***
Novel ini lanjutan dari novel MENGEJAR CINTA MR. LING. Sengaja dipisah karena di novel ini akan fokus pada masa dewasa Kalingga dan Ailee. Di novel ini Kalingga akan memulai hidupnya yang baru setelah tidak bersama Ailee. Kalingga akan mengembalikan nama baik keluarganya serta akan memantaskan dirinya untuk bersanding dengan Ailee. Selain itu, novel ini akan mengisahkan perjuangan Ailee menempuh pendidikan sembari bekerja di perusahaan keluarganya. Ditengah perjalanannya, ada seorang pria yang selalu menemaninya. Siapa dia? Temukan jawabannya di beberapa bab yang akan hadir.
Novel ini mengandung banyak keuwuan dan kebucinan serta ****** ******. Harap bijak dalam membaca. Dosa ditanggung sendiri wkwk. Terimakasih sudah mampir, jangan terlalu terlena, ini hanya cerita fiksi.
*biar paham mampir ke novel Mengejar Cinta Mr. Ling dulu ya. Alurnya cukup lambat, tapi dijamin ketagihan hehe.
MCMLS2 : ONLY YOU
OvieNur'Aisyah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovie NurAisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Wisuda
Ayolah pot pot, komen juga😔🤏🤸♀️
***
Hari yang selalu Ailee tunggu akhirnya tiba. Masih terasa seperti mimpi dia bisa lulus dalam waktu tiga tahun ini. Pendidikan S1-nya sudah usai. Kini Ailee tinggal fokus pada perusahaan keluarganya.
Menjadi anak tunggal ternyata susah-susah gampang. Ailee tidak memiliki patner untuk mengelola perusahaan. Semua aset dan kekayaan sepertinya akan menjadi miliknya. Sebab hanya seorang saja yang jadi keturunan Fox. Papinya tidak memiliki sodara, pun dengan Ailee. Keduanya sama-sama anak tunggal.
Jauh-jauh hari Ailee sudah menyiapkan dress kebaya. Memang sejak awal semester dia sudah menghalu jika saat wisuda dia akan memakai kebaya dress. Dan keinginannya terpenuhi. Dress kebaya ini dipilih langsung oleh mamanya. Bahkan beliau yang mengurus soal desain dan bentuknya.
Bentuknya masih sama seperti dress biasanya. Atasan dengan brokat dan bawahan menggunakan span bermotif batik. Bagian atasnya berlengan pendek, sebagian mengekspos bagian atas tubuh Ailee. Selain itu kebaya dress ini dilengkapi dengan belt.
Make up yang Ailee pakai hari ini biasa saja. Sebab dia tidak mau terlalu tampil wah. Ingat, dia tidak boleh mengekspos dirinya. Apalagi berita kemarin masih hangat sekali. Sudah pasti media juga akan datang ke kampusnya jika mengetahui hari ini Ailee wisuda.
"Sayang, cepatlah." Teriakan dari Cya terdengar saat Ailee belum juga turun dari kamarnya. Sementara dibawah Alex dan Cya sudah siap dan tengah menunggu anaknya.
Ini adalah pertama kalinya Cya dan Alex menyaksikan hari bahagia di hidup Ailee. Karena sebelumnya mereka selalu absen. Di akhir SMA, Ailee juga tidak merayakan kelulusannya karena hanya dia seorang saja yang lulus duluan dibandingkan dengan teman-temannya.
"Ma, ini gak terlalu terbuka kan bagian atasnya?" Ailee muncul dan langsung melemparkan pertanyaan pada mamanya terkait penampilannya.
"Enggak, itu udah cantik. Mama sendiri yang desain masa iya gak cantik, lagian wajar aja kebuka sedikit," tutur Cya.
"Sedikit apanya, hampir bagian pundak aku gak ketutup. Kenapa juga modelnya harus kebuka dibagian pundaknya sih ma," gerutu Ailee.
Berawal tidak ingin ribet sendiri dalam memilih dress untuk wisuda, maka Ailee membebankan hal itu pada mamanya. Dia hanya terima beres saja. Bahkan untuk detailnya seperti apa Ailee tidak ikut campur. Bentuk, bahan dan warna ditentukan sendiri oleh mamanya.
"Gak usah bawel. Udah cantik gitu, iya kan pi?"
Alex mengangguk, "Memang modelnya yang seperti itu sayang. Wajar saja jika terekspos bagian bahu. Mama kamu kan suka yang sexy-sexy."
Ailee mengerucutkan bibirnya lalu memakai toga miliknya. Ketiga manusia tersebut pun lantas segera berangkat menuju ke acara. Sudah hampir terlambat juga.
***
Kabar tentang kedekatan Kalingga dan Ailee terdengar sampai ke Boston. Sejak semalam Briella memaksa kedua orang tuanya untuk mendatangi kakaknya di Singapura. Bahkan mengancamnya jika mereka tidak ingin menemani Briella, maka dia akan berangkat sendiri saja.
Anak bungsu memang keras kepala dan tidak suka dibantah. Alhasil keluarga Kavinder pun berangkat di esok harinya. Mereka tidak mengabari Kalingga jika mereka akan datang.
Sesampainya di bandara, keluarga Kavin disambut oleh Aidan. Pria itu mengatakan jika tuannya sedang sibuk dan akan pergi ke acara wisuda Ailee. Mendengar hal itu Briella tentu saja meminta diantar ke tempat wisuda Ailee. Selain itu dia juga membawa buket bunga untuk sahabatnya itu.
Mendengar kabar kedekatan kakaknya dengan sahabatnya ini tentu saja Briella senang. Dia tahu sendiri seperti apa kondisi kakaknya setelah ditinggal pergi oleh Ailee, sangat kacau sekali bahkan terlihat seperti mayat hidup.
Sementara Kalingga, pria itu sudah sampai lebih dulu di tempat acara wisuda kekasihnya. Buket uang berbentuk bunga ada ditangannya. Cukup besar sekali, sebab Kalingga memakai banyak uang dollar.
Kalingga memang menyaksikan acara wisuda kekasihnya, namun dia belum menemui Ailee. Kalingga sengaja melakukan hal itu, bahkan menghilang seharian kemarin. Dia hanya ingin menyadarkan Ailee tentang perasannya.
Ailee terlihat tengah berfoto-foto dengan keluarganya dan juga teman-temannya. Namun ada yang menarik perhatian Kalingga. Setidaknya ada enam orang laki-laki dan perempuan yang menurutnya tidak asing. Kalingga mengenal salah satunya yaitu William. Penanggung jawab Sirkuit Alexandria.
"Gila, gila, temen gue lulus dengan nilai memuaskan," komentar Cita sembari memeluk Ailee.
"Bener, bangga banget gue punya temen pinter kayak dia," ucap Sophia.
"Ya jelas lah," sahut Angela.
Ke empat wanita tersebut saling memeluk. Bahkan Richi sengaja mengambil foto candid mereka.
"Bu bos emang keren," celetuk Willem.
"Ngomong-ngomong, bisa kali traktir makan."
"Lo anak orang kaya masih aja minta traktiran Ailee," ucap Cita.
"Yang kaya bokap gue, bukan gue," jawab William.
Sejak mereka berdua kenal, tidak pernah terlewatkan satu kali pun untuk tidak berdebat. Kadang Ailee pusing sendiri mendengarnya.
"Udah, kalian itu baru ketemu lagi loh. Masa udah adu bacot aja. Kalo kalian kangen ya tinggal kangen-kangenan. Pake cara elite," titah Willem.
"Wait, maksudnya?" tanya Sophia.
"Bukan apa-apa. Ngawur dia mah," potong Cita saat Willem akan bersuara lagi.
"Sstt, tuh," ucap Richi menunjuk arah belakang Ailee menggunakan matanya.
Semua atensi langsung menatap ke arah yang ditunjuk oleh Richi, pun dengan Ailee yang membalikan tubuhnya.
"Congratulation, dear."
Ailee terpaku melihat senyum manis yang tercetak di bibir Kalingga. Belum lagi penampilan pria ini yang terlihat sangat dewasa dengan setelan casual formalnya ini.
"Udah mirip CEO aja anjir," bisik Cita pada Sophia.
"Hooh, kemarin di berita aja udah kece. Ternyata aslinya lebih kece."
"Thank you," balas Ailee. Gadis itu menatap buket yang diserahkan oleh Kalingga.
"Ambil sayang, kasihan loh Kalingga datang jauh-jauh kesini," ucap Alex yang baru saja bergabung.
Ailee pun menurut dan menerima buket uang yang sangat cantik ini.
"Apa kabar om, tante." Sapa Kalingga.
"Kami baik, Kalingga."
"Syukurlah."
"Kamu datang jauh-jauh dari Boston. Tidak lengkap bukan jika tidak mengambil foto bersama dengan Ailee?" Tanya Cya.
"Ma."
"Richi, tolong ambil foto Ailee dan Kalingga ya? Yang bagus, soalnya mau tante pajang," titah Cya pada Richi.
"Oke tan."
Mood Ailee tiba-tiba tidak senang. Namun dia juga tidak bisa menolak kemauan mamanya. Alhasil Ailee pun menurut. Ia dan Kalingga berfoto bersama.
"Yang deket dong, kok jaga jarak gitu," tegur Cya saat anaknya hanya diam saja.
Sedangkan Kalingga hanya tersenyum kecil lalu menarik pinggang Ailee agar mendekat ke arahnya. Keduanya melihat ke arah kamera. Beberapa jepretan berhasil diambil Richi.
"Kamu gak mau kasih hadiah lain buat anak tante?" tanya Cya.
Bukan hanya Kalingga namun Ailee juga mengernyit tidak mengerti. Cya berdecak pelan saat melihat ekspresi Kalingga lalu memintanya mendekat karena Cya ingin berbisik.
Tbc.
Up next kalo gak sore malem ya. Author rada riweuh hari ini.