NovelToon NovelToon
LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:506
Nilai: 5
Nama Author: NATstory

Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LAMPU MERAH YANG MEMPERTEMUKAN MEREKA

"Dulu waktu kuliah, ku pikir kamu bakal jadi penerus kerajaan Daddy-mu."

Arga tertawa hambar.

"Dulu aku juga berpikir begitu,ya..."Mungkin Tuhan memang sengaja mempertemukanku dengan Alea."

Rendy mengangkat alis.

"Maksudmu?"

Arga menarik napas panjang.

"Dulu aku hidup di dunia yang terlalu sempurna,aku punya semuanya,Uang,Fasilitas,kekuasaan,Tapi aku tidak pernah benar-benar memahami arti kehidupan.

"Terus kenapa kamu benar-benar menolak menikah dengan Erica?"

Pertanyaan itu membuat Arga tersenyum tipis.

Pertanyaan yang sebenarnya sudah berkali-kali ditanyakan orang lain.

"Hati Ren, pernikahan itu tentang hati,Daddy selalu menganggap hidup seperti Bisnis,Semua harus menguntungkan,Semua harus sesuai rencana,Semua harus tunduk."

Rendy mengangguk pelan.

"Termasuk anaknya sendiri?"

Arga tertawa pahit.

Kalimat itu membuat suasana kembali hening, Rendy tahu,Di balik keberhasilan seorang pengusaha besar, terkadang ada sisi lain yang tidak diketahui banyak orang,Sisi yang membuat hubungan keluarga menjadi korban.

"Daddy mana pernah bertanya apakah aku bahagia,apakah aku berhasil,apa yang kuinginkan,beliau hanya memberi tahu apa yang harus kulakukan."

"betul juga si'

balas Rendi mengangguk.

saat ini Di rumah pribadi yang dibelinya,Setiap pagi Arga bisa melihat Alea tersenyum,Melihat Mama Tika sibuk menyiapkan sarapan,Mendengar suara tawa yang sederhana,Hal-hal kecil yang dulu tidak pernah ia rasakan itulah yang membuatnya merasa kaya.

_________________________________________________

Siang itu,matahari bersinar terik di atas kota. Jalanan dipenuhi kendaraan yang bergerak lambat. Suara klakson bersahutan dari berbagai arah, menjadi irama yang sudah biasa terdengar di jam-jam sibuk.

Di dalam sebuah mobil mewah berwarna hitam, Daddy menyetir seorang diri,Wajahnya terlihat lelah,Beberapa hari terakhir ia hampir tidak pernah beristirahat dengan tenang, karena ,masalah perusahaan belum sepenuhnya selesai.

beberapa menit kemudian,rasa tidak nyaman itu semakin menjadi,Dadanya terasa ditekan sesuatu yang sangat berat,Seolah ada batu besar yang menghimpit tepat di tengah dada,Jari-jarinya bergetar,Napasnya pendek-pendek.

Daddy mencoba menarik udara lebih dalam,Pandangan mulai kabur,ia tahu perasaan itu Serangan jantung,Dulu dokter pernah mengingatkannya,Namun selama ini ia selalu mengabaikan saran untuk mengurangi stres.

"Akh..."

Daddy meringis menahan sakit,Tangannya mencengkeram kemudi kuat-kuat,Lampu merah di depan membuat seluruh kendaraan berhenti.

Mobil Daddy ikut berhenti di barisan paling depan.

Saat lampu hijau menyala, mobilnya tidak bergerak,Daddy sudah kehilangan kesadaran,Kepalanya terjatuh ke samping,Mesin masih menyala,tubuhnya tidak lagi merespons.

"WOI JALAN!"

Kemacetan semakin panjang,Para pengendara mulai kesal,Beberapa orang turun dari kendaraan untuk melihat apa yang terjadi,Di saat yang sama.

Tidak jauh dari lokasi tersebut.

"Kamu pulang malam lagi?" tanya Arga.

Alea mengangguk.

"Mungkin."

Arga menghela napas.

"Dokter memang luar biasa."

Alea tersenyum kecil.

"Pasien tidak bisa menunggu."

Mereka tertawa pelan,Namun perhatian mereka tiba-tiba teralihkan oleh kerumunan di depan.

"Gra,ada apa itu?" tanya Alea.

agra memperlambat mobil,Kemacetan terlihat cukup panjang,Banyak kendaraan berhenti,Beberapa orang tampak mengelilingi sebuah mobil mewah,Entah kenapa.

Mobil itu terasa tidak asing bagi Arga.

"Tunggu..."

Arga memicingkan mata,Lalu wajahnya berubah panic.

"Itu...""Itu mobil Daddy."!!

Alea terkejut,tanpa menunggu Agra langsung menghentikan mobilnya,Ia turun dan berlari menuju kerumunan,Alea segera mengikuti,Semakin dekat,Semakin jelas,Mobil itu memang milik Daddy.

"DADDY!"

Ia membuka pintu mobil,Daddy terkulai lemah,Bibirnya sedikit membiru.

Alea langsung mengambil alih situasi.

"Agra, tenang!"

Dengan sigap ia memeriksa kesadaran Daddy.

"Daddy... bisa dengar saya?"

Tidak ada respons.

Alea segera memeriksa denyut nadi di leher Masih ada,Namun lemah,Kemudian ia mendekatkan telinganya untuk memastikan pernapasan,

Napas Daddy terdengar pendek dan tidak teratur.

"Kemungkinan serangan jantung akut."

Wajah Arga langsung memucat.

"Kita harus bagaimana?"

"Harus segera ke rumah sakit."

Alea meminta beberapa orang membantu memindahkan Daddy ke kursi belakang.

Dengan hati-hati mereka mengangkat tubuh pria itu,Sementara Arga duduk di belakang mendampingi ayahnya,Alea mengambil alih kemudi.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun,Ia kembali memegang tangan ayahnya,Mobil melaju membelah kemacetan.

Alea menghubungi rumah sakit melalui headset.

"IGD siapkan ruang resusitasi,Pasien laki-laki usia enam puluhan."Diduga serangan jantung akut."

"Estimasi tiba tujuh menit."

Suara di seberang langsung merespons cepat.

Sesampainya di rumah sakit,Tim medis sudah menunggu,Brankar segera didorong.

Daddy langsung dibawa ke ruang tindakan,Agra hendak mengikuti Namun Alea menghentikannya.

Dari balik kaca ruang tindakan,Ia melihat Alea bekerja dengan sangat fokus,Tidak lagi sebagai wanita yang dicintainya,Melainkan sebagai seorang dokter,Seorang profesional yang sedang mempertaruhkan seluruh kemampuannya demi menyelamatkan nyawa seseorang,Termasuk nyawa ayahnya.

Waktu terasa berjalan sangat lambat,Satu jam,Dua jam,Tiga jam,Hingga akhirnya pintu ruang perawatan terbuka,Alea keluar,Wajahnya terlihat lelah Namun tersenyum.

"Daddy selamat."

Kalimat itu membuat Agra menarik nafas lega dan memeluk alea.

Keesokan paginya,Daddy perlahan membuka mata,Pandangannya masih sedikit kabur,ia melihat seseorang duduk di samping tempat tidurnya.

"Agra....?"Suara itu begitu pelan.

Agra yang sedang tertidur langsung terbangun.

Mata mereka bertemu,Beberapa detik,Tak ada satu kata pun yang keluar,Hanya keheningan yang dipenuhi emosi bertahun-tahun,Daddy menatap putranya,Tangis pecah di antara mereka.

"Maafkan Daddy...."Suara pria tua itu bergetar.

Arga memejamkan mata.

Memeluk balik ayahnya.

"Sudah dad lupakan,aku baik baik aja."ujar Agra penuh kasih.

"Bagaimana Daddy bisa sampai di sini?"

Agra tersenyum kecil.

"Alea?"

tatap daddy tanda tanya,alea masuk dengan jas dokter putihnya,Membawa hasil pemeriksaan.

Daddy menoleh,Dan untuk pertama kalinya melihat Alea dalam sosok yang berbeda.

"Dokter... Alea?"

Alea tersenyum sopan.

"Bagaimana kondisi Bapak hari ini?"

Daddy tidak mampu berkata-kata,selama beberapa detik,Perasaan malu memenuhi dadanya,Ia teringat semua perlakuannya dulu,Semua kata-kata yang pernah ia ucapkan.

Semua penolakan yang pernah ia berikan.

Dan kini justru wanita itu yang menyelamatkan hidupnya.

"Alea..."

Suara Daddy bergetar,panggil saya Daddy, 🥺"Saya minta maaf."

Alea teterdiam

"Dan saya berterima kasih,Karena kamu menyelamatkan hidup saya."

"Daddy,tidak perlu berterima kasih,Tugas saya memang menyelamatkan pasien,Tapi saya tetap bersyukur bisa membantu."🙂

Daddy mengangguk perlahan,kini daddy benar-benar memahami mengapa Agra memilih wanita itu.

siang itu menjadi hari yang sangat berbeda,Mama datang ke rumah sakit,melihat Arga berada di sana,Wanita itu langsung menangis.

Memeluk putranya erat.

"Agra..."🥺

"Ma..."

Kerinduan bertahun-tahun akhirnya terobati.

Tidak ada lagi jarak,Yang ada hanya keluarga yang akhirnya dipertemukan kembali,mama agra begitu sangat bahagia.

Seminggu kemudian kondisi Daddy jauh membaik,Suatu sore,Saat mereka duduk bersama,Daddy menatap Agra lama.

"Lalu bagaimana sekarang?"

Agra tersenyum.

"Maksud Daddy?"tanya Agra bingung.

"Pulanglah."Rumah itu rumahmu,Perusahaan itu juga milikmu,semua aset yang dulu Daddy tahan.."Akan Daddy kembalikan padamu.! "

Agra memandang ayahnya,ia tidak lagi melihat sosok pengusaha arogan,ia melihat seorang ayah.

Yang sedang berusaha memperbaiki kesalahannya,Dan mungkin...

Takdir memang sengaja mempertemukan mereka kembali di lampu merah itu.

Malam itu,setelah sekian lama,kediaman keluarga Mahendra terasa hidup kembali,Lampu-lampu kristal di ruang makan utama menyala hangat. Aroma masakan memenuhi udara. Meja makan panjang yang selama bertahun-tahun lebih sering digunakan untuk menjamu relasi bisnis kini dipenuhi oleh orang-orang yang benar-benar dianggap keluarga.

Daddy duduk di ujung meja,Di sebelahnya Mama Agra yang sejak tadi tidak berhenti tersenyum,Sementara di sisi lain, Agra duduk berdampingan dengan Alea,Sesekali tangan mereka saling bersentuhan di bawah meja dan langsung saling melempar senyum malu-malu.

Mama Tika yang duduk berhadapan dengan mereka tampak jauh lebih santai dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya.Tak ada lagi rasa canggung,Tak ada lagi perbedaan status.

"Sudah lama rumah ini tidak seramai ini."

Mama Agra tersenyum sambil menyendokkan sup ke mangkuk Daddy,Daddy mengangguk pelan,Matanya sempat memandang agra,Lalu memandang Alea,Senyum tipis muncul di wajahnya,Sesekali tawa pecah memenuhi ruangan,Anak yang selama ini diam-diam dijaganya akhirnya pulang,Keluarga itu akhirnya utuh kembali.

"Aku punya kabar."

suara Agra tiba-tiba menarik perhatian semua orang.

Daddy mengangkat alis,Agra tersenyum.

"Aku sudah melamar Alea."

Sendok di tangan Mama Agra hampir terjatuh.

"Kapan?"tanya mama.

"Dua minggu lalu."🙂Ruangan mendadak riuh.

Mama Agra langsung berdiri dan memeluk Alea.

"Ya Tuhan..."Mama senang sekali,andai waktu itu sudah bertemu, kita pasti akan membawakan seserahan🙂Alea tersenyum, ia sendiri sampai tidak tahu harus menjawab apa.

"Kapan pernikahannya?"tanya daddy.

Dua bulan lagi dad🙂

Baru saja Agra selesai bicara, Daddy langsung menggeleng tegas."Tidak bisa."!

"Maksud Daddy?"balas Arga bingung.

"Tidak bisa sederhana!!""Pernikahan anak saya tidak boleh cuma ijab kabul sederhana."

Alea langsung salah tingkah.

"Dad..."

"Tidak ada bantahan."

Daddy menunjuk Arga.

"Kamu sudah membuat Daddy hampir kena serangan jantung kedua karena kabar bahagia ini."

Semua tertawa,Daddy melanjutkan dengan wajah serius.

"Pestanya harus besar,Harus mewah,"Harus meriah,Dan harus membuat semua orang tahu kalau Alea adalah menantu keluarga Mahendra."

Sementara Mama Agra langsung mengangguk setuju.

"Benar."

Mama Tika sampai menutup mulutnya karena terharu,Dulu ia tidak pernah membayangkan putrinya akan diterima sedemikian hangat.

Apalagi oleh keluarga yang dulu menolaknya.

Malam itu dipenuhi tawa,Dipenuhi kebahagiaan,dipenuhi harapan-harapan baru,Hari-hari berikutnya berjalan sangat cepat.

Persiapan pernikahan segera dimulai.

Daddy bahkan terlihat lebih bersemangat dibanding calon pengantinnya sendiri,Hampir setiap hari ia menelepon wedding organizer,Mengatur dekorasi,Mengatur daftar tamu,Mengatur lokasi acara,Mengatur semuanya.

"Dad, santai sedikit."

Agra tertawa saat melihat Daddy sibuk memilih desain panggung.

"Tidak bisa."Karena ini pernikahan anak saya."

Agra hanya menggeleng pasrah.

Mama Agra bahkan sudah sibuk memilih perhiasan untuk Alea,Sementara Mama Tika beberapa kali dibuat terharu karena selalu dilibatkan dalam setiap keputusan.

Suatu sore mereka berkumpul di ruang keluarga.

Mama Agra tiba-tiba bertanya."Ngomong-ngomong, kenapa kalian tidak pindah ke sini saja?"

Agra yang sedang minum kopi langsung tersenyum.

"Ke rumah ini?"

"Iya."

"Kamarnya banyak."ujar agra

Mama Agra terlihat serius,Namun Agra menggeleng pelan.

"Tidak, Ma,Aku ingin punya atap sendiri.

Daddy juga tidak membantah.

Arga melanjutkan.

"Lagipula aku bahagia di sana."Ada Alea,Ada Mama Tika,Dan Mbok Sumi🙂

Mendengar namanya disebut, Mbok Sumi yang sedang membawa teh langsung terkejut.

"Aduh Den..."Semua tertawa.

Wajah Mbok Sumi merah karena malu.

Daddy bahkan ikut tertawa.

"Jadi selama ini mbok Sumi mata-mata ya?"

"Bukan mata-mata,lho Tuan,saya cuma memastikan Den Agra makan sehat dan baik.

Tawa kembali pecah.

Waktu terus berjalan,Daddy perlahan kembali aktif bekerja,Namun usianya sudah tidak muda lagi,Beban perusahaan terlalu besar jika harus dipikul sendiri,Dan seperti yang sudah diduga semua orang,Arga akhirnya kembali ke perusahaan keluarga,Kali ini bukan sebagai anak yang dipaksa,Melainkan sebagai seorang pemimpin.

Sebagai CEO.

Hari pertamanya kembali ke kantor menjadi berita besar,Para karyawan menyambutnya hangat,banyak yang memang merindukan sosok Arga,Daddy bahkan tampak bangga melihat putranya berjalan memasuki ruang rapat.

ia Bukan lagi pemuda emosional yang meninggalkan rumah bertahun-tahun lalu,Melainkan seorang pria dewasa yang sudah membuktikan kemampuannya sendiri.

Di tengah kesibukan itu,Persiapan pernikahan tetap berjalan,Dan bagian paling melelahkan sekaligus paling menyenangkan adalah memilih gaun pengantin.

"Aku capek."

Alea menjatuhkan tubuhnya ke sofa butik,Baru tiga jam,Namun mereka sudah mencoba belasan gaun.

Agra duduk sambil memegang dagu.

"Yang tadi bagus."

"Yang mana?"tanya alea

"Yang putih."

"Semuanya putih."jawab alea

"Oh iya juga."

Mama agra sampai tertawa melihat wajah putranya.

"Makanya jangan pura-pura jadi ahli fashion."

Agra mengangkat kedua tangannya menyerah.

Tak lama kemudian Alea keluar dari ruang ganti mengenakan gaun baru.

Ahra langsung terdiam,Benar-benar terdiam.

"Bagaimana?"tanya Alea.

Tidak ada jawaban.

"Agra?"!

Masih diam.

"Aku jelek ya?"

Menatap wanita yang dua bulan lagi akan menjadi istrinya.

"Kalau nanti kamu jalan ke pelaminan pakai itu,aku mungkin pingsan duluan."

Alea tersenyum lebar, Proses memilih undangan juga tidak kalah lucu,Daddy ingin desain mewah,Mama Agra ingin elegan,Mama Tika ingin sederhana,Alea ingin yang mudah dibaca.

Sementara Agra..

"Aku ikut Alea."

Daddy menggeleng.

"Suami takut istri."

"Belum jadi istri."

"Latihan."

Alea tertawa sampai hampir tersedak.😄

Malam demi malam berlalu,Hari demi hari berlalu,Kesibukan memenuhi kehidupan mereka,Namun di balik semua itu,Ada kebahagiaan yang sulit dijelaskan,Karena kali ini mereka tidak sedang mengejar karier.

malam itu di teras rumah daddy,

"Dua bulan lagi."

Alea tersenyum.

"Akhirnya."

"Alea."

"Hmm?"

"Terima kasih."🙂senyum agra lebar

"Untuk apa?"tanya Alea.

"Karena tidak menyerah padaku."

Mata Alea berkaca-kaca,Lalu ia menyandarkan kepala di bahu Arga.

"Terima kasih juga."Karena memilih tetap tinggal."

Dan keduanya tersenyum.Menunggu hari ketika cinta mereka akhirnya disahkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!