10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TUKANG SENJATA
...----------------...
Chat regional system.
(X : siapa bagi bagi senjata? Gw mau dong.)
(Y : dikata badan amal bagi bagi segala.)
(Z : tau dah. Random.)
(X : asli gw butuh senjata jarak jauh. Gw cuma punya lembing.)
(Y : lembing juga bisa buat jarak jauh. Asal lo bener ngelempar nya.)
(X : gw gak kuat lempar jauh.)
(Y : makanya ada yang namanya BELAJAR dan LATIHAN. Jangan manja. Lo manja, lo mati.)
Aku hanya membacanya. Gak minat nanggepi lagi.
...----------------...
Chat ke mas ben.
(Aku : tumben gada kabar. Sibuk banget?)
(Ben : sori sayang. Aku lagi bikin desain kapal. Sama desain perangkap hewan buat dipasang di sekitar rumah. Kamu gimana hari ini?)
(Aku : baik baik aja. Abis main di laut. Trus nebang pohon kelapa. Trus tadi ngasi crossbow sama anak baru lulus smu, gagal naik level 3. Mental & adaptasinya kurang. Gak bisa tempur.)
(Ben : sayang punya crossbow?)
(Aku : dikasi yangkung. Punya katana juga dari yangkung.)
(Ben : yangkung kamu luar biasa!)
(Aku : mas mau crossbow? Aku beli penduplikat di market system, dapet 10.)
(Naya mengirim 1 crossbow)
(Ben : keren loh sayang. Kokoh. Ini ada nama yangkung dibadannya. Ditambah ada nama kamu.)
(Aku : iya. Barang lama itu aslinya, tapi yangkung telaten ngrawatnya. Udah kuminta sejak smp. Baru dikasi pas mau ke sini.)
(Ben : berapa senjata yang kamu kuasai nay?)
(Aku : hhmm.. Aku bisa nembak pakai crossbow sampe 50m, bisa lempar lembing sampe jarak 20m, bisa pake katana. Selama ada alat yang bisa jadi senjata, aku pelajari.)
+Ben : tangguh emang nayku ini. Gak ada lawannya.)
(Aku : ah udah ah. Aku mau masak dulu. Tar aku kirim ya. Ditunggu ya mas.)
(Ben : iya sayangku.)
...----------------...
Aku mulai memasak nasi. Lauknya lobster bakar.
Yummy.
Kuberi siraman saus tomat dan cabai yang kuberi tetesan penyedap rasa hadiah system semalam.
Hasilnya woow.. Gw akui jadi nikmat banget ini sih!
1 porsi kukirim ke mas ben.
Lalu aku bersiap untuk menyantapnya juga.
Notif chat mas ben.
(Ben : naya.. Sumpah enak banget. Kamu bisa nemu lobster aja udah hebat banget, trus saosnya bikin nagih. Sumpah! Gak bisa lagi mas makan ransum darurat ini sih.)
(Aku : hahaha.. Iya mas. Selamat makan. Aku udah laper ini.)
(Ben : hehehe.. Iya sayang. Selamat makan juga.)
...----------------...
Notif chat dari penyintas X.
(X : haloo.. saya mau minta tolong dong.)
(Aku : kamu siapa? Dari mana?)
(X : nama saya raras, dari kota jaya.)
Aku terdiam, ini raras yang naksir mas ben itu?
(Aku : oh. Ada apa?)
(Raras : saya dapet info kamu bisa ngirim senjata. Saya butuh juga.)
(Aku : kamu gak punya senjata? Kamu level berapa?)
(Raras : saya simpen senjata yang dari tentara aja. Saya lv2. Kesulitan buat naik lagi.)
(Aku : kamu gak bisa tarung?)
(Raras : gak bisa. Saya emang hobi gym, tapi gak bisa tarung.)
(Aku : selain dari tentara, gak bawa senjata lainnya?)
(Raras : ga ada. Saya pikir di planet ini kayak di bumi, disatuin dalam satu wilayah. Ternyata dipisah pisah. Ngerepotin emang.)
(Aku : kalo ga bisa pake senjata, gimana kamu belajarnya?)
(Raras : saya mau kok belajar. Tolongin dong.)
(Aku : wait. Aku cek dulu.)
...----------------...
Chat ke mas ben.
(Aku : mas, raras yang rekan kerjamu minta dikirim senjata. Gimana?)
(Ben : raras? Kok bisa chat kamu yang?)
(Aku : ada yang bilang di chat regional kalo aku bagi bagi senjata.)
(Ben : bukannya mas gimana ya, yang. Raras itu rada licik. Pinter emang, tapi manipulatif juga. Mental dia kayaknya kuat kalo urusan labrak labrakan. Dia bisa jadi bunglon disekitar orang lain. Mas gak yakin kalo dia cuma modal senjata dari tentara, pasti dia punya yang lainnya. Dia cuma mau nimbun. Mas inget dulu dia pernah pamer ke temen satu divisinya kalo dia punya pistol. Mas dulu anggep dia ngebual doang, tapi sekarang gak yakin. Bisa jadi emang dia punya.)
(Aku : enaknya gimana ya mas buat nolak. Dia lagi nunggu tuh.)
(Ben : tanya skill dia apa. Suruh pake skillnya sampe pinter.)
(Aku : ok mas.)
...----------------...
Chat ke raras.
(Aku :kamu punya skill apa?)
(Raras : skill khusus saya ruang.)
(Aku : skill tambahan gak punya?)
Dia agak lama tak menjawab.
(Raras : gak ada.)
(Aku : kamu selama ini sejak mendarat udah usaha apa aja biar level up dan skill up?)
(Raras : hmm.. Saya barter barang aja. Sama keliling pulau. Olahraga.)
(Aku : di sini bukan pasar. Usaha bukan sekedar barter barang, keliling pulau sama olahraga, harus ada usaha lain juga biar bisa bertahan.)
(Raras : ini makanya saya usaha minta bantuan ke kamu.)
(Aku : usaha itu dimulai dari diri sendiri, bukan ngandelin orang lain loh. Gimana sih mikirnya.)
(Raras : ya kan tadi saya bilang, saya kira bakalan tinggal di area yang sama. Saya kenal soalnya sama yang bisa bela diri, temen kerja saya. Gak tau aja malah kepisah gini. Padahal saya yakin kalo bareng dia saya bakalan aman.)
(Aku : itu berarti kamu gak da persiapan, niatnya mau ngandelin orang lain. Jangan mikir cuma 1 kemungkinan, mikirnya beberapa kemungkinan. Lucu loh, kamu cerdas makanya bisa kepilih, tapi kamu ini gak mikirin dari awal segala kemungkinan. 6 hari kemarin juga santai aja kan. Kenapa sekarang malah minta senjata ke aku?! Aku bukan gudang senjata.)
(Raras : ah udah lah. Percuma minta sama kamu. Segitu aja perhitungan banget.)
(Aku : kebalik hei! Aku yang bakal percuma ngasi ke situ. Sori ya. Bye.)
...----------------...
Chat mas ben.
(Aku : mas. Udah kutolak. Kuomelin, soalnya nyolot dia.)
(Ben : bagus sayang. Dia emang suka playing victim. Udah jangan ladeni lagi.)
...----------------...
Notif chat dari penyintas X.
(X : selamat siang kak. Saya irma, dari kota raja. Saya lv3. Saya pengguna senjata panahan. Tapi panahan saya rusak. Bisa kaka tolong saya?)
(Aku : kamu bisa pake senjata apa aja selain panahan?)
(Irma : Saya pernah juara panahan. Pernah belajar bela diri tangan kosong, tapi cuma sebentar. Crossbow juga saya biasa pakai. Tapi saya gak punya itu karena dulu biasanya minjem punya pelatih saya.)
(Aku : sini kirim panahan kamu sama anak panahnya. Saya bantu perbaiki.)
(Irma mengirim busur panah)
(Aku : kalo bisa saya perbaiki nanti saya balikin lagi ke kamu.)
(Irma : makasih banget kak. Nama kakak siapa?)
(Aku : saya naya. Siapin aja barang yang kamu bisa kasi ke saya buat barter. Saya gak bantu secara gratisan ya. Prosesnya juga pake poin system dan material saya.)
(Irma : baik kak naya. Maaf kak, saya jadi ngerepotin.)
(Aku : iya gak papa.)
...----------------...
Aku membawa busur panah patah dan anak panah milik irma ke bengkel.
"Celia, kalo aku mau benerin ini bisa kan ya?"
"Bisa naya. Kamu cek aja materialnya di layar hologram."
Aku menyentuh layar hologram.
Tertera material untuk perbaikan busur panah.
"Aku punya materialnya gak?"
"Ada naya."
"Ok. Tolong diproses ya celia. Lalu upgrade sama 10 anak panah."
"Baik naya."
Dalam sekejap, busur kembali utuh beserta 10 anak panah. Setelah upgrade, keduanya nampak lebih bagus dari sebelumnya.
(Naya mengirim 1 crossbow, 1 busur panah dan 10 anak panah)
(Irma : kak nay. Makasiiih banget. Aku udah putus asa kemarin gara gara senjata ku rusak. Ternyata ada kak nay yang bisa bantuin aku. Malah busurku jadi lebih kokoh dari sebelumnya, anak panahnya jadi nambah. Sampe dikasi crossbow juga.)
(Aku : iya. Gunakan sebaik mungkin.)
(Irma : trus kakak gimana besok? Aku kirim ya kak buat barternya. Maaf gak banyak. Dan maaf bukan material senjata, cuma makanan. Bawa dari bumi.)
(Irma mengirim 2 pepaya, 2 ikat rambutan, 15 jambu air, 5 jagung, 5 ubi)
(Aku : makasih ya kirimannya. Kamu jangan kuatirin aku. Aku bisa pakai segala macam senjata.)
(Irma : kak naya level berapa?)
(Aku : lv4.)
(Irma : wow.. Katanya susah ya nyampe lv4. Hebat kak.)
(Aku : usaha keras. Harus itu.)
(Irma : Pasti kakak dari di bumi emang udah jago. Salut kak salut banget.)
(Aku : hhmm.. Buktiin aja kamu bisa bertahan. Suatu hari nanti kita bisa ketemu. Jangan berhenti level up dan skill up. Btw skill tambahan kamu apa?)
(Irma : skill pertarungan sama kecepatan kak.)
(Aku : bagus itu skillnya, upgrade terus, jangan sia sia kan. Kalo mentok pake usaha fisik, manfaatin poin system kamu.)
(Irma : iya kak. Sekarang aku punya motivasi tambahan buat bertahan. Aku harus ketemu kak naya.)
...----------------...
Yes! Mayan kan dapet bahan makanan dan buat ditanem. Bisa nambah nih isi kebunku. Hahaha...
Thanks to yangkung buat ilmu bercocok tanamnya.
...----------------...