NovelToon NovelToon
SISTEM RUSAK : DUNIA KULTIVASI

SISTEM RUSAK : DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Sistem
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: DARK SISTEM

Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.

Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.

Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: PEMBERITAHUAN UJIAN ANTAR SEKTE

BAB 21: PEMBERITAHUAN UJIAN ANTAR SEKTE

Keesokan paginya, seluruh Sekte Awan Hijau mendadak ramai.

Lonceng sekte dibunyikan tiga kali berturut-turut.

Dentang suaranya menggema hingga ke seluruh puncak gunung.

Para murid yang sedang berlatih menghentikan aktivitas mereka.

Murid yang sedang makan segera meninggalkan kantin.

Bahkan beberapa murid yang masih tidur terpaksa bangun.

Termasuk Chen Mo.

"Ada perang?"

gumamnya sambil mengucek mata.

Rubah Awan Kecil yang sedang tidur di sudut kamar bahkan terlihat lebih kesal darinya.

Binatang kecil itu menutup telinganya dengan kedua kaki depan.

Tak lama kemudian, pengumuman resmi menyebar.

Seluruh murid diwajibkan berkumpul di Aula Utama Sekte.

"Ternyata bukan perang."

kata Chen Mo.

"Lalu kenapa harus pagi-pagi sekali?"

Rubah Awan Kecil mengangguk setuju.

Satu jam kemudian.

Aula Utama Sekte dipenuhi ratusan murid.

Suasana sangat ramai.

Semua orang penasaran dengan alasan pemanggilan mendadak ini.

Di bagian depan, para penatua sudah berdiri berjajar.

Penatua Li berada di antara mereka.

Wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya.

Tidak lama kemudian, Pemimpin Sekte Awan Hijau muncul.

Seluruh aula langsung menjadi sunyi.

Semua murid memberi hormat.

Pemimpin sekte mengangguk pelan.

Lalu berbicara dengan suara tenang.

"Dalam tiga bulan lagi, Ujian Antar Sekte Wilayah Selatan akan dilaksanakan."

Begitu kalimat itu terdengar...

Aula langsung gempar.

Banyak murid langsung menunjukkan ekspresi bersemangat.

Sebagian lagi terlihat gugup.

Chen Mo sendiri mengernyit.

"Ujian lagi?"

Seorang murid di dekatnya hampir tersedak.

Bagi kebanyakan murid, ini adalah kesempatan besar.

Namun nada suara Chen Mo terdengar seperti seseorang yang baru diberi pekerjaan tambahan.

Pemimpin sekte melanjutkan.

"Puluhan sekte akan berpartisipasi."

"Para murid terbaik akan bertanding."

"Selain kehormatan, pemenang juga berhak memperoleh sumber daya kultivasi langka."

Suasana semakin ramai.

Sumber daya langka.

Kalimat itu saja sudah cukup membuat banyak orang bersemangat.

Batu Roh.

Tanaman spiritual.

Teknik kultivasi.

Pil obat.

Semuanya mungkin menjadi hadiah.

Mata banyak murid langsung berbinar.

Termasuk Zhang Hu.

Meski wajahnya masih sedikit bengkak akibat pertemuan terakhir dengan Chen Mo.

Namun semangatnya tetap tinggi.

Sementara itu...

Chen Mo justru sedang menghitung dalam hati.

"Sumber daya langka berarti bagus."

"Bagus berarti mahal."

"Mahal berarti bernilai."

"Menarik."

Barulah ia mulai tertarik.

Di atas panggung, Penatua Li maju selangkah.

"Kami telah memilih beberapa murid yang akan mewakili sekte."

Aula langsung sunyi.

Semua orang menunggu.

Nama pertama disebut.

Beberapa murid unggulan.

Nama kedua.

Nama ketiga.

Nama keempat.

Tidak ada yang terkejut.

Sampai akhirnya...

"Chen Mo."

Seluruh aula membeku.

Beberapa murid bahkan mengira mereka salah dengar.

"Siapa?"

"Chen Mo?"

"Murid luar itu?"

Bisikan langsung menyebar ke seluruh aula.

Sebagian besar murid jelas tidak menyangka.

Memang benar Chen Mo mulai terkenal.

Namun menjadi wakil sekte dalam ujian sebesar ini adalah hal berbeda.

Bahkan Chen Mo sendiri terlihat terkejut.

"Hah?"

Ia menunjuk dirinya sendiri.

Penatua Li mengangguk.

"Ya, kau."

Chen Mo menoleh ke kiri.

Lalu ke kanan.

Memastikan tidak ada Chen Mo lain di dekatnya.

Ternyata memang dirinya.

"Kenapa aku?"

tanyanya tanpa ragu.

Beberapa murid langsung memandangnya aneh.

Kalau orang lain dipilih, mereka pasti senang.

Namun Chen Mo justru terlihat keberatan.

Penatua Li menghela napas.

"Karena hasil ujianmu memenuhi syarat."

"Itu terdengar seperti masalah."

"Itu penghargaan."

"Perbedaannya tipis."

Beberapa penatua sampai menahan senyum.

Di sisi lain aula, banyak murid masih terlihat tidak puas.

Salah satunya Zhang Hu.

Wajahnya langsung menjadi gelap.

"Kenapa dia lagi?"

gumamnya.

Namun kali ini tidak ada yang berani terang-terangan membantah keputusan para penatua.

Bagaimanapun, Chen Mo sudah membuktikan kemampuannya beberapa kali.

Penatua Li kembali berbicara.

"Semua wakil terpilih akan menerima pelatihan khusus."

"Kalian membawa nama sekte."

"Jangan mempermalukan kami."

Para murid segera menjawab serempak.

"Mengerti!"

Chen Mo juga ikut menjawab.

Meski nadanya terdengar kurang bersemangat.

Setelah pengumuman selesai, kerumunan mulai bubar.

Banyak murid masih membicarakan ujian tersebut.

Sebagian membahas hadiah.

Sebagian membahas lawan.

Sebagian lagi membahas Chen Mo.

Sementara itu, Chen Mo berjalan keluar aula bersama Rubah Awan Kecil yang diam-diam bersembunyi di balik jubahnya.

"Aku hanya ingin hidup tenang."

gumamnya.

Rubah kecil mengeluarkan suara pelan.

Seolah tidak percaya.

Chen Mo menatap langit.

"Tiga tahun diejek."

"Baru beberapa bulan hidup nyaman."

"Sekarang harus ikut ujian antar sekte."

Ia menghela napas panjang.

"Dunia kultivasi benar-benar tidak menghargai orang yang ingin santai."

Di kejauhan, Lin Qingyue yang mendengar keluhannya hanya menggelengkan kepala.

Jika orang lain mendengar ucapan itu, mereka pasti ingin memukulnya.

Kesempatan sebesar itu justru dianggap beban.

Namun jauh di dalam hatinya, Chen Mo juga mulai penasaran.

Karena ini pertama kalinya ia akan bertemu murid-murid dari sekte lain.

Murid jenius.

Orang-orang yang benar-benar berbakat.

Bukan seperti dirinya yang bergantung pada sistem rusak.

Tanpa disadarinya, rasa antusias mulai tumbuh sedikit demi sedikit.

Sementara itu, di berbagai sekte lain di seluruh wilayah selatan, para murid terbaik juga mulai bersiap.

Beberapa terkenal sebagai ahli pedang.

Beberapa menguasai teknik api.

Beberapa bahkan telah memiliki reputasi sebagai jenius sejak kecil.

Dan dalam waktu dekat...

Jalan mereka akan bertemu dengan Chen Mo.

Murid aneh dari Sekte Awan Hijau yang bahkan dirinya sendiri belum menyadari seberapa besar potensinya.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
apakah musuh atau teman👍😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
misterius 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo rubah kecil gigit sepatu lagi 🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣kabur musuhnya
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
rubah nya sama ngeselin kayak Chen Mo 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣aku baca bab ini sampe perut sakit gara2 ketawa 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
kitab yang tidak lengkap bisa sempurna ditangan Chen Mo 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣hahahaha...Chen Mo mulut nya bikin orang kesel🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣hahahaha... definisi masih miskin🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣sang penjual kalah debat dengan Chen Mo🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo murnikan🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Cheng Mo polos apa emang pura2 polos🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor 👍👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
cerita yang bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Pecinta Gratisan
mantap thor
Pecinta Gratisan
mantap💞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!