Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13 Arief kesulitan menghandle kerjaan
Sementara di tempat lain.Arief kesulitan kerja, dulu mengerjakan ini mudah, tinggal tanda tangan semua selesai di kerjakan Nadia, tenyata Amelia bodoh dan zonk, sekarang dia di pindah jadi staff biasa, namun kerjanya malas malasan dan sering di marahi pak Wicaksono, Arief mengangkat Bara sebagai asisten, karena dulu Bara yang sering mengerjakan apa yang di minta Nadia.
" Bara ayo jelaskan ini gimana aku nggak ngerti" kata Arief
" Maaf pak saya juga belum ngerti, biar saya pelajari gimana kalau telephon mbak Nadia?" tanya bara.
" Mana mungkin dia mau, dia sudah aku khianati bersama adeknya, ku kira adeknya pinter kayak kakaknya ,nggak tahunya bodoh banget dia hanya lebih cantik saja dari pada kakaknya otaknya nggak bisa di andalkan.
Arief sebenarnya nya mau marah tapi sama siapa dan kenyataan nya dia berkhianat dengan adeknya tirinya Nadia, minta tolong Nadia ya malu lah,sebenarnya semua file Nadia sudah di amankan tapi dia juga masih kesulitan untuk mempelajari dan mengerjakan sendiri, jadi dia sering minta tolong ke bara, tapi kadang mereka juga sama sama kesulitan. Sehingga mereka sering diskusi untuk mencari jalan keluarnya.
" Gimana sudah siap persentasi kamu" tanya pak Wicaksono
" Belum siap pa ini lagi saya kerjakan sama bara" jawab arief.
" ini akibat kebodohan kamu, papa nggak larang kamu nakal asal pandai sembunyikan, lah ini malah kamu hamili, kan sekarang repot urusannya mana istri cantik mu bodohnya minta ampun bisanya cuma bersolek dan merayu" kata pak wicaksono marah
" Iya pa maafkan Arief, Arief salah ya kita cari karyawan lagi yang pintar" kata Arief
" kita bisa dapatkan Nadia itu jekpot, tapi kamu sia siakan lah sekarang kita sendiri yang repot" kata pak Wicaksono
" Maaf pa ini aku kerjakan sama Bara nanti kalau sudah selesai,aku minta pendapat papa" kata arief
Sekarang Arief dan papanya kalang kabut di kira Nadia bisa di atur tetap kerja di perusahaannya, sedangkan Arief menikah dengan adik tirinya, dan bapaknya Nadia masih dapat jatah uang belanja tiap bulan itu semua yang di recanakan mereka, tenyata tidak berhasil dan Nadia tidak bisa di kendalikan padahal dia di nikah kan sama si Arya biar dia tetep butuh uang, jadi Nadia masih bekerja diperusahaan pak Wicaksono.
Tapi Masih Arief yakin kalau di Nadia akan tetep kerja di sini, nanti kalau uangnya sudah habis dan ngambeknya sudah hilang.
Sementara di desa Arya masuk kamar mencium Nadia
" Cup cup cup ayo bangun makan dulu kamu belum makan nasi jadi ikut mas apa nggak" tanya Arya
" Jadi dong mas aku ingin ikut ke sana katanya ada berbagai macam olahan coklat" jawabku
Aku kekamar mandi cuci muka dan di ajak masa Arya ke meja makan
" Para karyawan sudah makan mas" tanyaku
"Mereka sudah makan siang,pemetik dan bagaian sortir selesai makan pulang,kalau yang bagian menjemur istriahat dulu nanti ke sini lagi kalau yang bagaian oven nanti kesini lagi kerena permintaan lagi banyak" jawab mas Arya
" Kamu sudah enakan,ayo makan dulu, kamu mau lauk apa mas ambilkan ya tapi ini makan sederhana" kata mas Arya
" aku ambil sediri mas aku sudah sembuh aku akan ikut mas" Jawa Nadia
kami makan dengan lauk yang sama dengan para karyawan, sayur asem, pepes ikan, dan perkedel jagung juga sambel terasi dan kerupuk mama datang dia mengambil sesuatu di lemari makan teryata ayam goreng
" Mama masak ayam goreng?" tanya mas Arya
" Iya le tadi mama beli ayam ungkep kasihan menantu mama sakit, jadi mama masakan ayam goreng" jawab mama Fatima
" ayo di makan " kata mama mengambikan aku dan mas Arya
" Terima kasih ma, maaf tadi Nadia nggak bisa bantu mama" kata Nadia
" Nggak apa apa sayang, kamu nggak wajib ke dapur, pokok layani saja anak lelaki mama dengan pelayanan yang terbaik di ranjang, kalau makan bisa beli sekarang banyak orang jualan online atau warung" jawab mama Fatima
Mama sangat menyayangi anak lelakinya tapi dia sangat pengertian sama menantunya, jarang ada mertua seperti ini, langka.
Selesai sholat dhuhur,kami berangkat pak Samsul dan pak Khoirul suami bi Rina ikut kami.Mereka naik pick up bawa kakao kering, sedangkan mas Arya bawa mobil jenis jip yang biasa nya di pakai ke kebun yang biasa di pakai untuk jalan terjal.
Asik juga perjalanan ke pabrik pengolahan kakao. Biasanya kalau hari Sabtu dan Minggu di gunakan wisata edukasi.Sepanjang jalan hanya melihat kebun kakao, sekitar dua jam dari rumah mama kami sampai di pabrik tersebut aku di suruh tunggu di kafe tempat penjualan berbagai macam produk coklat dan mas Arya biasanya minta kiriman dari sini, semua produk coklat yang di jual di sini ada di cafenya mas Arya, pemandangan sangat bagus aku ingin jalan jalan di sini dan aku pun beli kopi di kafe tersebut. Aku juga beli puding dan brownis coklat.
Aku hafal produk coklat di sini karena di juga di display di kafe mas Arya dan setiap hari aku baca dan aku cicipi juga, begitu juga ada kopi produk mama Fatima di sini.
Setelah satu jam menunggu mas Arya nyamperin aku di tanya mungkin ada yng aku inginkan, aku menggeleng " semua ada di kafe mas yang dikota dan semua sudah sudah aku cicipi" jawabku
" Kalau gitu ayo kita pulang saja, tapi kita beli makan buat pak Samsul dan pak Khoirul" ajak mas Arya
Mereka di tanya ingin makan mie ayam bakso saja, ya akhirnya kami mencari orang jual mie ayam dan bakso, mereka pesan mie ayam dengan tambahan pentol bakso di tambah sambel,caus dan kecap juga mimum es jeruk, kalau aku masih kenyang hanya pesan pentolnya saja.
Selesai makan mereka di suruh pulang sama mas Arya, karena aku mau di ajak main ke alun-alon kota, yang sangat ramai di malam hari, mungkin ini hanya hiburan receh ,tapi nggak pernah aku dapatkan selama menjadi tunangan mas Arief, kami duduk lesehan makan camilan dan banyak orang jualan kopi, rokok dan camilan.
Mas Arya kalau di depanku nggak merokok katanya kasihan kalau aku ikut menghirup asapnya, kami duduk sambil bercanda,ya banyak orang pacaran juga.
Meskipun ini kota kabupaten tapi fasilitas lengkap ada kampus negerinya dua, sekolah juga maju ya pendidikan termasuk maju di sini, rumah sakit juga lengkap ada RSU yang cukup besar dan fasilitas lengkap, dan rumah sakit swasta yang lumayan maju juga ada mall yang besar, kota ini tumbuh berkembang dan lebih maju dari pada di kota kabupaten sebelahnya.
"Mas disini showroom mobil juga lengkap ya dari berbagai merk?" tanya ku
" Iya dek showroom mobil bekas juga banyak dek dan ada yang besar di daerah desa dan ada beberapa desa ada mallnya maju kan" kata mas Arya
karena sudah malam kami pulang "kamu ingin makan apa dek kalau di desa nggak ada warung lho nanti kalau lapar cuma ada mie instan" kata mas Arya
" Kita beli camilan di supermarket saja mas di bawa pulang buat oleh oleh mama juga" ajakku
Kami pun belanja dulu beli camilan, roti, susu ultra,dan lainya terutama snack, tahu saja mas Arya kalau aku suka camilan.
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣