Saling mengenal, nyaman, jatuh cinta hingga akhirnya memutuskan untuk menikah, semua itu adalah proses yang di lalui dua insan yang di pertemukan oleh semesta untuk saling melengkapi satu sama lain.
Kehidupan rumah tangga yang penuh suka duka terlewati dengan canda tawa, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa pondasi yang terbangun akan terus kokoh. Milda Anggraini, harus menelan pil pahit karena mendapati sang suami mempunyai wanita idaman lain.
Sakit dan sudah tidak sanggup untuk menjalani pernikahan yang telah hancur Milda meminta untuk diceraikan, tetapi di saat yang bersamaan ia dinyatakan hamil. Terjebak dalam situasi yang rumit akhirnya Milda tetap bertahan meski sulit.
Sampai pada suatu hari seorang pria bernama Dewa kembali datang di kehidupannya dan membantu ia untuk melewati masa-masa sulit. Bagaimana kisah mereka selanjutnya akankah Milda tetap bertahan menjadi istri Devan atau meminta cerai dan menerima Dewa menjadi pria pengganti Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.21
"Jangan-jangan apa?" tanya Milda. melihat ekspresi dari sang sahabat pikirannya pun langsung mengacu ke hubungan masa lalu dia dan Dewa.
Meskipun Dewa dan Karina tidak menjalin tali kasih dalam hubungan pacaran namun keduanya sama-sama mempunyai perasaan satu sama lain. namun itu dulu kini Milda tidak tahu apakah dia bisa jatuh cinta lagi atau tidak setelah dikhianati oleh Devan.
"Jangan-jangan, Kakakku merasa bersalah sama kamu. Lagian kemarin semua agenda rapat kamu yang urus. Ternyata dia bisa sadar diri juga," ucap Rania lalu merebahkan tubuhnya kembali.
Milda hanya bisa terdiam, dia merasa lega karena sahabatnya tidak lagi membahas tentang masa lalunya dan sang kakak. seharian ini bersama dewa dia selalu bernostalgia namun Ia tetap menutup hatinya dan juga menutup mata agar tidak mencoba menyukai lelaki lain.
Bagi Milda sekarang adalah saatnya dia membahagiakan diri sendiri yang dulu tidak sempat dia lakukan karena menikah di usia muda. di usianya yang sudah menginjak 27 tahun dia ingin membuktikan jika gelar sarjananya tidak sia-sia.
"Kamu kenapa melamun, ayo kita tidur," ucap Rania yang terlihat sangat mengantuk.
"Hey apa kamu mau tidur disini?" tanya Milda.
"Iya, malam ini aku tidur di kamarmu saja, aku akan menjagamu," ucap Rania lalu detik selanjutnya airnya dia mulai terlelap. terdengar dengkuran halus dari mulutnya.
Milda masih duduk di atas ranjang sambil memandangi sang sahabat. dia tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
baik dulu ataupun sekarang kamu selalu saja ingin melindungiku, Terima kasih Rania karena sudah menjadi sahabat yang luar biasa. aku berjanji suatu saat nanti aku akan membayar semua untuk kepada kamu dan juga keluargamu, batin Milda.
***
Di tempat berbeda antara yang sudah selesai mandi dan berpakaian santai segera pergi ke taman belakang untuk menemui Najwa yang sudah menunggunya.
Terlihat gadis itu sedang duduk sambil menikmati secangkir teh dan juga di kursi taman. "Dewa, kemarilah. Bibi membuat kue kesukaan kita. Waaah enak sekali, tidak sia-sia aku pulang ke Indonesia."
Dewa segera segera duduk di samping Najwa, mengambil sepotong kue dan langsung dia lahap dengan satu gigitan. "Hm, kita sama. saat pertama kali aku sampai di Indonesia aku langsung meminta kue ini kepada bibi," ucapnya dengan mulut penuh makanan.
Najwa terkekeh kecil ketika melihat wajah Dewa yang begitu lucu. dia mengambil selembar tisu yang ada di atas meja lalu membersihkan sudut bibir Dewa yang belepotan. "Kamu kalau makan pelan-pelan. Masa iya satu potong langsung lahap saja, kebiasaan." Dia kembali tertawa sementara Dewa memasang wajah cemberut.
"Ck, kamu memang paling mengerti aku." Dewa penyeruput teh yang sudah disediakan untuknya. "Mulai besok, kamu adalah pegawai ku, jangan kaget jika aku sedikit kejam, meskipun kamu sahabatku Aku tidak akan memperlakukan kamu secara istimewa ini demi profesional dalam bekerja."
"Siap bos!" Najwa kembali menatap Dewa dengan serius. "Dewa, apa selama di Indonesia kamu sudah mempunyai pacar?"
Dewa terlihat santai karena dia sudah memprediksi sang sahabat akan mempertanyakan hal tersebut. "Belum, aku sedang fokus ke perusahaan. Kamu tahu semua baru saja di mulai, aku tidak punya waktu untuk mencintai seseorang."
Ucapan Dewa terdengar begitu lancar tanpa rasa ragu padahal jauh di dalam lubuk hatinya nama Milda terpampang nyata.
"Benarkah? Apa kamu benar-benar tidak ingin mencoba denganku?"
Bersambung 💕
*pelakor, dia akan menunjukkan sifat aslinya dengan rayuan menjijikan dan mengunakan tubuhnya untuk menjerat mangsa dan merusak rumah tangga orang
*pebinor ini yang bahaya, lelaki licik, dia tidak akan menunjukkan sifat asli tapi dengan liciknya dia akan datang sebagai pahlawan menjijikan dia akan menunjukkan sifat palsu sok baik, sifat buruknya dia sembunyikan, dia dengan licik mendekati istri yang sedang ada masalah rumah tangga dan sok beri saran tapi sebenarnya dia dengan licik menghasut supaya istri bercerai, sesudah bercerai baru dia melancarkan aksinya,
faktanya pebinor lebih licik dari pelakor
tapi karena author dan reader rata wanita labil jadi mereka kebaperan dengan kebaikan lelaki lain alias pebinor
Dan utk Devan ada saatnya km menyesal. Menyesali semua yg tlh trjd kemudian kecewa, kecewa berkepanjangan. Slmt menikmati kebahagiaan sesaatmu Devan yg pd akhirnya penyesalanmu tak ada gunanya lg