NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:403
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

...****************...

Waktu terus berjalan.

Tanpa terasa, sudah hampir dua bulan sejak Evelyn Hills dan Arseno Andreas mengumumkan pertunangan mereka kepada publik.

Awalnya semua terasa seperti sebuah permainan.

Sebuah strategi untuk melindungi perusahaan.

Sebuah peran yang harus mereka jalankan demi menjaga reputasi dua keluarga besar.

Namun perlahan...

Sesuatu berubah.

Hal-hal kecil yang awalnya hanya dilakukan karena tuntutan keadaan mulai terasa alami.

Arseno yang biasanya tidak peduli dengan orang lain mulai memperhatikan kebiasaan Evelyn.

Dan Evelyn yang biasanya sulit mempercayai seseorang mulai merasa nyaman berada di dekat Arseno.

Pagi itu...

Di kantor Hills Corporation.

Evelyn sedang memimpin rapat dengan jajaran direksi.

"Proyek Singapura berjalan sesuai jadwal."

Naomi menjelaskan laporan terbaru.

"Investor juga memberikan respons positif setelah pengumuman pertunangan Anda dan Tuan Arseno."

Evelyn mengangguk.

"Itu bagus."

Namun salah satu direktur senior tersenyum.

"Nona Evelyn."

"Ya?"

"Kalau boleh tahu..."

"Apakah Tuan Arseno memang selalu perhatian seperti yang terlihat di media?"

Ruangan langsung menjadi sedikit hening.

Evelyn terdiam.

Karena pertanyaan itu membuatnya berpikir.

Apakah Arseno perhatian?

Jawabannya...

Ya.

Meskipun pria itu selalu terlihat dingin.

Meskipun perkataannya sering menyebalkan.

Namun dia selalu memperhatikan hal-hal kecil.

Seperti mengingatkan Evelyn makan.

Mengirimkan laporan yang sudah diringkas agar pekerjaannya lebih mudah.

Bahkan pernah mengirimkan obat ketika Evelyn sakit tanpa mengatakan apa pun.

Evelyn tersadar.

"Dia..."

Ia berhenti sebentar.

"Dia cukup perhatian."

Para direksi tersenyum.

Naomi yang berdiri di belakang hanya bisa menahan senyum.

Karena untuk pertama kalinya...

Ia mendengar Evelyn memuji Arseno tanpa adanya sindiran.

Di Andreas Corporation...

Hal yang sama terjadi.

Kosta sedang menyerahkan laporan kepada Arseno.

"Pak."

"Hm?"

"Besok ada acara keluarga Hills."

"Aku tahu."

"Anda akan datang bersama Nona Evelyn?"

"Ya."

Kosta mengangguk.

Kemudian ia berkata,

"Pak."

"Apa?"

"Anda terlihat lebih santai sekarang."

Arseno mengangkat alis.

"Maksudmu?"

"Dulu sebelum mengenal Nona Evelyn..."

"Andai ada masalah, Anda selalu menyelesaikannya sendiri."

Arseno diam.

"Tapi sekarang..."

Kosta tersenyum.

"Anda mulai membicarakan masalah Anda dengan seseorang."

Arseno menatapnya.

"Dia hanya partner."

"Tentu."

Kosta mengangguk.

"Partner yang Anda telepon setiap malam."

Arseno langsung menatap tajam.

"Kosta."

"Ya, Pak?"

"Kau terlalu memperhatikan."

"Saya hanya mengamati."

Malam itu...

Evelyn sedang berada di apartemennya.

Ia duduk di sofa sambil membaca sebuah buku bisnis.

Namun pikirannya tidak sepenuhnya fokus.

Ponselnya bergetar.

Pesan dari Arseno.

Sudah makan malam?

Evelyn tersenyum kecil.

Ia mengetik.

Sudah.

Beberapa detik kemudian.

Benarkah?

Evelyn mengerutkan kening.

Apa maksudmu?

Biasanya kalau sedang sibuk kau lupa makan.

Evelyn menatap layar.

Lalu tersenyum.

Aku sudah berubah.

Balasan Arseno datang cepat.

Aku tidak percaya.

Evelyn langsung tertawa.

Kau memang menyebalkan.

Tapi kau tetap membalas pesanku.

Evelyn terdiam.

Benar.

Dulu mungkin ia akan mengabaikan pesan seperti itu.

Tapi sekarang...

Ia menunggu pesan dari Arseno.

Beberapa hari kemudian...

Keluarga Hills mengadakan acara makan malam kecil.

Tidak ada wartawan.

Tidak ada kamera.

Hanya keluarga dan orang-orang terdekat.

Evelyn datang bersama Arseno.

Awalnya ia merasa sedikit canggung.

Namun anehnya...

Berada di samping Arseno terasa biasa.

Saat seorang kerabat bertanya,

"Kalian berdua kapan menikah?"

Evelyn hampir tersedak minuman.

Arseno langsung mengambil gelas air untuknya.

"Pelan-pelan."

Evelyn menatapnya.

"Terima kasih."

Kerabat itu tersenyum.

"Kalian terlihat sangat dekat."

Evelyn dan Arseno saling melihat.

Kemudian Arseno menjawab,

"Kami memang semakin mengenal satu sama lain."

Kalimat sederhana.

Namun membuat Evelyn diam.

Karena itu bukan sepenuhnya akting.

Setelah makan malam selesai...

Evelyn berjalan di taman mansion bersama Arseno.

Udara malam terasa tenang.

"Aku tidak menyangka."

Arseno menoleh.

"Apa?"

"Awalnya aku pikir semua ini akan terasa sangat sulit."

"Pertunangan palsu?"

"Ya."

Arseno tersenyum tipis.

"Aku juga."

Mereka berjalan perlahan.

"Aku pikir kau akan membuatku kehilangan kesabaran setiap hari."

Evelyn langsung menoleh.

"Hei."

"Aku tidak seburuk itu."

"Benarkah?"

"Ya."

"Kau menendangku."

"Itu satu kali."

"Kau memanggilku pria mesum."

"Itu karena kesalahpahaman."

"Kau pernah mengatakan wajahku terlihat mencurigakan."

Evelyn tertawa.

"Itu memang benar."

Arseno menggeleng.

"Kau sulit dibela."

Mereka berhenti di dekat kolam kecil.

Untuk beberapa saat...

Tidak ada yang berbicara.

Kemudian Arseno berkata,

"Evelyn."

"Hm?"

"Aku ingin bertanya sesuatu."

"Apa?"

"Kalau suatu hari..."

"Semua masalah ini selesai."

"Dan kita tidak perlu berpura-pura lagi..."

Ia berhenti.

Evelyn menatapnya.

"Lalu?"

Arseno tidak melanjutkan.

Entah kenapa...

Pertanyaan itu terasa terlalu sulit.

Evelyn akhirnya berkata,

"Kau ingin bertanya apa?"

Arseno mengalihkan pandangan.

"Tidak jadi."

Evelyn mengerutkan kening.

"Kau aneh."

"Mungkin."

Di tempat lain...

Antonio dan Renata kembali memperhatikan perkembangan mereka.

"Mereka semakin dekat."

Renata tersenyum.

"Ya."

"Tapi aku khawatir."

Antonio menoleh.

"Kenapa?"

"Karena mereka masih berpikir ini hanya sandiwara."

Antonio tersenyum kecil.

"Kadang manusia baru sadar nilai sesuatu ketika hampir kehilangan."

Sementara itu...

Tanpa disadari Evelyn...

Ia mulai menyimpan banyak hal kecil tentang Arseno.

Ia tahu pria itu tidak suka kopi terlalu manis.

Ia tahu Arseno selalu membaca laporan sebelum tidur.

Ia tahu pria itu terlihat dingin, tetapi sebenarnya sangat peduli kepada orang-orang di sekitarnya.

Dan Arseno pun mulai mengetahui banyak hal tentang Evelyn.

Ia tahu wanita itu tertawa paling keras ketika melihat makanan favoritnya.

Ia tahu Evelyn terlihat kuat di depan semua orang, tetapi sebenarnya menyimpan banyak kesepian.

Ia tahu di balik sifat keras kepalanya...

Ada seorang wanita yang hanya ingin dicintai dengan tulus.

Malam itu...

Keduanya kembali ke rumah masing-masing.

Namun untuk pertama kalinya...

Mereka sama-sama memikirkan orang yang sama sebelum tidur.

Bukan sebagai rekan bisnis.

Bukan sebagai pasangan pura-pura.

Tetapi sebagai seseorang yang mulai memiliki tempat khusus.

Dan tanpa mereka sadari...

Batas antara sandiwara dan kenyataan sudah hampir menghilang.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!