Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 22
Setelah sampai di depan mobil, Aruni mendapati Alan yang sedang tertidur di dalamnya. Aruni membuka pintu mobil dengan sangat hati-hati dan perlahan agar Alan tak terbangun dari tidurnya.
Secara perlahan, Aruni masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku penumpang di samping Alan. Di pandangi nya Alan yang sedang tertidur pulas atau tidak, Aruni hanya bisa tersenyum sendiri sembari memperhatikan wajah sang kekasih yang sedang ketiduran karena terlalu lama menunggunya datang.
"Aduh kasihan sekali kamu sayang karena harus menunggu aku terlalu lama dan membuat kamu sampai tertidur di sini. Pasti kamu masih mengantuk dan merasa capek sekali karena seharian kemarin sampai tengah malam juga kamu harus menemani aku, dan pagi ini juga kamu harus terburu-buru untuk menjemput aku. Maafkan aku ya sayang, tapi kalau di lihat-lihat kamu ini tambah ganteng deh kalau lagi tertidur begini. Kamu bikin aku jadi makin cinta sama kamu deh, pengen sekali aku kecup bibirmu yang aduhai ketika sedang tertidur begini tapi aku takut membangunkan kamu." Ucap Aruni sendiri dengan suara yang sangat pelan agar Alan tak terbangun dari tidurnya namun sayangnya Alan sadar ketika Aruni sudah masuk ke dalam mobil tapi sengaja pura-pura tertidur saja.
"Kalau kamu mau ya sini sayang, kenapa takut kalau aku bakalan terganggu juga. Aku tak akan merasa terganggu kok malahan aku bakalan senang sekali." Ucap Alan yang mulai membuka kedua bola matanya dan melihat Aruni yang tengah ada tepat di depan matanya, dan dengan senyuman mautnya Alan dan mencoba mendekatkan jarak antara wajahnya dengan wajah Aruni.
"Kamu ini ternyata tidak tidur ya, jadi kamu dengar semua perkataan aku dong?" Tanya Aruni sambil menjauhkan wajahnya dari Alan yang tiba-tiba terbangun dan membuatnya terkejut bahkan sampai pipi yang memerah karena malu sambil dengan refleks memukul kepala Alan tanpa disengaja.
"Aku kesakitan sayang, masa kamu main pukul segala. Sekeras itu lagi kamu pukul kepala aku ya," ucap Alan sambil menggelitiki Aruni sampai Aruni meminta ampun padanya.
"Hahaha hahaha hahaha sayang jangan seperti itu, aku gak kuat sayang. Iya ampun deh jangan begitu lagi, sudah sudah aku gak tahan." Teriak Aruni namun Alan merasa belum puas menjahili Aruni yang juga berlaku jahil padanya.
"Janji ya gak di ulang lagi pukul-pukul nya," lanjut Alan berbicara.
"Iya gak bakalan pukul kamu lagi, tapi udahan dong geli ini ah ." Pinta Aruni agar Alan berhenti.
"Kamu kebiasaan ya main tangan sama aku, nanti aku adukan ke Komnas HAM ya." Jawab Alan sembari melepaskan Aruni dari kejahilannya.
"Memang kasusnya apa?" Tanya Aruni.
"KDRT kekerasan dalam rumah tangga," saut Alan yang langsung memakai pengaman yang ada sampingnya.
"Ini kenapa sih kayaknya punya aku macet deh," ucap Aruni yang masih menarik-narik talinya.
"Sini aku bantu, itu saja gak bisa gimana sih orang kaya," kata Alan sambil membantu Aruni memakaikan tali pengamannya (selftybell).
Selesai memakaikannya secara tak sengaja pandangan Alan dan Aruni kembali bertemu satu sama lain dengan jarak yang cukup dekat, hati Aruni berdebar sangat kencang tak karuan begitupun dengan Alan yang tak tahan dengan wajah Aruni yang begitu menggodanya.
"Aduh kenapa aku jadi begini ya belakangan ini kalau tiap kali berdekatan, dengan jarak sedekat ini dengan Alan dan tak seperti biasanya. Entah kenapa aku merasa senang dan selalu berharap akan melakukan hal yang lebih dari biasanya bersama pria satu ini, tapi gak mungkin dong," bisik hati Aruni yang mulai ingin mencoba sesuatu yang tak biasanya bersama pria tampan di hadapannya ini.
Namun di sisi lain, Alan pun merasakan hal yang sama dan juga pikiran-pikiran nakal Alan mulai merasuki otaknya.
"Aduh Aruni kenapa aku jadi bergairah begini kalau berdekatan dengan kamu ? Aku jadi selalu menginginkan dirimu seutuhnya, bahkan tiap kali berdekatan denganmu aku selalu sulit mengendalikan ***** yang ada dalam diriku sendiri. Seharusnya aku tak seperti ini, tapi kamu benar-benar sangat menggodaku." Pikiran Alan yang mulai menjelajahi seluruh tubuh Aruni, namun...
"Sudah kan," kata Aruni membuyarkan lamunan Alan.
"Iya sayang, sudah kok. Cup cup ," dengan sigap Alan mendaratkan kecupan manisnya di hidung dan bibir Aruni untuk menahan semua rasa yang tertahan di dadanya dan menghilangkan khayalan nakal yang diciptakannya sendiri.
"Kamu ini ya nakal sekali," ucap Aruni seperti kesal namun sebenarnya senang sekali di dalam hati.
"Gak apa-apa lah kan sama pacar sendiri juga, kalau sama pacar orang lain nanti kalau aku begitu ya bisa-bisa marah lah yang punya terus di kekarnya aku pakai bambu runcing seperti kembali ke jaman perang. Terus aku mati gimana ? Siapa lagi yang bakalan bahagiakan kamu?" Oceh Alan agar Aruni tak marah padanya.
"Ya kalau pacar orang pasti marah lah, terus kalau kamu mati juga gak apa-apa karena masih banyak juga yang bakalan gantikan kamu buat bahagiakan aku ya kan?" Jawab Aruni sengaja membuat Alan kesal dan sakit hati.
"Ih kok jahat sekali ya niat kamu, apa benar gak apa-apa kalau aku matinya duluan. Nanti kamu nangis-nangis lagi kalau aku mati." Ujar Alan agar Aruni menarik kembali kata-katanya.
"Ya kan kalau kamu mati aku bisa cari yang baru, gitu saja kok repot !" Jawab Aruni yang membuat Alan menjadi semakin kesal karena jawaban Aruni sana sekali tak ada romantis-romantisnya.
"Ya tahu lah, paham aku kalau Nona besar dan kaya seperti kamu ini pasti banyak yang ngejar lah. Lantas ngapain juga sama aku yang apalah ini tak berdaya, aku hanya orang biasa dan tak seperti kamu yang gampang sekali mencari pengganti aku. Pasti banyak lah pengusaha muda dan kaya raya mau sama kamu dan bakalan rela melakukan apa saja demi mendapatkan kamu." Jelas Alan yang mulai merajuk dan mulai tak percaya diri.
"Ah sayang, kamu kok serius sekali sih. Tadi kan aku cuma bercanda sama kamu, lagian kamu ya sih pakai acara bilang mau mati segala aku kan kesal jadinya." Ucap Aruni sambil memeluk mesra Alan agar tak semakin merajuk dan benar-benar marah nantinya.
"Ya barangkali saja kamu memang berniat begitu, siapa yang tahu kan ?" Lanjut Alan sembari menghidupkan mesin mobil.
"Ya enggak mungkin lah sayang, aku tu cintanya hanya sama kamu seorang tiada yang lain dan bisa menggantikan kamu, bahkan tidak ada yang bisa melebihi kamu sedikit pun. Aku juga gak mau lah kalau kamu mati duluan, nanti kalau kamu matinya duluan aku sedih dong. Atau aku ikut mati sama kamu saja nantinya biar kita sama-sama terus." Rayu Aruni dan jelas saja mampu meluluhkan hati Alan kembali.
"Kamu ini paling bisa ya menarik ulur hati aku, ya sudah kalau gitu kita balik ya. Hari ini kita makan malam bersama ya di rumahku, agar kamu jadi semakin dekat dengan keluargaku." Jelas Alan sambil menginjak gas nya dan mobil melaju cepat.
"Oke. Siapa takut !" Jawab Aruni bersemangat.
mkin seru..???
😊😊
aku slalu setia menunggu😊😊