" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 memohon pada Sean
Baca episode sebelumnya ada beberapa tambahan part.
..........
" Aku tidak mengijinkan kamu pulang jadi tetap disini " ucap Sean mengeratkan kedua tangannya yang membelit perut Ara ketika dia akan tetap pergi .
" Kau tidak bisa memerintahku tuan muda, aku bukan karyawan ataupun pelayanmu " ucap Ara dengan tatapan tegas menatap Sean yang duduk memangku nya .
" Tapi kamu adalah milikku, Sekali aku bilang tinggal maka kamu harus disini " pernyataan tegas Sean .
" Ayang, Ara pengen pulang " rengek Ara langsung kembali ke stelan awalnya .
" Nanti Baby aku masih ingin memelukmu" ucap Sean meletakkan dagunya di pundak Ara .
" Ayang kan udah peluk Ara sampai kaki kesemutan lalu kenapa masih pengen peluk?" pertanyaan Ara.
" Karena aku masih merindukan mu Baby " ucap Sean memeluk Ara yang seolah obat bagi lelahnya .
" Dulu aku bertanya-tanya kenapa Ayah begitu tega mengekang Ibu agar terus berada didekatnya, ternyata melihat orang yang kita cintai bersama orang lain memang sangat menyakitkan" batin Sean mengelus-elus tangan Ara .
" Tapi Ara mau pulang " kata Ara bersandar ke dada Sean .
" Iya, Aku akan mengantar " kata Sean .
" Ara bisa pulang sendiri kok, lagian Ara juga bawa mobil " kata Ara dengan senang karena Sean akhirnya membiarkan dia pulang .
" Aku yang akan mengantarmu" ucap Sean memakai jas nya lalu mengajak Ara keluar ruangan .
Begitu keluar dari ruangan Ara langsung bersembunyi kebelakang punggung Sean melihat bodyguard, asisten bahkan banyak sekali karyawan Sean yang bekerja satu lantai dengan ruangan Sean .
Ara jadi teringat hal memalukan yang dia lakukan, rasa cemburu telah membuatnya melupakan keadaan hingga tantrum ditengah orang ramai .
" Ayang, dia ketawain Ara " rengek Ara dari balik punggung Sean mencondongkan kepalanya sedikit menatap Bimo yang menyemburkan tawa .
Dari puluhan orang hanya Bimo yang menyemburkan tawa saking tidak kuatnya.
Sean langsung menampar lengan Bimo dan mempelototi nya .
" Maafkan aku Boss" kata Bimo menutup mulutnya yang lagi-lagi tertawa melihat wajah Sean yang sama menahan tawa dengan nya .
" Sekali lagi kau tertawai pacarku, Aku jahit mulutmu Bim " peringatan Sean setelah beberapa saat dengan wajah cool nya.
" Ayo pulang " ajak Sean memegang tangan pacar kecilnya dan mengajak berjalan.
" Wekkkkk" Ara yang berjalan dengan sebelah tangan dipegang Sean menatap kebelakang dan mencibir pada Bimo yang dimarahi Sean .
Tawa yang sedari tadi ditahan orang-orang lepas melihat pacar kecil tuan muda yang sangat nakal dan sering tantrum itu .
" Ayang nanti di lantai dasar banyak yang ketawain Ara" kata Ara yang berdiri memeluk sebelah lengan Sean di dalam lift .
" Dengar Baby, tidak ada yang akan berani menertawai pacarku, aku menjamin itu jadi kamu cukup berjalan santai tidak perlu memikirkan mereka" kata Sean mengelus kepala Ara.
" Beneran nggak ada yang bakalan menertawakan Ara?" tanya Ara yang diangguki Sean .
Begitu keluar lift Ara berjalan santai memeluk lengan Sean dengan manjanya mengalihkan perhatian banyak orang .
" Ayang, Ara seneng banget seminggu lagi Daddy bakalan pulang dari luar negeri" cerita Ara .
" Mmmmh, setelah orang tuamu pulang jangan lupakan aku " ucap Sean pada Ara yang selama 3 minggu ini selalu datang padanya jika merasa kesepian .
" Mana mungkin Ara lupain Ayang, kan Ara cinta sama Ayang " kata Ara dengan senyum lebarnya.
" Ehhhh, ini di rambut Ayang ada apa?" kata Ara berhenti berjalan merapikan rambut Sean begitu pria itu menunduk .
" Apa?" pertanyaan Sean mengulum senyum, Ara adalah tipe wanita yang selalu memberikan perhatian-perhatian kecil mungkin itulah yang membuat Sean cepat jatuh cinta padanya .
" Seperti potongan kertas" kata Ara kembali merapikan rambut Sean .
" Ayo kita pulang " senang Ara dengan ceria berjalan memeluk lengan Sean .
" Baby nasi goreng nya enak " kata Sean yang membuat Ara langsung menoleh menatapnya.
" Nasi goreng apa?" tanya Ara pura-pura lupa .
" Nasi goreng yang tadi kamu bawakan untukku " ucap Sean membuka pintu mobil untuk Ara tanpa membiarkan bodyguard yang melakukan nya .
" Terus mobil Ara gimana?" pertanyaan Ara yang ragu untuk masuk.
" Sini kuncinya bodyguard akan membawanya " ucap Sean memberikan kunci mobil Ara kepada bodyguard.
Setelah Ara dan Sean duduk bodyguard menjalankan mobil dengan kecepatan sedang .
" Ayang kenapa masih makan makanan dalam kotak itu kan udah Ara tendang tadi " ucap Ara dengan suara kecil .
" Kan tidak tumpah jadi masih bisa dimakan, walaupun udah jadi nasi campur " ucap Sean terkekeh diakhir kalimatnya.
" Habis Ara kesel " merungut Ara ketika teringat perkataan-perkataan menyakitkan yang didengar nya .
" Lain kali cukup dengarkan aku jangan dengarkan orang lain, Okey Baby" ucap Sean yang diangguki Ara .
" Okey Ayang " patuh Ara .
" Anak baik " ucap Sean mengelus-elus kepala Ara .
............
" Ayang kaya banget ya " kata Ara setelah cukup lama diam .
" Kayak sultan, bisa menghidupi 10 istri " kata Ara yang tidak menyangka kalau Sean adalah pemilik perusahaan besar itu .
Ara pikir Sean hanya bekerja disana.
" Benarkah ?" pertanyaan Sean mengulum senyum .
" Ihhhhh, tapi Ayang nggak boleh punya wanita lain " ucap Ara yang langsung cemberut .
" Loh tadi katanya 10 istri " tawa Sean melihat Ara yang langsung bad mood.
" Mmmh, Ara nggak mau ada saingan , Ayang punya Ara aja" kata Ara memeluk Sean dan menyandarkan kepalanya di dada Sean .
" Pacar kecilku yang manja" ucap sean .
............
Beberapa hari berlalu .
Tok
Tok
" Permisi tuan muda, Nona Shania ingin bertemu " ucap sekretaris Sean .
" Suruh dia masuk" menutup berkas yang sedang dibacanya .
" Selamat siang Sean " sapa Shania begitu masuk .
" Siang" jawab Sean singkat menatap Shania yang berdiri didepan meja nya .
" Duduklah" kata Sean menatap wanita anggun dan paling menguasai tatakrama itu .
" Ada apa?" pertanyaan Sean.
" Sean aku ingin meminta tolong, tapi kamu akan mendapatkan keuntungan juga nantinya" ucap Shania menunjukkan proposal yang di bawanya .
" Dengan membantu membiayai proyek ini kamu bisa mendapatkan keuntungan 45%, Aku mohon bantu aku. Proyek ini sedang berjalan namun beberapa investor tiba-tiba menarik aliran dana mereka" ucap Shania dengan wajah memohonnya.
" Apa dalam kontrak perjanjian di perusahaan mu tidak menyatakan bahwa aliran dana tidak bisa ditarik secara sepihak, bagaimana mungkin investor bisa melakukan itu?" pertanyaan Sean membaca proposal yang Shania bawa.
" Mereka tidak menarik dana yang sudah masuk, tapi menghentikan dana lanjutan sehingga membuat proyek ini tersendat" jujur Shania .
" Berarti proyek ini bermasalah?" tanya Sean to the poin meletakkan proposal yang Shania bawa .
" Sean aku mohon bantu aku " kata Shania memegang tangan Sean diatas meja .
" Aku akan melakukan apa saja, Aku mohon perusahaan keluargaku bisa bangkrut jika Mega proyek ini gagal" mohon Shania menahan air mata .
Ceklek .
" Ayang aku datang"
Sean langsung menarik dengan cepat tangannya yang dipegang Shania begitu Ara membuka pintu .
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua