NovelToon NovelToon
Warwick

Warwick

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Dunia Lain / Perperangan / Fantasi Wanita / Barat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lowdod

Di dunia bernama Proelium ini tidak ada yang namanya uang, kedamaian, ataupun cinta. Yang terdapat disini hanyalah pertarungan, kematian, dan juga kesengsaraan. Orang orang di dunia ini hidup dengan cara membunuh orang yang lemah kemudian mencuri apa saja yang mereka punya. Tidak ada yang namanya penjara atau penjaga keamanan di dunia ini.

Di dunia ini, yang haus akan darah menjadi semakin kuat layaknya seorang dewa, sementara yang lemah hanya akan menjadi batu pijakan bagi mereka yang haus akan pertarungan.

Keres Sanguis adalah seorang petarung wanita yang telah mencapai puncak tertinggi dengan cara membunuh semua orang yang dia temui. Namun pada akhirnya, dia tidak memiliki tujuan apapun selain terus bertahan hidup di dunia yang kejam ini. Apa yang diinginkannya sekarang adalah berubah menjadi orang yang lebih baik dengan cara meninggalkan dosa masa lalunya, sekaligus menjatuhkan kekuasaan yang telah menciptakan sistem keji di dunia ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lowdod, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raging Sand

Yo, kembali ke dunia nyata. Di beberapa bab sebelumnya, saat aku mendatangi rumah si setan itu dengan penuh kejutan, dan secara tidak langsung menghancurkan sebagian dari tembok brengsek rumahnya karena Poppy. Masih tidak lupa dengan kata-kata mutiara si setan yang panjangnya minta ampun itu, kan ? Di saat itulah aku mulai kilas balik pertarungan ku dengan Ferrum dan kawan-kawannya.

Sebelum aku datang ke rumahnya si setan, aku sempat berpikir keras tentang Poppy yang secara tiba-tiba mengenaliku. Pada akhirnya, aku menemukan bahwa jantung yang ku gunakan untuk Poppy memiliki sisa ingatan Ferrum. Otomatis, sensor Poppy mulai membaca ingatan Ferrum dari jantung buatannya itu, membuat Poppy akhirnya mengenaliku sebagai tuannya. Bisa di bilang, itu adalah satu momen 'hore' untukku. Walaupun Poppy diaktifkan dengan ingatan Ferrum, namun kesadarannya adalah miliknya sendiri, bukan Ferrum. Itulah yang membuatku agak ngeri. Sifat psikopatnya itu, bukan karena pihak ketiga.

...****************...

Itu adalah satu sejarah panjang, sebelum aku akhirnya berpetualang keluar dari zona nyaman ku di hutan, dan kota langganan ku, Profanus. Tentu saja aku mengajak Poppy dan seseorang bersama ku. Ini adalah dialog nya :

“Woi, setan. Kita pergi berpetualang.”

“Hah !?”

“Kamu tidak tuli, kan ? Kita pergi berpetualang.”

Aku mengatakannya dengan wajah datar, dan tidak berekspresi sama sekali. Yang dimaksud berpetualang di sini adalah adalah pergi ke kota lain, yang bernama Grandbeltz. Untuk sampai ke situ, pastinya ada ujian yang harus dilewati terlebih dahulu. Sebuah gurun sialan yang menyebalkan.

Dan di gurun itulah, aku sedang berada saat ini. Kepanasan, hampir sama seperti sedang dipanggang hidup-hidup.

“Woi, ****** ! Jangan bilang lu mau pingsan sekarang !!”

"Tuan sedang dalam [BAHAYA], sedang dalam [BAHAYA] !!”

Dua orang ini, tidak bisa diam sama sekali, huh !? Untuk mendiamkan seseorang, harus ada aksi yang dilakukan ! Karena itulah aku mengangkat Tonitrui dengan dua tangan, merepresentasikan keliaran seperti Larry.

“Aku baik-baik saja, bodoh ! Dasar makhluk rendahan !!”

Dua orang ini langsung diam seketika. Lihatlah, ini selalu berhasil. Bukankah begitu ?.....

“Oi, jangan pingsan dulu, bangsat !!!”

...****************...

Beberapa saat kemudian, setelah aku tinggal di dalam kegelapan yang terasa akan berlangsung untuk selamanya. Aku terbangun, dan langit sudah malam saja ternyata. Wajah si setan itu sudah menilik terlalu dekat dengan punyaku. Mukanya terlihat sangat menjijikkan.

“Hei.... Aku pingsan ?”

“Yang lu rasain emangnya apa, bodoh !!”

Waw, ramah sekali setan ini.

“Poppy, singkirkan makhluk kekejian ini dariku.”

“Diterima.”

“Bangsat, lu ga terima kasih sama sekali, HAH !!?”

Dalam sekejap mata, setan ini sudah menghilang dari pandanganku saat kaki Poppy mendarat di ulu hatinya. Itu adalah kekuatan yang luar biasa, menendang seseorang hingga orang itu bersatu dengan bintang-bintang luar angkasa. Selamat tinggal, setan bajingan.

Selalu ada pagi kalau ada malam. Setelah melewati keadaan hipotermia selama 15 jam berturut-turut, alam membakar kulit ku kembali di siang yang cerah ini. Kejam sekali mereka. Hei, dan setan itu masih ada di sampingku sebenarnya, sedang memikirkan kembali untuk apa ia dilahirkan di dunia ini.

Aku dan si setan sama-sama sedang mengeluh kepanasan, sementara Poppy, makhluk yang lebih iblis dari segala iblis itu, ia dengan santainya berjalan sambil mengamati seekor kalajengking yang berjalan di bawahnya. Seenak itu kah menjadi seorang cyborg ? Dan omong-omong, kenapa juga aku iri dengan ciptaan ku sendiri ?

“Tuan, ada apa ?”

“Wajahmu, imut juga ternyata.”

Poppy memiringkan kepalanya.

“Tidak dapat dipahami.”

Aku mengatakan itu dengan jujur, sejujur-jujurnya yang aku bisa. Dan aku tidak mengerti bagian apa yang tidak bisa dipahami dari pujian ku tersebut. Lupakan saja, dia masih kecil.

****** pirang ini..... Bisa-bisanya dia ngesimp sama ciptaannya sendiri.....

Perjalanan masih sangatlah panjang. Ini terlihat mulai membosankan. Sejauh mata memandang, hanya ada bukit batu, pasir, dan pasir saja. Kaktus bahkan sulit untuk terlihat di sini. Dan ini masih jam 7, namun panasnya sudah minta ampun. Sialan, aku butuh sesuatu untuk ditebas dengan Tonitrui ! Aku sedikit menoleh ke kanan, dan di sanalah, aku melihat sebuah kaktus berdiri sendirian di tengah-tengah padang gurun. Kasian sekali dia. Biar ku selamatkan kaktus itu dari kesendirian dan kesengsaraan ini.

“Hoi, bocah cyborg. ****** pirang mu itu kenapa ?”

“Permintaan tidak dapat di mengerti....”

Kaktus itu tertebas dalam sekali serang, omong-omong. Setidaknya, aku sudah agak senang saat ini. Benar-benar senang.

Ni orang emang udah gak normal kayaknya.

...****************...

Sudah jam 1 siang, hari kelima belas di padang gurun.

Sejak perjalanan sebelumnya, aku tidak pernah melihat sebuah keanehan di padang gurun ini. Namun, sepertinya hal normal itu tidak berlaku untuk sekarang. Aku, Poppy, dan si setan, saat ini sedang berdiri di hadapan sebuah bangkai kalajengking raksasa, terbuat dari besi. Tidak tahu siapa yang menaruhnya di sini.

“(Sigh) Sekarang, kita apakan bangkai sialan ini, setan ?”

“Gak tau. Mau liat bagian dalemnya?”

“Oh, itu sangat jenius untuk sepantaran mu memikirkannya.”

“Bajingan !!”

Aku mengangkat Tonitrui, dan mulai menyentuh cangkang atas bangkai itu beberapa kali. Kesan pertamaku tentang makhluk ini, adalah dia benar-benar akan sangat mengerikan kalau dia hidup dan menyerang ku. Tidak usah pedulikan soal ekornya yang sudah terpotong dan menghilang itu. Melihat ukuran capit raksasanya saja sudah membuatku terbayang berbagai kemungkinan saat aku bertarung dengan makhluk ini. Sudah selesai untuk kesan pertamanya, sekarang saatnya untuk review bagian dalamnya.

“Poppy, lindungi aku.”

Ini akan segera menjadi kotor kemungkinan, jadi aku menggunakan perisai dari Poppy untuk melindungi bajuku dari cairan mencurigakan yang mungkin ada di dalamnya. Aku mengangkat Tonitrui lebih tinggi dan membayangkan garis imajiner vertikal, kemudian membelah cangkang atasnya secara sempurna. Begitulah caranya untuk memulai review bagian dalam seekor makhluk, anak-anak !

“Damn, itu cara yang kreatif buat pake perisai. Gw iri, bangsat.” gumam si setan.

Hanya sedikit saja cairan tubuh yang mengotori baju dan jaket tipis ku. Cairan yang lainnya ? Tentu saja mereka semua terpental ke berbagai arah, termasuk ke wajah si setan. Aku tidak peduli sama sekali dengannya.

““Lu brutal banget bedah mayat sih ! Semuanya kena gw, bangsat !!”

Ah, sudah terlihat. Bagian dalamnya benar-benar kacau sekali. Perasaan, aku membelahnya sesuai garis imajiner ku. Atau mungkin, garis imajiner ku yang tidak lurus ? Hal pertama yang terlihat oleh mataku adalah sebuah bola kecil aneh dari logam, dilapisi cairan aneh yang menggelikan, menjijikkan, dan sangat mencurigakan. Mungkin itu adalah jantungnya ? Aku tidak terlalu yakin tentang itu. Biarkan yang hebat saja yang mengurusnya.

“Poppy, analisis benda aneh nan mencurigakan itu !”

“Dimengerti.”

Mata Poppy bercahaya biru, dan ia semakin lama, memperhatikan benda aneh t***l itu semakin dekat lagi. Apakah aku berdosa kalau aku menempelkan secara paksa mukanya ke cairan kuning yang aneh itu ? Tidak ada yang namanya Tuhan di dunia ini, kan ? Benar, tidak ada.

“Oi, cyborg ! Apaan tuh ?”

“Analisis selesai.”

Mata Poppy berhenti bercahaya, namun ia masih tidak berhenti mengamati bangkai itu. Poppy mengamatinya dengan lebih tajam malahan. Poppy tertarik dengan mayat aneh ini ?

“Poppy, ada apa ?”

Poppy tidak henti-hentinya mengamati isi dalam tubuh makhluk itu lebih seksama. Dari tatapan matanya, aku dan si setan sama-sama memikirkan kalau ada hal yang mencurigakan dengan bangkai makhluk ini. Jangan bilang aku harus membangunkannya kembali ke realita ?

“Poppy ! Poppy !!”

Poppy masih tidak menoleh sama sekali. Ia justru menyelidiki makhluk ini jauh ke tingkatan yang lebih ekstrim, mulai menyentuh organ dalamnya secara langsung dengan jarinya sendiri. Aw, itu sangat menjijikkan. Cairan kuning itu menyelimuti jari telunjuknya, dan Poppy menggunakan analisisnya kembali ke cairan itu. Yah, aku diam-diam saja menahan rasa penasaran ini, bersama dengan si setan.

“Oi, ******. Yang di sana itu apaan ?”

Setan ini sepertinya baru saja melihat ke arah yang lain. Aku menoleh ke kanan, seperti yang ditunjukkan oleh setan ini. Benar saja, hal-hal buruk terlihat di kejauhan sana.

“Entahlah, badai pasir ? Masih agak jauh, sih.”

Tidak mau kalah, Poppy juga ikut-ikutan menoleh ke arah yang sama. Tapi tatapannya jelas sangat berbeda dengan kami berdua.

“[BAHAYA] terdeteksi !!”

“Huh ? Serius sekali kamu.”

Entah kenapa, dan apa yang membuatku harus mengikuti cyborg sialan yang aku ciptakan sendiri ini. Dengan sangat memaksa, Poppy menyuruhku dan si setan untuk menjauh dari apa yang terlihat seperti badai itu. Dan dia, merelakan dirinya mati sebagai martir. Benar-benar heroik, tapi aku tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini !! Aku sangat penasaran, dasar Poppy bodoh !!

“Cyborg lu itu... Bener-bener aneh, ya ?”

“Makanya.... Ada sedikit penyesalan membuatnya.”

“Heh, kecuali lu lupa kalo baru aja, lu suka sama mukanya, kan ?”

“Kamu ngomong apa, setan ?”

“Awww, jangan bohong gitu, dong !! Lu ngesimp sama ciptaan sendiri, kan ?? Ya kan, ya kan !?”

“Aku tidak segila itu, brengsek !!”

Atau justru, setan inilah orang gila yang sebenarnya. Tidak mungkin ada orang yang, ehem... Jatuh cinta pada ciptaan sendiri. Aku tidak merasakan apa-apa, tidak sama sekali. Apalagi sesama perempuan. Jangan mimpi, setan !!

“Oi, pirang. Gundukan apaan tuh !?”

“Huh ? Jangan tanya aku, bodoh.”

Aku mengambil Tonitrui di punggungku, dan dengan berani melangkah semakin dekat ke arah gundukan yang muncul secara tiba-tiba itu. Gundukan macam apa ini ?...... Oh, serangan kejutan......

“Makhluk bajingan !!!”

Aku melompat ke belakang seketika, dan berhasil memotong satu capit yang akan segera meremukkan ku. Cih, bisa-bisanya aku hampir jatuh ke perangkap yang murahan semacam ini !?

“What the hell !?”

Aku sebenarnya juga ingin mengatakan kata yang sama, tapi aku adalah orang yang selalu suci dalam perkataan dan perbuatan. Makhluk itu akhirnya keluar, menampakkan dirinya yang sudah cacat karena kehilangan satu capitnya barusan. Akhirnya aku berhadap-hadapan dengan versinya yang hidup juga. Dua lawan satu disini, sepertinya akan jadi sebuah pertarungan yang kotor.

“Heh, ini akan jadi mudah kan, setan ?”

“Mereka ada ratusan, bodoh.”

“Huh ?”

Yang lainnya akhirnya muncul. Sialan, ini akan jadi pertarungan yang benar-benar kotor.

...****************...

Semuanya menggila. Semuanya mengamuk. Semuanya putus asa. Begitulah yang namanya pertarungan.

Marah, kehilangan, dan balas dendam. Itu adalah hal yang paling biasa dalam pertarungan. Terpojok dan putus asa, kedua hal itu pasti akan selalu terjadi pada salah satu pihak. Kalah dan menang, satu-satunya hasil akhir yang hanya bisa diraih oleh satu pihak saja. Di saat orang sedang terpojok, ia akan melakukan segalanya untuk tetap bertahan hidup. Itulah yang dinamakan dengan desperado, dan aku, sedang berada dalam keadaan itu.

“Mati kau !!”

Aku mengayunkan Tonitrui dengan seluruh sisa tenagaku, menghancurkan tubuh kalajengking brengsek ke beberapa ratus yang sudah ku bunuh selama pertarungan kotor ini berlangsung. Kalau diingat-ingat lagi, ini adalah yang ke 256 kalajengking yang sudah mati di tanganku. Untuk si setan....

“Ini yang ke 128, bajingan !!”

Begitulah. Aku selalu yang paling banyak membunuh daripada setan itu. Sangat mendominasi di setiap waktu. Itulah trait ku yang sebenarnya, hanya berlaku untuk setan ini. Satu kalajengking brengsek yang pemberani lagi datang menghampiriku, menusukkan ujung ekornya ke tanah. Dasar bodoh, serangannya itu terlalu lambat untuk mengenai ku. Aku sudah ada di belakangnya, diikuti dengan tebasan Tonitrui yang menghancurkan seluruh tubuhnya dalam sekejap mata. 257, setelah itu, apakah aku harus membunuh sampai 512 ?

Kalajengking brengsek ini tidak henti-hentinya melanjutkan serangan mereka, bahkan setelah tahu kekuatan aku dan si setan jauh melebihi kekuatan mereka. Apakah makhluk brengsek ini diprogram untuk kamikaze ?

“Kalian sangat suka mati, huh !!?”

Aku membanting bilah Tonitrui ke tanah dengan kekuatan penuh, meledakkan beberapa kalajengking dengan kekuatan 90% nya Tonitrui. Ah, sialan, aku sudah mulai bisa melihat batas dari kekuatan ku saat ini.

“Oi, setan ! Masih mau membunuh lagi !? Batas ku sudah dekat, tahu !!”

“Mampus ! Rasain tuh, bajingan !!”

Setan sialan ini. Terpaksa, aku harus menggunakan murni kekuatan fisik.

Beberapa kepala kalajengking yang lain sudah ku jadikan seperti tusukan sate sekarang. Semuanya itu mudah dan seperti permainan biasa saja, sampai akhirnya aku menemukan kalajengking yang berwarna merah, beda dari yang lain.

“Ah, akhirnya. Si boss datang juga....”

Bahkan dengan seluruh kekuatan fisik ku, mungkin tidak akan bisa menembus cangkang luarnya. Tubuhnya benar-benar terlihat seperti dibuat dari baja murni, dan belum cukup sampai di situ, ada puluhan duri juga di bagian atas yang sepertinya berfungsi mengurangi kekuatan serangan ke punggungnya. Akan ku beritahu nanti bagaimana cara duri-duri itu mengurangi kerusakan pada punggungnya.

Kalajengking merah, atau ku sebut saja dia sebagai si sialan, memulai serangannya padaku dengan sebuah tembakan laser dari ekornya. Ada jeda beberapa detik sebelum laser itu ditembakkan. Akan sangat bodoh kalau aku diam mematung saja di sini dan menunggu apa yang akan keluar dari ujung ekornya itu. Dalam selang beberapa detik itu, aku sudah melakukan banyak hal yang sulit dilakukan oleh orang lain. Menghajar pantat bawahannya si sialan itu kebanyakan. Ekor mereka adalah bagian yang paling lemah, disusul oleh persendian capit mereka di nomor dua. Rahang mereka juga tidak terlalu berguna, jadi setelah ekor dan capit mereka dipotong semuanya, yang hanya bisa mereka lakukan apa ? Hanya berlarian tidak jelas pastinya.

Namun tidak untuk si sialan ini, yang seluruh bagian tubuhnya bisa mengeluarkan listrik kemerahan yang suka meledak-ledak saat bersentuhan dengan tanah. Taringnya juga lebih panjang, bisa dia gunakan untuk menghantam tanah dan meremukkan orang yang tidak berdaya, tapi setidaknya orang itu bukan aku. Si sialan, berlari ke arahku, kemudian memukul tanah dengan capit kanannya. Di saat itulah aku tahu dengan listrik merah yang menggila ini suka meledak saat bertemu dengan tanah.

Aku melompati capitnya itu sebelum aku menjadi geprek, kemudian menyerangnya balik dengan menebasnya tepat di punggung atas. Aku sudah tahu itu tidak akan berguna karena duri-duri di punggungnya, dan aku hanya melakukan hal ini untuk menjelaskan kepada kalian pembaca yang bodoh dan jarang berpikir dengan keras. Biar ku jelaskan kenapa duri-duri di punggungnya si sialan ini mampu mengurangi kerusakan yang diterima.

Spesial episode : Keres Teaching !

Kalian semua tahu kalau ada gesekan, pasti akan ada hambatan, bukan ? Semua orang sudah pasti tahu itu. Keterlaluan kalau ada yang tidak tahu soal hambatan. Itulah yang namanya gaya hambat, biasanya terjadi pada benda padat yang melalui fluida. Namun tidak ada yang tidak bilang kalau itu juga tidak dapat berlaku pada padat dengan padat. Yang paling sering terjadi adalah karena adanya gesekan antara satu sama lain, dinamakan gaya gesek. Gaya gesek itu sejajar dengan permukaan benda, plus gaya tekanan, yang bertindak dalam arah tegak lurus dengan permukaan benda. Bagi sebuah benda padat yang bergerak melalui sebuah fluida, gaya hambat merupakan komponen dari aerodinamika gaya resultan atau gaya dinamika fluida yang bekerja dalam arahnya pergerakan. Komponen tegak lurus terhadap arah pergerakan ini dianggap sebagai gaya angkat. Dengan begitu gaya hambat berlawanan dengan arah pergerakan benda, dan dalam sebuah kendaraan yang digerakkan mesin diatasi dengan gaya dorong. Aku ambil ini dari Wiki-wiki yang pernah ku baca dan kuingat.

Sudah mengerti ? Belum ? Sialan, aku tidak akan menjelaskannya lagi. Aku mundur dengan cepat karena tidak ada hal pintar yang bisa dilakukan di atas punggungnya si sialan itu, sekaligus menghindari ayunan ekornya yang cukup lambat. Makhluk ini, tidak mungkin akan bisa menangkap ku kalau gerakannya seperti seekor siput.

Teaching's end. **** you.

“Kejar aku dengan lebih banyak niat, bodoh !!”

Si sialan itu sepertinya punya sebuah telinga. Dia benar-benar mengejar ku setelah itu. Tetap saja, aku hanya berlari kecil ke kiri untuk menghindari serangannya yang memukul tanah dengan kedua capitnya. Dia bahkan tidak berbelok atau apa saat melihatku pergi ke arah lain.

“Dasar bodoh. Otakmu itu pergi ke mana, kalajengking !?”

Aku menyerang kaki depannya, dan itu tidak berefek sama sekali karena sebuah alasan yang sangat jelas, sebuah perisai. Si sialan mengibaskan ekornya kembali ke arah ku, seperti itu adalah serangan utamanya. Kalau seperti ini saja, aku bisa menghindar lebih dari seratus kali tanpa menyerang, tahu.

“Kamu tidak menarik sama sekali, huh !?“

Si sialan menebas dengan capitnya ke belakang. Ups, tapi aku sudah tidak ada di sana. Setidaknya dia sedang mencoba. Si sialan itu kelihatannya sudah frustrasi dan penuh dengan amarah, membuka mulutnya lebar-lebar dan menciptakan bola listrik di dalamnya. Aku sudah tahu apa yang akan dia lakukan dengan bola listrik sialan itu. Aku hanya diam menunggu, dan saat bola listrik itu ditembakkan, aku melesat langsung ke arah bola listrik sialan itu secara langsung. Aku menggunakan Tonitrui untuk menebas bola listrik si sialan, dan itu langsung menghilang tanpa arti. Entah apakah itu sebenarnya adalah serangan atau apa.

“Listrik ku jauh lebih kuat dari punyamu, bangsat !!”

Tonitrui menembus kepala si sialan dengan sangat mudah, tidak ada perlawanan sama sekali darinya. Ini membosankan, tapi setidaknya dia sudah berusaha semaksimal mungkin. Beristirahatlah dengan tenang, kalajengking imut.

“Ini yang ke 720 dari ku, pirang bangsat !!”

Itu tidak mungkin !!

...****************...

SISTEM VISUAL..... [ERROR]

.......

SISTEM KINETIK....... [ERROR]

.......

SISTEM PERASA ...... [ERROR]

.....

MODUL SUARA...... [ERROR]

PENGALIHAN KESADARAN DAN INFORMASI..... [GAGAL]

ESTIMASI KESADARAN YANG MENGHILANG..... [1.35.26 MENIT]

Aku..... Harus melindungi....... [ANOMALI TERDETEKSI].... [ANOMALI TERDETEKSI]..... Keres.

1
Amelia
salam kenal ❤️🙏
calliga
Ku kasih 5 Stars, Terus berkarya ya
calliga
Semangat!
Yu
aku kasih bintang 5. Semangat nulisnya
SweetWhimsy
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
LiveChic
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy~
Garden Rose
hwaaaa lanjut g thorrr...klo g aku nangisss😭😭
BeautyBabe
rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ biar semangat 😇 saling mendukung ya Thor 😇
TexasTiger
Ayok thor mana nih kelanjutannya?
Cinta Misnaming
Karakternya jangan dibikin yang sedih sedih gitu dong thor.. aku jadi ikut sedih
girlganggoodies
Good news! Cerita author bikin aku halu..
Garden Rose
author emang debest deh, pacar aja kalah nyenengin hati aku! karyamu selalu ditunggu!
monsoonblooms
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
Amelia Handayani
semangat kaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!