Menceritakan tentang perjuangan wanita untuk menahlukan hati seorang Pria dingin dan pendiam, cerita ini berbau humor yang bisa membuat para pembaca cekikikan, tetapi juga ada beberapa part yang bikin naik darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Tania membuka pintu kamar Rayhan, hingar bingar pesta masih terdengar, banyak yang turut berpartisipasi memeriahkan acara pertunangan Reyhan dan Tania, mereka turut menyumbangkan suaranya, lagu-lagu romantis mereka bawakan.
Tania melangkah kedalam dapur, tujuannya adalah mencari asisten rumah tangga Mama Rayhan untuk meminjam mukena, tidak mungkin Tania mengganggu Adik dan Mama Rayhan.
" Malam Bik."
"Eh malam mba, waaah mba Tania cantik banget bibi sampai pangling!!" kekeh wanita yang sempat bertempur di dapur bersama Tania, bawaan Tania yang ceplas-ceplos dan mudah bergaul membuatnya cepat akrab, bahkan dengan asisten rumah tangga sekalipun, Tania orangnya care dan tidak pandang bulu dalam bergaul.
"Ya lah cantik Bi, kalo aku ganteng sampean kebingungan hehehehe..." Tania nyengir.
" Ckckck orang Bibi serius ini mba Tania!!".
" Eh masak? Aku lebih serius loh Bi, eeemmmm segitarius malahan." ucap Tania ngelawak.
" Itu mah nama moziak mba Tania!!"
"Wiiis Bibi tau perbintangan juga sekalinya!!"
Keduanya sama-sama tertawa.
" Mba Tania butuh sesuatu?"
" Astagfirullah sampai lupa!!, mau pinjam mukena Bibi boleh? Kalo bisa sekalian pinjam kamar nya untuk sholat Bi!"
" Ahhh boleh banget Mba!! tapi apa tidak apa-apa, mukena Bibi Ndak bagus!!" asisten rumah tangga mama Rayhan merasa tidak enak.
" Tidak papa Bi, yang penting bersih dari najis." Tania tersenyum.
Asisten Ibu Rayhan ikut tersenyum dan mengantar Tania ke paviliun yang berada di belakang rumah keluarga Rayhan.
" Ayo mba silahkan masuk, itu juga ada air pembersih dan juga kapas, kalo mba Tania mau pake silahkan! Bibi tinggal ke depan ya mba Tania!!"
Setelah mengucapkan terima kasih, Tania bergegas menghapus mek-up di wajahnya , dan bergegas membersihkan diri dan juga sholat.
Didalam kamar Rayhan.
Rayhan sedang celingukan mencari keberadaan Tania, dengan celana pendek dan juga kaos polos putih Rayhan keluar kamar.
Rayhan melihat kearah tamu undangan yang masih banyak, bahkan kedua pihak keluarga masih utuh, tetapi mata Rayhan sama sekali tidak menangkap keberadaan Tania.
" Mas Rayhan cari mba Tania?" tiba-tiba sebuah suara membuat Rayhan menoleh.
" Iya, Bibi lihat dia Dimana?" tanya Rayhan pada asisten rumah tangga nya.
"Di paviliun, Mba Tania pinjam mukena saya untuk sholat ."
Tanpa basa-basi Rayhan membawa kakinya memasuki rumah belakang.
Tania sedang khusyuk dalam shalat nya, saat Rayhan melihatnya.
Dalam keremangan malam, yang di terangi cahaya lampu senyum Rayhan muncul.
Rayhan kembali bergegas ke kamarnya.
Hingga 20 menit berlalu, terdengar suara ketukan pintu.
Tania melangkah masuk setelah mendengar izin pemilik kamar.
" Ayo sudah malam !!" ajak Rayhan dengan menyambar jaket kulit miliknya.
Tania juga bergegas mengambil tasnya.
Rayhan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Tania yang masih sibuk menutup pintu kamar Rayhan.
Didalam perjalanan menuju kontrakan Tania ponsel Tania berdering, sepanjang perjalanan Tania akhir nya sibuk berbicara dengan si penelpon, tanpa menyadari pria yang menatap jengah dirinya, hingga setelah sampai suara berat itu kembali terdengar.
"Sudah sampai, lain kali aku tidak mengizinkan mu untuk se enaknya mengangkat telepon di dalam mobilku, cih! Berasa sopir taksi !!" gerutu Rayhan dengan suara beratnya.
Tania meringis tanpa dosa.
" Hehehe Maaf Mas Rayhan, soalnya harus gombalin Bapak, agar Nia di izinin lebih lama tinggal disini!!" jawab Tania jujur.
" CK!!"
Rayhan berdecak, tetapi sebagian hati nya merasa sangat penasaran dengan sosok wanita yang disebelah nya itu.
" Terimakasih!!" ucap Tania dan berlalu masuk ke pagar rumah dan menutup nya.
Rayhan melongo..
" Cih, gue di cuekin!!" gumam Rayhan tak percaya.