Nabila Az-Zahra gadis yatim piatu yang di besar kan oleh sang Bibi yang merupakan adik kandung dari sang ibu.
Suatu hari harus menerima kenyataan pahit tentang pernikahan yang terpaksa harus di laksanakan demi membalas jasa kepada orang yang sudah menolong mereka di hari kemarin.
Tidak banyak yang bisa Bila lakukan selain menerima pernikahan mendadak ini.
" Siapa calon suami aku?" batin bila bertanya-tanya.
pernikahan yang menjadi moment sakral seumur hidup,harus di lalui Bila begitu saja.
" Kamu hanya lah istri kedua saya,dan jangan pernah mengharapkan kata cinta dari saya." bentak keras dari seorang pria yang baru saja mengucapkan ijab qobul tadi siang.
Deg....
" Istri kedua!" air mata Bila jatuh begitu saja,ketika mengetahui fakta yang sebenarnya.
Mampu kah Bila bertahan dengan pernikahan tanpa rasa ini?
sejauh manakah hati Bila bisa legowo menerima takdir menjadi istri kedua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bermain solo
Dengan penuh perasaan Arif ******* habis Bibir Nabila yang sangat seksi di mata nya.
Nabila yang masih belum siap menjalankan kewajiban nya di atas ranjang, berusaha mendorong tubuh Arif dengan sekuat tenaga nya,karena tubuh nya yang terlalu kecil dan imut sehingga menyulitkan dia menghalau tubuh besar Arif yang sedang melahap habis bibir manis nya yang sudah tidak perawan lagi,Arif terlihat begitu menikmati setiap detik yang dia lalui, berbeda jauh dengan Nabila yang terlihat resah mencari cara untuk melepas kan diri nya dari cengkraman Buaya jantan yang sedang kelaparan.
Sebuah ide brilian muncul begitu saja di dalam kepala nya.
Tanpa berpikir panjang lagi ,dia langsung menjalan kan ide bagus itu detik itu juga.
" Awww." teriak Arif ketika merasakan sakit yang teramat perih di kaki nya.
Ciuman yang hampir saja menjadi awal pembuka puasa nya gagal begitu saja di persimpangan jalan.
" Sakit ." keluh Arif sambil mengelus-elus kaki nya yang terlihat berubah warna menjadi merah.akibat mendapat kan hentakan keras dari kaki Bila.
Bila melengos begitu saja,tanpa perduli apa yang di rasakan oleh suami nya.
" Kamu!" ucap Arif sambil menunjuk wajah Bila.
" Apa kamu tidak takut akan dosa hah? Seluruh tubuh kamu sudah halal bagi aku untuk memakai nya!" bentak Arif cukup keras.
Bila terdiam sambil menunduk kan kepalanya, Sebelum Arif menjelaskan posisi nya ,Bila sudah sangat paham tentang dosa yang akan dia tanggung kelak karena telah menolak melayani suami nya.
Mulut Bila dengan cepat melantunkan doa dan dzikir berharap kesalahan yang dia perbuat mendapatkan pengampunan di akhir hayat nya.apalagi dia dengan sadar nya membuat suami nya kecewa.
Bukan tidak ada alasan Bila menolak di sentuh oleh suami nya,saat ini dirinya benar- benar belum siap menyerah kan seluruh jiwa dan raga nya kepada pria yang baru saja masuk ke dalam kehidupan nya,sebuah malam pertama yang indah dan syahdu belum siap dia berikan kepada pasangan nya,sebab mereka menikah bukan berlandaskan rasa cinta dan kasih sayang melainkan karena perjodohan paksa.
Dengan hati dongkol Arif lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan bagian celana depan nya yang membengkak bagaikan kemasukan Belut.
" Sial." umpat Arif kesal.
Kepala nya sudah berdenyut nyeri dan belut nya yang meronta meminta masuk ke dalam sarang,membuat dia terpaksa harus bermain solo di dalam kamar mandi.
Meskipun sedang marah dan kesal,Arif memejamkan mata nya sambil membayangkan wajah cantik Nabila,manis nya bibir Nabila cukup menjadi daya pikat tersendiri bagi dia yang belum pernah merasakan manis nya bibir seorang gadis perawan.
Meskipun dia menikah dengan Naima bukan berarti dia adalah orang pertama yang mendapatkan seluruh rasa manis yang ada pada tubuh Naima,Arif adalah orang yang kesekian kali nya bagi Naima. hidup bebas sudah Naima jalani sejak masih ABG. sehingga sulit sekali bagi Naima untuk meninggalkan dunia gelap nya.
Cukup lama dia menghabiskan waktu untuk melepas segala sesak yang menyerang bagian bawah nya,hingga terdengar suara ******* menggema sebagai pertanda bahwa belut nya sudah memuntahkan cairan hangat nya.
" Punya istri dua orang, tetapi masih saja bermain solo." gumam Arif tidak percaya.
Huftt...Helaan nafas panjang terdengar keluar dari mulut Arif.
Arif bukan lah lelaki perjaka, hangat nya berbagi peluh di atas ranjang sudah terbayang indah di pelupuk mata nya,namun harus sirna sudah akibat istri nya yang masih belum siap.
Setelah membersihkan diri nya,Arif lalu keluar dari kamar mandi memakai celana boxer yang sama seperti tadi dan tanpa ada baju yang menutupi dada nya.
" Mas,aku minta maaf untuk yang tadi." ucap Bila merasa bersalah.hati nya menjadi tidak tenang setelah merenung sejenak atas dosa yang telah dia perbuat.meskipun telah memohon ampun kepada sang pencipta tetapi hati nya masih saja gelisah karena belum memohon ampun secara langsung kepada suami nya.orang yang sudah menjadi korban keegoisan nya.
" Kali ini aku maafkan,tapi tidak untuk besok,kapan pun aku minta,kamu harus siap dan tidak ada penolakan lagi." ujar Arif pelan tetapi cukup menakutkan bagi Bila.
" Tidak lucu 'kan tiba-tiba saja besok pagi keluar berita di TV, Ahmad Arif Hidayat seorang pengusaha sukses telah memperkosa istri nya sampai pingsan.apa kamu Bibi sama kedua orang tua aku mengetahui bagaimana tidak patuh nya kamu kepada suami kamu sendiri? Aku seorang lelaki sejati , hasrat bercinta itu tentu ada." ucap Arif gamblang dan panjang lebar ,tanpa merasa malu sedikit pun.
" Maaf." hanya kata itu yang mampu Bila ucapkan saat ini,hati nya sungguh bimbang tak karuan.
Antara dosa dan egois masih saja bertabrakan di dalam benak nya.
" Sudah lah ayo kita tidur,ini sudah pagi dan sebentar lagi ayam berkokok,aku juga butuh istirahat dan jangan lupa bangun kan aku pagi besok tepat waktu,jangan sampai aku telat karena ulah kamu."ajak Arif langsung naik ke atas ranjang, tubuh lelah nya sudah meronta minta beristirahat ketimbang berdebat lebih lama dengan istri nya.
Bila mengangguk patuh dan segera ikut naik ke atas ranjang yang sama, ranjang empuk yang sudah dua hari ini mereka tempati berdua dengan status yang jelas, tetapi dengan hati yang masih ragu.
Mata Arif kembali terbuka lebar ketika melihat Bila tidur dengan masih memakai hijab yang berwarna hitam pekat.
" Kenapa harus memakai penutup kepala jika ingin tidur! Apa di rumah mu dulu selalu seperti ini?" tanya Arif yang langsung membuat Bila bungkam tidak tau harus berbuat apa.
" Maaf,aku belum terbiasa membuka hijab ku di depan orang lain." jawab Bila ketakutan.sorot mata tajam milik Arif sukses membuat keberanian yang dia miliki hancur lebur tak bersisa.
" Lepas! Dan tidur lah seperti biasa nya." ucap Arif sedikit lembut.
Bila masih tak bergeming dan merespon apapun yang di ucapkan oleh Arif.sedang kan Arif yang melihat tingkah Bila yang menurut nya aneh langsung terduduk kembali karena melihat Bila yang masih bengong.
" Tidur lah,dan perlu kamu ingat bahwa aku bukan lah orang lain untuk kamu, kemarin pagi kita telah menjadi pasangan suami istri yang di saksi kan oleh para saksi dan juga kedua orang tua kita." ucap Arif sambil memajukan wajah nya lebih dekat lagi dengan wajah Bila.
Tidak ingin menambah catatan dosa nya lagi,dengan sangat terpaksa Bila melepaskan kain penutup kepala nya,tangan nya terasa berat sekali untuk melepas nya,namun mengingat ucapan suami nya tadi tidak ada salah nya jika dia mulai mencoba membuka diri nya dari hal kecil terlebih dahulu.
Wajah Arif yang semakin dekat dengan wajah Bila, sontak terpana melihat paras yang begitu sempurna di miliki istri nya ketika kain penutup kepala nya terlepas bebas.
Tanpa di sadari oleh Arif, bibir nya semakin maju merapatkan barisan dengan bibir manis milik Bila, sebelum kejadian itu kembali terjadi suara petir menggelegar di luar sana membuat Arif tersadar dari aksi nya.
" Kenapa aku selalu saja tidak bisa menahan diri jika sudah menatap bibir nya yang terasa begitu sangat manis." gumam Arif dalam hati nya.
Wajah ayu serta aroma tubuh milik Bila selalu saja mampu menenangkan hati Arif yang sempat kacau.
" Begini lebih baik, ketimbang yang tadi." ucap Arif lalu merebah kan tubuh nya di samping Bila.
Di saat kedua pengantin baru ini sedang berusaha membangun sebuah rasa di antara mereka.
Di rumah yang berbeda saat ini telah terjadi sebuah kacauan hebat.Naima sedang mengamuk karena Arif tak kunjung datang memenuhi ucapan nya tadi.
Prang...
Suara piring berhamburan ke atas lantai kembali terdengar untuk yang kesekian kali nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys..
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semua nya 😍🥰🥰🥰
.