Follow IG : @Mommy_Ar29
Tiktok : @Mommy_Ar95
🍁🍁🍁
“Je t'aime et je t'attendrai toujours jusqu'à ce que tu revienne."
Karena sebuah kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi antar suami istri, membuat Raka harus menerima takdir bahwa istrinya melupakan nya.
Amnesia disosiatif yang di sebabkan oleh traumatik akan sebuah insiden yang di alami oleh Ryana, membuatnya melupakan status pernikahan nya dengan Raka yang tak lain adalah musuh bebuyutan nya.
Akankah Raka bisa mengembalikan ingatan istrinya? Sanggupkah dia berjuang mempertahankan rumah tangga nya, dan bagaimana respon Ryana saat mengetahui bahwa dirinya pernah hamil dan kehilangan bayi bayinya?
Ikuti terus kisah rumah tangga Raka dan Ryana, sekuel dari 'Musuh tapi Menikah.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryan
...~Happy Reading~...
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Ryana memutuskan untuk mendengarkan saran dari Kara, yakni dengan mengikuti mobil yang di kendarai oleh Raka dengan menggunakan taksi.
Padahal, Ryana membawa mobil, namun ia memilih menggunakan taksi lantaran tidak ingin ketahuan oleh raka kalau ia membututi nya.
Seharusnya, Ryana juga tidak berhak melarang Raka untuk berhubungan dengan wanita lain. Karena dirinya sendirilah yang meminta agar Raka menjauhi nya dan melepaskan nya, lalu mengapa kini dirinya yang seolah tidak terima sampai harus membututi laki laki itu? Batin Ryana semakin frustasi.
“Berhenti Pak!” ucap Ryana saat ternyata Raka membawa wanita lain ke rumah nya.
Jantung Ryana semakin bergemuruh dan berdetak begitu kencang. Bagaimana bisa, Raka membawa wanita lain ke rumah mereka.
Meskipun rumah itu di beli menggunakan uang Raka, namun rumah itu masih atas nama Ryana. Dan bukankah dirinya berhak untuk marah dan tidak terima saat rumah nya di jadikan tempat untuk Raka bermesraan dengan kekasih baru nya?
Air mata Ryana semakin deras mengalir membasahi wajah cantik nya, bahkan, nafas nya semakin sesenggukan saat membayangkan Raka juga akan membawa wanita itu ke dalam kamar nya.
“Maaf, Non gapapa?” tanya supir taksi merasa khawatir dan bingung.
“Gapapa Pak! Terimakasih, saya turun disini saja,” jawab Ryana segera mengeluarkan uang untuk membayar ongkos taksi lalu bergegas turun.
Cukup lama, Ryana berdiri di depan gerbang rumah nya dan Raka. Ia berusaha menguatkan mental dan hati nya untuk melangkahkan kaki ke sana.
Rumah yang empat tahun lebih tidak ia datangi apalagi huni. Tempat yang memiliki begitu banyak kenangan dari yang indah dan menyakitkan.
Menarik napas cukup panjang, Ryana akhirnya berhasil membuka pintu gerbang itu dengan begitu perlahan. Ia memasuki halaman rumah yang cukup luas dengan sangat hati hati. Hingga saat tiba dirinya berada tepat di depan pintu utama, ia kembali merasa ragu.
Apakah dirinya pantas berada di sana? Apakah ia pantas untuk menuntut hal nya? Dan apakah pantas jika dirinya marah saat melihat Raka membawa wanita lain? Apakah dirinya masih memiliki semua hak itu? Batin nya.
Tok tok tok ...
Ryana berusaha untuk mengetuk pintu rumah itu, sekali dua kali hingga untuk ke empat kalinya ia hendak mengetuk, tiba tiba pintu rumah sudah terbuka.
“R—Ryana!” pekik seorang laki laki yang sangat amat teramat ia kenal.
“Ryan! Ngapain kamu—“
Ya, laki laki itu adalah Ryan. Dan laki laki itu nampak begitu terkejut karena kedatangan nya, hingga membuat wajah nya terlihat begitu pucat.
“K—kamu yang ngapain kesini? Ayo pulang aja,” kata Ryan segera keluar rumah dan kembali menutup pintu nya dengan cepat.
Ryan segera menarik tangan saudara kembar nya dan mengajak nya pulang, namun tiba tiba Ryana melepaskan tangan Ryan begitu saja.
“Kenapa? Apakah aku tidak boleh masuk? Apa yang kamu sembunyikan dari aku?” tanya Ryana dengan menatap Ryan begitu tajam.
“Na, kita pulang aja ya. Aku gak mau kamu terluka lagi, aku juga akan pulang, ayo!” Ajak Ryan masih berusaha keras membujuk Ryana untuk pulang, namun lagi lagi wanita itu menolak dan menghempaskan tangan Ryan begitu saja.
“Siapa wanita itu Yan? S—siapa dia?” tanya Ryana pada akhirnya, “Aku yakin kamu pasti tahu dia kan?” imbuh nya dengan suara sedikit bergetar menahan tangis.
“Na, hubungan kamu dan Raka sudah usai. Plis, jangan ungkit lagi dan jangan—“
“Tapi aku masih istrinya Yan!” pekik Ryana begitu melengking hingga membuat air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya runtuh.
Tepat saat Ryana berteriak, saat itu juga matanya tanpa sengaja menatap ke arah balkon kamar nya dan Raka dulu.
Dan betapa terkejut nya ia saat melihat bayangan Raka yang tengah berpelukan begitu mesra dengan seorang wanita, membuat dada Ryana kian terasa semakin sesak sampai membuat nya tak bisa berkata apa apa.
...~To be continue .......