NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 Permintaan Membuat Kaget

Baru saja ingin mendorong kedua pintu besar itu, tiba-tiba saja sudah terbuka. Sosok wanita bercadar tampak berdiri, tatapan matanya terlihat kaget ketika melihat sosok pria tersebut.

"Assalamualaikum!" ucapnya begitu lembut ketika kepalanya sedikit menunduk.

"Kak Samudra," sahut Zena.

"Kamu apa kabar Zena?" tanya Samudra.

"Alhamdulillah, kak. Zena baik-baik saja," jawabnya dengan tersenyum menganggukkan kepala.

"Samudra kamu sudah kembali?" Samudra menoleh ke arah belakang Zena.

"Mama!" Samudra berlalu dari hadapan Zena dan kemudian berjalan menghampiri Amelia.

"Kamu sudah kembali. Nak," sahut Amelia.

"Alhamdulillah. Ma," sahut Samudra dengan tersenyum.

"Bunda, Zena kembali ke perpustakaan dulu. Assalamualaikum!" ucap Zena berpamitan.

"Walaikum salam," sahut Samudra dan Amelia.

Zena kemudian langsung pergi, keluar dari rumah tersebut.

"Samudra ayo temui Papa kamu," ajak Bunda.

"Baik Bunda," sahut Samudra dengan menganggukkan kepala dan kemudian mereka pergi.

*******

"Apa menikah!"

Samudra terbukti kaget saat ini duduk gagah di hadapan Amelia dan Faisal dengan situasi yang seketika menjadi tegak.

"Bagaimana mungkin Mama dan papa menikahkanku dengan Zena. Zena memang bukan adik kandung, tetapi bagaimanapun dia sudah dianggap anak di keluarga ini," sahut Samudra.

"Justru itu Samudra. Papa sudah berjanji pada ibu almarhum Zena, jika akan terus menjaga putri mereka yang sejak 8 tahun sudah tinggal bersama kita, jangan sekarang banyak laki-laki yang tidak dapat dipercaya, Papa takut Zena mendapat pasangan hidup yang tidak tepat, kamu sudah pasti tidak akan mungkin menyakiti Zena dan hanya kamu yang bisa membahagiakannya dan menjaganya ketika Bunda dan Papa sudah tidak ada lagi," ucap Faisal.

"Pa, ini tetap tidak masuk akal. Ini bukan zaman Siti Nurbaya, harus ada Perjodohan dan terlebih lagi Zena dan aku bagaimanapun adalah saudara, meski tidak ada ikatan darah di antara kami," tegas Samudra.

"Kamu keberatan hanya karena Zena merupakan adik angkat kamu atau karena wanita itu?" tanya Amelia.

"Apalagi maksud Mama?" tanya Samudra dengan mengayun suaranya.

"Mama melihat berita beberapa waktu belakangan ini bagaimana kamu terlibat hubungan dengan salah satu selebritis. Ariana, dan sudah pasti hubungan kalian serius dan yang membuat kamu tiba-tiba saja mempertimbangkan perjodohan ini dengan alasan yang tidak masuk akal," sahut Amelia.

"Samudra, Zena adalah gadis yang baik, fasih membaca Alquran, ibadahnya benar-benar terjamin, sejak usia dini sudah belajar agama, menutup aurat sejak remaja dan sampai saat ini Zena menggunakan cadar, pendidikannya tinggi, apa yang membuat kamu ragu untuk tidak mempersuntingnya sebagai istri dan sementara selebriti yang bernama Ariana yang terus mengumbar aurat di mana-mana, hidup terus terekspos dengan privasi yang tidak tersimpan, kedekatan kamu dengan wanita itu hanya membuat dosa dan kamu juga lama-lama bisa terjerumus," ucap Amelia.

"Kenap Bunda sekarang harus membandingkan orang lain dengan Zena. Semua wanita di dunia ini tidak ada yang sempurna dan bukan berarti Ariana yang terlihat seperti itu sudah pasti buruk di dalamnya," sahut Samudra.

"Bisa-bisanya kamu membela wanita itu di hadapan Mama," Amelia justru semakin kesal mendengar pengakuan putranya yang membela wanita lain.

"Sudahlah Samudra tidak perlu ada pertengkaran seperti ini. Kami sebagai orang tua melakukan yang terbaik dan ini juga demi kebaikan kamu dan Zena, jadi tolong hargai keputusan kami sebagai orang tua," ucap Faisal sepertinya tidak menginginkan protes apapun.

Samudra yang adanya semakin pusing pulang-pulang ke rumah orang tuanya dan tiba-tiba saja sudah dijodohkan dengan adik angkatnya.

Kedua orang tua Zena meninggal di saat usianya masih 8 tahun dan saat itu terjadi kecelakaan mobil. Zena masih selamat dalam kecelakaan itu dan tidak memiliki siapa-siapa. Orang tua Samudra merupakan sahabat dekat dari kedua orang tua Zena untuk menganggap Zena sebagai putri mereka.

Masa kecil bisa dikatakan dihabiskan bersama dengan Samudra. Karena pada saat itu Samudra masih menempuh pendidikan pertamanya di Jakarta, tetapi ketika menyelesaikan sekolahnya, Samudra melanjutkan SMA di Singapura.

Banyak momen remaja yang terlewatkan Zena bersama dengan Samudra dan apalagi ketika keduanya sudah sama-sama dewasa, bahkan mereka juga sempat tidak bertemu selama beberapa tahun karena Zena menempuh pendidikan di luar negeri. Waktu tidak pernah bertepatan karena kesibukan Samudra yang berada di angkatan Laut.

******

"Bunda ingin Zena menikah dengan kak Samudra?" tanya Zena saat ini berada di dalam kamarnya dan diajak berbicara berduaan dengan Amelia.

Wajah cantik itu harus terlihat karena keadaan yang dilepas.

"Benar. Zena," jawab Amelia menggenggam tangan Zena.

"Tetapi, bukankah kami adalah saudara dan bagaimana dalam hubungannya Kak Samudra dengan wanita yang belakangan ini terdengar?" tanyanya.

"Samudra tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita lain, Samudra laki-laki yang tepat untuk menjadi suami kamu. Seperti apa yang Bunda katakan waktu itu, ketika menikah kamu masih bisa melanjutkan karir dan lagi pula kamu mengetahui sendiri Samudra sering bertugas di luar kota dan luar negeri dan jarang pulang. Jadi sudah pasti kamu tidak akan terganggu dengan karir kamu dan Samudra juga akan mendukung kamu,"

"Tetapi Bunda..."

"Zena kami sangat menyayangi kamu dan selalu ingin bertanggung jawab kepada kamu, kami ingin kamu menikah dengan laki-laki yang tepat, putra kandung kami tidak mungkin menyakiti kamu karena jika beliau melakukan itu sudah pasti sama saja menyakiti kami sebagai orang tuanya. Jadi tolong jangan tolak pernikahan ini, Bunda dan Ayah melakukan semua ini demi kebahagiaan kamu!" pinta Amelia membuat Zena hanya terdiam.

******

Zena dan Samudera sama-sama berjalan di belakang rumah dengan langkah keduanya tampak pelan dengan saling beriringan.

"Sudah pasti kita sama-sama kaget dengan apa yang direncanakan oleh Bunda dan Ayah memang aneh, tapi apa yang bisa kita lakukan," sahut Samudra tampak begitu pasrah dengan mengangkat kedua bahunya.

"Maaf kak Samudra. Zena juga tidak tahu jika laki-laki yang dijodohkan kepada Zena tak lain adalah Kakak. Setelah kelulusan, Zena diperintahkan pulang oleh bunda dan ayah dan setelah itu Zena akan menikah dengan laki-laki pilihan mereka dan jujur Zena kaget jika sebenarnya itu adalah Kakak," ucap Zena tampak begitu takut.

Samudera menghentikan langkahnya dan menghadap Zena.

"Kamu tidak perlu merasa bersalah, saya tahu kamu bahkan sama seperti saya, sama-sama tidak punya pilihan lain dan mau tidak mau harus menuruti permintaan kedua orang tua kita, entah ini demi kebaikan kita berdua atau justru kebaikan mereka," sahut Samudra.

"Tetapi saya adalah seorang angkatan laut, kamu tahu sendiri bagaimana pekerjaan saya, tugas yang diberikan kepada saya tidak bisa stand by 24 jam untuk menjadi suami, tidak bisa ada satu hari di rumah, satu minggu bahkan saya harus kembali 3 bulan sekali, 6 bulan sekali dan mungkin bisa bertugas sampai 1 tahun," ucap Samudra menyampaikan semua bagaimana resiko jika seseorang menikah dengannya dan sudah pasti Zena mengetahui hal itu.

"Zena paham itu, tapi sebelum kita menikah ada sesuatu hal penting yang ingin Zena sampaikan kepada Kakak," ucapnya seketika deg-degan dengan kedua tangannya yang saling memencet.

"Katakan Zena," sahut Samudera

Dibalik cadar itu tempat terlihat kegugupan dari sorot matanya yang indah. Samudera benar-benar menunggu.

Bersambung.......

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!