Lima tahun Riana menyerahkan hatinya untuk satu nama yaitu Irwan. Lima tahun pula ia percaya bahwa dirinya adalah satu-satunya.
Sampai sebuah kenyataan menamparnya dan menghancurkan segalanya.Ternyata selama ini Riana bukan kekasih Irwan tapi ia hanya... selingkuhan.
Riana ingin memutuskan untuk pergi. Ia muak. Tapi Irwan menolak melepasnya. "Kamu sudah terlalu dalam di hidupku" katanya, dengan nada yang membuat Riana takut sekaligus lemah.
Di tengah luka dan ancaman itu, hanya ada satu orang yang selalu ada dua lah Arif. Sahabat yang selalu menemaninya, yang hapal caranya menangis dalam diam. Arif yang ternyata sudah lama menyimpan rasa, tapi memilih pergi demi kebahagiaan Riana.
Kini Riana harus memilih. Bertahan dalam cinta yang memenjarakan, atau berani bebas meski harus kehilangan semuanya? Dan sanggupkah Arif tetap diam saat wanita yang ia cinta sedang tenggelam?
Lima tahun cinta, ternyata hanya lima tahun kebohongan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika nopiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Suasana yang tadinya gelap mendadak terang benderang.Ruangan itu di hias sedemikian rupa sehingga nampak cantik dan mewah aroma wangi dari bunga mawar putih yang bertebaran di setiap sudut ruangan turut melengkapi suasana.
"Apa ini?" gumam Riana sambil menutup mulut dengan kedua tangannya,dirinya sangat terkejut dengan apa yang ia saksikan sekarang di depan kedua matanya.
Suara tepuk tangan dari beberapa orang yang hadir di sana membuat ia salah tingkah.Wajah-wajah yang sangat ia kenali,ada orang tua serta beberapa kerabat dekatnya.Mereka semua menatap Riana dengan senyum di wajahnya.
Belum hilang rasa terkejutnya tiba-tiba datang seorang pria yang menghampirinya.Pria tampan dan gagah yang sejak pagi ia tunggu kehadirannya,sahabatnya sendiri yang semalam membuat detak jantungnya tak karuan.
"Arif" ucap Riana terbata-bata,apa hanya kebetulan Arif juga memakai jas dengan warna yang senada dengannya sehingga membuat kadar ketampanannya bertambah.
Arif menyerahkan sebuket bunga mawar putih untuk Riana lalu mengulurkan tangannya yang langsung di sambut baik oleh Riana.
Riana mengikuti Arif dengan langkah kecilnya.Ia merasa linglung namun tak bisa bertanya . Arif menggandeng Riana menuju panggung kecil yang ada di depan sana dengan di iringi alunan musik romantis yang begitu merdu di telinga.
Sebetulnya ia cukup mengerti jika Arif memberi pesta kejutan ini untuk menghibur dirinya namun bukankah ini terlalu berlebihan?apalagi di sana ada orang tuanya juga!
Melly dan Ido yang tadi sempat menghilang kini sudah bergabung bersama orang tua Riana di meja paling depan.
"Maaf kalo bikin kamu kaget" bisik Arif di telinga Riana sambil tersenyum begitu manis.
"Apaan sih ini?" tanya Riana gemas, ingin sekali ia menendang kaki Arif untuk menghentikan kegilaannya ini.
"Ini adalah salah satu pembuktian dari kata-kata aku semalem" jawab Arif yang terlihat lebih santai dengan sejuta pesonanya.Arif memang tampan,sangat.Namun Riana selama ini tidak pernah melihat Arif sebagai seorang pria dewasa pertemanan di antara mereka menjadi sebab lapisan penghalang itu.
Arif mengambil microphone yang ada di hadapannya lalu menarik nafas panjang sebelum mulai berbicara.
"Mohon perhatiannya,terimakasih saya ucapkan atas kehadirannya pada hari ini.Juga untuk dukungan serta doa restu dari kedua orang tua saya juga Riana.Juga gak lupa buat teman-teman yang sudah berhasil bawa Riana ke sini,tanpa kalian kejutan ini gak akan berhasil" sorakan riuh terdengar dari teman-temannya.
"Riana Saputri.....aku memang ga pandai berkata-kata,tapi kamu juga pasti tau aku bukan laki-laki yang pandai berbohong.Jadi saat aku bilang 'ayo nikah' itu adalah kenyataan bahwa aku memang jatuh hati sama kamu Riana.Aku sudah jatuh sejatuh-jatuhnya sama kamu" Arif menghela nafas panjang sambil menatap gadis itu yang masih diam membisu.
"Riana Saputri di depan kedua orang tua kamu juga atas restu orang tua aku, aku memberanikan diri buat meminta kamu untuk menjadi pendamping hidup aku selamanya,WILL YOU MARRY ME?" ucap Arif sambil berlutut dan mengeluarkan kotak berisi cincin berlian yang terlihat cantik dan mewah dari balik jasnya.
Suara riuh sorak sorai serta tepuk tangan dari teman-temannya kembali terdengar menggema di ruangan membuat suasana tampak begitu ramai.
"Terima...terima...terima..." kata-kata itu begitu menggaung di sana.
Riana terdiam tak bisa berkata apa-apa.Ia menyadari Arif selalu hadir dalam setiap jatuh bangun dirinya. Tapi menjadikan lelaki itu pilihan saat ini apa tidak keterlaluan.Ayolah maksudnya dia bahkan belum bisa benar-benar menghapus ingatan tentang mantannya.Apa ada jaminan nanti dia tidak akan menyakiti lelaki baik itu?
"Are you sure?" tanya Riana memastikan,Arif tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mantap.
Riana menoleh pada kedua orang tuanya yang kini sedang menatapnya dengan senyum meneduhkan di wajah mereka juga Melly dan Ido yang dengan antusias ikut mengangguk anggukan kepala mereka agar Riana segera menerima lamaran dari Arif.
Riana menatap dalam mata Arif lalu menarik nafas panjang.Jika ia menolak lelaki itu sekarang sudah pasti akan membuat Arif malu.Akhirnya ia menjawab "Yes,I will" biarlah urusan kedepannya ia akan pikirkan nanti, mungkin setelah acara selesai mereka akan berbicara berdua dengan kepala dingin.
Arif tersenyum bahagia,senyumnya tampak sangat natural apakah ia tega menghilangkan senyuman itu.Riana menggigit bibirnya gugup apa dia tak salah langkah? Arif menyematkan cincin ke jari manis Riana di susul dengan tepuk tangan banyak orang yang menyaksikan kebahagiaan mereka berdua.
Arif memeluk Riana dengan erat menumpahkan segala kebahagiannya,wanita yang begitu ia damba sebentar lagi akan menjadi miliknya seutuhnya.Sedangkan Riana gadis itu tersenyum kecil sambil menepuk-nepuk punggung Arif.
Mereka turun dari panggung dan melanjutkan acara dengan jamuan makan malam.Riana duduk di kelilingi oleh kedua orang tuanya juga orang tua Arif yang sama-sama bahagia dengan kejutan hari ini.
"Mamah gak nyangka bakal punya mantu kayak Arif,duh seneng banget pokoknya" ucap Hana yang dari tadi terus memuji Arif.
"Saya lebih seneng lagi punya mantu cantik kayak Riana jeng Hana!" ucap ibu Arif yang tak mau kalah terus memuji Riana.
"Arif mau bilang makasih sama om juga tante karna udah izinin Arif buat ngelamar Riana" ucap Arif dengan kebahagiaan yang terpancar jelas di wajahnya.
"Seperti janji saya,saya akan selalu jaga Riana,bahagiakan dia dan berusaha untuk memenuhi semua keinginan Riana" ucap Arif mantap.
"Om percaya kamu lelaki sejati yang bisa di pegang ucapannya.Om harap apapun rencana kalian ke depannya tidak akan menganggu study kalian berdua.Kalian tetap harus menyelesaikan study kalian." ucap Hendra memberi ultimatum untuk mereka berdua.
"Siap om" jawab Arif sambil menatap Riana penuh rasa syukur.
"Arif ini anak yang sikapnya dewasa dan mandiri,sekarang juga dia udah pinter cari uang.Sambil kuliah dia bisa sambil bantu saya di perusahaan hasilnya bagus untuk seorang pemula" ucap Bagas,ayah Arif yang membanggakan anak laki-lakinya itu.
Riana tidak mendengar obrolan para orang tua yang sedang asik saling memuji itu,ia melamun sambil memainkan cincin yang tersemat manis di jarinya .Arif memperhatikan itu,ia merasa mungkin Riana bosan,jadi ia mengajak Riana memisahkan diri dari para orang tua dan bergabung bersama Melly dan Ido.
"Riana selamat ya sayang ku!gue iri banget sama elo!" ucap Melly sambil memeluk erat sahabatnya itu.Riana hanya tersenyum menanggapinya.
"Akhirnya Kapten futsal kampus kita, sekarang udah gak jomblo lagi.Sekalinya dapet langsung otw jadi bini" ucap Ido menepuk bahu Arif bangga.
"Ini juga berkat kalian.Kalo kalian gak punya ide konyol kayak kemaren mungkin gue masih jalan di tempat dan gak berani ngungkapin isi hati gue" ucap Arif.
"Ide konyol apa?" tanya Riana penasaran.
"Mereka tadinya mau jodohin kamu sama cowo lain,ya jelas aku gak terima.Daripada keduluan lagi,aku langsung tancap gas" ucap Arif bangga.
"Duh geli gue dengernya aku-kamu biasanya juga gue-elo.Telinga gue gatel gitu dengernya" ucap Melly sambil menutup kupingnya.
"Biarin suka-suka gue,dia bentar lagi kan jadi istri gue.Nanti kalo udah sah manggilnya di ganti jadi papih-mamih!yang jomblo jangan ngiri ya" ejek Arif.
"Wah,udah gak ke tolong ini mah,Bucin akut!" delik Ido pada Arif.