Kafara adalah gadis yang sangat cantik jelita namun karena dia mempunyai kemampuan spiritual, matanya yang tak biasa membuat dia bisa melihat makhluk halus.
Tak itu saja Kafara sangat terganggu dengan hal itu, setiap hari dia selalu di dekati banyak makhluk halus yang membuatnya sangat tak nyaman dan tersiksa. Banyak orang mengira kalau dia adalah anak gila.
Suatu hari dia bertemu seorang pria tampan dia sangat tak menyukai Kafara karena dia merasa kalau Kafara adalah gadis yang gila.
Pria tersebut bernama Dokter Armand, dia adalah dokter Hewan dan membuka praktek kecil di dekat rumahnya.
Ada beberapa kejadian tak terduga di daerah itu banyak warga mengalami kejadian ganjil.
Namun Kafara yang mengetahui mencoba diam, dan suatu hari dia semakin tak bisa mengendalikan kekuatan matanya, maka dari itu dia mencoba berdamai, memanfaatkan kemampuan matanya itu untuk membantu orang sekitarnya.
Bagaimana lika-liku perjalanan Kafara yuuk baca Novelku let's go...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pungkies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 "Rindu"
Beberapa minggu kemudian Kafa sudah agak lebih mendingan karena dia sudah merasakan mempunyai seorang teman, dalam beberapa minggu ini dia tidak bermimpi buruk ataupun mendengar suara dari bisikkan setan .
Namun entah malam ini Kafa terlihat sangat murung dan sedikit bersedih mengingat-ingat kejadian akan kehilangan kedua orang tuanya
Kafa duduk tertunduk lemas di dekat jendela dengan sedikit sekali pencahayaan, tidak itu saja dia hanya meringkuk memendam rasa rindu teramat dalam yang menyesakkan dada semakin , dan semakin tak tertahankan.
Beberapa kenangan di dalam hati itu terasa sangat menyedihkan berhimpitan, menyeruak, mengambil alih, juga sangat sering sekali dia meninggalkan rasa luka yang menganga dan bersemayam di antara celah hati , menembus di dalam hati terkecil ia masuk tepat mengiris luka, berbekas sangat bermakna hanyal bisa membuat perasaan semakin sakit tersayat .
Kafa meringkuk merasakan rindu hebat pada kedua orang tuanya ,yang sudah tiada mereka telah meninggal beberapa tahun yang lalu, di karenakan kecelakaan tunggal, dia masih saja tak bisa melupakan hal itu, tetap terpuruk saja masih sangat merasa kehilangan beberapa orang yang ia cintai itu.
"Ayah, Ibu, kenapa aku sangat merindukan kalian, apakah hal ini bisa membuatku tak sedih sama sekali?"Gumam Kafa sendirian.
"Kenapa kalian sangat tega meningglakan diriku?, hanya sebatang kara di dunia ini." Gerutu dari Kafa sambil menangis meleleh menitihkan air mata kerinduan akan orang tuanya yang sudah meninggalkan dunia ini.
Dia menatap jendela kamarnya yang sangat minim pencahayaan,dan semakin merindukan orang tuanya karena di dalam kamarnya yang terasa sesak jika tidak ada kehangatan , juga dekapan pelukan Ibunya dan Ayahnya .
Hanya sisa kenangan masa lalu Kafa masa kecil yang dia ingat-ingat .
Dia pun berlari keluar rumahnya tanpa beralas kaki dan hanya mengenakan baju yang tipis.
Padahal malam ini sangatlah dingin sekali dan di perkirakan akan turun hujan sangat lebat , entah ramalan cuaca itu benar atau hanya kebohongan semata. Ternyata di luar ruangan ternyata Kafa terjebak dalam hujan.
Dia tak tahu harus bagaimana tubuhnya pun basah kuyup terkena air hujan ,tiba-tiba sudah mengguyur . Ternyata memanglah benar akan hujan amat lebat sesuai prakiraan cuaca.
"Clap... jeduaaar.... Clap Jeduar...." Suara dari kilatan petir dan gemuruh bersahut-sahutan .
Kafa pun menggigil kedinginan basah kuyup terkena guyuran hujan malam ini, dia berada tepat di bawah pohon ,padahal hal itu sangat berbahaya jika ada petir yang menyambar.
Ada sebuah mobil lewat di dekat jalan melihat ada seorang gadis berada di bawah pohon itu
Sang pengendara pun mulai bergumam kesal karena, jika ada petir sangat berbahaya kalau berteduh tepat di bawah pohon.
"Apa yang di lakukan gadis itu, apa tidak tahu kalau hal itu sangatlah berbahaya."Gerutu dari sang pengendara mobil itu hendak turun dari mobilnya,untuk menolong seorang gadis yang basah kuyup terkena air hujan malam ini.
"Namun kalau dia bukan manusia gimana?" Batinnya pun mulai berkecamuk karena mana mungkin, ada seorang gadis malam-malam rela kehujanan dan ada badai petir, dan guntur bersahut-sahutan,rela berada di bawah pohon sendirian.
"Apa dia seorang gadis yang gila, atau patah hati?" Gumam dari sang pengendara mobil.
Dia berhenti tepat di dekat gadis yang sedang berteduh, berharap kalau gadis yang di lihat bukanlah hantu, ataupun. seorang yang gila.
Saat menghentikan mobilnya itu ternyata dia terkejut melihat Kafa menangis tersedu-sedu.
Gadis yang dikira gila dan patah hati tersebut tak memakai alas kaki, rok yang dia kenakan juga basah kuyup ,rambutnya terurai siapapun yang melihatnya akan mengira kalau gadis ini adalah hantu.
"Hiks....hiks...huhu...huu...hiks..." Suara tangis Kafa yang tersedu-sedu di bawah pohon.
Sang pengendara tertegun melihatnya, dia pun mendengar tangisan Kafa sangat sedih sekali, membuatnya terdiam beberapa saat.
Kilatan petir yang menyambar-nyambar dan suara guntur yang menggelegar itu, membuat suasana malam hari ini semakin mencekam.
"Clap... Jeduar....Clap.... Jeduar..."
Bersambung...
tapi tadi diawal namanya Kafara, kok jd Mafaza, fhor?.
msh nyimakz