NovelToon NovelToon
Berandal Ku (REVISI TOTAL)

Berandal Ku (REVISI TOTAL)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:178.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Naya

JANGAN DIBACA! Revisi total



***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fira

Gara duduk lesehan di dekat pembatas rooftop sembari menyesap rokoknya. Pikiran pemuda itu melalang buana pada kejadian tadi, dimana ia melihat Pak Edwin selaku Omnya pergi meninggalkan area sekolah bersama Bara.

Raut wajah Bara nampak kaku tak seperti biasanya. Gara tahu kejadian apa yang menimpa temannya itu dari Zayn, salah satu anggota termuda di Genk Antranos.

Skandal Bara sudah tersebar sampai ke telinga anggota Antranos yang berbeda sekolah dengan Gara cs. Grup Chat khusus Genk itu bahkan sangat heboh hingga membuat Gara memutuskan menghapus aplikasi Whatsapp-nya untuk sementara waktu.

Pemuda itu butuh ketenangan baik di dunia maya maupun dunia nyata.

"Gue laper njing," decak Gara malas.

Hampir 15 menit lebih Gara menunggu sendiri di rooftop. Dia sedikit kesal dengan teman-temannya yang sangat lama membeli makanan dikantin.

Ponselnya berdering menandakan ada panggilan yang masuk, namun Gara hanya melirik sekilas dan memilih abai. Dia menjatuhkan punggung lebarnya dilantai yang dingin.

Kelopak pemuda galak itu tampak terpejam seiring terdengar nya langkah kaki yang mendekat. Tangan mungil seseorang menyentuh rahang dan keningnya. Aroma vanila bercampur citrus pun perlahan mulai menyeruak di indra penciuman Gara.

Ckrek!

Telinga Gara menajam mendengar suara kamera yang sepertinya memotret kearahnya. Manik legam milik Gara terbuka dan langsung menatap sengit seorang gadis cantik yang masih mengelus wajahnya.

Krekk

"Argh sakit!" pekik gadis itu tiba-tiba kala tangannya dicengkram kuat oleh Gara. "Ga--gara ak-aku mohon lepasin tangan aku ugh!" ujarnya lagi dengan susah payah.

Gara menatapnya nyalang. "Nyali lo gede juga bitchh!"

Ana, tubuhnya termundur kebelakang mendengar bentakan dari Gara. Gadis itu sangat takut melihat kemarahan Gara yang terbilang menakutkan dimatanya.

Sagara Biru Anderson, pemuda paling tempramental yang pernah Ana kenal. Gara tak pandang bulu Jika sedang marah. Semuanya bisa terkena amukan pemuda itu saat ada yang mengganggu ketenangannya.

Gara menoleh ke pintu yang baru saja ditutup oleh seseorang. Dia menyeringai busuk.

"Trik ini lagi eh?"

****

Jam istirahat pertama berbunyi kencang, menyadarkan seluruh siswa-siswi untuk segera pergi menuju kantin sekolah.

Begitupun dengan Rhea, gadis itu sudah duduk di salah satu meja yang sudah penuh berisi teman se organisasinya. Hari ini mereka kompak memesan bakso Kang Gege yang terkenal akan kenikmatan sambalnya.

"Bagi sambelnya elah Frank!" Luna berdecak kesal karena semangkok sambal milik Kang Gege berhasil dimonopoli oleh sang mantan. Gadis itu melirik sebelahnya sambil memasang raut memelas. "Kal, temenmu nyebelin banget sih!"

Afkal yang peka pun menukar bakso miliknya dengan milik sang kekasih. "Gak usah rebutan sambel sama Prenk, sayang. Dia emang gitu, suka caper." ucap Afkal menepuk puncak kepala gadisnya sebelum menyantap dengan khidmat bakso milik Luna.

Frank yang tak terima dikata caper pun melotot kearah Afkal. "Caper gimana bro? Gue gak tp apalagi cari perhatian ke pacar lo ini!" ujar Frank sambil menekankan kata pacar dengan raut sebal.

Suasana meja itu sangat ramai mengundang atensi dari meja lain.

Rhea sendiri hanya duduk memakan baksonya dengan sangat lama. Hal itu tak luput dari pandangan Fandy yang sedari tadi terus menatap Rhea rumit.

Fandy menyenggol pelan bahu Rhea. "Ntar malem jangan lupa," bisik Fandy. Dia menyeka sudut bibir Rhea dengan jarinya. "Makan lo kek bocah, Rhe."

Rhea tersentak. Gadis itu merasa semua tatapan temannya tertuju padanya. "Kenapa?"

"Lo sama Fandy cocok deh Rhe, kenapa gak jadian aja sih?" suara Fira terdengar, mengundang sahutan menggoda dari temannya yang lain.

"Halah gimana mau jadian, Fandy nya aja cupu gak berani nembak."

"Etss jangan salah, orang si Rhea nya yang gak peka sama kodenya Fandy."

"Hus jangan ikut campur!"

"Apasih Prenk! Gue ikut campur tuh biar Ketos sama Waketos kita cepetan jadian, tau," dengus Fira. "Fandy ganteng loh, dia juga good boy, Rhe. Bakal jadi couple paling goals kalian kalo jadian."

"Yaudah lo aja sono yang pacaran sama Fandy," balas Frank malas.

"Idih, kan si Fandy naksirnya Rhea bukan gue." Fira memerhatikan wajah kedua orang yang dihibahi tengah pura-pura tak perduli. "Ayolah Rhe, lo gak kasian apa sama si Fandy? Dia ini ganteng tapi sad boy loh nungguin lo dari awal kelas 10."

Frank menjitak kening Fira yang sedari tadi tak berhenti membuat Rhea risih. "Lo sengaja apa gimana? Skandal pacar Rhea baru aja kebongkar dan sekarang lo malah nyudutin dia buat pacaran sama Fandy? Lo gak bisa apa ngertiin perasaan sahabat lo itu?!" Bisiknya tajam.

Rhea beranjak sambil menaruh selembar uang berwarna hijau diatas meja. "Fira, entah apa maksud kamu sekarang. Tapi apa kamu gak sadar? Perkataan kamu ini terlalu nyudutin dan mempermalukan aku sama Fandy disini, di tempat umum. Aku duluan

.

Disisi Cakra, pemuda itu menyaksikan semua perdebatan anggota OSIS sampai Rhea beranjak meninggalkan kantin sendirian, sebelum disusul Fandy dan Frank yang mengikuti dari belakang.

Cakra tergelak bersama Adnan. Kang Gege yang tengah membuatkan pesanan Cakra pun kepo kenapa kedua pemuda itu tertawa sementara Davin di sampingnya hanya diam saja layaknya patung.

"Mas Davin, ini sambalnya pisah atau campur?"

"Pisah."

Cakra menghentikan tawanya begitupun Adnan. "Campur aja Kang!" seru Cakra. "Kan tadi saya yang pesen, kok malah nanya ke tembok sih?!!"

"Lah, saya nanya karena keliatannya cuman Mas Davin doang yang waras," ujar Kang Gege tanpa merasa bersalah. "Nih, baksonya 5 sama siomaynya 2. Khusus buat Mas Gara sama Mas Davin yang gantengnya 11 12 kek saya." imbuhnya cengegesan mendapat tatapan tak terima dari Cakra.

....

Rhea bersandar ditembok setelah membasuh wajahnya yang sedikit pucat. Sudah 15 menit lebih dirinya berdiam diri ditoilet tanpa ditemani siapapun. Bel masuk sebentar lagi berbunyi membuat Rhea berjalan lunglai menuju kelasnya.

Saat dikoridor dekat mading, suara pekikan heboh membuat Rhea kaget. Gadis itu bergegas mendekati mading yang ramai.

Kening gadis itu mengerut dalam saat foto Gara yang berpelukan dengan seorang gadis terpajang di mading. Rhea mengepalkan tangan, baru tadi pagi ia mendapati berita tentang kekasihnya yang berbuat tak senonoh dengan Daniella, sekarang Gara pun ingin membuat SMA ini tercemar? Berpelukan intim dilingkungan sekolah?!

"Rhe, mau kemana lo?"

Reva yang baru datang, mencekal lengan Rhea. "Mau ngelabrak si Gara?" tebaknya saat menatap mading. "Rhe, gue tau pikiran lo lagi gak stabil. Tapi kalo lo main labrak Gara sekarang, ini bukan Rhea yang gue kenal." Rhea diam mendengarnya.

"Liat dengan jelas, di foto ini si cewek absurd yang meluk Gara sampe se intim itu." Reva menghela napas seraya menepuk pelan bahu sahabatnya. "Jangan karena cemburu, lo jadi gegabah gini, Rhe."

Cemburu?

Tidak!

Rhea mana cemburu dengan Gara. Dia hanya tak ingin lingkungan sekolah di jadikan tempat untuk berbuat tak senonoh, itu jelas membuatnya marah.

1
may
hm
human
dua digit
LILI
rhea lucu porotin aja suamimu
LILI
revisi lu ga asik kenapa si lama beud??? marahton
Ikaila: lucu. aku juga mau suami seperti gara dikasihh bulanann25jrte
total 3 replies
LILI
cepetcepet repisi ny biar bisa dibaca
Maharani
ceritanya fantung
Fuji
lanjtn kapan 🕒❓
Saitama Hj
jelek
Afasia Sumatria
slamat tahun baru!
Afasia Sumatria
crazy update yah! 😍
Zabook
haduh sayng sekali tidak uplagi
yabai
aku lupa alur
Manis Sekali
lanjut we
sofi
.
Zakira Cnt
sya stop baca dsni...penulis ssma sekali takda niat untuk melanjutkan.menyebalkan!
C crush: cus kabur ke lpak laim
total 1 replies
s
cntnu
~ Yumna ~
semangat
hai 👋
lanjut 👋
hai 👋
Hai
mukfah
next lma bangt sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!