NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlibat Masalah

Pemuda Ras Iblis berambut perak itu melirik ke arah Huang, lalu menyunggingkan senyum meremehkan. "Manusia lemah berani maju ke depan? Sungguh lelucon yang menggelikan. Habisi mereka semua! Jangan biarkan sang putri lolos!"

Wush!

Tiga kultivator berjubah hitam bergerak serentak. Mereka melesat maju dengan kecepatan tinggi, menghunus pedang yang diselimuti oleh Qi berwarna merah darah yang berbau anyir. Dua di antaranya mengincar Mu dan Elysa, sementara satu orang menebas langsung ke arah leher Huang dengan ekspresi haus darah.

"Mati kau, bocah!"

Huang tidak berkedip. Di matanya yang kini memiliki persepsi luar biasa tajam, gerakan pedang itu terasa melambat. Ketika mata pedang itu tinggal beberapa inci dari kulitnya, Huang sedikit memiringkan kepalanya.

Sret!

Pedang itu hanya menebas angin. Di detik yang sama, sebelum sang penyerang sempat menyadari serangannya meleset, Huang melangkah masuk ke dalam jarak dekat dan menghantamkan sikutnya tepat ke arah dada pria berjubah hitam itu.

PRAAKK!

Suara tulang dada yang remuk terdengar mengerikan. Pria itu terlempar ke belakang, memuntahkan darah segar, dan langsung tak sadarkan diri sebelum tubuhnya menghantam tanah.

Di sisi lain, Mu dan Elysa juga telah memulai pertempuran mereka. Belati kembar Mu bergerak bagai badai angin, menangkis dan menyayat setiap musuh yang mendekat, sementara panah-panah cahaya Elysa terus melesat dari jarak dekat, menembus bahu dan kaki para pengepung dengan akurasi yang mematikan.

Namun, jumlah musuh terlalu banyak. Anggota sekte Gagak Darah terus merangsek maju tanpa memedulikan korban jiwa.

Pemuda Iblis berambut perak yang memimpin kelompok itu mendengus dingin melihat salah satu anak buahnya ditumbangkan dengan mudah oleh Huang. "Ternyata kau menyembunyikan sedikit trik, Tikus Kecil. Biarkan aku yang mencabut nyawamu!"

BOOM!

Pemuda Iblis itu menghentakkan kakinya. Tanah di bawahnya retak, dan tubuh kekarnya melesat maju bagai peluru meriam. Sepasang cakarnya yang hitam dan tajam diselimuti oleh api hitam yang membakar udara. Aura tekanannya berada di puncak Ranah Kondensasi Qi, selangkah lagi menuju Ranah Fondasi Jiwa.

Huang merasakan ancaman bahaya yang sesungguhnya. Tubuhnya menegang, namun darah di dalam nadinya justru semakin mendidih. Dia mengumpulkan seluruh energi ungu gelap dari meridiannya, memusatkannya pada tinju kanannya hingga udara di sekitar tangannya mengeluarkan suara mendenging yang memekakkan telinga.

"Tinjuan Pembalik Takdir!" pekik Huang dalam hati.

Cakar api hitam dan tinju ungu gelap itu berbenturan di udara.

GELEDEGG!

Ledakan energi yang dihasilkan begitu dahsyat hingga menghancurkan kedai kayu di dekat mereka dan menerbangkan debu-debu jalanan ke udara. Gelombang kejutnya memaksa para kultivator tingkat rendah di sekitar mereka terhuyung mundur.

Pemuda Iblis itu membelalakkan mata. Dia merasakan energi dingin dan destruktif yang sangat asing mengalir dari tinju Huang, menghancurkan api hitamnya dan mulai merambat merusak urat-urat di tangannya.

"Energi ini... bagaimana mungkin seorang manusia memiliki aura bangsawan Ras Iblis?!" teriak pemuda itu dengan ekspresi horor yang bercampur tidak percaya.

Huang juga memuntahkan seteguk darah karena benturan itu, tubuhnya mundur lima langkah hingga kakinya meninggalkan jejak dalam di tanah berbatu. Meski terluka dalam, mata Huang justru menyala semakin terang. Fisiknya yang telah ditempa secara ekstrem dan dimurnikan oleh energi Iblis Kuno terbukti mampu menahan serangan dari kultivator yang jauh lebih kuat darinya.

"Kakak Senior Mu, badai debu!" teriak Elysa tiba-tiba, melihat kesempatan.

Mu yang paham maksud putrinya segera merapalkan mantra cepat. Lambaian belatinya menciptakan tornado angin raksasa yang menggulung debu-debu sisa ledakan, membutakan pandangan kelompok Gagak Darah seketika.

"Lin Huang, lewat sini!" Elysa menarik lengan baju Huang yang berlumuran darah.

Di bawah perlindungan badai debu buatan Mu, ketiganya melesat cepat, melompati atap-atap bangunan Kota Batas Awan dan langsung menuju ke arah gerbang luar yang berbatasan dengan Hutan Kematian.

"Kejar mereka! Jangan biarkan manusia sialan itu lolos!" raungan kemarahan pemimpin Ras Iblis itu menggema di belakang mereka, namun sosok Huang, Elysa, dan Mu telah menghilang di balik kerimbunan pohon-pohon raksasa yang diselimuti kabut abadi.

Pertempuran pertama di dunia luar telah usai, namun Huang tahu, ini baru permulaan dari perburuan mematikan yang akan menyeretnya ke dalam konflik terdalam di antara empat ras.

Kabut tebal Hutan Kematian menyambut kedatangan mereka dengan keheningan yang mencekam. Pohon-pohon purba berukuran raksasa menjulang tinggi, dengan akar-akar melilit tanah seperti ular raksasa. Sinar matahari pagi hampir tidak mampu menembus rimbunnya dedaunan di atas sana, menciptakan suasana remang-remang yang abadi.

Setelah berlari beberapa mil tanpa henti, mereka akhirnya melambatkan langkah di sebuah ceruk tebing batu yang tersembunyi.

"Uhuk!"

Huang bersandar pada dinding batu, memuntahkan sisa darah kotor dari dadanya. Wajahnya pucat, namun tatapan matanya tetap setajam elang. Benturan dengan pemimpin Ras Iblis tadi telah mengguncang organ dalamnya. Namun, di dalam tubuhnya, jaringan meridian ungu gelap itu kembali berdenyut cepat, mengisap Qi alam di sekitar hutan dengan rakus untuk memulihkan luka-lukanya. Kecepatan regenerasi ini benar-benar tidak masuk akal untuk ukuran manusia.

Elysa segera mendekat. Dari telapak tangan peri itu, memancar cahaya hijau lembut yang hangat, dialirkan ke punggung Huang untuk membantu menstabilkan energinya.

"Tahan napasmu, Lin Huang. Biarkan energi alam kaumku menyelaraskan gejolak di dadamu," ucap Elysa lembut.

Mu berdiri beberapa langkah di depan mereka, mengawasi arah datangnya jalan dengan waspada. Setelah memastikan tidak ada tanda-tanda pengejaran dari Sekte Gagak Darah, dia berbalik dan menatap Huang dengan ekspresi yang sangat rumit.

"Bocah... bagaimana kau bisa menahan hantaman penuh dari seorang pendekar puncak ranah Kondensasi Qi? Terlebih lagi, api hitam milik Ras Iblis tadi seharusnya bisa membakar meridian manusia hingga abu," tanya Mu, tidak bisa lagi membendung rasa penasarannya.

Huang mengatur napasnya seiring dengan hilangnya rasa perih di dadanya berkat bantuan Elysa. "Aku sudah mengatakannya, tubuhku berubah setelah kristal di dasar jurang itu hancur. Aku sendiri belum sepenuhnya memahami kekuatan ini."

Elysa menarik kembali tangannya setelah melihat warna wajah Huang membaik. Dia menatap Huang dengan tatapan mendalam. "Kakak Senior Mu, yang dikatakan pemimpin Gagak Darah tadi memang benar. Aura energi di dalam tubuh Lin Huang... memiliki resonansi yang sangat kuat dengan Ras Iblis. Tapi, ini bukan jenis energi Iblis modern yang penuh dengan hawa keji dan darah. Ini jauh lebih murni, lebih kuno. Seperti... aura penguasa masa lalu."

"Ras Iblis Kuno yang punah sepuluh ribu tahun lalu?" Mu terkesiap, matanya membelalak. "Jika itu benar, anak ini adalah bencana berjalan. Jika kaum Iblis di benua barat tahu ada manusia yang mewarisi garis keturunan leluhurnya, mereka akan memburunya sampai ke ujung dunia!"

Huang menyunggingkan senyum tipis, sebuah senyuman yang tampak terlalu dewasa dan dingin untuk remaja seusianya. "Sebelum mendapatkan kekuatan ini, aku sudah hidup seperti di neraka. Diburu oleh seluruh dunia tidak ada bedanya dengan merangkak di lantai paviliun Keluarga Lin sambil dicaci maki."

Mendengar keteguhan hati Huang yang tak tergoyahkan, Elysa merasa tersentuh. Ada secercah kekaguman di matanya. "Hutan Kematian ini adalah wilayah tak bertuan. Di sinilah perbatasan antara wilayah Manusia, wilayah Siluman, dan jalur menuju Hutan Abadi kaum peri. Kita harus bergerak lebih cepat sebelum Gagak Darah menggunakan metode pelacakan darah mereka."

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!