Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"Nyonya, mau periksa dokumen itu di ruanganku...?"
Lulu menawarkan diri, meski dia sangat ragu. Dia saja merasa kesal pada kelakuan Siska yang terus menempel pada Brandon. Juga kesal pada kelakuan Brandon. Sudah punya istri, tapi kenapa sikapnya pada Siska seperti itu. Bahkan memberikan apapun yang Siska mau, termasuk memberikan jabatan istrinya sendiri.
Tatiana tersenyum,
"Tidak usah Lulu! Minta OB, bawa meja ke ruang istirahat ku. Aku akan bekerja disana saja!"
Lulu langsung mengangguk patuh. Begitu Tatiana membawa dokumen-dokumen itu ke ruangan istirahat, Lulu segera menunjukkan wajah sedihnya.
"Nyonya, kenapa nyonya mengalah? nyonya kan istri sah, hais... labrak saja pelakor itu!" kesal Lulu.
Dan di hati Tatiana, juga bukan tidak ada keinginan itu. Dia juga ingin marah, juga ingin memaki wanita yang jelas-jelas tahu kalau Brandon sudah punya istri, tapi banyak batasan yang sudah dia lewati. Namun, Tatiana kembali berpikir, dia juga bukan seorang wanita yang bisa dengan mudah melakukan semua itu. Membuat keributan, semua orang tahu? lalu apa? sekarang suaminya dalam situasi, dimana dia hanya akan mendengarkan ucapan Siska. Betul kata Yuli, suaminya sedang terobsesi pada gadis muda itu.
Jika Tatiana membuat keributan, yang ada dia hanya akan terlihat seperti seseorang yang egois, tidak dicintai dan sama sekali tidak berguna. Lagipula, dia diam bukan karena dia kalah. Dia memilih diam, karena rasanya dia sangat lelah. 10 tahun lamanya, dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, tapi yang dia dapatkan....
Sementara itu di dalam ruangan wakil direktur. Bahkan sikap mengalah dan diam Tatiana justru membuat Siska merasa tidak tenang.
"Tuan, kenapa nyonya mudah sekali dibujuk? biasanya dia akan membantah tuan dulu kan? aku jadi takut, apa dia melakukan itu karena dia punya rencana. Apa di depan tuan, dia diam saja, tapi nanti merencanakan sesuatu yang menakutkan padaku?" Tanya Siska yang langsung memeluk Brandon dari belakang, "tuan, aku takut!" ucapnya dengan sangat manja.
"Jangan takut, aku kenal Tatiana itu sudah 12 tahun. Dia bukan orang seperti itu. Sejak dulu dia sangat patuh, sangat penurut. Dia selalu mendengar dan menuruti apa yang aku katakan! sekarang kamu periksa lagi laporan itu. Aku ada urusan sebentar!"
Brandon melepaskan pelukan tangan Siska. Tapi wanita genit itu masih terus merangkul, memeluk Brandon.
"Tuan, tuan tidak mau temani aku sampai makan siang nanti. Tuan pasti akan makan siang dengan nyonya kan? nyonya sudah kembali, tuan tidak mungkin lagi akan makan siang bersamaku"
Brandon melepaskan tangan Siska perlahan, lalu berbalik menatapnya.
"Kenapa bicara seperti itu? aku sudah janji padamu kan? aku akan selalu makan siang denganmu mulai sekarang. Aku akan pastikan kamu menjaga pola makan dengan baik, tidak sampai sakit seperti sebulan yang lalu. Oke!"
Siska tersenyum, dan mengecup pipi Brandon. Dan pria yang sudah beristri itu pun bahkan tersenyum dan terlihat senang.
"Aku akan cepat kembali!"
"Iya, aku akan menunggu!"
Jika Yuli melihat kejadian ini, dia benar-benar akan menjambakk rambut Siska tanpa ampun. Seperti yang pernah dilakukan oleh Tatiana dulu, ketika Evan memukul Yuli. Dia menarik Evan dan menamparr pria itu dengan sangat kencang. Intinya, keduanya tidak tahan kalau sahabat mereka disakiti orang yang mereka perduli kan.
Brandon keluar dari ruangan itu dan pergi ke ruangan Lulu. Pria itu pikir, istrinya ada di ruangan Lulu dan bekerja disana. Karena ruangan Lulu kan juga lumayan besar.
Brandon membuka pintu tanpa mengetuknya.
Ceklek
"Sayang..."
Lulu yang melihat Brandon, segera berdiri dari duduknya.
"Tuan"
Brandon tidak melihat keberadaan Tatiana, dia menoleh ke arah Lulu.
"Mana Tatiana?"
"Nyonya bekerja di ruangan istirahatnya, tuan...!"
Bahkan belum selesai Lulu bicara, Brandon sudah keluar dari tempat itu tanpa menutup pintu. Lulu mendengus pelan.
"Huh, dulu waktu susah saja, kemana-mana menempel pada nyonya. Sekarang perusahaan sudah sebesar ini. Dia... haish, kenapa aku malah membicarakannya. Bikin dosanya berkurang saja!" omel Lulu sambil menutup pintu ruangannya.
Brandon yang sudah sampai di depan pintu ruangan istirahat yang biasa di gunakan Tatiana. Dan lebarnya memang hanya selebar koridor. Segera membuka pintu itu.
Ada satu meja, satu kursi dan Tatiana sedang memeriksa laporan dengan sangat serius.
"Sayang, kenapa bekerja disini?"
Tatiana mendengar itu. Tapi dia tidak ingin menanggapi. Suaminya bertanya kenapa dia bekerja di tempat itu? apa dia lupa, kalau suaminya itu yang memberikan ruang kerjanya, bahkan jabatannya pada Siska. Sekarang malah dengan entengnya bertanya, kenapa bekerja di ruangan sempit itu? bukankah itu konyol?
Melihat Tatiana yang tidak menanggapinya. Brandon semakin mendekat. Dan meletakkan tangannya di atas dokumen yang sedang diperiksa Tatiana.
Tatiana mendengus pelan, tapi dia tetap tidak menanggapi Brandon. Hatinya sedang penuh amarah, dadanya sedang bergemuruh, kalau Brandon cari masalah, mungkin dia tidak akan bisa menahan diri lagi.
"Kamu dengar aku tidak? ini hanya tiga bulan saja. Nanti aku akan kembalikan ruangan itu dan jabatan itu padamu!"
Dalam hatinya, Tatiana ingin sekali memekik.
'Tidak butuh!' dia ingin mengatakan itu, tapi dia masih harus mendapatkan tanda tangan Brandon di surat perceraian. Dia harus menahan dirinya.
"Aku juga akan siapkan ruangan lain untukmu. Yang lebih baik dari tempat ini! Siska kan masih baru. Kamu harus ajari dia tentang proyek Bluemoon. Dia akan jadi penanggung jawabnya. Tapi kamu juga harus membantunya. Ingat bagaimana dulu aku membantumu, mengajarimu, lakukan yang sama untuk Siska!"
Tatiana menghela nafas berat.
"Jadi, maksudmu. Aku yang harus mengerjakan proyek itu, tapi nanti kalau proyek itu sukses. Sekertaris..." Tatiana menjeda ucapannya dan mendesah kasar, "mantan sekertaris mu itu yang akan dapat nama?" tanya Tatiana.
"Dia masih baru Tatiana. Kalau dia berhasil dalam proyek ini, maka tidak akan ada yang meremehkannya!"
Tatiana memalingkan wajahnya dari suaminya.
'Bagus, bagus sekali. Sepertinya aku memang sudah mengambil keputusan yang tepat!' batin Tatiana.
"Ya sudah, kalau sudah selesai silahkan keluar. Aku banyak pekerjaan!"
Brandon diam, dia merasa agak janggal. Tatiana tidak protes sama sekali?
***
Bersambung...
Asal jangan yg mokondo aja, rugi banget ya Yuli.. 🤭
Patut Erick yg konon manusia paling sibuk dengan bisnisnya nyempat²in buat repot² turun langsung membantu Yuli menangani kasus perceraian, ternyata Erick sejak awal sudah menyimpan rasa pada Yuli.. 🤭
Di tambah lagi adegan jatuh 2x, jatuh dalam pelukan, dan jatuh terduduk dalam pangkuan.. Membuat seorang Erick yakin dengan hatinya.. 🤭
Pesona janda emang terdepan ya Mas Erick.. 🤣🤣🤣
terima kasih sampai jumpa lagi
Kalau kau berani, ya hadapi saja sendiri..
Untuk apa kau berlindung di balik sangkar emas mu, jika kau punya kuasa di kota D ini..?!
Kau beraninya hanya mengintimidasi wanita, benar² banci..
Kau yg suka mempermainkan wanita, kau lampiaskan egomu pada istri..
Apa yg di harapkan dari lelaki seperti dirimu sebagai suami..?!
Jika kau merasa hebat, ya hadapi..
Bukan ujug² melampiaskan emosi mu pada anak buah mu, itu sih kau pengecut namanya kau sebagai lelaki..
Jatuh dalam pelukan, lalu jatuh terduduk di pangkuan.. Apakah ini ada unsur kesengajaan, atau emang kebetulan..?🤣🤣
mbaca dari awal sudah kerasa nyeseknya.tatiana bener2 kuat.disingkirkan gegara ada ulet buku nemplok si brandon.suami yang g bisa apa-apa tapi uda banyak tingkah.alurnya sat set.jadi sering nungguin up nya.
terimakasih atas bacaannya yg keren thor.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰 ❤️❤️
ad rasa juga niih ma Yuli ,,
🤭🤭🤭🫣🫣🫣🫣😂😂😂😂
pas tuh ,, 😁😁😁😁
entah mau dihabisin Tantowi
apa dihabisin Erick
itu terserah kak Thor 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
masih perawan ni
eh salah janda yaa..
tapi belum halal oi
begini ni,kalau kelamaan jomblo🤣🤣
btw
amanda mending keluar dr kota itu juga
takut jadi sasaran bales dendam suami nya
eh ralat,mantan
iy mantan yaa 🤣🤣