Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4
"Bella" panggil Anya
"Anya, aku pikir siapa"
"Lama banget gak kelihatan, kemana aja?"
"Ada kok dirumah. Kamu gak kerja?"
"Lagi cuti, dan baru pulang liburan. Lusa baru kerja"
"Oh gitu, mau belanja?" "Iya, mau cari sesuatu untuk kerja"
"Bareng yuk, aku juga mau cari sesuatu"
"Bell, kamu sekarang kerja dimana?"
"WFH aja kok, karena kantornya ada di luar negeri"
"Wih, kalau ada loker kabarin ya"
"Pasti, gimana kerjaan?" "Akhir-akhir ini agak ribet, biasalah"
"That's life"
Bella dan Anya menuju sebuah store pakaian wanita, mereka mencari beberapa pakaian, kemudian mencobanya, dan setelah itu membeli pakaian tersebut.
Bella sedang duduk menunggu Anya yang masih berada di kasir, hingga matanya melihat sesuatu yang sangat mengejutkan, Tevy.
Tevy sedang duduk di kursi roda, kemudian ia pergi dengan beberapa orang yang memang di pekerjakan Alan untuk menjaganya.
"Ini bagus ya, Alan pasti suka" ucap Tevy
"Bagus banget Bu, Bu Tevy harus beli dengan warna hitam yang itu" ucap Intan.
"Ambilkan ukuran M ya"
"Siap Bu"
Intan mengambil pakaian yang diinginkan oleh majikannya, kemudian ia mmeberikan kepada Tevy dengan ukuran yang Tevy inginkan. Kemudian mereka berkeliling store tersebut untuk mencari beberapa pakaian lainnya.
Sementara Bella hanya memperhatikan dari jauh sambil menunggu Anya kembali dari kasir.
"Lihat apa Bell?" tanya Anya
"Lihat-lihat baju aja, siapa tahu ada yg oke"
"Pindah store yuk"
"Oke Anya"
Bella meninggalkan store tersebut bersama Anya, namun saat ia berjalan tiba-tiba Bella hampir di tabrak oleh kursi roda Tevy.
"Astaga" ucap Bella
"Oh sorry, are you okay?" ucap Tevy
"I'm okay, don't worry"
"Maaf ya Mbak, saya tadi gak lihat main dan main dorong gitu aja" ucap Intan
"Gak apa-apa, aku cuma kaget aja"
Bella meninggalkan Tevy dan semua orang yang ada di sekitarnya. Meskipun Bella tidak pernah bertemu mereka, tapi Bella tahu siapa saja mereka karena Bella selalu stalking media sosial milik Tevy.
"Ngeri juga asistennya ada banyak, pasti kaya banget mereka" ucap Anya
"Mungkin"
"Lihat tas dia? Berapa duit itu"
"Kamu juga bisa beli Anya"
"Jual rumah dulu"
"Pacar kamu kan kaya"
"Dia pelit Bell"
"Hahaha masa?"
"Serius Bell, per bulan aku cuma dapat berapa dari dia"
"Ya sudah, kamu harus kerja keras"
"Nasib"
Bella hanya tertawa sambil mengusap punggung Anya, keduanya masuk ke dalam store sepatu. Anya mencari flat shoes dan Bella seperti biasa ia akan mengoleksi high heels.
"Pagi Kak Bella, kami punya koleksi baru. Mari sebelah sini" ucap karyawan store tersebut
Bella mengikuti langkah karyawan tersebut kemudian ia mencoba beberapa koleks terbaru mereka, dan Bella memutuskan memilih tiga high heels untuk ia beli.
Dan tanpa di sengaja Tevy juga masuk ke dalam store tersebut, namun sayang ketika tevy menginginkan high heels tersebut, warna yang Tevy inginkan sudah sold out.
"Mohon maaf Bu Tevy, tapi untuk heels merahnya sudah diambil oleh wanita yang berdiri di kasir tersebut" ucap karyawan store
Bella membalikan badannya dengan menenteng paper bag, kemudian melewati Tevy begitu saja meskipun dari jauh ia tahu jika itu adalah Tevy yang hampir menabraknya.
"Sorry" panggil Tevy yang membuat Bella berhenti dan menoleh kearah Tevy
"Ya?"
"Kamu beli high heels ini ya?"
"Iya"
"Kamu perlu banget gak? Kalu gak aku beli ya, dengan harga 3 kali lipat"
"Sorry gak bisa"
"Please, suamiku suka warna merah, Dan aku mau beli heels itu"
"Suamiku juga suka warna merah, sorry"
Bella meninggalkan Tevy begitu saja, Anya yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.
"Suami siapa bell, suami orang hahaha" ucap Anya
"Lagian, dia maksa banget udah jelas aku yang beli duluan"
"Tapi sorry, kan dia di kursi roda gimana ceritanya dia beli heels"
"Mau balik ke store buat tanya?"
"Bellaaaa" ketus Anya
Lagi dan lagi Bella hanya tertawa melihat ekspresi Anya. Keduanya meninggalkan store sepatu lalu menuju store perhiasan. Bella dan Anya membeli sebuah cincin, namun kali ini Bella membeli sebuah cincin dengan harga yang sangat mahal untuk standar Anya.
"Bell, kamu yakin?" bisik Anya
"Iya, kenapa?"
"Kamu punya duit dari mana?"
"Nabung dong"
Anya terbelalak melihat Bella, memang sejak setahun terakhir setelah Bella resign, Bella memiliki kehidupan yang lebih privasi dan mewah. Namun ketika Anya menyadari jika gaji Bella mengikuti negara dimana ia memiliki kontrak dengan perusahaan tersebut, Anya mengangguk paham.
"Enak ya Bell, punya gaji banyak sekarang" ucap Anya
"Enak gak enak sih"
"Gak enaknya apa?"
"Harus kerja shift malam"
"Kok bisa?"
"Kan mengikuti waktu di negara itu"
"Iya juga sih"
Ya, Bella memang bekerja shift malam, karena biasanya Alan akan datang kerumahnya saat malam, dan membuat Bella begadang untuk menghadapi hasrat seksual Alan yang sangat tinggi.