Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.
Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.
Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.
Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?
Atau mungkin akan saling membenci?
Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!
Happy reading guys!
Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.
Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#21 "Misi Pencarian" Part1
Happy reading guys!
Al segera mendekati benda itu lalu mengambilnya.
Anting istriku." Batinnya lalu memasukkan ke dalam sakunya.
Tuan muda Adriansyah Alrizzi itu langsung tersadar apa yang harus dilakukannya, dia segera menghubungi Rano lalu menceritakan semuanya dari awal hingga akhirnya istrinya menghilang entah kemana.
"Kerahkan seluruh anak buah kita untuk mencari keberadaan istriku dan temukan dia secepatnya!" Perintahnya dengan menekankan kata-katanya.
"Ok siap!" Sahut Rano dari balik teleponnya.
Al langsung memutuskan panggilan suaranya, lalu masuk kedalam mobilnya. Dia segera menyalakan mesin roda empatnya itu, kemudian melajukannya dengan kecepatan tinggi melewati jalanan yang cukup lengang di pagi hari itu. Sepanjang perjalanan Al terus mencoba melacak keberadaan istrinya melalui mikrochip yang sengaja dipasangnya didalam cincin kawin mereka berdua, dan akan selalu saling terhubung kapanpun dan di manapun mereka berada. Setelah cukup lama mengikuti sinyal dari cincin berlian yang dipakai wanita yang sangat dicintainya itu, Al akhirnya menemukan titik lokasi dimana istrinya berada.
Inikan tempat cafe dan karaoke Mami Perez yang menyediakan layanan plus-plus itu. Berarti istriku ada di dalam." Gumamnya dalam hati sambil menggenggam kuat kemudinya, hingga terlihat jelas urat-uratnya di punggung tangannya itu.
Al segera menghubungi Rano dan anak buahnya, lalu memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya. Namun dia tetap membiarkan panggilan suara itu terus tersambung dengan mereka untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkannya tentunya. Setelah itu dia mulai turun dari mobilnya lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam tempat prostitusi yang berkedok karaoke and cafe itu. Ketika berada di dalam Al langsung menerobos masuk ke dalam setiap ruangan yang ada di sana hingga menimbulkan keributan di tempat itu.
"Tuan muda Adriansyah Alrizzi sudah lama kita tidak berjumpa, ada apa gerangan yang membawa anda datang kembali ke sini? Apa anda ingin ditemani oleh wanita yang masih fresh seperti biasanya?" Tanya sang Mami sembari menatap Al dari atas kebawah dengan tatapan tajamnya.
Wanita itu mendapat laporan dari anak buahnya, pengawal dan bodyguardnya bahwa Al mendobrak setiap pintu kamar yang ada di sana karena mencari istrinya, namun dia pura-pura tidak tahu karena sudah bekerja sama dengan seseorang untuk menyembunyikan Arti di tempat yang sulit dijangkau oleh siapapun.
"Aku tidak mau berbasa-basi dengan anda." Tegas Al dengan menekankan kata-katanya." Dimana anda menyembunyikan istriku?" Tanyanya sembari menatap tajam kearah germo tersebut dengan tatapan berapi-api seakan ingin membakar habis tempat itu.
"Istri anda tidak ada disini Tuan Muda yang terhormat." Jawab sang Mami seraya tersenyum smirk kearah Al.
"Jangan menipu saya dengan mulut anda yang berbisa itu, saya bisa saja melaporkan anda ke pihak yang berwajib dengan tuduhan penculikan, perdagangan manusia dan pasal berlapis lainnya." Ujar Al tanpa gentar sedikitpun menghadapi situasi yang pasti akan mengancam nyawanya itu.
Sebab dia sudah di kelilingi oleh para laki-laki berbadan besar anak buah sang Mami, yang siap menghajarnya kapan saja bila mendapatkan perintah dari majikannya itu.
"Anda berusaha mengancam saya Tuan Muda? Itu artinya anda sudah menabuh genderang perang dengan saya, jadi silahkan nikmati sambutan hangat kami kali ini." Ujar sang Mami sembari mengisyaratkan kepada para anak buahnya untuk memberi pelajaran kepada Al.
Tuan Muda ini sudah berani mengusik ketenanganku dalam menjalankan bisnis yang sudah ku geluti sejak lama ini, jadi aku tidak akan segan-segan lagi untuk menghabisinya meskipun dia anak dari salah satu konglomerat yang paling berpengaruh di negeri ini." Batin sang Mami sembari menonton action yang dilakukan anak buahnya.
Al benar-benar sangat kewalahan menangkis serangan bertubi-tubi dari mereka semua, walaupun sebenarnya dia mempunyai ilmu beladiri yang mumpuni. Namun karena kalah jumlah dari lawannya dia akhirnya terhuyung-huyung ke depan, belakang, samping kiri dan kanan. Wajah tampannya itu terjerembab hampir menyentuh lantai, untung saja Rano datang tepat waktu untuk menolongnya.
"Tuan Muda anda baik-baik saja kan?" Tanya Rano dengan sapaan formalnya.
Al menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari topangan Rano.
"Ringkus mereka semua!" Perintah Rano kepada anak buahnya dan polisi berpakaian preman yang ikut bersamanya.
"Geledah tempat ini!" Temukan istriku secepatnya!" Tegas Al dengan menekankan kata-katanya.
"Baik Tuan Muda." Sahut mereka semua serempak sembari menganggukkan kepalanya lalu melakukan tugasnya.
Setelah menangkap semua anak buah sang Mami dan wanita penghibur yang ada di sana. Al, Rano, anak buahnya dan petugas kepolisian sangat terkejut ketika selesai menggeledah setiap ruangan yang ada di sana ternyata tidak ada tanda-tanda keberadaan Arti. Mereka semua segera memeriksa rekaman cctv yang ada sana untuk mencek setiap sudutnya.
"Mami Perez berhasil melarikan diri dan membawa orang yang postur tubuhnya sangat mirip dengan Nyonya Muda, sepertinya dia dibantu oleh orang-orang yang menunggunya di dalam mobil hitam itu." Ujar Rano sambil memainkan jarinya di atas keyboard.
"Coba zoom lagi dua orang yang memakai masker itu." Tunjuk Al sembari menatap ke layar yang ada di depannya.
"Tuan Muda Adriansyah Alrizzi apa anda kenal dengan kedua orang itu?" Tanya polisi yang ikut menatap layar pemantau cctv tersebut.
"Iya, tapi aku belum bisa memastikannya." Jawab Al sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
Rano melirik ke arah Al yang berdiri di sampingnya, dia juga sebenarnya berpikir hal yang sama namun belum bisa memastikannya.
"Baiklah kalau begitu, bila anda sudah bisa memastikannya silahkan hubungi kami segera." Ujar polisi berpakaian preman itu.
"Baik Pak." Al menganggukkan kepalanya lalu menjabat tangan para polisi itu.
Setelah kepergian para polisi itu Al dan Rano kembali memeriksa rekaman cctv itu dengan seksama, untuk memastikan apa yang ada di pikiran mereka berdua.
"Bella dan Bobby!" Seru keduanya lalu menyimpan rekaman cctv itu lewat flashdisk yang di bawa Rano.
Keduanya lalu pergi dari tempat itu menuju rumah pribadi milik Rano.
"Kita lacak plat nomor mobil itu dengan bantuan polisi dan sinyal dari cincin yang dipakai istriku." Perintah Al ketika sampai di rumah sahabat sekaligus asisten pribadinya itu.
Rano menganggukkan kepalanya lalu menyalakan semua layar kaca yang akan di gunakannya untuk melacak keberadaan Arti. Sebagai hacker tentu saja Rano bisa dengan mudah mengakses informasi tentang Bella dan Bobby, begitupula dengan Mami Perez.
Al terus menatap layar yang digunakan Rano tanpa menghiraukan kondisinya sendiri yang sangat kacau karena belum makan, mandi dan istirahat selama masa pencarian wanita yang sangat dicintainya itu.
"Mending Lo istirahat dulu sana! Jangan sampai Lo masuk rumah sakit karena gak perhatiin kesehatan Lo sendiri. Tuan dan Nyonya besar pasti ngelarang Lo buat terus mencari Arti kalau tau kondisi Lo sekarang ini.
Al mendelik tajam ke arah Rano namun tetap melakukan apa yang dikatakan sahabat sekaligus asisten pribadinya itu, sebab dia sudah menganggapnya sebagai saudaranya sendiri.
...*****...
Apakah Al dan Rano bisa menemukan Arti ?
Tunggu saja episode secepatnyaselanjutnya ya.
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian ya, melalui tanda cinta ataupun setangkai bunga mawar merahnya.
See you next time!
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
maaf ya baru mampir..🙏
Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤
Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...
Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢