NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 - Lamaran aneh

Seketika kejadian tadi siang menggemparkan, menjadi trending topik di sana, menjadi bahan perbincangan banyak orang terlebih kejadian memalukan tukang motor lari terbirit-birit sampai tercebur got.

"Hahahah asli kocak abis, gue gak nyangka mereka sekompak itu saling kejar," ujar Ayumi.

"Gak kebayang malunya gimana tuh akang-akang, sialnya mata suci gue jadi ternoda sama begituan, mata gue jadi gak perawan cuy," timpal Vale.

"Masa? Gak yakin gue, elo udah mau usia 25 masih gak ternoda," balas Ayumi gak yakin.

"Heh, gue masih ori ya, belum pernah lihat begituan, gue cewek baik-baik ya."

"Idihh bilangnya gak pernah, terus sama Om Gavin apa namanya? Pernah tuh gue pergokin saling peluk ampe ciuman," balas Ayumi.

Ukhuk.. Ukhuk..

Gavin yang dari tadi diam menyetir seketika terbatuk, tenggorokannya tercekat melotot kaget.

"Itu mah salah dia bukan gue, itu gak ada dalam kamus sengaja, tanpa sengaja kejadiannya," balas Vale santai.

"Kok jadi saya? Kamu yang duluan lari ke saya langsung peluk saya dan cium saya, enak aja nyalahin saya," balas Gavin tidak terima di salahkan, matanya mendelik kesal lalu kembali fokus ke depan.

"Salah Om lah, kan Om yang ada disitu ya udah aku langsung nyosor aja supaya mereka yakin kalau aku udah punya pilihan."

"Salah kamu memanfaatkan situasi, sudah salah malah nyalahin orang, bibir saya jadi gak perjaka lagi gara-gara kamu," balas Gavin tak mau kalah.

"Yeee, Om pikir cuman Om yang rugi? Aku juga rugi, nih bibir gak lagi perawan gara-gara Om. Tanggungjawab dong udah ngambil bibir perawan aku," balas Vale sewot.

Ayumi memutar malas bola matanya, ada aja pertengkaran keduanya dan dia yang selalu jadi penonton diantara mereka.

"Kalian berdua malah berantem, gue yang udah gak perjaka aja santai gak minta tanggung jawab tuh cewe," sahut Aldi yang dari tadi diam sempat terlelap namun terbangun gara-gara mendengar pertengkaran dua sejoli beda usia.

"Apa? Bapak udah gak perjaka?" pekik Ayumi dan Vale kaget, mereka pikir dosennya ini gak suka cewek sebab tidak terlihat dekat dengan wanita selain dekat sama Fathan saja.

"Iya, keperjakaan saya direnggut paksa sama wanita gila," balas Aldi mendengus sebal mengingat kejadian itu.

"Kalian ini kenapa malah membahas hal itu hah? Perjaka, perawan, apa gak ada pembahasan lain? Saya pusing mendengarnya," ujar Gavin tak habis pikir sama orang-orang yang semobil dengannya.

"Bilang aja iri kalau Om mau lepas perjaka juga," celetuk Vale.

Plak.

Pundak Vale di geplak sama Ayumi. "Itu mulut suka ngasal ngomong ya, kalau sama gue aja bilang jangan mesum tapi elonya yang suka mesum, otak kotor lo."

"Gue udah terverifikasi sama elo, soalnya elo yang suka cekokin gue sama hal begituan," balas Vale.

Gavin memijat dahinya, lama-lama dia ikutan gila bergabung sama dua gadis seperti mereka, suka bicara asal tanpa filter.

"Malah berantem lagi, kalian gak malu sama saya? Saya dosen kalian juga loh," sahut Aldi heran sama keduanya yang tidak ada kata anggun di depan orang.

"Maaf Pak, di kampus bapak jadi dosen tapi di sini bapak sama kita B aja."

"Betul," timpal Ayumi menyetujui ucapan Vale dan Aldi mencebik kesal.

"Vale, Ayumi, stop bicara soal ..."

"Om bilang aja mau, udah tua masa gak mau coba?" sahut Vale tiba-tiba.

Gavin menggeram kesal gadis itu bikin dia gemas ingin menyumpal mulutnya pake ciuman. "Ya udah sama kamu aja, ayo kita nikah untuk melepaskan gelar perjaka dan perawan, mau gak?"

"Ayo, siapa takut, aku terima tawaran Om," balas Vale tertantang.

"Ok, secepatnya kita akan nikah."

Hah.

Ayumi dan Aldi bengong, bisa-bisanya mereka lamaran dadakan tapi caranya beda.

"Ini lamaran, Om?" tanya Aldi.

Gavin mendelik kesal. "Usia saya sama kamu gak beda jauh, cuman beda 4 tahun, gak usah panggil saya Om, saya gak pernah nikah sama Tante kamu."

"Menyesuaikan panggilan supaya sama seperti mereka yang panggil lo Om."

"Aduuuhhh gue pusing, ini beneran Om Gavin lamar Vale random gini? Ini becanda apa seriusan?" Ayumi masih mencerna gak percaya sama apa yang ia dengar dan lihat barusan.

"SERIUSAN AYUMI!" balas Gavin dan Vale bersamaan.

"Anjiirrr ini mah kalian memang udah ngebet kawin, fix saling suka," balas Ayumi girang terkekeh menggoda keduanya.

"Apaan sih," balas Vale membuang muka namun bibirnya tersenyum tipis dengan rona merah di pipi.

Ayumi tergelak melihat Vale. "Hahaha ketahuan lo emang suka sama Om Gavin."

Dan tanpa di duga Gavin sesekali mencuri pandang lewat kaca di atas kepalanya, tersenyum tipis dan makin akhh gak sabar. 'Menggemaskan.'

Mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah penginapan tak jauh dari tempat Rahmat tinggal. Mereka ingin menikmati waktu sebelum kembali ke aktivitas di kota sekaligus istirahat karena hari mulai beranjak sore. Jika langsung pulang rasanya melelahkan, jadinya Gavin mengajak mereka liburan dulu.

"Om yang nyewa penginapan ini?" tanya Alea sudah berdiri di salah satu penginapan.

Ada dua penginapan diantara kebun teh, keduanya saling berhadap-hadapan.

"Tentunya, soalnya capek harus bolak-balik mah, jadi istirahat dulu disini selama dua hari, itung-itung liburan keluarga," balas Gavin.

"Sesuai yang direncanakan, kita akan berlibur disini sebentar. Ya, dua atau tiga hari saja," kata Gavin.

"Ini seriusan Om?" tanya yang lain.

"Tentu saja, kalian bisa menjernihkan pikiran di sekitar sini, tenang, masalah makan mah saya yang atur."

"Alhamdulillah, liburan gratis ini. Kalau gitu aku mau istirahat dulu, Om. Apa boleh? Kamarnya dimana ya?" Vale terlihat antusias sekali.

Gavin mengangguk, "kamu, Vale dan Bu Rima satu kamar, soalnya cuman ada kamar kosong 3. Satu penginapan sudah di boking orang tinggal yang ini, jadi kita satu penginapan namun beda kamar. Alea, Fathan dan Azka tentunya sekamar dan Saya, Aldi serta pak Danang satu kamar juga," papar Gavin menjelaskan posisi kamar yang akan mereka tempati.

"Ok, siap."

"Om, aku gak habis pikiran Om bisa punya pikiran tak terduga, malah sudah menyiapkan semua ini," kata Fathan merubah panggilannya jadi aku aja.

"Bilang aja kamu senang Fat, udah nikah jadi bisa berduaan sama istri," sahut Bu Rima sedangkan Pak Dadang diam saja tak banyak bicara namun mata sesekali berbicara sama salah satu dari mereka.

"Lumayan Bu, honeymoon dadakan, selagi bisa gas aja," balas Fathan cengengesan.

"Atu mau bobo cama mama," sahut Azka bangun dari tidurnya.

"Wah kayaknya akan ada pengganggu cilik nih," timpal Vale.

"Ciapa Tante?"

"Itu setan cilik," sahut Ayumi.

"Enak aja anak gue lo panggil setan, tuh yang setan mah bi Yuni," balas Alea sambil melangkah masuk.

"Yank aku ikut." Baru bergerak satu langkah malah di tahan Gavin.

"Fat, kita bicara, ini serius, ayo pak Danang." ajak Gavin dengan raut wajah serius.

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!