Kavinder Sarfaraz Natapraja, semua orang mengenalnya sebagai pria tampan dan kaya raya. Kehidupan Kavin tak pernah lepas dari media dan para wanita yang selalu mengincarnya. Menginjak umur dua puluh tujuh tahun, Kavin selalu dipaksa oleh sang ibu untuk segera memiliki seorang istri. Namun Kavin hanya menganggapnya sebagai angin lalu. Menikah? Kavin tidak berpikiran sampai sejauh itu. Pokok utamanya saat ini hanya terus mengembangkan perusahaannya agar semakin jaya dan sukses. Namun, siapalah yang mampu melawan kehendak takdir yang Tuhan berikan. Di kemudian hari, Kavin dihadapkan pada satu kenyataan di mana dia harus menikahi seorang gadis belia yang umurnya terpaut cukup jauh. Ternyata gadis tersebut adalah pilihan orang tuanya.
Akankah Kavin menerima gadis yang bahkan tidak dia kenal untuk menjadi istrinya? Dan mungkinkah cinta tumbuh diantara keduanya?
cerita murni dari haluan author. cerita kedua aku, batu voting y guys❤️
MLW@JANUARI 2022
Ovie Nur'Aisyah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovie NurAisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 : Tipu tipu
Happy reading♡
Sesuai dengan perintah pak Zain. Kini team Ashel melawan team Rafello. Kedua team sudah berada di dalam lapangan volly.
Kali ini team Rafello mendapatkan bola. Dan Rafello sendiri yang pertama melakukan service. Ia menujukan bola ke arah Ashel, dan benar saja, Ashel langsung menerimanya.
Kali ini Ashel tidak langsung memberikan bola itu pada lawan. Namun ia membaginya pada Rita yang berada dekat dengan net. Rita pun langsung paham dan memberikan bola itu lagi pada Ashel.
Bola melambung tinggi. Ashel berjalan kemudian melompat tinggi untuk mensmash bola itu.
Team Rafello tidak dapat menahan bolanya karena terlalu cepat. Terlebih bola yang Ashel smash ia tuju ke tempat yang dikosongkan oleh team Rafello. Akhirnya, satu point di cetak Ashel.
Yuta, Yasmin, Rita, dan Felli berteriak semangat.
"Gak salah gue pilih lo masuk team gue," ucap Yuta.
"Atlet ya lo?" Tanya Felli.
"Iya atlet agustusan," ucap Ashel.
Permainan pun berlangsung lama. Kedua team sama sama kuat. Mereka pun berkejar kejaran point.
Ashel dan teamnya bekerja sama. Mereka melakukan bola tipu tipu.
Yasmin yang awalnya mengaku tidak bisa bermain kini dia yang paling banyak mencetak point. Yasmin sering melakukan smash bawah. Awalnya keliahatn bola tidak akan sampai ke garis lawan, namun ternyata salah. Bola yang dilambungkan Yasmin tetap masuk melewati Net. Tak jarang juga bola Yasmin tersandung Net namun tetap masuk.
Hal itu tentu saja membuat team lawan geram. Mereka kini melakukan smash dengan sekuat tenaga mereka.
Ashel yang beberapa kali menerima smash itu mengaduh kesakitan. Pasalnya bola yang sampai ke tangannya itu sangatlah kuat.
Beberapa menit kemudian, permainan selesai. Team Ashel keluar sebagai juara di detik detik terakhir. Padahal point kedua team beda tipis.
Semuanya kini sudah berkumpul. Pak Zain mengucapkan terimakasih dan membubarkan muridnya karena waktu olahraga sudah habis dan sudah memasuki waktu istirahat.
Ashel dan Yasmin berjalan beriringan menuju ke kelas mereka.
"Astaga Shel, tangan kamu merah merah. Sakit gak?" Tanya Yasmin saat melihat tangan temannya itu.
"Perih doang Yas. Ga papa ko," ucap Ashel.
Mereka pun mengambil baju ganti mereka dan langsung bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai berganti pakaian. Ashel mencuci wajahnya. Ia menatap cermin di depannya. Mukanya memerah karena kepanasan.
Saat hendak keluar dari dalam toilet, Ashel dan Yasmin di cegat beberapa geng anak cewek.
"Ngapain kalian?" Tanya Yasmin.
"Kita gak ada urusan sama lo. Urusan kita sama ni anak baru yang songong," ucapnya.
"Dia seangkatan kita?" Tanya Ashel. Yasmin menggeleng.
"Mereka anak kelas sebelas," ucap Yasmin.
"Ya elah. so soan banget sama kakel," ucap Ashel.
"Lo kan yang bikin rencana sama anak osis supaya rok kita di razia?" Tanyanya.
"Masih kecil gak boleh sotoy!" ucap Ashel ia hendak pergi dari sana namun anak itu menarik Ashel kemudian mendorongnya.
Bahu Ashel menabrak dinding yang ada di belakangnya. Yasmin yang melihat itu pun langsung menolong Ashel.
"Kalian apa apaan sih. gak sopan banget," ucap Yasmin. Ia pun mengecek keadaan Ashel.
"Kalo emang salah ya akuin dong, jangan kayak gini. Cupu!" ucap Yasmin ngegas.
"Lo mending diem deh, atau lo juga mau kita bully? Iya?" Ucapnya tak kalah ngegas.
"Urusan lo semua sama gue bukan sama temen gue," ucap Ashel.
"Udah lemah masih aja so soan jadi penyelamat," ucapnya.
"Mau lo apa?" Tanya Ashel.
"Balikin rok kita dan gak usah so soan bantuin anak osis. Kalo lo tetep kayak gini, siap siap aja jadi bahan bullyan geng kita sama geng kak Lolita," ucapnya.
"Uuuhh seremmm," ucap seseorang dari arah belakang mereka.
Dia adalah Riko. Waketos SMA Praja.
"Ngapa pada diem? Tadi aja teriak teriak kayak di pasar!" ucap Riko.
"Lo kagak pape chel?" Tanya Riko, Ashel menggelengkan kepalanya.
"Lo mau rok lo? Ambil aja di pak Burhan!" ucap Riko. Ia kemudia mengkode pada Yasmin untuk membawa Ashel pergi dari sana. Yasmin pun mengangguk dan pergi dari sana.
Di perjalanan menuju ke kelas. Tal henti hentinya Yasmin menggerutu. Ia sangat kesal dengan tingkah songong adek kelasnya.
"Udahlah Yas. biarin aja gue gak papa kok," ucap Ashel. Mereka berdua kini terngah berjalan menuju ke kantin.
"Kesel banget gila," ucapnya.
Ashel hanya menggelengkan kepalanya. Mereka sudah sampai di kantin. Ashel dan Yasmin sepakat membeli nasi goreng dan teh manis dingin.
Setelah mereka mendapatkan nasi goreng masing masing, kini mereka mencari tempat duduk. Hampir semuanya sudah penuh.
Tiba tiba Yuta melambaikan tangannya. Ashel dan Yasmin pun langsung menuju kesana.
"Lu berdua kemana aja sih? Kita cariin buat makan bareng malah gak ketemu," ucap Felli.
"Anak kelas sebelas nyerang Ashel di kantin tadi," ucap Yasmin.
"Ye, make ngadu lu Yas!" ucap Ashel.
"Kesel aku Shel!" ucapnya.
"What? Ko bisa? Gimana ceritanya?" Tanya Yuta.
"Gue yang saranin anak osis buat sita rok mereka yang kependekan sama suruh hapus lipstik merahnya," ucap Ashel.
"Lah, kan tindakan lo bener. Ngapa mereka sewot," ucap Rita.
"Ya jelaslah. rok mereka disita kan sama osis," ucap Yasmin.
"Kayaknya mereka gak punya rok lagi deh makanya sampe kayak gitu ke lo," ucap Yuta.
"Maybe," ucap Ashel.
Mereka pun kembali menyantap makanan masing masing. Sesekali mereka bertanya beberapa hal pada Ashel.
Tiba tiba ada tiga orang siswa yang berjalan ke arah meja Ashel dan teman temannya.
Dia membawa sisa kuah bakso yang sudah dicampur saos dan bumbu lainnya.
Kuah itu masih panas, terlihat dari asap yang mengepul diatasnya.
Saat sudah berada di dekat Ashel, ia menuangkan kuah itu tepat di bahu tangan kanan Ashel. Seketika Ashel teriak dan teman temannya pun kaget.
"Rasain lo, makanya jangan so soan jadi anak baru!" ucapnya.
"*su lo," ucap Yuta marah.
"Dasar gak punya otak," rutuk Felli.
Yasmin langsung mengecek keadaan Ashel sedangkan Rita yang sedari tadi diam saja langsung mengambil mangkok berisi cabai. Tak lupa ia juga menambahkan sedikit air sisa kuah bakso yang tadi ia makan.
Ia langsung menyiramkannya pada dada cewek itu.
"Gue gak mau kalah soalnya," ucap Rita.
Rafello yang baru masuk kantin pun dibuat kaget. Pasalnya baju sekolah Ashel yang berwarna putih berubah menjadi warna kuah bakso.
"Apa apaan ini?" Tanya Rafello.
"Kakak, dia siram aku pake kuah sambel!" ucapnya mengadu pada Rafello.
"Ye, anak lount*" ucap Yuta.
"Astaga Ashelallo," ucap Rafello saat melihat Ashel sudah menangis.
Ia langsung mengendong Ashel.
tbc
lanjut thor semangat terussss