NovelToon NovelToon
ARINDRA

ARINDRA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 3.3
Nama Author: Lesta Lestari

STORY LOVE ARINDRA

Wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya kala ia terbangun di ranjang rumah sakit. Entah berapa lama ia tertidur, saat ini yang dirasakan hanya sakit kepala yang luar biasa menyerangnya.

Beberapa orang muncul setelah kesadarannya, namun tak satupun ia mengenalnya. Ia berusaha mengingat, namun semua di luar kuasanya.

"Mbak menderita amnesia anterograde"
Kata seorang dokter saat menyapanya

Namun sesosok bayangan muncul di balik pintu kaca, seorang laki-laki berbaju putih itu menatap ke arahnya, seketika ia teringat apa yang sudah terjadi pada dirinya dan menjerit memukul-mukul kepalanya.

"Brengsek, laki-laki brengsek, tak cukup kau memperkosaku, kau pun ingin membunuhku, pergi-pergi"

Jeritan itu terus menerus terlontar, air matanya juga tak kuasa dibendung. Membuat beberapa orang yang di ruangan itu pun panik, karena wanita itu juga memukul-mukul kepalanya dan berusaha melepas selang infusnya dan hendak berlari, namun pada kenyataannya ia malah terjatuh di sisi ranjang dan kaki yang tak bisa digerakkan.

Syabila Arindra nama wanita itu, kisah sedih pilu, romantis dan misteri hidup yang menyelimutinya. Sanggupkan bertahan dan apa yang membuat ia bertahan???

Nantikan selalu Upnya ya pembaca budiman, dang lupa komentar terbaiknya 😆😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Hana melihat Hans, terduduk di samping ranjang Mbak Arindra, memegang erat tangannya dan mengusap-usap perutnya, bercerita tentang perkembangan janin di perut istrinya yang koma, tentang pernikahannya dengan Syara yang telah sudah terlewati sepekan yang lalu.

Aktifitas itu Hans lakukan setiap malam setelah pulang kerja, tidur di kamar yang sama di ranjang berbeda, Arindra sudah tidak lagi di rawat di rumah sakit setelah satu hari pernikahan Hans dan Syara dilangsungkan. Tinggal terpisah dengan ke dua orang tua mereka, membuat Hana lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Hans kakaknya.

"Kak"

Hana memegang pundak kakaknya itu, dan duduk di sampingnya.

"Kak"

Lagi-lagi Hana memanggil Hans, namun tetap diam.

"Kak, mau sampai kapan seperti ini, kakak tidak hanya punya Mbak Arindra tapi kakak juga punya Syara"

"Jangan bahas lagi Hana, kakak tidak ingin mendengarnya"

"Kak, bagaimanapun Syara sekarang istri kakak, sudah seminggu kak dia di sana. Ayok kita jemput kak"

"Han, dia masih butuh waktu biarkan saja. Kakak tidak masalah jika dia tak kembali"

"Astaqfirullahaladzhim kak, kenapa kakak begini. Meskipun di hati kakak dan Syara tak ada saling cinta, bahkan pernikahan ini terpaksa tetap saja kak, kalian ini suami istri cobalah saling membuka hati. Pernikahan bukan permainan kak"

"Jika pernikahan bukan permainan tapi mengapa Syara pergi, padahal ia paham bahwa dia berstatus istri"

"Kak, Syara butuh waktu tapi bukan berarti kakak membiarkan keadaan terus begini, kalian butuh tinggal bersama untuk saling mengenal, ingat kak kehamilan Mbak Arindra memasuki usia 1 bulan. Jika Kakak tidak cepat membawa Kak Syara kemari, rencana Daddy tidak akan berjalan"

"Maksudmu apa Hana?"

"Apakah kakak tidak mengerti, bukankah Daddy meminta kakak menikahi Syara untuk menutup aib anak yang dikandung Mbak Arindra, sehingga tetap bisa diakui sebagai bagian keluarga Wijaya. Kalau kakak membiarkan Syara tidak tinggal bersama kakak, lalu bagaimana nasib anak ini setelah dilahirkan?"

"Dia tetap anakku Han, meski Daddy tak mengakuinya"

"Dia juga tetap keponakanku kak dan aku mau mengurusnya, tapi dia butuh orang tua yang lengkap kak, butuh Syara. Mbak Arindra kakak tau sendiri keadaannya, kita tidak tau sampai kapan Mbak Arindra seperti ini"

"Mengapa tidak kau saja yang menjemputnya?"

"Aku ingin melakukannya kak, tapi panggilanku tak dijawab, chat juga tak dibalas dia masih kecewa padaku, dan aku saat ini tak bisa memaksanya"

"Lalu apa maumu"

"Ayo kita ke rumahnya Kak, kita bicara di sana. Bagaimanapun Syara pasti akan mau dia paham hukum wanita yang sudah bersuami..."

"Jika dia paham tak semestinya bertindak seperti ini"

"Dia butuh waktu kak, sama seperti kakak"

"Sudahlah Han, ini sudah malam. Kakak lelah ingin istirahat"

"Pokoknya Hana tak mau tau, besok kakak ikut Hana ke rumah Abi kita jemput Kak Syara, dr Dea sudah Hana hubungi buat menjaga Mbak Arindra"

"Jangan memaksaku Han, kau tau aku tak mau"

"Jangan keras kepala kak, nanti kakak menyesal"

"Terserah, keluar"

"Iya-iya tapi jangan dorong-dorong gini dong, Hana bisa keluar sendiri"

"Kamu berisik, cepat keluar"

"Kakak..."

Hana kesal, melihat kakaknya yang mengusirnya dari kamar perawatan Mbak Arindra. Dan langsung menutup dan mengunci pintu saat Hana sudah di luar.

####

Keesokan paginya Hana sudah bersiap menunggu Hans di meja makan, bagaimanapun ia bertekad menyatukan Hans dan Syara sebagai suami istri yang utuh seperti impiannya. Ia ingin lewat Syara kakaknya berubah, menjadi laki-laki sholeh serta bisa membawa perubahan di keluarganya.

Hana sudah memulai sarapannya saat melihat Hans turun dengan stelan pakaian kerjanya.

"Kak, kenapa menggunakan pakain kerja sih. Hari ini kita ke rumah Syara kak"

"Kau saja yang kesana"

Ucap Hans cuek dan memakan sarapannya.

"Kak, harus berapa kali Hana bilang, Kakak itu butuh Syara, anak yang dikandungan Mbak Arindra butuh Syara. Bukankah kakak selalu berjanji akan melakukan yang terbaik buat Mbak Arindra dan anak kalian. Kenapa kakak jadi egois begini"

"Anakku tak butuh Syara, aku bisa membesarkannya sendiri"

"Kak, anak itu butuh status..."

"Cukup Hana, kakak sudah muak mendengarmu berulang kali menyebut nama Syara. Ia sendiri pergi dan peduli mengapa aku harus peduli"

"Kau harus peduli Hans, karena ini menyangkut cucuku"

Mommy yang tiba-tiba datang, lalu duduk di meja makan menghadap Hans.

"Dengar Hans, cucuku harus lahir lengkap dengan adanya ke dua orang tua di sampingnya. Mommy tidak ingin cucu Mommy menjadi anak yatim. Paham Hans"

"Tapi Mommy, Hans tidak bisa. Banyak pekerjaan yang harus Hans lakukan"

"Tidak ada tapi-tapi bawa pulang Syara hari ini juga, jika tidak mau paksa dia..."

"Mom, Syara pasti mau Mom tanpa perlu dipaksa"

Ucap Hana kesal mendengar ucapan Mommynya yang meminta Hans memaksa Syara.

"Bagus kalo dia tak perlu dipaksa, tapi yang jelas hari ini Mom ingin Syara ada di rumah ini, jika tidak Mom dan Daddy yang akan bertindak"

"Tidak perlu Mom, Hans dan Hana akan ke sana"

Hans tau bagaimana sifat ke dua orangtuanya ini, selalu memaksa dan tak bisa dibantah. Apapun akan mereka lakukan untuk mendapatkan keinginan, Hans tidak ingin masalah jadi bertambah rumit.

"Bagus, kalo begitu berangkatlah hari ini"

"Hans ke kantor dulu, ada beberapa hal yang harus Hans selesaikan, baru setelah itu Hans menjemput Syara"

"Berangkat sekarang, atau Mommy yang akan berangkat saat ini juga"

"Sudahlah kak, masalah kerjaan biarkan Kak Aldo yang menghandlenya. Ayok berangkat"

Ucap Hana sambil menarik lengan kakaknya, Hans tak bisa lagi menghindar. Ia pun melangkah mengikuti adiknya itu.

"Kami berangkat dulu Mom"

Hana mencium punggung tangam mommy dan mencium ke dua pipinya di depan pintu rumah. Sedangkan Hans tak peduli, ia melangkahkan kaki menuju mobil.

"Hati-hati di jalan sayang"

Ucap Mommy dan melambaikan tangan saat kendaraan sudah mulai melaju meninggalkan area rumah megah Hans.

"Kak, ingat ya jangan terbawa emosi, sebisa mungkin bujuk Syara dengan cara yang lembut, enggak boleh kasar. Syara begitu anti pada pria kasar"

Hana berusaha memberi nasehat pada Hans, meski Hans seolah tak mendengarkan dan fokus pada kemudinya.

"Kak, kita nanti berhenti mencari makanan kesukaan Syara ya, sekalian beli bunga buat Syara"

Hans masih diam, ia masih berkutat dengan fikirannya sendiri. Beberapa hari ini Karina datang ke kantornya, memintanya kembali. Bagaimanapun di hati Hans masih tersimpan nama Karina, terlepas dari pengkhiatanan yang sudah dia lakukan.

"Auuuu, kenapa kamu cubit kakak Hana"

"Abisnya kakak di ajak ngomong diam aja, Hana kesel"

"Kamu ngomong apa memangnya"

"Tuh kan enggak dengerin"

"Ya udah jangan juga dimajuin itu bibir, tinggal ngomong lagi aja apa susahnya sih"

"Kenapa kakak yang jadi kesel, harusnya Hana yang kesel, aneh"

"Kamu maunya apa?"

"Beli makanan kesukaan Syara dan bunga buat Syara"

"Terserah, kamu yang beli sendiri"

"Oke enggak masalah tapi duitnya dari kakak ya..heheee"

"Dasar adik matre"

"Idih apa salahnya matre ma kakak sendiri, situ aja yang enggak peka"

"Bawel amat ini mulut, sudah beli di mana"

"Oh itu kak, di perempatan jalan itu ada toko-toko oleh-oleh dan bunga"

Hans melihat tempat yang ditunjuk Hana, tak lama kemudian ia menghentikan mobilnya. Tiga puluh menit Hana selesai berbelanja, sedang Hans berada di mobil tak mau keluar.

Setelah itu mereka pun melajukan kembali mobil menuju rumah Syara.

1
Julia Lubis
Kenapa harus sad ending sih😭😭😭😭
Nurma Lisa Hasanah
ihhh author kenapa ngambil foto idola saya... udah ganteng hafiz Qur'an jg...itu punya saya Thor hehehe 🤭
Tiwi Rahayu
sungguh baru kali ini aku kecewa lihat Jack menikahi Hana 😭😭😭😭
Tiwi Rahayu
tidak mudah melupakan rasa sakit yang dialami oleh Arindra ,rasa sakit yang ditorehkan berulang ulang,kematian orang tuanya dan orang disekitarnya yang turut jadi korban ...
Tiwi Rahayu
aku suka gayamu Arindra...bangkitlah dan bslaskan rasa sakit hatimu.
Tiwi Rahayu
nyesek banget kisah mu Syara tapi lebih miris dan nyesek Arindita yang tidak tau kalau sudah dinikahi dan hamil dari seorang pria pemerkosa dan parahnya lagi beristri 2 ...
Tiwi Rahayu
terkejut dong aku saat Abi Hasan tidak menerima pinangan Afdhan buat Syara
Tiwi Rahayu
Gimana nih jadinya Arindra. apabila tersadar dari komanya mengetahui fakta dia hamil dan lebih parahnya , orang yang harusnya bertanggung jawab malah menikahi orang lain.
Tiwi Rahayu
sediih banget Hana mengetahui kakak yang sangat disayangi dan dikagumi sanggup melakukan pemerkosaan dan yang hadir penyebab sikorban menjadi celaka 😭😭😭
Nur Khofifah
baru baca karya kk ternyata bagus banyak inspirasi banyak hal yg menuju islamnya banyak banget pelajarannya...
tpi kok kisahnya hana sama jack gx di lanjut kak😁
en_en
cerotanya bagus. 👍👍👍bisa out the box
Rain sky
saya dukung mereka gak bersatu😇
Anh PGRI
Terima kasih. novel yg banyak ilmu. salut buat author dan sukses selalu. Amin YRA
Dedeh Hasanah
xxc5
Dedeh Hasanah
,99,,999c, 9,
Mbak Gading Qeyod
aq gak suka polygamist, secara tidak ada hati wanitapun yg akan iklhas
tpi dgn novel ini dpt pelajaran jg dlm artian luas.......
(dan aq ttp menolka poligami) hehhehe

semangat thorrrr.......
Reny Ganestya
kasihan sama aindra ,,,
kasih jodoh buat aindra thor jga sama hans
Ari♈Aries
👍👍👍👍👍
Anggie Nifmala
CeritanyA bagus..
yeni nofriza
Disini yg terluka batinnya wanita2 sholeha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!