Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.
Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.
Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.
"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Pertemuan Tiga Sisi
Teddy refleks tiga langkah dan langsung menegakkan tubuhnya. Tatapan matanya yang semula acak kini terkunci tepat pada sosok pria yang seperti biasa menatapnya dengan remeh. Orang yang seolah sengaja memamerkan jas dokternya yang rapi dan kini tepat berada di hadapannya. Seakana dua tahun itu tak ada bedanya dengan hari kemarin.
Dokter Arnoldy Darmawan. Entah kenapa, senyum simpul Arnold selalu berhasil membuat darah Teddy mendidih dalam sekejap.
"Kenapa kau tiba-tiba berada di hadapanku?" bentaknya membuang muka.
Namun, pandangan itu malah menangkap menatap sosok wanita anggun yang duduk di atas kursi roda yang mungkin tadi didorong oleh Arnold. Wanita itu adalah Lova. Cinta pertama Teddy yang kini perutnya sudah tampak sangat begitu besar. (Cerita sebelum Lova lahiran nih, yang mengandung anak kembar hasil pernikahannya dengan Arnold.)
Kening Teddy mengerut, 'Lova hamil lagi? Bukankah dua tahun lalu dia hamil? Harusnya anak mereka baru berusia satu tahunan?'
Teddy melirik Arnold dengan penuh amarah. 'Dia hanya menjadikan Lova bagai ternak untuk melahirkan anaknya? Kurang ajar!' teriak Teddy di dalam hati.
"Bukankah kau ke sini memang sengaja mencariku?" Lalu Arnold berjalan kembali ke arah kursi roda tempat istrinya.
"Atau kau masih berharap kami tak bahagia?" Arnold dengan sengaja mengecup kening Lova.
"Lalu ingin mencoba merebutnya kembali? Atau, kau masih meragukan kejantananku?" sambungnya menikmati raut wajah Teddy yang semakin merah padam.
Namun, dari sudut parkiran muncul gadis berseragam perawat sedang berlari kecil membawa kantong kresek berisi makanan.
"Ooom ..." teriaknya dari jauh dan sadar akan kehadiran pria yang seharian kemarin ia kutuk. Dengan cepat, Aira mendekat dan berbisik.
"Ini, aku belikan sarapan. Kenapa Dokter Arnold berada di sini?" bisiknya sambil melirik Arnold dengan kikuk.
Arnold sejenak menatap sang istri, berpindah pada dua orang yang bergelagat sedikit aneh itu. Lalu, sudut bibirnya kembali terangkat dengan tajam.
"Jadi, setelah berhasil menjauhkanmu dari istriku, ternyata seleramu turun level ya, Ted?" Arnold terkekeh renyah, memberi kode pada istrinya yang disambut tawa kikuk Lova.
"Kak, jangan ganggu mereka. Malah bagus dong, Teddy menemukan seseorang yang cocok dengan dirinya," ucap Lova tulus.
Arnold mengusap dagu. Ia mencoba kembali membaca gadis yang berada terlalu dekat dengan Teddy. Lalu ia menatap wajah sang istri. Dengan sekejap ia mengangguk pelan seakan berhasil membaca sesuatu yang tersembunyi.
"Terserah sih, bagaimana pun motivmu mendekati gadis itu. Jika kau memang serius, tak masalah. Tapi kalau cuma buat pamer padaku, kau salah besar! Aku tak tertarik sama sekali."
"Kau harus sadar berapa jarak usia di antara kalian? Kamu sudah pertengahan tiga puluhan, Teddy, sudah terlalu dewasa. Sementara dia? Dia ini mahasiswi ceroboh yang laporannya saja masih berantakan."
Mendengar ejekan suaminya yang begitu blak-blakan menembak harga diri Teddy, Lova yang duduk di kursi roda mendadak menutup mulutnya, ikut terkekeh geli. Suara tawa kecil Lova terdengar begitu renyah. Dia merasa lucu melihat wajah kaku Teddy yang kini semakin melipat menyerupai triplek rongsokan akibat digoda habis-habisan oleh suaminya.
"Sudah, Kak ... Jangan begitu! Kan jodoh tak memandang usia?"
Aira yang tak memahami kisah masa lalu di antara mereka, hanya bisa tertawa kikuk mencoba merangkai teka-teki itu. Lalu, sepasang mata bulat Aira melebar. Fokusnya teralih total pada wanita di atas kursi roda itu.
'Ya ampun ... cantik banget,' batin Aira terkesima.
Meskipun sedang hamil besar dan wajahnya tanpa riasan tebal, aura keibuan dan kecantikan alami Lova benar-benar memancar kuat. Wajahnya teduh, sangat kontras dengan aura Dokter Arnold yang dingin dan terkenal sedikit gila. Rasa takut Aira pada Arnold mendadak mencair, digantikan oleh rasa kagum yang polos.
Dengan gerakan refleks yang sopan, Aira sedikit membungkukkan badannya, memberikan salam pada istri sang dokter.
"Se-selamat pagi, Bu istri Dokter ..." cicit Aira dengan suara imutnya, agak terbata-bata karena terlalu terpesona.
Lova menghentikan kekehannya, lalu menatap Aira dengan binar mata yang teramat ramah.
"Pagi, Cantik. Jadi kamu yang namanya Aira? Mahasiswi yang sering bikin suamiku ini pusing tujuh keliling di ruang sebelah?" tanya Lova lembut, membuat Arnold langsung berdeham jengkel karena istrinya malah bersikap ramah pada kubu lawan.
Sementara itu, Teddy masih diam membisu. Tangannya di dalam saku celana sudah mengepal kuat. Bukan karena dia cemburu melihat Lova bersama Arnold, melainkan karena harga dirinya sebagai pria matang baru saja diinjak-injak di depan "anak kecil" yang sedang dia bimbing untuk balas dendam.
Teddy melirik Aira yang masih sibuk mengagumi Lova, lalu beralih menatap Arnold dengan senyum sinis yang perlahan terbit di bibirnya.
"Jarak usia bukan masalah, Arnold," suara bariton Teddy mengalun berat dan tenang, memotong atmosfer.
"Yang jadi masalah adalah ... bagaimana seorang dokter senior seperti kamu, bisa-bisanya nyiksa calon perawat yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan dunia baru?"
Lalu, ia menatap perut buncit Lova. "Lalu kau ... kau ... kau sungguh beringas ...."
*bersambung*
sepadan lah juragan dan boss besar besanan,,si Jovan dan keluarga nya bakalan kebakaran jenggot
kerjain sekalian si bujang lapuk,,biar kamu puasss🤭🤭🤭
jiaaah ada yg pengen jadi mokondo ternyata,,wes mending sama om2 bujang lapuk Aya Ra
pasti nanti kamu di ratukan sama bujang lapuk dan orang tuanya
bikin ted2 merana dulu 😁
calon mertua langsung gercep ga tuh
inikah novel tentang dia. biar Aira makin klepek2 dan nahan Teddy dekat dia. jadi sama-sama move on😍😍
Yakin kamu bisa ngalahin Arnold si dokter gemulai, jadi deg"an aku 🤣🤣🤣 memangnya kamu ngerti di bidang kejiwaan 🥺 awas entar salah revisi habislah Aira di marahi lagi 🤣🤣