Nadin dan Amran mereka adalah sepasang suami istri, mereka juga di karuniai seorang anak yang bernama Zahra.
keluarga mereka juga sangat bahagia biasa di bilang sakinah.
Tapi semenjak seseorang di masa lalu Amran datang semuanya seakan hancur seketika.
"Tapi apakah Nadin dapat bertahan di madu oleh suaminya Amran?."
"Atau kah perempuan itu yang akan memiliki semua?."
"Dan apakah Amran akan memilih keduanya atau hanya salah satu dari mereka?."
Terus aja pantau dan baca di novel saya😊
jangan lupa komen, share dan sukai ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
PULANG
Dipagi hari waktu dimana Nadin pulang kerumah nya setelah persalinan yang dia jalani dirumah sakit pun sudah saat nya.
Amran sebagai seorang suami pun mengurus persiapan pulang untuk istri dan anak nya yang di bantu oleh kedua orangtua nya.
"Mas barang barang yang di bawa dari rumah kemarin apa sudah di bereskan," tanya Nadin.
"Sudah, ini sudah di masukan di tas." Jawab Amran.
"Apa kita bisa pulang sekarang Mas soal nya aku udah gak nyaman dirumah sakit terus," ungkap Nadin.
"Iya sekarang kita bisa langsung pulang saja soal nya administrasi nya sudah di selesaikan tadi malam." Jawab Amran.
"Ya sudah kita langsung pulang saja," ucap ibu.
"Iya kalau sudah dirumah kan lebih enak tiduran buat bayi nya." Jawab Ayah.
Tapi saat mereka ingin beranjak dari tempat tidur dan ingin kembali pulang kerumah, seorang suster pun langsung datang dan membuka pintu tanpa mengetuk pintu ruangan mereka, untuk membereskan ruangan itu.
"Eh, maaf Bu Pak saya kira sudah tidak ada orang di ruangan ini," ujar suster.
"Iya sus gak papah kami juga baru mau pulang, tadi soal nya beresin barang barang dulu," ucap Nadin.
"Oh iya Bu."
"Kalau begitu kami pulang dulu sus." Nadin sambil memberi senyuman.
"Baik Bu." Jawab suster dengan membalas senyuman Nadin.
Nadin dan keluarganya langsung keluar dari ruangan itu dan meninggalkan suster itu sendirian diruangan tersebut.
Nadin yang menggendong anak nya dan membawa nya untuk pulang kerumah, disepanjang lorong jalan rumah sakit tak henti henti nya dia memandangi anak nya yang cantik dan berkulit putih itu.
Dengan perasaan yang percaya atau tidak kini dia sudah menjadi seorang ibu dari anak perempuan yang baru saja dia lahirkan.
"Kini kamu sudah menjadi pelengkap kebahagiaan ibu dan ayah nak," ungkap Nadin dihati nya.
Nadin yang berjalan sambil mengelus pipi putri nya itu terlihat sekali sebagai orang yang sangat bahagia.
Di sela sela Nadin masih memandang putrinya kemudian suaminya Amran pun bertanya kepadanya.
"Sayang apa kamu laper?" tanya Amran.
"Iya sih Mas kita kan belum sarapan juga."
"Ya udah kamu mau makan apa?" tanya Amran.
"Apa aja deh Mas, Eumm apa kita makan bubur ayam aja."
"Ibu dan Ayah mau sarapan bubu?" tanya Amran.
"Iya boleh kaya nya enak." Jawab ayah.
"Tapi kita makan nya di bawa aja di rumah ya soal nya kan Nadin baru melahirkan dan juga membawa bayi kalau makan ditempat." Jelas ibu.
"Iya nanti kita cari di jalan pulang tukang jualan bubur ayam nya," ucap Amran.
Tak terasa saat mengobrol ternyata mereka sudah sampai di parkiran mobil, mereka pun langsung masuk kedalam mobil, Nadin duduk di depan di sebelah suaminya yang akan menyetir mobil dan sedangkan kedua orangtua nya duduk di belakang.
"Kita pulang yang ya Nak," ucap Nadin kepada anak nya.
"Iya kita pulang kerumah ya cantik." Jawab Amran.
Amran pun mencium putrinya dan langsung menyalakan mesin mobil nya dan kemudian tanpa berpikir panjang Amran pun mengemudikan mobil nya untuk membawa keluarga nya pulang kerumah.
"Nad, sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu pasti kamu akan sangat menjaga kesehatan putrimu, tapi kamu juga jangan sampai lupa untuk menjaga kesehatan kamu," ucap ibu.
"Iya Bu Nadin juga mengerti, Nadin pasti akan menjaga kesehatan Nadin Bu."
"Iya Nad sekarang kamu pintar pintar menjaga kamu dan anak kamu."
"Ibu tidak usah hawatir kan ada Mas Amran dan mbak Imah yang membantu Nadin di rumah."
"Iya Bu Amran pasti akan menjaga kesehatan Nadin."
"Ibu ini, tidak usah hawatir Bu mereka sudah pada dewasa pasti tau apa yang harus mereka lakukan." Jawab ayah.
"Iya Ayah Ibu cuman mengingat kan mereka saja."
"Ya sudah Ibu jangan banyak pikiran mentang mentang cucu pertama." Jawab ayah dengan tersenyum.
"Ah, Ayah bisa saja," ucap ibu.
Di dalam mobil mereka semua pun tertawa bahagia karna keberadaan Zahra anak pertama dari Nadin dan Amran.
"Eh itu tukang bubur nya," ucap Amran.
"Iya tuh Mas."
"Iya kamu ibu dan ayan tunggu di sini biar akau yang membeli bubur itu."
"Baik Mas."
Amran pun langsung keluar dari mobil dan menghampiri tukang bubu tersebut untuk membeli beberapa porsi bubur untuk di bawa pulang kerumah.
Setelah Amran keluar dari mobil untuk membeli bubur, Kemudian ibu Nadin pun berbicara kepada Nadin.
"Nak setelah keberadaan Zahra keluarga kamu pasti akan sangat bahagia, kamu dan suamimu juga akan semakin dekat," ucap ibu.
"Iya Bu Nadin juga sudah merasakan nya." Jawab Nadin.
"Kami juga merasakan seperti itu saat kamu dilahirkan kedunia ini Nak," ucap ayah.
"Iya Ayah pasti semua orangtua akan merasakan hal kebahagiaan seperti ini." Jawab Nadin.
"Semoga keluarga kamu tetap di kelilingi kebahagiaan ya Nak." Doa ibu.
"Amin Bu." Jawab Nadin.
"Kebahagiaan disebuah satu rumah tangga, diukur dari bagaimana kamu mensyukuri kebahagiaan itu sendiri Nad, makanya sekecil apapun kebahagiaan itu kamu harus tetap mensyukuri nya," ungkap ayah.
"Baik Yah, Nadin akan mengingat semua perkataan Ayah." Jawab Nadin.
Tak selang beberapa dari pembicaraan itu kemudian Amran pun sudah kembali ke dalam mobil dan membawa bubur untuk di bawa kerumah.
"Mas kamu juga membelikan bubu untuk mbak Imah kan?" tanya Nadin.
"Iya aku belikan juga."
"Bagus kalau begitu Mas."
Kemudian Mereka pun melanjut kan perjalanan mereka untuk kembali pulang kerumah.
Sesampai nya dirumah mbak Imah pun langsung membuka pintu rumah tanpa di ketuk pintu, Amran pun mengeluarkan barang barang dari mobil dan menaruhnya di dalam rumah.
"Alhamdulillah Ibu udah pulang," ucap mbak Imah.
"Iya Mbak Alhamdulillah saya sudah pulang." Jawab Nadin.
"Mbak ini tolong siapkan bubur ini di meja makan ya, ini juga Mbak ambil satu," ucap Amran.
Kemudian Amran pun memberikan bubur itu kepada mbak Imah.
"Iya Pak." Jawab mbak Imah.
Nadin dan Keluarganya pun duduk di ruang tamu sambil beristirahat.
"Sayang kita makan dulu kamu tidurin dulu Zahra di kamar biar aku antar," ucap Amran.
"Iya Mas."
Kemudian merekan langsung beranjak untuk pergi ke kamar.
"Sini biar aku bawa Zahra, kamu hati hati naik tangga nya."
"Iya Mas."
Kemudian Nadin memberikan Zahra kepada suaminya berjalan di tangga dengan hati hati dan di ikuti oleh suaminya dari belakang.
Sesampai nya di kamar kemudian Amran langsung membaringkan Zahra di tempat tidur dan kemudian Nadin duduk di sebelah Zahra.
"Mas sepertinya aku makan di sini aja, untuk hari ini kaya nya aku enggak sanggup kalau untuk turun naik tangga dulu," ungkap Nadin.
"Iya nanti aku temenin makan disini biar aku suruh nanti mbak Imah buat membawa makan nya kesini."
"Iya Mas."
Kemudian Amran duduk di sebelan Nadin dan berhadapan, Amran sambil memegang tangan Nadin dan mulai mencium tangan istrinya itu dengan sangat mesra.
BERSAMBUNG...
...****************...
Tunggu kelanjutan nya🤗