NovelToon NovelToon
Pedang Penjaga Langit

Pedang Penjaga Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Arga hanyalah pemuda biasa dengan bakat kultivasi terburuk di Kota Awan Biru. Demi menyelamatkan seorang gadis asing bernama Ling Yue, ia rela mempertaruhkan nyawanya.
Pertemuan singkat itu mengubah takdirnya. Sebuah liontin kuno membangunkan roh guru legendaris yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun, sementara pedang tua peninggalan ayahnya ternyata adalah pusaka yang diperebutkan seluruh dunia kultivasi.
Diburu sekte-sekte kuat, kehilangan rumah, dan dipisahkan dari gadis yang mulai mengisi hatinya, Arga memulai perjalanan panjang menuju puncak kultivasi.
Namun tujuannya bukan menjadi penguasa dunia.
Ia hanya ingin cukup kuat untuk menepati satu janji...
"Jangan mati sebelum kita bertemu lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Arga menyeka sisa darah di sudut bibirnya dengan punggung tangan. Lengannya masih bergetar hebat akibat benturan keras dengan penatua tadi. Meski segores luka tipis yang ia daratkan membuktikan bahwa Pedang Penjaga Langit mampu menembus pertahanan lawan yang jauh lebih kuat, ia tahu betul hal itu belum cukup untuk membalikkan keadaan.

"Arga," suara Guru Tian kembali menggema di benaknya. "Jangan bertahan di posisi itu. Buat mereka mengejarmu."

Tanpa membuang waktu, Arga langsung menangkap maksud sang guru. Ia berputar arah dan segera berlari kencang menerobos rimbunnya pepohonan hutan.

"Kejar!" teriak salah seorang penatua berang.

Tiga sosok berjubah hitam itu melesat cepat bagai bayangan yang memburu mangsa. Rasa percaya diri yang berlebihan membuat mereka tidak menyadari bahwa Arga sengaja menggiring mereka ke jalur yang berbahaya—jalur terjal yang dipenuhi akar pohon yang menjulur, batuan licin, dan jurang-jurang kecil.

Beberapa hari menempa diri di Hutan Kabut Hitam membuat Arga hafal luar kepala setiap jengkal medan di sana, sementara para penatua itu masih asing dengan wilayah tersebut.

Brak!

Salah satu penatua terhantam dahan pohon besar yang sengaja ditebas Arga saat melintas. Gerakan mengejar mereka sedikit melambat akibat rintangan-rintangan spontan itu.

Namun, penatua berjanggut putih hanya mendengus meremehkan. "Permainan anak kecil!"

Pria tua itu mengangkat sebelah telapak tangannya tinggi-tinggi. Seketika, gelombang Qi merah darah yang masif meledak dan menyapu bersih pepohonan di hadapan mereka. Puluhan batang pohon tumbang sekaligus dalam sekejap, membuka paksa jalan pintas yang langsung memotong jarak di antara mereka.

Guru Tian menghela napas panjang dalam liontin. "Perbedaan kultivasi yang terlampau jauh memang tidak bisa ditutupi hanya dengan tipu muslihat medan, Arga."

Arga menggertakkan giginya erat-erat. Ia sadar betul akan hal itu. Cepat atau lambat, jarak mereka akan terpangkas habis.

Tepat ketika jemari salah satu penatua nyaris mencengkeram pundaknya dari belakang...

Wusss!

Sebuah kilatan cahaya putih yang menyilaukan melesat memotong udara.

Clang!

Benturan logam yang nyaring terdengar saat serangan penatua itu terpental paksa. Semua orang spontan menghentikan langkah dan menoleh ke arah sumber serangan.

Di atas sebuah batu besar yang menjulang tinggi, berdiri anggun seorang gadis berjubah putih bersih. Sebilah pedang tipis tergenggam erat di tangannya. Wajahnya tampak begitu tenang dengan tatapan mata yang sedingin es. Namun, begitu matanya bertemu dengan sepasang mata Arga, kilatan kehangatan yang tak dapat disembunyikan terpancar dari sana.

"Ling Yue..." bisik Arga, nyaris tidak mempercayai penglihatannya sendiri.

Ling Yue mengulas senyum tipis yang menawan. "Sudah kubilang, kan? Jangan mati sebelum kita bertemu lagi."

Mendengar suara itu, rasa tegang yang sejak tadi menghimpit dada Arga mendadak menguap begitu saja. Entah mengapa, hanya dengan melihat Ling Yue berdiri di sana, ia merasa beban berat di pundaknya menjadi jauh lebih ringan. Ia tidak lagi bertarung sendirian.

Ketiga Penatua Sekte Bayangan Darah langsung memasang posisi waspada. "Sekte Bulan Salju... Jadi kau benar-benar menampakkan diri, Gadis Kecil."

Ling Yue mengangkat pedang tipisnya, mengarahkannya lurus ke depan. "Arga."

"Ya?"

"Maafkan aku... karena akulah yang telah menyeretmu ke dalam pusaran masalah berbahaya ini."

Arga menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Aku tidak pernah sekalipun menyesal karena telah menolongmu waktu itu."

Kalimat sederhana namun tulus itu seketika membuat semburat merah muda tipis muncul di pipi Ling Yue.

Melihat interaksi itu, penatua berjanggut putih mendengus kesal karena merasa diabaikan. "Masih sempat-sempatnya kalian saling melempar pandang? Jika begitu, kalian berdua mati saja bersama di tempat ini!"

Ledakan Qi merah darah yang pekat dan berbau amis mendadak memenuhi area hutan, menekan udara di sekitarnya.

Namun tepat pada saat itu, sesosok pria tua lain muncul entah dari mana, mendarat tepat di samping Ling Yue layaknya hembusan angin. Jubah ungunya berkibar pelan tertiup angin hutan.

"Sudah lama sekali..." Tetua Mo berujar sambil meregangkan lehernya, "...aku tidak menghajar tikus-tikus got dari Sekte Bayangan Darah."

Buumm!

Aura yang jauh lebih dahsyat dan bergemuruh meledak dari tubuh Tetua Mo. Tekanan angin yang dihasilkan bahkan membuat pepohonan purba di sekeliling mereka berguncang hebat.

Melihat kehadiran sosok kuat tersebut, tiga penatua Sekte Bayangan Darah yang semula penuh percaya diri kini seketika kehilangan senyuman sinis mereka. Wajah mereka berubah pucat pasi.

BOOOM!

Benturan hebat antara aura Tetua Mo dan tiga Penatua Bayangan Darah meledak seketika. Gelombang kejut yang dihasilkan menyapu seisi Hutan Kabut Hitam dengan liar; pohon-pohon purba bertumbangan dan batu-batu raksasa hancur berkeping-keping menjadi serpihan debu.

Arga dengan sigap pasang badan, melindungi Nara dari hantaman badai angin yang dahsyat. "Pegang erat-erat!" teriaknya di tengah gemuruh.

Nara mengangguk cepat dengan wajah pucat pasi. Baru kali ini ia menyadari betapa kecil dan tidak berdayanya diri mereka di hadapan para kultivator tingkat tinggi yang sesungguhnya.

Di udara, Tetua Mo mengibaskan lengan baju ungunya dengan anggun. Seketika itu juga, puluhan pedang es yang tajam terbentuk dan melayang di belakang punggungnya. "Mundur, Nona Muda!" serunya memberi peringatan.

Ling Yue mengangguk paham. Ia tidak memaksakan diri untuk ikut bertarung, sadar betul bahwa pertempuran di tingkat ini sudah bukan lagi ranahnya. Sebaliknya, ia segera melesat turun menghampiri Arga.

"Bagaimana lukamu?" tanya Ling Yue, gurat cemas terlihat jelas di wajahnya.

"Aku masih hidup," jawab Arga sambil tersenyum tipis.

Ling Yue menghela napas panjang, tampak lega. "Aku sempat sangat khawatir tidak bisa menemukanmu tepat waktu."

"Aku juga khawatir," balas Arga lirih.

Untuk sejenak, dunia seolah berhenti berputar bagi mereka berdua yang hanya saling memandang dalam diam.

Melihat pemandangan itu, Guru Tian yang berada di dalam liontin langsung berdeham keras. "Ehem! Kalian bisa saling menatap sepuasnya nanti. Musuh di atas sana belum selesai, tahu."

Arga seketika tersipu dan langsung mengalihkan pandangannya dengan salah tingkah. Ling Yue pun hanya bisa tersenyum malu-malu, menyembunyikan rona merah di pipinya.

Di samping mereka, Nara memperhatikan interaksi keduanya secara bergantian. "Jadi... kalian berdua sudah saling kenal?"

Arga mengangguk pelan. "Dia gadis yang pernah kuceritakan kepadamu waktu itu, Nara."

"Oh..." Nara tersenyum tipis. Entah mengapa, ada perasaan asing yang sedikit mengusik hatinya, namun ia memilih untuk tetap diam dan menyimpannya sendiri.

Sementara itu di udara, pertempuran berlangsung semakin sengit dan mematikan. Tetua Mo mengayunkan tangannya, memerintahkan puluhan bilah pedang es melesat bagai hujan badai. Dua Penatua Bayangan Darah berhasil menangkisnya dengan susah payah, tetapi penatua ketiga sedikit terlambat menghindar.

Sret!

"Aaargh!"

Jeritan histeris memecah langit malam saat salah satu lengan penatua itu putus menebas udara, disusul cipratan darah yang berceceran di tanah.

Melihat situasi yang kian mendesak dan tidak menguntungkan bagi pihak mereka, penatua berjanggut putih langsung berteriak memberi komando. "Mundur! Kita sudah mendapatkan informasi penting yang kita butuhkan!"

Tanpa membuang waktu, ketiga sosok berjubah hitam itu segera melesat melarikan diri ke arah utara dengan kecepatan penuh.

Tetua Mo tidak bergerak untuk mengejar. Ia hanya menurunkan tangannya lalu menghela napas panjang. "Mereka sengaja memancingku agar keluar lebih jauh dari wilayah perlindungan sekte."

Ling Yue mengangguk paham. Jika Tetua Mo mengejar terlalu jauh ke wilayah luar, bisa jadi musuh sudah menyiapkan jebakan atau penyergapan yang jauh lebih besar di depan sana.

Hutan Kabut Hitam perlahan kembali ke dalam kesunyiannya. Tetua Mo mendarat dengan tenang, lalu menoleh ke arah Arga. Tatapan matanya kali ini terasa jauh lebih lembut dan penuh penghargaan dibandingkan pertemuan pertama mereka di Kota Awan Biru.

"Kau sudah dua kali menyelamatkan Nona Muda kami," ujar Tetua Mo tulus. "Sekte Bulan Salju tidak akan pernah melupakan budi besar ini."

Arga menggelengkan kepalanya dengan rendah hati. "Aku tidak melakukannya demi mengharapkan imbalan atau balasan apa pun, Tetua."

Tetua Mo tersenyum kecil mendengarnya. "Karena itulah, aku menjadi semakin menghormatimu, Anak Muda."

Pandangan pria tua itu kemudian turun, tertuju pada Pedang Penjaga Langit yang tergantung di pinggang Arga. "Meskipun... harus kuakui, pedang itu akan membawa masalah yang jauh lebih besar daripada yang bisa kau bayangkan."

Di dalam liontin, Guru Tian menghela napas pelan menyetujui perkataan itu. Ia tahu betul bahwa Tetua Mo sama sekali tidak salah.

Mulai hari ini, bukan hanya Sekte Bayangan Darah yang akan memburu Arga. Begitu kabar tentang keberadaan Pedang Penjaga Langit menyebar luas, seluruh dunia kultivasi pasti akan bergolak dan bergerak untuk merebutnya.

1
Was pray
lemah
Was pray
MC nya berhati baik dan punya empati tapi sayang blo'on
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!