NovelToon NovelToon
Bukan Selingkuhan

Bukan Selingkuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:54.3k
Nilai: 5
Nama Author: Titin

Kesalahan membuat Andin tak sengaja menjalin hubungan dengan lelaki yang bukan kekasihnya dan terpaksa berpisah dengan kekasihnya. Namun kesalah pahaman dengan lelaki itu membuat Andin berpikir bahwa dia hanyalah selingkuhan lelaki yang mulai dia cintai tanpa sengaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Aroma lezat memenuhi dapur apartemen Bagas, suara denting alat masak yang saling beradu juga terdengar dari dapur.

Bagas yang baru bangun kaget saat mendapati Andin tak di sampingnya. Dengan langkah tergesa dia keluar kamar mencari sosok Andin.

Senyum mengembang di bibirnya saat menangkap bayangan Andin di dapur apartemennya.

Melihat Andin ada di dapur membuat Bagas lega, langkahnya berbalik kembali menuju kamar, membersikan diri lalu menyusul Andin ke dapur.

"Masak apa?" tanya Bagas seraya memeluk tubuh andin dari belakang.

"Nasi goreng mas,"

"Memangnya kamu bisa masak?"

"Kalau cuma nasi goreng aja, bisalah, tunggu sana di meja, kalau gini nanti yang ada gak jadi masak,"

"Yang ada apa?" Bagas sengaja memancing Andin dengan pertanyaanya.

"Udah ah, tunggu di meja, biar aku siapain dulu sarapan buat kita." ujar Andin tak mau tepancing oleh pertanyaan Bagas.

"Okelah." Bagas akhirnya mengalah juga, menunggu dengan manis sarapan paginya.

Dua piring nasi goreng lengkap dengan lalap dan sambal, dua gelas jus buah segar.

"Nasi goreng pakai lalap dan sambal?"

"Iya mas, ibu biasa buatin ini saat aku masih di kampung," ujarnya sendu tapi masih terlihat senyum di bibir merahnya.

"Sayang rindu ibu?"

"Tentu saja rindu, sudah setahun gak liat ibu."

"Kenapa gak pulang kekampung aja kalau rindu?"

"Nanti kalau libur semester aja pulang, kalau sekarang aku lagi padat-padatnya jadwal kuliah."

"Apa perlu aku antar ke ibu, sekalian kenalin diri sebagai calon mantu." ujar Bagas menatap lekat bola mata Andin yang juga tengah menatapnya.

"Candaannya gak lucu." ujar Andin.

"Siapa yang bercanda, aku serius sayang. biar sekalian melamarmu sama ibu di kampung" ucap Bagas serius.

"Udah sarapanlah, keburu dingin" ujar Andin tak menanggapi ucapan Bagas. Bagas mendengus kesal oleh Sikap Andin yang mengabaikan ucapannya.

Suasana tiba-tiba terasa senyap, hanya denting sendok yang beradu dengan piring terdengar di ruangan itu.

"Pulang kuliah kemana?"

"Gak ada, rencananya mau beres-beres kamar kos."

"Aku ikut," ujar Bagas menatap Andin.

"Gak usah!" sahut Andin cuek.

"Pokoknya aku jemput sayang, pas.." belum habis kalimat dia ucapkan, bel pada apartemen terdengar berbunyi.

"Ada tamunya mas tuh,"

"Paling juga tetangga sebelah, biasa antar makan, buka'in ya,"

"Oke" Andin beranjak dari duduknya berjalan kearah pintu.

Ceklek.

"Kamu siapa?"

"A, aku?" ujar Andin terbata.

"Iya kamu?!"

"Aku sepupunya Bagas," sahut Andin akhirnya.

"Oh ya,?" ujarnya seraya masuk kedalam melewati Andin yang cuma bengong.

"Bagas,!" teriaknya memanggil Bagas.

"Dara?" ucap Bagas yang sudah berada di ruang tamu.

"Emm kangen." ucap Dara yang menghambur dan memeluk Bagas, tak lupa kecupan lembut dia layangkan ke pipi Bagas.

"Kenapa gak bilang-bilang mau kesini" ujar Bagas melirik Andin dengan sudut matanya. yang di tatap melempar pandangannya ke sudut ruangan, ada kecewa tersirat di bola matanya.

"Biasanya juga aku datang gak bilang." sungut Dara.

"Tapi sekarang beda, kita kan.."

"Sayang udah sarapan?" ucap Dara memotong kalimat Bagas.

"Udah barusan,"

"Oo, sepupu kamu ya yang masak?"

Bagas tak menjawab, tatapannya beralih pada Andin yang berlalu meninggalkan mereka, berjalan menuju kamar.

"Duduklah di sini, aku temui Andin sebentar,"

"Ikut," rengek Dara.

"Aku bilang diam di sini!" ujar Bagas tegas, mau tak mau Dara mengikuti ucapan Bagas.

Andin meraih jaketnya yang berada di atas sofa, memakainya, kemudian melangkah menuju pintu kamar, dia hendak menyentuh handle pintu saat pintu kamar terbuka.

"Mau kemana?"

"Pulang, aku hampir telat." Sahut Andin berlalu melewati Bagas yang berdiri di ambang pintu.

"Aku antar,"

"Gak usah, mas ada tamu" ucap Andin dingin.

"Sudahlah jangan membantah!" ujar Bagas tegas.

"Dara, kamu pulanglah aku mau antar Andin kuliah,"

"Ikut,"

"Kamu bawa mobil kan?"

"Aku tadi naik taksi."

"Ya sudah, ayo," ujar Bagas, yang di sambut rasa kecewa di hati Andin.

Mereka bertiga berjalan menuju ke mobil Bagas. Dara kembali bertingkah seenaknya, dia memilih duduk dekat Bagas mengabaikan teguran Bagas yang memintanya duduk di belakang bersama Andin.

Bagas berulang kali memandang Andin dari spion tengah, Andin tampak sibuk memainkan ponselnya dengan wajah muram.

"Gas kamu dengar enggak sih aku ngomong apa," protes Dara pada Bagas yang tak merespon ceritanya.

"Iya aku dengar." sahut Bagas malas.

Mobil Bagas berhenti di depan tempat kost Andin.

"Kamu turun sendiri ya Din, kami tunggu di sini," ujar Bagas saat Andin sudah membuka pintu mobil, Andin cuma mengangguk pelan, kemudian berlalu meninggalkan Bagas.

"Dimas,kamu di mana?"

"Masih di ruma, ada apa Din?"

"Jemput aku"

"Sipp, di tempat kost mu kan?"

"Iya tapi di gang belakang ya, aku tunggu."

"Kok di gang belakang?"

"Udah, cus nanti telat!" seru Andin lalu memutus panggilan.

Sementara Bagas menunggu dengan gelisah, mengapa ganti baju aja selama ini, apa gak takut telat.

"Kau tetap di sini aku jemput Andin,"

"Tunggu aja di sini, manja banget pakek di jemput segala!" dengus Dara kesal, yang tak di indahkan oleh Bagas, dia tetap keluar dari mobil menjemput Andin.

Tok

Tok

"Din, Andin, ayo nanti kamu telat," seru Bagas yang berdiri di depan pintu kamar kost Andin.

"Andinnya kayaknya dah pergi mas," ujar salah satu tetangga Andin.

"Tapi saya gak ngeliat dia keluar mbak?"

"Oo dari belakang dia mas,"

"Memangnya bisa ?"

"Iya bisa mas, ada gang di belakang kos," jelasnya lagi.

"Ya udah kalau gitu, terima kasih ya mbak,"

"Iya sama-sama mas,"

Bagas berdecak kesal, ini semua karena Dara, dia pasti marah dan kesal dengan kehadiran Dara, pikir Bagas.

"Lho Andinnya mana?" tanya Dara, Bagas tak menyahut dia menghidupkan mesin mobil kemudian berlalu meninggalkan tempat itu.

"Kenapa Din, pagar tempat kost mu di tunggui depcolektor?"

"Lebih serem dari itu," jawab Andin malas.

"Kamu kan gitu, inget sama aku kalau lagi urgent," ucap Dimas terdengar mengeluh.

"Ya masih mendingkan aku inget, walaupun ingetnya cuma pas lagi urgent." ujar Andin dengan senyum lebar, Dimas mendecih kesal.

Andin tersenyum hambar, seperti hatinya yang terasa hambar saat ini, Bagas yang tak punya pendirian membuatnya terhempas setelah sebelumnya melambungkan perasaannya.

Sekejap lalu dia ingin melamar Andin, ucapan yang mampu melambungkan perasaannya, lalu kemudian menghempaskannya begitu kuat hingga terasa begitu sakit.

Bagai mana tidak sakit, lihatlah perlakuannya pada Dara yang menegaskan dia masih peduli dan ada rasa terhadap Dara.

Andai Bagas bisa tegas pada Dara dan mengatakan apa posisi Andin saat ini, mungkin hati Andin tak sesakit dan kecewa begini.

"Jangan banyak ngelamun, tetanggaku pagi gini ngelamun, ehh malemnya meninggal!" ujar Dimas dengan tatapan lurus kejalan.

"Kamu nyumpahin aku mati..!" bentak Andin seraya memukul bahu Dimas gemas. Dimas terkekeh geli, membuat Andin semakin jengkel.

"Ponsel mu dering terus tuh angkat," ujar Dimas melirik Andin sekilas.

"Biarin aja gak penting!" dengusnya kesal.

Bersambung

1
falea sezi
kok g lanjut
falea sezi
gk di jelasin soal ciuman
Netti
kemana aja thor?baru up lagi udah lama banget,sehat selalu thor
meng
next semangat Thor ❤️
Titin: Siap mbak meng 🥰
total 1 replies
Musti ginring
kasihan Andin harus mengikut hasrat orang tuanya
Cinta
ko bersambung lnjut doank 🥺
Cinta
jdi penasaran hbngn Renata am Bagas sprti apa sh ko bisa istri y paham betul am sikap suami y lanjutkan 😀
Cinta
seru nie siap" perang 🤭
Cinta
jdi ksihan am Andin 😭
Cinta
wah bikin penasaran nie,,,
Cinta
ternyata Angga Bkn laki" baik 🥺
Netti
lama sekali up nya thor,,,tapi memang tidak mudah sih,akhirnya perasaan bagas merasa lega
Netti
di tunggu up nya jangan lama2 ya thor
Afifa Afifanajdarafanda
lanjut tor
Reni Anjarwani
lanjut thor
Netti
Di tunggu up nya yang banyak thor!!!ceritanya makin seru,ibunya renata itu di komporin sama c dara
Lyla.99
lama bnget buat up nya thor
Putri Saqila
bru up lg thoor.... semangat trs thoor
Putri Saqila
semangat trs thoor
Adila Ardani
knp up nya lama sekali hampir saja lupa sama alur ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!