Chayra terpaksa menelan kenyataan pahit di hari pernikahannya. Calon imam yang sangat ia cinta ternyata telah menanam benih di rahim wanita lain.
Dengan sisa-sisa ketegaran, Chayra menerima takdir yang telah digoreskan oleh Illahi.
Meski Alif masih sangat mencintai Chayra, ia dilema ketika Kirana sang ibu angkat, memintanya untuk menjadi imam pengganti bagi Chayra.
Muhammad Alif Firdaus, ada apa denganmu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hubby
WARNING!!! Mengandung adegan +21. Bagi yang masih di bawah umur, silahkan SKIP part ini. Dan bagi yang sudah mencapai umur, tapi sedang menjalankan ibadah puasa, disarankan untuk membaca part ini di malam hari. 😊🙏🙏
Happy reading 😘😘😘
"Mas, aku siap lahir dan batin, menyerahkan harta yang aku jaga selama ini untuk kamu, imamku --" Chayra memandu tangan Alif untuk memegang pucuk kepalanya dan melafazkan doa sebelum memulai ritual penyatuan raga bernilai ibadah.
Alif meneguhkan hati untuk segera memiliki Chayra seutuhnya. Ia hempas segala rasa yang berkecamuk dan membuatnya dilema.
"Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."
Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami.
Usai melantunkan doa sebelum bersenggama, Alif meminta ijin untuk membuka mukena yang membalut tubuh Chayra. Wanita berparas cantik itu pun mengangguk dan tertunduk malu. Ia mengijinkan Alif untuk membuka mukena yang membalut tubuhnya.
Alif mengucap lafaz 'Basmallah' sebelum melepas mukena yang membalut tubuh Chayra. Kemudian dengan sekali hentakan, ia angkat tubuh ramping istri tercintanya itu lalu membaringkannya di atas ranjang.
Tubuh Chayra seketika meremang ketika Alif mengusap bibir ranumnya dengan jemari tangan. Terbayang olehnya apa yang akan terjadi selanjutnya.
Alif melabuhkan bibir dan mendapat sambutan hangat dari Chayra. Kedua bibir yang saling bersentuhan kini berpagut, menyesap rasa manis yang melenakan hingga sepasang insan itu terbuai dan tenggelam ke dalam asmaraloka.
Satu persatu kain yang membalut tubuh keduanya terlepas dan berserakan. Alif menelan saliva saat pemandangan indah tersaji di hadapan, sehingga membuatnya tak sabar ingin segera menyentuh dan mereguk manisnya.
Suara bayu yang berdesah berpadu dengan nyanyian alam menjadi pengiring nada-nada cinta yang terlantun merdu dari bibir Chayra ketika Alif menyapu setiap bagian tubuhnya dengan kecupan mesra.
Puas menyapu seluruh bagian tubuh istrinya dan meninggalkan jejak kepemilikan bersemu merah, Alif mulai memasuki lahan tempatnya bercocok tanam. Chayra meringis dan merintih, menahan sensasi perih sehingga membuat Alif merasa bersalah.
Alif sungguh tidak tega menyaksikan sang pujaan hati meringis dan merintih kesakitan. Ia pun berniat untuk mencabut bagiah tubuhnya yang sudah setengah terbenam. Namun Chayra segera mencegah. Ia meminta Alif untuk meneruskan ritual mereka yang sudah setengah jalan.
"Mas, lanjutkanlah!"
"Tapi Sayang, kamu terlihat sangat kesakitan. Mas Alif nggak tega --"
"Mas, Chayra pernah mendengar, yang pertama memang terasa sangat sakit dan selanjutnya akan terasa luar biasa nikmat," ucap Chayra lirih dan malu-malu.
Alif menerbitkan senyum. Ia kecup lama kening sang kekasih hati lantas mulai melanjutkan ritual yang sejenak terjeda.
Rasa sakit yang luar biasa mendorong Chayra untuk berteriak dan mengangkat tubuhnya. Tangannya mencengkram punggung Alif dengan sangat kuat hingga meninggalkan goresan bersemu merah.
Deru nafas keduanya terdengar semakin tidak beraturan saat tubuh mereka bersatu. Nikmat. Sepasang Adam dan Hawa yang tengah memadu kasih merengkuh kenikmatan yang luar biasa dan belum pernah mereka rasa.
Tubuh Alif dan Chayra bergetar. Jiwa mereka seakan melayang.
Alif mengecup singkat bibir Chayra sebelum mencabut bagian tubuhnya yang terbenam. Kemudian ia rebahkan tubuhnya di samping kekasih halalnya itu.
"Trimakasih Sayang," ucapnya sembari mengecup mesra jemari tangan Chayra.
"Iya Hubby." Chayra membalas ucapan Alif disertai seutas senyum yang menyiratkan rasa bahagia. Ya, Chayra sangat bahagia karena telah mempersembahkan mahkota yang selama ini ia jaga kepada suaminya seorang.
"Ucapkan lagi Yang!" Netra Alif berbinar ketika sang istri tercinta memanggilnya dengan sebutan HUBBY.
"Hemmmm, HUBBY." Chayra mengabulkan permintaan suaminya kemudian mulai memejamkan mata sebab badannya terasa sangat lelah. Ditariknya selimut hingga menutupi seluruh tubuh mereka yang masih polos sebelum benar-benar pergi ke alam mimpi.
Alif menarik pelan tubuh Chayra dan membawanya ke dalam pelukan, kemudian berulang kali menciumi pucuk kepala istrinya itu seraya mencurahkan rasa cinta.
Meski rasa kantuk mulai menyerang, Alif enggan memejamkan mata. Ia belum puas menikmati wajah cantik sang pujaan hati. Alif sungguh tidak percaya, wanita yang selama ini menjadi ratu di hati, kini telah dimiliki olehnya.
Di dalam benak, Alif tak henti-hentinya melangitkan rasa syukur kepada Illahi karena telah meng-ijabah doa-doanya yang selalu ia lantunkan di sepertiga malam.
Rasa bahagia yang membuncah, membuat Alif sejenak terlupa pada ujian yang sudah bersiap menghadang perjalanan cinta mereka ...
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Terus terang, author paling kesulitan mengetik bab yang berisi adegan +21. Harap maklum jika feel nya kurang mengena. Karena othornya masih folos 😁🙏🙏
Mohon maaf jika bertebaran typo 😊🙏
Jangan lupa meninggalkan jejak dukungan 😉
Terima kasih dan love love sekebon 💞
nyesal deh dulu saat jadi susmi istri tidak melakukan hub susmi istri dgn Elmira
nyesal nikahin Chayra
katanya hanya Chayra Lif
Aku juga nyesel Lif tekah menganggapmu baik
Ceraikan saja Chayra Lif mudahkan
berbahagialah bersama Elmira zLif
Ada misteri dihidup Allif
Alif ada apa dihidupmu sekarang ?
terluka lagu dong cyara