NovelToon NovelToon
Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:16.3M
Nilai: 4.5
Nama Author: ismiati

SETELAH MEMBACA TINGGALKAN JEJAK


Cerita ini hanya kehaluan (karangan) author saja, kalau tidak suka jangan di baca, tidak untuk di tiru ya perbuatan yang kurang baik.

Banyak bawang di awal bab ya.

Menceritakan seorang wanita bernama Arin harus kehilangan sesuatu yang dia jaga selama ini karena ulah sahabatnya yang begitu membencinya. Arin tak menyangka sahabatnya tega.

Tanpa dia duga ternyata dia hamil, Arin harus menanggung malu dan di usir oleh keluarga nya.

Setelah sekian lama akhirnya....
Arin di pertemukan dengan pria asing itu akankah kehidupan Arin bahagia atau lebih menderita.

Yuk kepoin ceritanya, siapkan tisu karena banyak bawang di awal.

Jangan lupa terus dukung, Like, Komen maupun vote terimakasih 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BTMK bab 22

"Arin....."

"Arin......"

Arin pun menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya.

"Akhirnya setelah lama mencari, aku bisa menemukanmu ......" guman nya begitu senang.

Sedangkan Arin terdiam membeku...

Deg...

Deg....

Ada rasa haru menyeruak di dalam hatinya.

"Nak itu siapa yang memanggil mu, apakah kamu kenal?" Tanya nenek Ijah memastikan.

Arin tak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa mengangguk karena senang , kaget dan tak menyangka.

'Apakah ini mimpi? Rasanya aku sangat bahagia, aku tak bisa berkata apa-apa. Sekilas ku teliti tubuhnya dari ke jauhan sedikit berbeda, tubuhnya yang dulu cukup berisi sekarang terlihat kurus. Pasti semua ini karena memikirkan ku, bunda maafkan anakmu yang tidak berbakti ini,' batin Arin.

"Hiks hiks hiks hiks hiks...... Arin...." Wanita itu berteriak tak henti-hentinya memanggil Arin. Dia begitu bahagia, dengan cepat dia menoleh ke sana kemari, setelah itu dia berlari kencang menyebrangi jalan raya.

Arin pun berjalan menghampiri Bunda yang lama dia rindukan.

"Arin anakku ...."

"Bunda....."

"Hiks hiks hiks hiks hiks..... Akhirnya nak kita bisa bertemu," lirih bunda.

Akhirnya pertemuan tak terduga pun terjadi, bunda langsung memeluk Arin dengan tangis kebahagiaan.

"Iya bunda, Arin kangen sama bunda," lirih Arin yang masih berpelukan dengan bundanya.

"Nak bagaimana kabarmu, kamu baik-baik saja kan?" Tanya bunda sambil melepaskan pelukannya. Bunda memindai seluruh tubuh Arin mengabsen tubuh Arin untuk melihat anaknya selama ini.

"Iya Arin baik-baik saja, bagaimana keadaan bunda, ayah , Rio maupun Tio?" Tanya Arin penasaran.

"Kita semua baik-baik saja," jawab bunda sedikit menutupi tentang sang suami.

"Oh ya Bun, ini kenalin nenek Ijah," kata Arin mengenalkan nek Ijah.

"Bunda nya Arin," jawab bunda menyalami tangan wanita tua itu.

"Selama ini Arin tinggal di rumah nek Ijah, nek Ijah juga sudah menganggap Arin sebagai cucunya sendiri," jelas Arin.

"Ayo kita duduk di sana dulu nak," tunjuk bunda ke bangku di bawah pohon yang terlihat adem.

Ketiganya pun duduk di sana.

"Terimakasih nek, sudah bersedia memberikan anak saya tempat untuk tinggal selama ini, saya tidak tahu harus membalasnya dengan apa," lirih bunda.

"Sama-sama, nenek juga senang karena Arin.... Saya tidak tinggal sendirian sekarang, Arin juga rajin membantu saya di warung," jawab nek Ijah.

'Semoga setelah ini kebahagiaan sebab tiada menghampirimu nak,' batin nenek ikut senang.

Bunda melirik ke arah sang anak menanyakan semuanya lewat isyarat, Arin pun mengangguk sebagai jawaban.

Bunda begitu senang karena anaknya bertemu dengan orang baik.

"Oh ya bunda kenapa bisa di sini?" Tanya Arin.

"Bunda tadi abis antar kue pesanan pelanggan," jawab bunda.

Arin pun mengangguk.

"Bun, Arin dengar kampung kita di gusur dan semua rumah di ratakan. Bagaimana bisa?" Tanya Arin penasaran.

"Entahlah nak, bunda tidak tahu karena sebelum kejadian penggusuran itu bunda dan kedua adik mu sudah pindah," jelas bunda.

"Loh ayah mana Bun?" Tanya Arin clingak-clinguk mencari keberadaan ayahnya.

"A-ayah s-su-d-ah..... Hiks hiks hiks hiks hiks," bunda tak sanggup melanjutkan ucapannya.

Arin memandang sang bunda yang sedang terisak kecil, pikiran Arin seketika cemas. Dia takut mimpi yang dialaminya dulu menjadi kenyataan.

Untung jalan terlihat sepi tak banyak pejalan kaki yang melewati tempat ini, hanya satu ataupun dua orang yang lewat di depan mereka sehingga tak membuat mereka jadi pusat perhatian.

"A-ayah kenapa Bun?" Tanya Arin memastikan.

"Ti-tidak ayah baik-baik saja kan Bun?" Pikiran Arin seketika menolak kemungkinan buruk yang menghantuinya.

"Ayah telah tiada hiks hiks hiks hiks hiks......" Tangis bunda pecah.

Sang nenek pun terkejut mendengar berita ini, dia pun mengelus punggung Arin untuk menangkannya.

"Hiks hiks hiks hiks ayah maafkan Arin," lirih Arin tengelam dalam tangisan.

"Sabar nak, ikhlaskan ayahmu. Doakan ayahmu supaya dia bahagia di sana," kata nenek menguatkan Arin.

Arin pun memeluk bunda nya, kedua nya pun larut dalam kesedihan.

Bunda pun menceritakan semuanya, bagaimana sang suami pergi dan bagaimana juga hidupnya setelah sang suami pergi.

"Sekarang bunda tinggal di mana?" Tanya Arin.

"Bunda tinggal di jalan Flamboyan dekat dengan sekolah Tio dan Rio," jawab bunda.

"Kamu mau kemana nak?" Tanya bunda.

"Nenek mengajak Arin untuk ke rumah sakit, nenek ingin USG melihat perkembangan anak di dalam perut Arin," jawab Arin.

Sedangkan bunda melihat nenek dengan berkaca-kaca.

" Terimakasih nek, atas semua kebaikan nenek kepada Arin," kata bunda mencium tangan nenek Ijah.

Nenek Ijah tersenyum sambil mengelus bunda. Nenek begitu senang serasa memiliki keluarga yang dia rindukan.

"Biarkan Arin tetap di rumah saya, saya akan menjaga Arin seperti cucu saya sendiri," lirih nenek Ijah.

Bunda pun tak tahu harus menjawab apa.

"Semua terserah Arin saja," jawab bunda ada sedikit rasa tak rela berjauhan dengan anaknya.

"Ayo kita segera ke rumah sakit, kalau siang nanti antrian nya lama," ajak nek Ijah.

"Bunda boleh ikut," kata bunda berhati-hati.

"Tentu dong Bunda harus ikut," jawab Arin tersenyum.

Ketiganya pun berjalan menuju rumah sakit.

Setelah sepuluh menit berjalan kaki, akhirnya sampailah mereka di rumah sakit itu.

Arin pun menuju poli kandungan, Arin bernafas lega karena antrian cuma sedikit. Dengan cepat Arin mendaftarkan diri.

"Siapa nama ibu?" Tanya suster.

"Arininda Putri," jawab Arin.

"Siapa nama suami ibu?" Tanya suster.

'Aku harus jawab apa,' batin Arin.

"Ibra...." Celetuk bunda.

Arin memandang ke arah bunda, bunda mengedip mata sebagai tanda.

'Maafkan aku harus berbohong, ini semua demi kebaikan anakku,' batin bunda.

Setelah selesai melakukan pendaftaran. Ketiganya pun duduk menunggu nama mereka di panggil.

Arin mengeluarkan minuman dan roti dari dalam tasnya untuk di berikan kepada nek Ijah.

"Nek makanlah pasti nenek kelelahan," bujuk Arin.

"Terimakasih nak,"

"Bunda mau?" Tanya Arin. Bunda pun mengelengkan kepala menolak pemberian Arin.

"Kamu saja yang makan, pasti kamu juga lelah," jawab bunda.

Bunda pun mengelus perut Arin yang nampak menonjol.

"Cucu nenek sehat-sehat terus ya, jangan nakal ya sayang," kata bunda.

'Aku beruntung memiliki bunda yang begitu menyayangi ku. Bahkan anak di dalam kandunganku yang tak tahu siapa ayahnya. Kalau aku terlahir dari rahim wanita selain bunda mungkin nasibku akan lebih menyedihkan bahkan mereka akan melenyapkan ku karena aku telah mencoreng nama keluarga,' batin Arin.

Bersambung....

Update sehari di usahakan 2 bab ya say, kalau khilaf bisa 3 bab🤣

Maaf besok update malam karena pagi harus masak banyak ada acara.💪💪

Seperti biasa jangan lupa goyang jempol.

Terimakasih dukungan kalian semua.

1
Mazree Gati
masa anak kecil ke toilet sendirian
Eda Eda
.
Marietje Kilis
Luar biasa
Ayachi
satu kata untuk bapak satu ini BOBROKK😭😭😭
Ayachi
anjirrr arogan bangett😭
Ayachi
dih belum resmi jga, udah hubby² aja
Era Waty
Luar biasa
shadowone
hahhaajaja
Nur'arisa Deswilianti
/Good//Good/
Maryuni Rahayu
ayo Abraham jangan putus asa cari Arin dan calon anakmu sampai ketemu
Maryuni Rahayu
lanjutkan semakin seru
Maryuni Rahayu
semoga Abraham mau bertanggung jawab atas kehamilannya Arin
Maryuni Rahayu
ceritanya bagus dan menyedihkan
Maryuni Rahayu
jika Arin hamil Abraham harus bertanggung jawab atas perbuatannya dan menikahinya, Abraham kan seorang duda
Maryuni Rahayu
orang tua Arin pasti kecewa jika tahu anaknya sudah nggak virgin lagi
Maryuni Rahayu
bingung kan cari Arin makanya JD orang jangan usil yerjain teman
Maryuni Rahayu
kasihan Arin dikerjain teman2nya
Ryan Jacob
suka sama ceritanya
Irtahani Irtahani
next lagi
Enny Sulasmi
wauw ceritanya seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!