NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Kehilangan yang Nyata

Angin malam di Desa Sungai Hitam yang biasanya bertiup sejuk kini berubah menjadi deru badai yang membawa bau busuk lumpur rawa dan bangkai lapuk.

Lin Fan berlari secepat kilat menembus kegelapan jalanan desa. Setiap pijakan kakinya di atas tanah meninggalkan retakan kecil berbinar emas, membakar sisa-sisa energi vital dalam tubuhnya demi mencapai kecepatan maksimal.

Sfx: Wuuuush... Khhh!

Layar peringatan transparan di depan pandangan matanya berkedip-kedip merah pekat secara histeris.

[Peringatan Darurat Kategori SS: Integritas Pertahanan Dalam Rumah Terancam]

[Entitas Kuno: 'Sisa Jiwa Siluman Rawa Hitam' (Tingkat Bahaya Bahaya Tinggi)]

[Celah Tercipta: Kerusakan Pasak Sementara Sektor 8 Saat Pengerukan Alat Berat]

[Kondisi Vital Target (Ibu Lin Fan): Menurun Drastis (45% -> 22%)]

[Status Chen Meng & Lin Mei: Terjebak Di Dalam Formasi Kabut Jiwa]

"Bertahanlah! Ibu! Chen Meng! Lin Mei!" jerit Lin Fan di dalam hatinya, giginya berkerotak menahan amarah yang membakar dada.

Apatisme taktis dan logika dingin yang sempat menyelimuti jiwanya akibat peningkatan penyelarasan sistem kini lumat tanpa sisa, digantikan oleh naluri murni seorang anak dan laki-laki yang ingin melindungi keluarganya.

Dari jarak dua ratus meter, Lin Fan melihat rumah tua keluarganya telah diselimuti oleh kubah kabut hitam pekat yang tebal. Kabut itu memancar ke atas bagaikan cakar-cakar raksasa yang mencoba mencengkeram atap rumah. Di udara, terdengar suara tawa melengking memekakkan telinga, bersatu dengan erangan lemah dari dalam rumah.

Sfx: Khehehehe... Khhehehehe...

"Darah keturunan Lin... darah pengikat segel... baunya begitu manis..." gema suara serak memantul dari dalam kabut hitam.

Sfx: BRAAASSSHHH!

Lin Fan tidak memperlambat langkahnya sedikit pun. Ia melompat tinggi melintasi pagar halaman, lalu menerjang masuk menerobos kubah kabut hitam dengan tubuhnya yang membara cahaya keemasan!

"Pagar Iblis: Api Spiritual Pembakar Dosa!" seru Lin Fan murka!

Sfx: BZZZZTTT! FWOOOOSH!

Api keemasan bercampur merah darah meledak mekar dari tubuh Lin Fan saat ia menembus dinding kabut. Kabut hitam yang disentuh oleh api tersebut menjerit histeris dan terurai menjadi jelaga terbakar.

Lin Fan mendarat keras di lantai ruang tamu. Suasana di dalam rumah sangat kacau. Perabotan kayu terbalik dan hancur berkeping-keping.

Di sudut ruangan, Chen Meng memeluk erat tubuh kecil Lin Mei yang menangis histeris. Wajah Chen Meng pucat pasi dengan bekas cakaran ghaib berwarna kehitaman di lengan kirinya. Di tangan kanannya, Chen Meng masih memegang teguh [Batu Penjernih Jiwa] yang memancarkan pendar keemasan tipis—menjadi satu-satunya benteng pelindung yang menahan cakar-cakar ghaib menyerang mereka berdua.

Namun, kondisi paling tragis berada di tengah ruangan.

Ibu Lin Fan terbaring lemas di atas lantai kayu yang dingin. Di atas dada wanita tua itu, berdiri sesosok wujud ghaib yang mengerikan—entitas tanpa bentuk pasti yang menyerupai lumpur hitam pekat bertangan banyak, dengan sepasang mata merah menyala dan mulut penuh taring tajam yang menancap tepat di bagian dada kiri Ibu Lin Fan!

Sfx: Slurrrrpp... Ssssssh...

Entitas itu sedang menyedot [Darah Vital] dan [Jiwa Murni] milik Ibu Lin Fan secara serakah!

"IBU!" jerit Lin Fan dengan mata membelalak merah darah.

"Lin Fan! Tolong Ibumu!" teriak Chen Meng dengan suara serak menangis. "Kreatur ini muncul tiba-tiba dari tanah di bawah lantai kamar saat tanah perbatasan bergetar tadi! Ibumu mementalkan kita berdua dan menahan serangan makhluk itu sendirian!"

Entitas siluman rawa itu memalingkan kepalanya yang berlumuran lumpur hitam ke arah Lin Fan, memancarkan tawa mengejek yang mengerikan.

"Pengikat Kontrak muda..." bisik Siluman Rawa Hitam dengan suara bergema dari banyak tenggorokan. "Kamu terlambat! Jiwa dan darah vital wanita tua ini sudah menyatu dengan rawa hitamku! Jika kamu mencoba memukulku, kamu juga akan menghancurkan sisa jantungnya!"

Lin Fan mengepalkan kedua tangannya hingga kuku-kukunya menancap ke dalam telapak tangan, mengucurkan darah segar.

Ancaman itu benar. Sistem di dalam kepalanya langsung mengonfirmasi situasi mengerikan tersebut.

[Peringatan Sistem: Entitas Telah Melakukan 'Pengikatan Jiwa Parasit']

[Kondisi Vital Ibu Lin Fan: 12% (Kritis Mutlak)]

[Serangan Eksternal Langsung Ke Entitas Akan Memicu Kerusakan Fatal Pada Organ Jantung Target]

"Anak manis..." ejek Siluman Rawa Hitam seraya memperdalam taring ghaibnya di dada Ibu Lin Fan. "Serahkan lontar warisan Kakek Buyutmu dan matikan Pagar Iblis desa ini! Atau ibu tercintamu ini akan mati mendadak menjadi bangkai rawa di depan matamu sendiri!"

Ibu Lin Fan yang sudah berada di ambang kesadaran perlahan membuka matanya yang kabur. Dengan sisa kekuatan terakhirnya, wanita paruh baya itu menatap Lin Fan—bukan dengan rasa takut, melainkan dengan tatapan penuh kasih sayang dan kebanggaan seorang ibu.

"Fan... anakku..." bisik Ibu Lin Fan sangat lemah, suaranya nyaris tenggelam oleh deru angin malam. "Jangan... jangan pernah menyerahkan warisan kakekmu... Jangan biarkan... iblis ini... merusak desa kita..."

"Ibu! Jangan bicara! Aku akan menyelamatkanmu!" jerit Lin Fan, air mata darah mulai menetes dari sudut matanya.

"Ibu sangat bangga... padamu, Fan..." lanjut ibunya dengan senyuman lembut yang amat tulus, meskipun bibirnya sudah membiru pucat. "Lindungi... adikmu... dan Chen Meng..."

"TIDAK! IBU! JANGANN!"

Dalam sepersekian detik yang terasa berjalan sangat lambat, Lin Fan menyadari apa yang akan dilakukan oleh ibunya.

Ibu Lin Fan menggunakan sisa energi kehidupannya yang terakhir untuk secara sengaja menghantamkan dadanya sendiri ke arah depan, memicu detonasi mandiri pada energi [Batu Penjernih Jiwa] kecil yang selama ini tersimpan di dalam kalung lehernya!

Sfx: DUUUUUUUMMMMM!

Sebuah pendar cahaya putih murni meledak dari dada Ibu Lin Fan!

Explosi energi suci itu menghantam tepat di mulut dan mata Siluman Rawa Hitam, memutuskan ikatan parasit ghaib tersebut secara paksa!

Sfx: ARRRRGGGHHHH! MAKLUK SIALAN!

Siluman Rawa Hitam menjerit histeris saat wajah dan taring ghaibnya terbakar hangus oleh ledakan jiwa murni tersebut. Tubuh lumpur hitamnya terlempar ke belakang, terlepas dari dada Ibu Lin Fan!

"IBUUUU!"

Lin Fan melesat bagaikan bayangan, menyambar tubuh ibunya yang terkulai lemas sebelum jatuh menghantam lantai.

Lin Fan merangkul tubuh ibunya yang sudah terasa sangat dingin. Tangannya memegangi dada ibunya, menyuntikkan seluruh sisa energi vital keemasan dari sistem ke dalam tubuh ibunya secara gila-gilaan!

Sfx: Bzzzt! Bzzzt! Bzzzt!

[Mengalirkan Energi Vital: 10%... 20%... 50%... 100%!]

[Peringatan: Gagal! Sistem Jiwa Target Telah Terputus Permanen!]

[Kondisi Vital Ibu Lin Fan: 0%]

[Detak Jantung: Berhenti]

"Tidak... Tidak! Jangan bercanda, Sistem!" jerit Lin Fan histeris, menyalurkan energi hingga telapak tangannya mengeluarkan asap panas dan kulitnya terkelupas! "Terima semua uangku! Ambil semua umurku! Selamatkan ibuku! SISTEM, AMBIL APA SAJA!"

[Sistem Pagar Iblis Tidak Dapat Mengembalikan Jiwa Yang Telah Melepaskan Diri Dari Raganya]

[Peringatan: Proses Kematian Target Telah Sempurna]

Layar sistem meredup menjadi warna kelabu hampa.

Di dalam dekapan Lin Fan, wajah ibunya tampak sangat tenang, tersenyum lembut dalam kedamaian abadi, bebas dari segala penderitaan dan beban hidup yang menderanya selama bertahun-tahun.

"Ibu..." bisik Lin Fan dengan suara yang mendadak patah dan hampa. Air matanya menetes deras membasahi pipi pucat ibunya.

Chen Meng yang menyaksikan hal itu menjerit histeris sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan, air matanya membanjiri wajahnya. Lin Mei yang masih sangat kecil memeluk erat tubuh kakaknya dari belakang, menangis meraung-raung memanggil ibunya.

"Khehehehe! Wanita tua bodoh!" Siluman Rawa Hitam yang wajahnya setengah terbakar kembali bangkit merangkak di atas plafon rumah, mata merahnya memancarkan kegilaan. "Dia mengorbankan jiwanya sendiri! Sekarang, giliran kalian bertiga yang akan menjadi santapanku!"

Sfx: Wuuuust!

Siluman Rawa Hitam meluncur turun dari plafon dengan belasan cakar lumpur tajam terentang, mengarah lurus ke leher Chen Meng dan Lin Mei!

Di saat yang bersamaan...

Dunia di sekitar Lin Fan mendadak berhenti berputar.

Suara tangisan Lin Mei, jeritan Chen Meng, dan raungan Siluman Rawa Hitam seketika lenyap dari pendengarannya.

Lin Fan meletakkan tubuh ibunya secara perlahan dan lembut di atas lantai kayu. Ia berdiri tegak secara perlahan.

Ketika ia berbalik menghadapkan tubuhnya ke arah Siluman Rawa Hitam, atmosfer di dalam rumah tua itu mendadak hancur total.

Sfx: KRAAAAAAAAACK!

Bukan lagi warna emas suci, dan bukan lagi pendar merah membara biasa. Dari dalam pori-pori kulit Lin Fan, meluap keluar [Aura Kegelapan Pembunuh Mutlak] yang begitu pekat dan berat hingga membuat lantai kayu di bawah kakinya hancur menjadi bubuk kayu dalam radius dua meter!

[Deteksi Fluktuasi Mental Pemilik Kontrak: Tingkat Emosi Melewati Batas Maksimum!]

[Penyelarasan Pagar Iblis Melonjak Secara Paksa: 42% -> 60%!]

[Mode Hukuman Iblis Pembantai: AKTIF!]

[Efek: Menghapuskan Seluruh Batasan Konsumsi Energi Vital / Kekuatan Serangan Ditingkatkan 500%]

Manik mata Lin Fan berubah total menjadi warna hitam pekat tanpa putih mata sedikit pun, dengan pupil merah menyala bagaikan inti gunung berapi yang hendak meledak!

Siluman Rawa Hitam yang sedang meluncur di udara mendadak menghentikan gerakannya di tengah jalan. Ketakutan naluriah yang belum pernah ia rasakan selama ribuan tahun mendekam di rawa-rawa tua mendadak merasuki seluruh keberadaannya!

"Ini... Ini bukan energi manusia!" jerit Siluman Rawa Hitam ketakutan setengah mati, mencoba menarik kembali cakar-cakarnya untuk kabur. "KAU... KAU APA?!"

Lin Fan bahkan tidak menjawab. Ia hanya mengulurkan tangan kanannya ke udara.

Sfx: BARRR!

Sebuah cakar raksasa transparan berwarna hitam keemasan mencengkeram leher Siluman Rawa Hitam di udara secara langsung!

Sfx: Crrrrush!

"AAAGGGHHH!" Siluman Rawa Hitam menjerit histeris saat tubuh ghaibnya yang tebal diremukkan bagaikan serangga kecil dalam genggaman cakar Lin Fan!

"Kamu... merusak rumahku," kata Lin Fan. Suaranya bukan lagi suara pemuda dua puluh satu tahun, melainkan gema ganda dari kedalaman neraka yang membuat seluruh dinding rumah bergetar hebat.

"Kamu... menyentuh ibuku."

Lin Fan menarik tangan kanannya ke belakang, lalu menghantamkan Siluman Rawa Hitam ke lantai kayu dengan kekuatan membunuh yang teramat dahsyat!

Sfx: DUUUUUUUUUUUMMMMMMMMMMMM!

Lantai rumah jebol! Tanah di bawah rumah ambles sejauh tiga meter membentuk kawah lingkaran sempurna!

Siluman Rawa Hitam memuntahkan cairan ghaib hitam pekat, seluruh struktur fisiknya retak-retak memancarkan cahaya keemasan yang membakar dari dalam!

"Ampuni aku! Pengikat Kontrak! Ampuni akuuu!" jerit monster itu memohon-mohon histeris di dalam kawah tanah.

Lin Fan melangkah perlahan ke tepi kawah. Matanya yang hitam pekat menatap entitas itu tanpa sedikit pun celah kemanusiaan tersisa.

"Tidak ada ampunan di dalam Pagar Iblismu," kata Lin Fan mutlak.

Lin Fan menghentakkan kakinya ke tanah.

"Api Spiritual: Pembakaran Tiga Alam!"

Sfx: FWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOSH!

Lautan api hitam keemasan meledak dari dasar kawah tanah, melahap Siluman Rawa Hitam secara utuh! Jeritan melengking monster itu bergema selama beberapa detik sebelum akhirnya hancur total berubah menjadi abu ghaib yang sirnah ditiup angin, tanpa menyisakan satu sel pun di alam semesta!

[Entitas 'Sisa Jiwa Siluman Rawa Hitam' Telah Dimusnahkan Sempurna]

[Pengalaman Diterima: 50.000 Poin Energi]

[Pagar Utama Tahap 3 Memperbaiki Celah Sektor 8 Secara Otomatis]

Kubah kabut hitam di luar rumah seketika menyusut dan lenyap tanpa sisa. Cahaya bulan malam kembali menyinari ruang tamu rumah tua keluarga Lin yang kini telah hancur porak-poranda.

Lin Fan berdiri terdiam di tepi kawah. Aura hitam pekat yang menyelimuti tubuhnya perlahan-lahan menyusut, mengembalikan warna matanya menjadi normal.

Sfx: Thump...

Lin Fan jatuh berlutut di atas lantai kayu yang retak. Kekuatan dahsyat dari [Mode Hukuman Iblis] perlahan memudar, meninggalkan rasa hampa yang amat dingin dan pekat di dalam dadanya.

Ia menoleh secara perlahan ke arah tubuh ibunya yang terbaring tenang di sudut ruangan, di mana Chen Meng dan Lin Mei sedang menangis memeluk jasad wanita tersebut.

Dunia yang berusaha ia lindungi dengan segala cara... pada akhirnya harus memakan bayaran paling mahal dalam hidupnya: rasa kehilangan yang nyata dan tak akan pernah bisa kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!