Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyaman Juga
"Ini kediaman yang kau maksud" tanya Elisa Su kepada Coco setelah sampai dikediaman baru mereka "Benar host, bagaimana? bukankah kediaman ini sangat pas untuk host yang tak suka dengan keributan, selain itu tidak akan ada orang yang dapat mengira jika host akan berada disini" ucap Coco dengan penuh keyakinan, mendengar apa yang dikatakan Coco, Elisa Su pun menganggukkan kepalanya "Apa yang kau katakan memang benar dan sepertinya tempat ini terlihat nyaman juga selain itu bukankah tempat ini juga merupakan tempat yang paling aman untukku saat ini, seperti kata pepatah tempat teraman adalah tempat dimana musuh berada" ucap Elisa Su sembari membuka pintu kediaman itu dan masuk ke dalamnya untuk melihat-lihat setelah berkeliling Elisa Su pun merasa sangat puas dengan kediaman itu.
"Coco, panggilkan ke dua puluh pengawal pribadi ku" ucap Elisa Su yang kini tengah duduk di dalam paviliun terbesar yang ada dikediaman itu, dia pun memilih paviliun itu sebagai kamarnya selama di dimensi itu. "Baik host" ucap sistem tersebut dan kemudian muncullah dua puluh orang yang kini telah berada di hadapan Elisa Su "Salam hormat nona" ucap kedua puluhnya sembari menundukkan kepala mereka, melihat itu Elisa Su pun menganggukkan kepalanya"Baiklah, tidak perlu terlalu formal, mulai sekarang aku akan menamakan kalian satu sampai dua puluh di mulai dari yang depan kanan hingga yang paling belakang" ucap Elisa Su sembari menatap ke arah mereka semua lalu dia pun mengangguk puas karena semuanya terlihat kuat meskipun ada lima wanita dari dua puluh pengawal tersebut.
"Coco, dengan harta yang ku miliki saat ini bisakah kau mengatur sebuah mansion mewah yang dilengkapi dengan tempat parkir yang muat untuk beberapa jet pribadi di dunia asalku" ucap Elisa Su kembali kali ini didalam pikirannya karena dia tidak tau jika kedua puluh pengawalnya juga bisa melihat dan mendengar semua pembicaraan antara dirinya dan Coco hal itu terjadi karena kedua puluhnya adalah bagian dari sistem sehingga host sistem merupakan tuan mereka, selain itu mereka juga akan selalu setia dan tidak akan pernah berkhianat kepada Elisa Su.
"Setelah dihitung-hitung sepertinya bisa nona karena mas kawin ibu nona memiliki nilai yang sangat tinggi namun jika nona melakukan penukaran maka nona akan menjadi orang miskin kembali karena semua harta anda kecuali kediaman ini akan ditukarkan dengan mansion yang host inginkan" ucap Coco setelah melakukan perhitungan dan menyesuaikan dengan apa yang diminta oleh hostnya, mendengar itu Elisa Su pun menarik napasnya dalam-dalam "Baiklah segera tukar dan urus surat menyuratnya jika sudah selesai simpan saja surat kepemilikan mansion itu di dalam ruang ajaib milikku" ucap Elisa Su sembari memijit pelan pelipisnya karena sudah tak memiliki uang sama sekali, mendengar itu Coco pun dengan segera melakukan penukaran dan dalam waktu singkat surat kepemilikan mansion pun telah berada di dalam ruang ajaib milik Elisa Su.
"Karena kita sudah memiliki mansion maka mulai sekarang selain orang-orang yang aku pilih, selebihnya bisa kembali ke mansion dan menyesuaikan diri dengan keahlian kalian masing-masing, selain itu aku juga tak akan membatasi pergerakan kalian, yang pasti jangan terlibat dengan hukum namun jika sudah terlanjur terlibat maka harus dibersihkan hingga ke akarnya, paham" ucap Elisa Su yang langsung dijawab dengan tegas oleh mereka "Paham nona" ucap mereka secara bersamaan.
"Dari lima belas hingga kedua puluh kalian berlima akan tinggal bersama ku disini, selebihnya silahkan kembali ke mansion dan jaga baik-baik mansion kita" ucap Elisa Su, mendengar itu mereka berlima belas pun langsung dikirim oleh Coco ke dunia asal Elisa Su dan langsung di teleportasi ke dalam mansion milik Elisa Su. Setelah kepergian mereka Elisa Su pun memerintahkan lima pengawalnya yang lain untuk melakukan apapun yang mereka inginkan dan jika mereka memerlukan sesuatu mereka dapat mengatakannya padanya.
"Coco kenapa ada pengawal perempuan juga, selain itu kelimanya juga menduduki peringkat yang tinggi di urutan sepuluh teratas bahkan salah satu dari kelimanya pun menduduki urutan kedua, sebenarnya bagaimana kekuatan mereka semua" tanya Elisa Su kepada Coco dengan penuh penasaran, mendengar itu Coco yang sedang menjadi kucing pun mengangkat malas kepalanya "Tentu saja ada nona, selama mereka memenuhi standar sistem baik itu perempuan maupun laki-laki bisa bekerja bersama kita, mengenai kekuatan bisa dibilang mereka semua itu benar-benar sangat kuat nona bahkan si dua puluh saja bisa menghancurkan kekaisaran ini sendirian saja, selain itu mereka juga memiliki banyak kemampuan, semakin tinggi peringkat mereka maka semakin kuat mereka dan semakin banyak pula kemampuan mereka" jawab Coco menjelaskan, mendengar itu Elisa Su pun tanpa sadar tersenyum tipis karena merasa sangat beruntung kali ini.
"Baiklah, lalu sekarang bagaimana ya caranya aku bisa mendapatkan uang" ucap Elisa Su sembari menopang dagunya menggunakan tangan kirinya sedangkan ujung jari tangan kanannya terlihat sedang mengetuk-ngetuk ujung meja itu dengan pelan. "Ck, bisa-bisanya aku melupakan hal itu, baiklah aku akan menggunakan cara itu saja" ucap Elisa Su yang kemudian langsung masuk kedalam ruang ajaib miliknya dan mengambil tiga vas bunga yang terbuat dari kaca yang sangat jernih dengan detail yang unik dan berbeda-beda polanya, lalu dia pun segera membawa vas bunga itu keluar dan memanggil salah satu pengawalnya "Si dua puluh, pergilah ke toko barang antik ataupun toko pegadaian yang berbeda dan jual ketiga vas kaca ini satu persatu, selain itu pastikan jika kau mendapatkan harga yang bagus nantinya" ucap Elisa Su sembari menyerahkan ketiga vas bunga itu "Baik nona, saya akan berusaha mendapatkan harga yang sangat memuaskan untuk nona" ucap si kedua puluh yang kemudian langsung membawa ketiga vas bunga tersebut dan menuju ke tempat barang antik ataupun tempat pegadaian terbesar di kota itu.
"Akhirnya beres juga, jadi untuk beberapa saat aku tak perlu khawatir mengenai biaya hidup" ucap El sembari tersenyum tipis, sebenarnya kalau hanya untuk menghidupi dirinya dan kelima pengawalnya barang-barang yang ada di ruang penyimpanannya itu lebih dari cukup, namun tak mungkin selama di dimensi itu dia dan kelima pengawalnya tidak keluar sama sekali dari kediaman mereka karena itu hanya akan membuat orang-orang disekitar mereka menjadi curiga kepada mereka.
"Kenapa aku kembali mendengar suara yang mirip dengan suara putri kandungku" ucap jenderal Su yang kini telah berada di paviliun miliknya setelah menyelesaikan banyak masalah yang terjadi di kediamannya itu, tadi disepanjang perjalanan dia memikirkan bagaimana cara menemukan anaknya yang telah pergi dari kediamannya dan tanpa diduga sekarang dia malah mendengar suara putrinya kembali "Apakah aku sedang berhalusinasi" ucap jenderal Su tersebut sembari mencari-cari sumber suara tersebut di paviliun miliknya namun dia sama sekali tak menemukan apapun, hingga akhirnya dia pun melihat ke arah tembok yang terletak di belakang paviliun miliknya, dimana berdasarkan ingatannya disana ada sebuah kediaman yang sudah lama tidak ditempati oleh siapapun "Sepertinya suara itu berasal dari kediaman yang berada di belakang paviliun milikku ini" ucap jenderal Su yang kemudian langsung berjalan masuk kedalam paviliun pribadinya dan segera memanggil Ren yang merupakan orang kepercayaannya untuk mencari tau tentang kediaman yang berada tepat dibelakang paviliun miliknya itu.