Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUAH LIMA ELEMEN
Mendengar nada ucapan Guang Manyue yang tak percaya, Liuli segera berkata .
" Hamba berkata yang sebenarnya Tuan.. Kali ini wajah anda benar-benar berubah total, sangat cantik dan sedikit ada cahaya ilahi di wajah anda . Kalau anda tidak percaya. Ayo ikut hamba pergi ke menara, tuan.." Ucap Liuli dengan wajah masih terlihat gembira.
" Baiklah aku akan ikut denganmu...sebenarnya apa yang ingin kau tunjukkan padaku gadis kecil.." Kata Guang Manyue lembut .
"Abda akan tahu nanti, tuanku..." Segera Guang Manyue berjalan bersama Liuli yang terbang menuju Menara.
Mereka berdua masuk ke dalam menara. wajah Liuli terlihat sangat gembira , sedangkan Guang Manyue terlihat penasaran . Liuli membawa Guang Manyue menuju cermin perunggu yang ada di sudut ruangan di lantai pertama menara . Cermin berbentuk hati dengan bingkai terbuat dari perak berlapis emas. Pada sudut bingkai ada permata hijau memancar terang.
Dan perlu di ketahui, cermin tersebut bukanlah cermin biasa seperti milik para Putri atau nyonya bangsawan , tapi cermin itu merupakan artefak kuno tingkat Dewa. Cermin berbentuk hati tersebut bernama cermin Chéngshí . Kenapa di katakan cermin kejujuran, Karena Jika seseorang berdiri atau bercermin di depan cermin tersebut , maka yang mereka dapatkan merupakan gambaran asli dari diri orang itu sendiri. Seperti misalnya. Jika orang itu terlihat seperti manusia biasa dengan wajah benar-benar seperti manusia, tapi sebenarnya dia Monster atau mahluk tak kasat mata yang sedang menjelma jadi manusia . Maka di saat wajah mereka bercermin di cermin Chengsi, maka yang terlihat di cermin itu adalah monster atau mahluk tak kasat mata yang ada di dalam Cermin. bukan lagi wajah jelmaan dia yang terlihat cantik atau tampan tadi. Cermin itu memperlihatkan wujud asli orang tersebut. Baik itu manusia maupun Iblis. Dan juga lebih aneh lagi. Jika seseorang bercermin di cermin Chéngshí walaupun dia manusia sesungguhnya tapi orang itu berhati jahat, maka yang terlihat di dalam cermin adakah wajah binatang . seperti manusia berkepala ular, jika manusia tersebut memiliki sifat licik dan jahat. Bisa juga manusia berkepala binatang lain nya. Semua tergantung sifat manusia yang bercermin. Dan sekarang Liuli membawa Guang Manyue ke depan Cermin kejujuran (Chengsi).
" Tuan... Bercermin lah.." Ucap Liuli sambil terbang mendekati cermin tersebut . cermin Chéngshí cukup besar. Lebar kurang dari satu meter , dan panjang antar 100 atau 125 Cm. Cermin itu berdiri tegak di sudut ruangan. Cahaya permata menerangi siapapun yang berdiri di depan cermin.
"Kenapa saat pertama aku masuk, aku tidak melihat cermin ini...?" Tanya Guang Manyue.
"Cermin tertutup lapisan aura tipis dan debu. Sepertinya memang sengaja menyembunyikan diri, Tuan.." Jawab Liuli.
"Apakah Dia tidak suka padaku..?" Ucap Liuli yang masih berdiri di samping cermin sambil melihat keadaan cermin itu .
"Bukan tuan... Bukannya aku tidak menyukaimu, tapi saat itu aku masih dalam keadaan lemah. Kekuatanku sempat berkurang akibat menolong manusia yang pernah menjadi tuanku.." Tiba-tiba terdengar suara menjawab Pertanyaan Guang Manyue.
"Lo..kau juga bisa berbicara. .?" Tanya Guang Manyue kaget.
"Tentu saja.. Karena hamba salah satu benda artefak milikmu..." Suara itu terdengar riang. tidak seperti awal berbicara.
"Ya Dewa... Jadi benda-benda di dalam menara ini semua bisa berbicara denganku..." Ucap Manyue dengan tatapan bingung dan juga kagum.
"He he he...tuan jangan syok begitu. Bukankah ini keuntungan yang Anda miliki. Bukan hanya bisa menggunakan saja Tapi anda bisa berbicara dengan mereka..." Ucap Liuli gembira.
Guang Manyue bernafas lega menyetujui ucapan Liuli.
"Ya sudahlah aku akan bercermin... " Ucap Guang Manyue sambil berjalan kedepan Cermin menuruti permintaan Liuli. Dia berdiri di depan cermin. Namun betapa kagetnya Gung Manyue. Sebab di dalam cermin itu, berdiri gadis yang terlihat sangat cantik, kulit putih mulus dan licin. Dengan mata berwarna biru kehitaman bagai danau dalam tanpa batas. indah penuh misteri. serta bibir mungil merah merona . Dan Rambut hitam panjang bagai air terjun yang mengalir deras. Ini benar-benar sangat cantik, seperti boneka hidup saja. Mulut Guang Manyue sampai terngaga melihat pantulan dirinya di cermin. Terlihat matanya mengerjap beberapa kali. Merasa tak puas, dia mengusap matanya. Namun wajah itu tetap sama.
" Apakah ini benar- benar diriku..? "Tanya Guang Manyue tak percaya.
"Tentu saja Tuan.. Memangnya siapa lagi yang bisa berada di tempat ini selain tuan. " Ucap Liuli dengan nada gembira sekaligus kagum dengan penampilan sang Tuan . Dia seorang peri, . Wajahnya tentu saja sangat cantik. Tapi melihat kecantikan sang Tuan, Dia tidak berani berkata kalau dia cantik.
Dengan perasaan masih tak percaya, Guang Manyue menatap kembali wanita cantik di dalam cermin. Wajah gadis yang ada di dalam cermin, tidaklah sama dengan wajah gadis saat dia datang dulu, sangat jauh berbeda dengan wajah gadis yang sekarang berdiri di dalam cermin itu. Liuli pun memberi tahu keistimewaan dan sifat cermin Chéngshí.
"Cermin ini bernama cermin Chéngshí. Hamba tahu sifat dan keistimewaan cermin ini tuan... karena di alam hamba dulu, benda ini pernah di miliki oleh seseorang yang sangat berpengaruh di Kerajaan kami. Tapi entah kenapa benda ini sekarang berada di sini. " Ucap Liuli lagi. Lalu gadis itu menjelaskan semua yang dia ketahui tentang cermin Chéngshí . Mendengar penjelasan Liuli terlihat keterkejutan di wajah Guang Manyue. Setelah diam sesaat, dia berkata.
"Apakah Tuan yang di maksud Liuli adalah Tuan terakhirmu Cermin Chéngshí...? " Tanya Guang Manyue pada cermin Chéngshí.
"Benar Tuan... Tapi hamba tidak tahu keadaan dia sekarang. Setelah hamba menolong Dia dari serangan musuhnya, hamba terlempar. Dan saat hamba tersadar, hamba ternyata telah berada di dalam menara ini ... " Ucap Cermin Chéngshí dengan nada sedih.
"Ya sudahlah jangan kita bicarakan lagi. Aku tahu kau sangat sedih. Tapi jika ternyata tuanmu masih hidup dan kita bisa bertemu dengan dia, apakah kau akan kembali padanya..? " Tanya Guang Manyue.
" Tidak, tentu saja hamba tidak akan kembali padanya , Tuan.. Hamba sekarang sudah menjadi milik anda. Mana mungkin hamba mengakui orang lain... Kekuatan anda lah yang telah membangunkan hamba... Kekuatan Anda telah mengalir dan mengikat hubungan kita " Jawab Cermin Chéngshí.
" Baiklah Kau sekarang sudah menjadi milikku. Karena itu kau harus setia padaku... " Ucap Guang Manyue.
"Tentu saja Tuan.. Hamba akan setia pada Anda.. " Jawab Cermin Chéngshí.
Setelah menatap wajahnya sesaat lagi, Guang Manyue segera keluar dari menara.
" Tunggu tuan.. Sepertinya tubuh anda bukan Roh lagi..!" Seru Liuli dengan nada kaget.
" Benarkah ...?" Ucap Guang Manyue dengan suara kaget saat mendengar ucapan Liuli.
" Benar Tuan.. Hamba sangat tahu perbedaan Roh dan tubuh nyata.." Seru Liuli dengan sangat gembira.
" Dan lihatlah itu.. Dunia kecil kita juga telah berubah, area tanah semakin meluas, kita bisa menanam banyak tanaman langkah dan tanan berguna di ladang kita. Dan lihat itu... " Seru Liuli sambil menunjuk beberapa pohon yang tumbuh subur dengan buah begitu banyak. Pohon- pohon tersebut tumbuh di dekat pohon Perak, mengelilingi Danau air suci seolah ingin berebut tumbuh dekat dengan danau tersebut. Setiap pohon memiliki buah dengan warna yang berbeda. ada buah warna Kuning, merah, hijau, putih dan juga Jingga . besar buah dari tiap-tiap pohon sama besarnya sebesar tomat bergantung lebat di setiap Pohon.
"Pohon- pohon itu bukankah tidak ada di sana... Tapi sekarang mereka langsung tumbuh besar dan subur di dekat Danau..." Ucap Guang Manyue dengan wajah heran. Terdengar tawa gembira Liuli.
"He he he...mereka berebut tempat di dekat Danau.. Mereka pohon buah lima elemen tuan.. Sangat indah. ha ha ha...Kita kembali memiliki keberuntungan besar tuan...! Ayo kita pergi kesana..." Seru Liuli dengan nada sangat gembira. Segera keduanya melangkah kearah Danau. Terlihat Liuli terbang melayang keatas pohon.
" Buah lima elemen.. ? Apa maksudmu Liuli..? " Tanya Guang Manyue dengan wajah tak mengerti .
"Buah ini sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan , Tuan.. Yang di maksud dengan buah lima elemen adalah. Setiap manusia memiliki atribut elemen yang berbeda. Ada elemen kayu, air atau es, elemen api, Angin dan juga cahaya. Dan buah ini merupakan kekuatan dari lima elemen tadi. Bagi orang yang memiliki elemen kayu, maka jika memakan buah yang berwarna kuning, sangat baik untuk menambah kekuatan elemen miliknya. Dan begitu juga dengan elemen yang lain.. Waah..Hamba tak pernah menduga, kalau di dalam Dunia kecil ini, akan tumbuh buah yang sangat berguna.. !" Seru Liuli sambil melayang terbang dari pohon satu ke pohon yang lain . Mahluk kecil itu terlihat memetik salah satu buah yang berwarna merah. Lalu mendekat kearah Guang ManYue.
" Tuan.. Cobalah anda memakan satu saja buah ini, Anda akan tahu khasiatnya bual elemen .. " Ucap Liuli sambil menyerahkan buah merah yang baru saja dia petik. Dengan perasaan penasaran, Guang ManYue segera memakan buah tersebut . Buah itu terasa manis saat di kunyah . Namun saat masuk ke dalam tubuh, Guang Man Yue merasakan hawa panas yang membawa kekuatan mengalir deras bersamaan dengan buah yang dia telan . Dengan segera Guang Man Yue duduk bersila dibawah pohon untuk mencerna kekuatan tersebut. Dan benar saja, Guang Manyue merasakan kekuatan panas tadi menyebar ke seluruh tubuh nya. dan segera menjadi kekuatan Api di dalam tubuhnya. beberapa saat kemudian, Guang Manyue merasakan tubuhnya menjadi sangat segar. Setelah itu Guang Man Yue membuka matanya kembali dan berdiri.
" Benar apa katamu Liuli.. Aku merasakan kekuatan elemen api ku semakin kuat. " Ucap Guang Yue.
"Itu yang hamba maksud tuan..Tunggu Tuan, dengan melihat perubahan yang terjadi di dalam Dunia Kecil ini, apakah lantai dua bisa terbuka.. ? " Tanya Liuli dengan wajah terlihat kaget dan juga penasaran.
"Mungkin juga Li..Ayo kita lihat.." Seru Guang Man Yue ikut penasaran . Keduanya segera melangkah menuju Menara kembali. Sesampainya di menara, mereka segera naik ke lantai dua. Benar saja, Ternyata pintu lantai Dua dengan sangat muda di buka. Mereka berdua segera masuk kedalamnya .
"Ruang Apotik...!" Seru mereka hampir bersamaan.
Saat mereka melangkah masuk mereka sudah bisa mencium aroma ramuan dan obat yang sangat pekat. Namun anehnya, aroma tersebut membuat tubuh segar dan kuat. Terlihat deretan rak yang menempel di dinding penuh dengan botol yang berjejer dan tersusun rapi, ada yang agak besar, ada yang kecil dan juga sangat kecil. Ada yang bundar, ada juga yang kotak. Dan di tengah ruangan juga berjejer rak- rak yang berisi bahan ramuan obat. Di sudut ruangan , mereka juga melihat ada meja kursi serta sebuah ranjang kecil cukup untuk satu orang. Dan di depan meja tersebut, Guang Manyue melihat almari besar terbuat dari kaca tebal. Dan saat mereka mendekat, ternyata almari tersebut berisi alat- alat yang membuat Guang Manyue kaget bukan main.
" Ini.. Bukankah ini alat-alat kedokteran Jaman modern..? Kenapa bisa ada di dalam menara ini juga ..?" Serunya tak percaya. Tentu saja Guang Manyue yang berasal dari abad modern mengenali benda-benda yang ada di almari tersebut. Benda-benda tersebut adalah alat-alat kedokteran di jaman modern. Benda yang sudah akrab dengannya .
Perlahan tangan Guang Manyue membuka pintu Almari yang terbuat dari kaca.
"Almari inipun bukankah berasal dari jaman modern.." Ucapnya perlahan.
" Tuan.. Apakah kau tahu benda-benda ini .?" Tanya Liuli yang terbang di sebelahnya.
"Sangat tahu Li.. Aku tahu nama dan kegunaan benda-benda ini. Benda- benda ini berasal dari jaman modern . Dan benda-benda ini selalu aku gunakan saat menolong pasien atau prajurit yang terluka atau sakit.." Ucap Guang Manyue menjelaskan.
"Lalu kenapa bisa berada di menara ini juga..? " Ucap Liuli keheranan .
" Aku juga heran Li.. " Ucap Guang Manyue.
"Tapi ini juga menguntungkan buat kita. Kita juga bisa menggunakan benda-benda ini pada mereka yang membutuhkannya. Dan lihatlah ini... Botol - botol ini berisi pil yang berasal dari jaman modern..." Terlihat bermacam pil pengobatan dari abad 21 . Dari pil penyakit Ringan, sampai pil penyakit dalam.
"Ya sudah ayo kita lihat apa isi dari botol yang berjejer di dinding " Ucap Guang Manyue.
" Baik Tuan.. "Mereka pun segera melangkah ke arah deretan botol yang ada di dinding. Namun wajah mereka terlihat kaget saat mereka mendekati botol - botol tersenut. Karena mereka tidak perlu lagi membuka dan memeriksa botol- botol tersebut satu persatu, sebab di setiap botol ada tulisan yang menunjukkan isi dari botol - botol tersebut .
" Hebat.. Kita tak perlu membuka satu persatu untuk melihat isi botol itu Tuan.. di setiap botol tersebut telah tertulis nama dan kegunaan dari pil yang ada di dalamnya. " Ucap Liuli gembira.
"Benar Li..Kita hanya perlu melihat tulisan di botol- botol ini.. " Ucap Guang Manyue. Setelah melihat semua benda yang ada di lantai dua menara tersebut, mereka berdua segera keluar dari dalam menara .
"Xiao Li.. Aku keluar dulu, kau bisa memeriksa sendiri semua obat yang ada di dalam sana.. " Ucap Guang Manyun.
"Baik Tuan.. " Jawab mahluk kecil itu dengan nada gembira.
Segera Guang Manyue keluar dari ruang Dunia Kecil . Ketika kembali di ruang kamar tidurnya, Guang Manyue melihat kalau cahaya matahari sudah bersinar. Dia yang memang sudah mandi di dalam Dunia kecil , segera mengganti bajunya dan keluar dari kamarnya. Terlihat ketiga pelayannya sudah menunggu.
" Kalian..Ada apa..?"Tanya Guang Manyue saat melihat wajah ketiganya terlihat cemas .
"Pelayanan dari rumah utama datang , nyonya Lu meminta anda untuk datang makan bersama di rumah utama.."Jawab Ansi.
" Lalu kenapa wajah kalian terlihat takut dan Cemas...! " Tanya Guang Manyue.
"Kami takut Nona Feng Li Nan akan menyakiti Anda... " Ucap Yi An.
"Memangnya sekarang dia bisa dengan sangat muda menyakiti aku.. Aku bukan lagi Manyue yang Dulu.. Baiklah kita pergi sekarang. .. " Ucap Manyue denga tegas .
"Baik Nona..." Jawab ketiganya dengan serempak .
"Dan ingat, kalau pelayan Feng Li Nan berusaha menyakiti kalian, lawan saja. Jangan takut pada mereka. Kalau ada apa- apa, aku akan menanggungnya. Ingat..ada aku yang akan melindungi kalian. " Ucap Guang Manyue.
"Baik Nona... Kami akan mengikuti perintah anda. Kami tidak akan takut pada mereka.." Ucap Juya yang di setujui kedua temannya.
"Bagus...sekarang kita pergi..." Mereka pun pergi menuju rumah utama . Ketika sampai di depan Rumah utama, Mereka tidak mendapati lagi pelayan Feng Li Nan yang biasanya mencegah kedatangan mereka. Namun saat mereka sampai di pintu rumah, pelayanan dari Nyonya Lu datang.
" Nona Muda anda sudah datang.. Nyonya besar telah menunggu anda bersama ketiga Tuan Muda di ruang Makan.. " Ucap Bibi Yi pelayan Pribadi sang ibu dengan wajah hormat dan lembut.
" Trimakasih Bi.. Antar saya kesana.. " Jawab Guang Manyue.
" Baik Nona..mari... " Guang Manyue segera mengikuti langkah Bibi Yi masuk kedalam rumah . Mereka berjalan menuju ruang makan . Ketika sampai di sana , seperti biasa, Guang Manyue pasti datang paling akhir. Di sana telah ada nyonya Lu, ketiga kakaknya dan juga Feng Li Nan yang menatap dia dengan tatapan kesal. Dan saat dia melihat kedatangan Guang Manyue, terdengar ucapannya yang sedikit tajam dan sinis .
"Adik Yue..Kenapa kau selalu datang terlambat, apakah kau memang sengaja agar kami menunggumu..? Bukankah itu tidak sopan membiarkan ibu dan kakak menunggu kedatanganmu ..? seharusnya kau tahu itu.." Ucapnya dengan nada kesal.
" Maaf ibu, kakak.. Aku tidak sengaja datang ter lambat.. " Ucap Guang Manyue datar. Dia berjalan menuju kursi yang tidak jauh dari tempat sang kakak pertama duduk . Namun sebelum pantat nya menyentuh kursi, terdengar suara Nyonya Lu berkata dengan suara lembut .
"Yue'er..Duduklah di dekat ibu... " Ucap Sang ibu sambil melambai dan menunjuk pada Kursi kosong di sebelah kanannya . Nyonya Lu berbicara tanpa menanggapi ucapan Feng Li Nan. Seolah gadis itu tak berbicara apapun pada Guang Man Yue
Melihat sikap sangat Ibu, membuat Feng Li Nan merasakan kemarahannya semakin kuat. Dia mengepalkan tangannya dengan erat , untuk menahan kemarahan akibat sikap Nyonya Lu yang terlihat mengabaikan Dia .
Sedangkan Guang Manyue sendiri segera berdiri dan menatap sekilas pada Feng Li Nan . Dan Dia melihat kemarahan di wajah gadis itu.
Melihat kemarahan di wajah Feng Li Nan, rasanya Guang Manyue ingin tertawa keras. Dengan sengaja dia berdiri dan melangkah dengan tenang menuju kursi yang ada di samping kanan sang ibu.
"Trimakasih Bu.. " Ucapnya lembut. Guang Manyue duduk di kursi yang di tunjuk oleh sang ibu. Sedangkan Feng Li Nan duduk di sebelah kiri Nyonya Lu. Wajah gadis itu terlihat memerah menahan kemarahan dan kebencian terhadap Guang Manyue.
Udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya.
Bersambung.
selalu up semangat💪💪💪💪