NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 Memohon Pada Sean

....

"Aku tidak mengizinkan kamu pulang, jadi tetap di sini," ucap Sean, mengeratkan kedua tangannya yang membelit perut Ara ketika dia akan tetap pergi.

"Kau tidak bisa memerintah diriku, Tuan Muda. Aku bukan karyawan ataupun pelayanmu," ucap Ara dengan tatapan tegas menatap Sean yang duduk memangkunya.

"Tapi kamu adalah milikku. Sekali aku bilang tinggal, maka kamu harus di sini," pernyataan tegas Sean.

"Ayang, Ara pengen pulang," rengek Ara, langsung kembali ke setelan awalnya.

"Nanti, Baby. Aku masih ingin memelukmu," ucap Sean, meletakkan dagunya di pundak Ara.

"Ayang kan udah peluk Ara sampai kaki kesemutan, lalu kenapa masih pengen peluk?" pertanyaan Ara.

"Karena aku masih merindukanmu, Baby," ucap Sean, memeluk Ara yang seolah obat bagi lelahnya.

"Dulu aku bertanya-tanya kenapa Ayah begitu tega mengekang Ibu agar terus berada di dekatnya. Ternyata, melihat orang yang kita cintai bersama orang lain memang sangat menyakitkan," batin Sean, mengelus-elus tangan Ara.

"Tapi Ara mau pulang," kata Ara, bersandar ke dada Sean.

"Iya, aku akan mengantar," kata Sean.

"Ara bisa pulang sendiri, kok. Lagian Ara juga bawa mobil," kata Ara dengan senang karena Sean akhirnya membiarkan dia pulang.

"Aku yang akan mengantarmu," ucap Sean, memakai jasnya lalu mengajak Ara keluar ruangan.

Begitu keluar dari ruangan, Ara langsung bersembunyi ke belakang punggung Sean melihat bodyguard, asisten, bahkan banyak sekali karyawan Sean yang bekerja satu lantai dengan ruangan Sean.

Ara jadi teringat hal memalukan yang dia lakukan. Rasa cemburu telah membuatnya melupakan keadaan hingga tantrum di tengah orang ramai.

"Ayang, dia menertawakan Ara," rengek Ara dari balik punggung Sean, mencondongkan kepalanya sedikit menatap Bimo yang menyemburkan tawa.

Dari puluhan orang, hanya Bimo yang menyemburkan tawa saking tidak kuatnya.

Sean langsung menampar lengan Bimo dan memelototinya.

"Maafkan aku, Boss," kata Bimo, menutup mulutnya yang lagi-lagi tertawa melihat wajah Sean yang sama menahan tawa dengannya.

"Sekali lagi kau tertawai pacarku, aku jahit mulutmu, Bim," peringatan Sean setelah beberapa saat dengan wajah cool-nya.

"Ayo pulang," ajak Sean, memegang tangan pacar kecilnya dan mengajak berjalan.

"Wekkkkk." Ara yang berjalan dengan sebelah tangan dipegang Sean menatap ke belakang dan mencibir pada Bimo yang dimarahi Sean.

Tawa yang sedari tadi ditahan orang-orang lepas melihat pacar kecil Tuan Muda yang sangat nakal dan sering tantrum itu.

"Ayang, nanti di lantai dasar banyak yang menertawakan Ara," kata Ara yang berdiri memeluk sebelah lengan Sean di dalam lift.

"Dengar, Baby, tidak ada yang akan berani menertawai pacarku. Aku menjamin itu, jadi kamu cukup berjalan santai, tidak perlu memikirkan mereka," kata Sean, mengelus kepala Ara.

"Beneran nggak ada yang bakalan menertawakan Ara?" tanya Ara yang diangguki Sean.

Begitu keluar lift, Ara berjalan santai memeluk lengan Sean dengan manjanya, mengalihkan perhatian banyak orang.

"Ayang, Ara seneng banget, seminggu lagi Daddy bakalan pulang dari luar negeri," cerita Ara.

"Mmmmh, setelah orang tuamu pulang, jangan lupakan aku," ucap Sean pada Ara yang selama 3 minggu ini selalu datang padanya jika merasa kesepian.

"Mana mungkin Ara lupain Ayang, Ara cinta sama Ayang," kata Ara dengan senyum lebarnya.

"Ehhhh, ini di rambut Ayang ada apa?" kata Ara, berhenti berjalan merapikan rambut Sean begitu pria itu menunduk.

"Apa?" pertanyaan Sean, mengulum senyum. Ara adalah tipe wanita yang selalu memberikan perhatian-perhatian kecil, mungkin itulah yang membuat Sean cepat jatuh cinta padanya.

"Seperti potongan kertas," kata Ara, kembali merapikan rambut Sean.

"Ayo kita pulang," senang Ara dengan ceria berjalan memeluk lengan Sean.

"Baby, nasi gorengnya enak," kata Sean yang membuat Ara langsung menoleh menatapnya.

"Nasi goreng apa?" tanya Ara, pura-pura lupa.

"Nasi goreng yang tadi kamu bawakan untukku," ucap Sean, membuka pintu mobil untuk Ara tanpa membiarkan bodyguard yang melakukannya.

"Terus mobil Ara gimana?" pertanyaan Ara yang ragu untuk masuk.

"Sini kuncinya, bodyguard akan membawanya," ucap Sean, memberikan kunci mobil Ara kepada bodyguard.

Setelah Ara dan Sean duduk, bodyguard menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.

"Ayang, kenapa masih makan makanan dalam kotak itu? Kan udah Ara tendang tadi," ucap Ara dengan suara kecil.

"Kan tidak tumpah, jadi masih bisa dimakan walaupun udah jadi nasi campur," ucap Sean terkekeh di akhir kalimatnya.

"Habis Ara kesel," gerutu Ara ketika teringat perkataan-perkataan menyakitkan yang didengarnya.

"Lain kali cukup dengarkan aku, jangan dengarkan orang lain, Okey, Baby," ucap Sean yang diangguki Ara.

"Okey, Ayang," patuh Ara.

"Anak baik," ucap Sean mengelus-elus kepala Ara.

"Ayang kaya banget, ya," kata Ara setelah cukup lama diam.

"Kayak Sultan, bisa menghidupi 10 istri," kata Ara yang tidak menyangka kalau Sean adalah pemilik perusahaan besar itu.

Ara pikir Sean hanya bekerja di sana.

"Benarkah?" pertanyaan Sean, mengulum senyum.

"Tapi Ayang nggak boleh punya wanita lain," ucap Ara yang langsung cemberut.

"Loh, tadi katanya 10 istri?" tawa Sean melihat Ara yang langsung bad mood.

"Mmmh, Ara nggak mau ada saingan. Ayang punya Ara aja," kata Ara memeluk Sean dan menyandarkan kepalanya di dada Sean.

"Pacar kecilku yang manja," ucap Sean.

Beberapa hari berlalu.

Tok.

Tok.

"Permisi, Tuan Muda. Nona Shania ingin bertemu," ucap sekretaris Sean.

"Suruh dia masuk." Sean menutup berkas yang sedang dibacanya.

"Selamat siang, Sean!" sapa Shania begitu masuk.

"Siang," jawab Sean singkat, menatap Shania yang berdiri di depan mejanya.

"Duduklah," kata Sean menatap wanita anggun dan paling menguasai tata krama itu.

"Ada apa?" pertanyaan Sean.

"Sean, aku ingin meminta tolong, tapi kamu akan mendapatkan keuntungan juga nantinya," ucap Shania menunjukkan proposal yang dibawanya.

"Dengan membantu membiayai proyek ini, kamu bisa mendapatkan keuntungan 45%. Aku mohon bantu aku. Proyek ini sedang berjalan, namun beberapa investor tiba-tiba menarik aliran dana mereka," ucap Shania dengan wajah memohonnya.

"Apa dalam kontrak perjanjian di perusahaanmu tidak menyatakan bahwa aliran dana tidak bisa ditarik secara sepihak? Bagaimana mungkin investor bisa melakukan itu?" pertanyaan Sean membaca proposal yang Shania bawa.

"Mereka tidak menarik dana yang sudah masuk, tapi menghentikan dana lanjutan sehingga membuat proyek ini tersendat," jujur Shania.

"Berarti proyek ini bermasalah?" tanya Sean to the point, meletakkan proposal yang Shania bawa.

"Sean, aku mohon bantu aku," kata Shania memegang tangan Sean di atas meja.

"Aku akan melakukan apa saja. Aku mohon perusahaan keluargaku bisa bangkrut jika mega proyek ini gagal," mohon Shania menahan air mata.

Ceklek.

"Ayang! Aku datang."

Sean langsung menarik dengan cepat tangannya yang dipegang Shania begitu Ara membuka pintu.

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!