Dua minggu sebelum pernikahan, dunia Larasati runtuh saat memergoki Arjuna, tunangan sekaligus pacar pertamanya yang ternyata sudah menghamili wanita lain.
Tanpa air mata, Larasati melempar cincin dan membatalkan pernikahan demi harga diri. Namun, pengkhianatan itu justru membawa Larasati ke pelukan Dewa Dirgantara, CEO konglomerat tempatnya bekerja yang siap pasang badan melindunginya.
Sementara itu, Arjuna menyesal bersama selingkuhannya yang tinggal di sebuah rumah kecil.
Sanggupkah Larasati menyembuhkan lukanya demi cinta Dewa? Dan bagaimanakah akhir dari penyesalan sang mantan tunangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umma Khummaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Arjuna terkekeh sumbang, sebuah tawa yang terdengar begitu dingin di telinga Selly. "Anak? Kamu masih berani menjual nama anak setelah apa yang kamu lakukan padaku, Selly? Kamu pikir aku bodoh? Aku tahu betul isi kepalamu yang busuk itu!" Arjuna berjalan mendekat, lalu mencengkeram dagu Selly dengan kasar, memaksa wanita itu menatap matanya yang memerah.
"Kamu sengaja menjebakku, kan? Kamu tahu pernikahanku dengan Larasati tinggal dua minggu lagi! Kamu tahu Larasati itu anak Baskoro, relasi bisnis ayahku yang juga punya pengaruh besar! Kamu sengaja membiarkan dirimu hamil lima bulan agar aku tidak punya pilihan selain menikahimu!" bentak Arjuna.
Selly meringis kesakitan, mencoba melepaskan cengkeraman tangan Arjuna pada dagunya. "Mas, lepas! Ini sakit! Dulu... dulu kamu tidak pernah sekejam ini padaku saat kita kuliah dulu! Kamu bilang kamu menyukai sifatku!"
"Itu dulu, Selly! Saat kita masih sama-sama di kubangan lumpur !" Arjuna menghempaskan wajah Selly hingga wanita itu tersungkur ke bantal. Arjuna berbalik memunggungi Selly, napasnya memburu saat memori kelam masa kuliah mereka berputar kembali di kepalanya.
"Larasati... dia sangat berbeda denganmu," gumam Arjuna lirih, namun suaranya terdengar begitu jelas di keheningan kamar.
"Selama tiga tahun aku pacaran dengan Laras, dia tidak pernah sekalipun membiarkan aku menyentuhnya secara liar. Dia wanita cerdas yang punya prinsip. Dia selalu bilang, Arjuna, hubungan kita harus sehat. Aku menjaga kehormatanku untuk suamiku kelak. Dia punya harga diri yang mahal, Selly!"
Selly yang mendengar nama Larasati disebut-sebut langsung menyunggingkan senyum getir di sela tangisnya. Ia bangkit duduk, menatap punggung Arjuna dengan berani.
"Oh, jadi karena itu kamu berpaling padaku, Mas? Karena Larasati terlalu suci untuk pria penuh nafsu sepertimu?" sindir Selly, suaranya kini tidak lagi serapuh tadi. Ego wanitanya mulai meradang
"Jangan berlagak seolah-olah kamu adalah korban di sini, Mas Juna! Enam bulan lalu di kafe, saat aku menangis karena tidak punya uang untuk bayar kontrakan, siapa yang pertama kali memegang tanganku? Siapa yang membawaku masuk ke dalam kamar kontrakanku dan mengulang semua gaya pacaran bebas kita waktu kuliah dulu? Kamu, Mas! Kamu yang candu dengan apa yang pernah kita lakukan di masa lalu!" Arjuna tersentak, berbalik dengan wajah pias karena skandal kelamnya ditelanjangi oleh Selly.
"Kamu yang tidak tahan dengan prinsip pacaran sehat milik Larasati!" cecar Selly lagi, air matanya mengalir deras namun tatapannya tajam menembus manik mata Arjuna.
"Kamu bertahan dengan Larasati hanya karena gengsi! Karena papamu dan papanya Larasati sama-sama orang kaya, yang punya prinsip gila kalau anaknya harus merangkak dari bawah di perusahaan orang lain, demi anti KKN! Kamu stres harus berpura-pura menjadi manajer yang hebat di depan kolega ayahmu, sementara di belakang Larasati, kamu datang padaku untuk melampiaskan nafsu bejatmu yang tidak bisa dipenuhi oleh Larasati!"
"Diam, Selly! Diam!" teriak Arjuna, wajahnya merah padam karena seluruh isi kepalanya dibongkar habis-habisan.
"Kenapa aku harus diam? Itu kenyataannya, kan? Kita berdua sama-sama berdosa, Arjuna! Bedanya, aku melakukan ini karena aku miskin, aku butuh tiket emas untuk keluar dari penderitaan keluargaku di kampung! Sedangkan kamu? Kamu melakukannya murni karena kamu bajingan yang tidak bisa menahan selangkanganmu!" Selly berteriak histeris, menunjuk tepat ke wajah suaminya.
Arjuna melangkah maju, tangannya mengepal kuat hingga gemetar. Ia ingin sekali menampar mulut tajam Selly, namun sisa akal sehatnya menahan tangannya di udara. Ia memandang Selly dengan tatapan paling menjijikkan yang pernah ada.
"Ya, kamu benar. Aku memang bajingan karena sempat tergiur dengan candu murahan dari wanita sepertimu!" ucap Arjuna dengan suara yang mendadak merendah namun begitu menusuk.
"Dan ini hukuman untukku. Aku harus kehilangan berlian sejati seperti Larasati yang menjaga kesuciannya, hanya untuk terikat seumur hidup di rumah sempit ini bersama rongsokan seperti kamu!" Arjuna menyambar bantalnya dengan kasar, lalu berjalan keluar dari kamar mereka yang dingin, membanting pintu kayu itu hingga berdentum keras, meninggalkan Selly yang langsung ambruk di atas ranjang, menangis sejadi-jadinya meratapi nasib janin di dalam perutnya yang kini harus lahir di tengah badai kebencian.
tadi diawal ngomongnya manis bet ke Selly.
sekarang ditinggal Laras ngomongnya manis ke laras. hadeuh🤭🤭
bagus lah kalian pasang yg cocok sama" bobrok