
"Ada apa sayang?!" Tanya Riana yang heran melihat putrinya menelpon dalam keadaan panik.
"Lihatlah!"jawab Elisa sembari menunjukkan potongan jari milik Liam.
"Lihat cincin dan jari ini ayah! Ini milik Liam!" ucap Elisa menangis karena ketakutan.
Markus langsung menyemburkan makanan yang ada di mulutnya. Dia terkejut karena melihat potongan ibu jari Liam yang ada di kotak kecil itu.
"Elisa! Dengar sayang! Dengar! Tenanglah. Ayah harus memberitahukanmu sesuatu." Ucap Markus kepada anaknya.
Elisa mencoba untuk tenang dan mendengarkan ucapan ayahnya. Dia benar-benar ketakutan hebat. Tubuhnya gemetar. Dia menangis sesenggukan karena tidak tahu lagi bagaimana nasibnya nanti di tempat ini.
"Elisa dengarkan ayah, sayang. Sekarang kemasi semua bajumu dan barang-barangmu, dan pastikan panggilan ini tetap tersambung. Masukkan semua barang-barangmu ke dalam koper. Hubungi Ruchnam dan katakan padanya kalau kamu harus dijemput dan pulang ke Indonesia sekarang. Paham?"
Elisa mengangguk tanda dia sudah mengerti apa yang harus dia lakukan. Elisa langsung mengambil kopernya. Lalu mengambil satu handphone lagi untuk menghubungi anak buah ayahnya itu.
"Hallo. Ruchnam. Du musst mich jetzt abholen. Das ist dringend. Ich muss nach Indonesian nuch Hause gehen." Ucap Elisa di telephone.
(Hallo. Ruchnam. Kamu harus menjemputku sekarang. Ini mendesak. Aku harus pulang ke Indonesia.)
"In Ordnung Mediss Elisa. Ich und meine Truppen werden bald da sein. Wenn jemand Sie storen, benutzen Sie einfach die Waffe in aspiratorischen Schublade."
(Baikalh Nona Elisa. Saya dan pasukan saya akan segera kesana. Jika ada yang mengganggumu, gunakan saja pistol yang ada di laci asramamu.)
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
tp q suka karya'a bagus ...
semngt sukses selalu
klo tiap hari crazy up aku suka thor
semangat ya thor terus berkarya