Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.
Apakah Edgar akan luluh?,
Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.
Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.
Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Semenjak Dila datang menemani Helena di ruang penginapan rumah sakit, Helena sedikit betah.
"Thanks Dil, luvv banget. Ini Dorayaki gk bonus pintu ajaib atau kantong ajaib doraemon? " tanya Helena bercanda
"Ada nich kantong ajaib" Dila mengeluarkan tasnya hang berisi minuman Boba, dan beberapa cemilan.
Sandra yang melihat hal itu hanya bisa geleng-geleng.
"Tante kalau mau ada mau keluar, tenang aja tante kan ada Dila" ucap Dila, miris melihat kondisi Sandra yang sedikit kacau. Matanya menghitam, rambutnya mulai acak, pakainnya lusuh gak sempat setrika.
"makasih ya Dil, Helena mama pulang dulu bentar sekalian ambilin piyama kamu sama yang lain" ucap Sandra.
Beruntung Helena memiliki teman sebaik Dila, Dila pandai membuat Helena menjadi anak yang riang,
Flash back on
Halo Sandra, Ayah Helena meninggal gantung diri. Kami turut berduka cita.
Sandra terpukul akan kehilangan mantan suami sekaligus Ayah Sandra.
Ia menikahi suami dari kakaknya. Sandra bukan anaknya, karena tanggung jawab dan amanah sang kakak ia menikahi suami kakaknya sekaligus sahabat dari pacarnya saat itu, Edgar. Edgar terpukul dengan kabar bahwa pacarnya akan menikahi sahabatnya sendiri.
Orang gila mana, meninggalkan kekasih yang sangat ia cintai?. itulah Sandra melepaskan Edgar demi membesarkan Helena dan menikah dengan suami kakaknya.
Hubungan karena tanpa didasari cinta, membuat mereka hampa. Suaminya kuliah S2 sastra dan fokus pada karir menulis sebagai pelampiasan takdir yang mempermainkannya.
Sadar, bahwa istrinya meninggal saat melahirkan anak kedua mereka. Dia menikahi kakak Sandra saat masih muda, sedang kakak Sandra sudah bekerja. Cinta tak memandang usia.
Kabar kepergian suaminya, membuat Sandra sedih. Helena akan terpukul,
"belum Cukuplah kamu jarang memberii kabar? sekarang malah pergi untuk selamanya? " gumam Sandra
Suaminya telah meninggal sebulan yang lalu, dia belum berani memberi tahu Helena. Gadis itu akan terpukul.
Flashback off
Baru saja keluar dari ruangan, Handphone Sandra terdengar notiffikasi chatting
Sandra mendapatkan chat dari Edgar
"gimana kondisi Helena? " tanya Edgar
"Sekarang lebih baik" jawab Sandra
"apa saya boleh menjenguk? " tanya Edgar
"silakan" jawab Sandra lalu mengirimkan lokasi ruang rawa inap tempat Helena akan menginap malam ini
Ia bergegas mengendarai mobil ke rumahnya. Helena memasuki kompleks perumahan, berpapasan dengan mobil milik Edgar.
"Edgar" gumamnya
Di Rumah sakit
"Permisi, Helena dan... " ucap Edgar menggantung karena seingat nya gadis ini adalah teman Helena yang membuat Helena malu saat Talkshow waktu itu.
"Dila...Uncle Edgar, izin panggil uncle soalny Helena bilang namanya Uncle Edgar gweheehe" ucap Dila dengan senyum jahilnya
"Dunia emang sempat ya Uncle, baru juga kemarin ketemu di talk show. sekarang udah ketemu lagi di sini.. sama Helena. Apa jodoh? " lanjut Dila.
Godaan Dila sukses membuat Helena memerah, wajahnya dan telinga seperti kepiting rebus. Sedang Edgar bersikap tenang layaknya pria dewasa yang bijaksana.
"Emang kamu mau sama orang tua kaya saya Helena? " tatapan Edgar mengarah pada Helena. Lalu dia tersenyum
"Udah becandanya, Helena laper Uncle. Itu bawa apa? " mengerucutkan bibir
"Ada takoyaki, yogurt, buah sama ... Donat" jawab Edgar yang berhasil membuat kedua mata gadis itu berbinar-binar. Senyum mereka berdua mengembang
"wahhhh baik banget Uncle... jadi sayang" ucap Helena
"Makasih Uncle... " ucap Dila
"eleh.. eleh.. ini buat Helena aja, kan yang sakit Helena" ucap Helena pada Dila bermaksud bercanda
"hufft.. pengen sakit.. " ucap Dila membalas candaan Helena
"Sehat itu disyukuri" ucap Edgar menanggapi mereka berdua
"Saya bawa banyak" lanjut Edgar
"yeiyyy" seru mereka berdua serempak
Mereka berdua makan makanan yang dibawa oleh Edgar, tapi Helena terlihat kurang nafsu makan.
"enak.. Helena udah kenyang, habisin Dil" ucap Helena tersernyum melihat dila yang makan belepotan.
"Pelan-pelan Dil, Aku gak mau kamu mati. nanti siapa yang nemenin aku nonton sama Belanja" ucap Helena membuat Dila tersedak
"air... " ucap Dila
"ini... " Helena bergegas memberikan air mineral botol.
"Uncle Edgar, udah punya pacar? " selidik Dila
"Gak ada" jawab Edgar singkat
"Mama kamu kemana Helena, tadi saya nanya alamat sama mama kamu. " tanya Edgar
"Mama pulang, tapi nanti balik ke sini lagi kok" jawab Helena
Lagi, Helena terpesona dengan ciptaan Tuhan yang satu ini. Begitu sempurna.
"Uncle kalau belum punya pacar sama Helena aja" ucap Helena
"Belajar yang bener dulu" balas Edgar mengacak rambut Helena. Helena tersenyum simpul
"eghmmm. saya nyamuk silakan dilanjutkan" ucap Dila.
Dila memakan buah yang dibelikan Edgar
"kenyang.. " ucap gadis itu tersenyum Sumringah
"Helena banyak yang naksir lho Uncle, populer, pinter, wah rugi kalau Uncle gak mau sama Helena" ucap Dila
"Ada-ada aja kalian ini. O iya cepat sembuh ya Sandra" ucap Edgar memperhatikan dengan saksama wajah Helena
"iya Uncle? " menanyakan kembali karena seingatnya Edgar bukan menyebut namanya melainkan nama orang lain. Apa salah dengar?
Beberapa hari di rawat di rumah sakit, Dila setia menemani. Edgar mengunjungi Helena dua kali, setiap kali berkunjung ia tak pernah bertemu dengan Sandra karena Sandra juga akan keluar saat Edgar membesuk Helena.
Helena merasa Edgar pria yang perhatian, makin tumbuh rasa kagumnya pada pria dewasa itu
"pesona pria dewasa" ucap Dila dan Helena bersamaan sepulang Edgar dari membesuknya.
Rumah
Beberapa hari di rumah sakit, Helena merindukan kamarnya. Mereka kembali ke rumah saat sore hari. Helena terlihat sehat, wajahnya tidak pucat lagi. Bau obat rumah sakit kadang membuatnya kurang nyaman. Saat sampai di rumah dia langsung menghirup udara banyak-banyak. Bau lavender di kamarnya, membuat Helena tertidur hingga ketukan pintu membangunkannya
"tok tok tok... Helena, kita dinner yuk. Mama udah pesen makanan... " ucap Sandra
"pizza ada gk ma? " tanya Helena
"Yah.. ada lagi.. " ucap Sandra dengan nada kecewa
"mama baik banget banget, makin awet muda dech" ucap Sandra memeluk mamanya
Di dapur, meja makan dipeenuhi makanan kesukaan Helena. Yang membuat Helena gugup adalah Disana ada Edgar yang menunggu.
Ya, sebelumnya Sandra mengundang Edgar untuk makan malam sebagai ucapan terimakasih karena sudah membantu membawa Helena berobat malam itu.
"Uncle edgar" ucap Helena bingun
"kok bisa disini ma" tanya Helena pelan pada mamanya
"iya mama yang undang buat makan malam" jawab Sandra
Lalu mereka bertiga duduk di meja makan menikmati makanan sambil diselingi dengan obrolan ringan, sungguh serasa mimpi bagi Helena bisa makan bersama crush nya Uncle Edgar. Sedang Sandra sedikit lega karena Edgar terlihat santai, dan tak mengungkit kisah lalu
"Makasih ya Uncle udah bantuin bawa Helena berobat" ucapan terimakasih dari Helena
"Sama makasih makanan yang udah Uncle bawain enak banget sumpah" ucap Helena excited
Sandra senang melihat Helena Excited berinteraksi dengan orang lain, apalagi Edgar.
"seperti keluarga yang utuh" pikir Sandra
Sedanngkan Helena sedang mencoba mendekati Edgar yang coolnya minta ampun.
"semangat Helena " pikir Helena menyemangati dirinya agar bisa mengambil hati Uncle Edgar yang masih single diusianya yang matang
"Pesona pria matang emang beda " pikir Helena dalam hati sambil tersenyum
"are you okay, kok senyum sendiri" tanya Sandra
"gk apa ma, lagi inget sama guyonannya Dila aja" jawab helena menutupi ke grogiannya
🤭
Bintang lima untuk mu. Semangat