NovelToon NovelToon
Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:473.8k
Nilai: 5
Nama Author: BRATA_YUDHA

Ini kisah tentang Puja si biduan. Pada suatu malam keadaan membawanya pada pernikahan paksa karena sebuah kesalahfahaman. Pria yang menikahinya adalah Sofyan, mantan kekasih kakak kandungnya yang hingga saat ini belum bisa move on.

Bagi Sofyan menikah dengan Puja adalah sebuah musibah, dan karena kekecewaannya kepada Ratna kakak kandung Puja, Sofyan berubah menjadi pribadi yang dingin dan kasar. Makian dan hinaan selalu keluar dari mulutnya. Puja bagai seonggok sampah dimatanya, yang sama sekali tak menarik untuk disentuh. Bisakah Puja bersabar dalam pernikahannya? Dapatkah Puja menakhlukan hati Sofyan? Si sad boy yang sudah dua kali patah hati oleh wanita yang sama. Akan kah cinta itu tumbuh diantara mereka? ikuti kisah Sofyan dan Puja disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRATA_YUDHA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memilih Mundur

"Puja..." kang Sofyan terlonjak kaget dan panik saat melihatku yang tegah terduduk dengan berderai air mata. Aku menyusut kasar air mata yang merembes membasahi pipiku. Aku bangkit lalu pergi begitu saja menuju kamar. Kang Sofyan langsung menyusulku masuk kedalam kamar.

"Itu... jangan dipikirkan ya, kang Sofyan enggak akan pernah melakukan apa yang emak dan bapak pinta" ucap kang Sofyan dengan mata memerah.

"Jangan jadi anak durhaka hanya karena Puja kang" jawabku sambil terisak.

"Enggak, kang Sofyan enggak punya kewajiban untuk memenuhi permintaan emak dan bapak, Risma dan abahnya yang keterlaluan!" ucapnya tegas.

"Puja enggak sanggup kalau harus berbagi suami kang, Tapi Puja juga enggak mau kalau kang Sofyan jadi anak durhaka karena Puja" ucapku sesegukan.

"Enggak akan ada yang jadi anak durhaka, kang Sofyan selamanya enggak akan menikahi Risma, hanya Puja istrinya kang Sofyan" ucapnya.

"Tapi..." ucapku terbata.

"Enggak ada tapi-tapian sayang, jangan difikirkan, karena itu semua enggak akan terjadi" ucap kang Sofyan.

"Biarin Puja mundur aja kang" jawabku sembari menggigit bibir bawahku.

"Kamu ngomong apa?! kang Sofyan udah bilang, kita akan bersama selamanya. Jangankan jadi anak durhaka, jadi setan pun kang Sofyan rela asal tetap bersama kamu!" ucapnya sambil menangkup wajahku.

"Tolong, kang Sofyan enggak bisa hidup tanpa Puja... kang Sofyan bisa gila! jangan pernah berfikir untuk pergi dari sisi kang Sofyan" ucapnya dengan bibir bergetar dan mimik wajah memohon.

Aku kembali menangis dan mengeluarkan air mata, lalu aku mengalungkan tanganku ke lehernya dan memandang wajahnya lekat-lekat.

"Kang Sofyan hanya milik Puja, punya Puja" ucapku lirih sambil mencium bibirnya dengan lembut. Saat hendak menarik kepalaku, kang Sofyan malah menahannya dan malah menyesap dalam bibirku. Lalu membawaku keatas kasur.

Kang Sofyan mulai melucuti pakaiannya dan melemparnya kesembarang tempat. Siang itu kami mengulangi lagi percintaan panas kami, mengeluarkan semua emosi melalui kegiatan panas ini seolah tak ingin dipisahkan, dan tak memberi ruang untuk orang lain masuk ke dalam cinta kami.

********

Sore harinya saat kami tengah tertidur didalam selimut yang sama, tiba-tiba pintu kamar diketuk dengan kencang.

Dok dok dok!

"Yan, Sofyan!! buka pintunya, bapak! bapak kamu!!!" emak memanggil-manggil dan menggedor pintu dengan keras.

"Kang, bangun kang, itu emak manggil ada apa" ucapku sambil membangunkannya. Kang Sofyan akhirnya bangun dan buru-buru mencari pakaiannya yang berserakan dilantai lalu memakainya kembali. Begitupula denganku yang langsung memunguti pakaianku dan dengan cepat memakainya kembali.

"Ada apa mak?" tanya kang Sofyan saat membuka pintu kamar. Emak terlihat sangat panik.

"Bapak kamu pingsan, ayo cepet ditolongin" ucap emak panik.

Kang Sofyan langsung buru-buru memeriksa keadaan bapak, begitupula aku yang langsung menyusul setelah merapikan penampilanku. Bapak tidak sadarkan diri, lalu kang Sofyan akhirnya mencari pertolongan untuk membawa bapak kerumah sakit terdekat.

Setelah dirumah sakit, bapak langsung mendapatkan pertolongan dari dokter. Dokter mengatakan, kondisi ginjalnya bapak kembali memburuk, dan harus dilakukan perawatan intensif dirumah sakit.

Aku melihat bapak dari jarak yang tidak terlalu dekat saat kang Sofyan dan emak tengah berbicara dengan bapak. Kondisi bapak sepertinya memang sangat lemah, mungkin karena faktor usia dan penyakit bawaannya.

"Bapak minta maaf Sofyan, bapak udah enggak kuat, bapak takut Sofyan, bapak takut mati membawa hutang budi yang belum sempat terbayar" ucapnya sambil menangis mengeluarkan air mata.

"Bapak mohon, tolongin bapak, tolong bantu emak sama bapak buat bayar hutang budi ke abah iim (bapaknya Risma)" pesannya.

Kang Sofyan hanya diam saja, tidak menolak dan tidak juga mengiyakan. Aku tahu, kang Sofyan berada diposisi serba salah. Tidak ada satupun anak yang tega melihat orang tuanya yang sedang terbaring lemah, apapun akan dilakukan untuk kesembuhan orang yang di sayang, begitu juga kang Sofyan, yang aku yakin sekali jika kang Sofyan sangat menyanyangi emak dan bapak.

Aku melihat kang Sofyan hanya memegangi jari jemari bapak, dan saat melihat pemandangan didepanku itu aku merasa sangat bersalah. Tidak seharusnya aku menjadi penghalang mereka, aku bukan siapa-siapa, aku hanya orang asing yang diterima di keluarga ini dengan baik. Tapi, disisi lain, aku juga tidak akan sanggup jika harus berbagi suami dengan perempuan lain. Aku mengelap air mata dipipiku lalu pergi dari tempat itu begitu saja tanpa berpamitan pada kang Sofyan.

'Kang maafin Puja... Puja memilih mundur, jadilah anak berbakti kang, emak dan bapak hanya punya kang Sofyan didunia ini. Mereka lebih membutuhkan akang dibanding Puja. Izinkan Puja pergi, membawa kenangan cinta kita' batinku saat sedang naik ojek menuju rumah kang Sofyan.

"Kang tunggu disini, nanti anterin ke pangkalan angkot ya" ucapku. Tukang ojek itu mengangguk dan menungguku dihalaman depan.

Sesampainya dirumah, aku langsung memasukkan barang-barang dan beberapa bajuku yang kumasukan kedalam sebuah koper. Sebelum pergi, aku menulis surat untuk kang Sofyan yang ku tulis di secarik kertas dan ku letakkan diatas meja rias. Aku menarik nafas berat saat memandangi kamar ini, kamar yang penuh kenangan bersama suamiku tercinta.

'Puja pergi kang' ucapku lirih. Lagi-lagi aku menitikkan air mata. Aku tidak dapat menahan air mata ku yang begitu deras membanjiri pipiku. Sesak! sakit, dan perih!

Setelah puas menangis, aku buru-buru menaiki motor ojek yang sudah menungguku sejak tadi.

"Maaf kang lama, anter ke pangkalan angkot ya" ucapku.

"Iya, siap"

Setelah itu aku berangkat menuju pangkalan angkot terdekat untuk kemudian menuju terminal dan mencari bus dengan tujuan ke Jakarta. Bukan, bukan ke tempat kak Ratna, tapi ke tempat pamanku yang baru ku ketahui alamatnya. Aku tidak mungkin ke tempat kak Ratna, aku tidak mau kak Ratna sedih, aku ingin kak Ratna bahagia.

Saat sudah menaiki sebuah bus tujuan Jakarta, ponselku bergetar dan berbunyi nyaring. Aku melihat nama kang Sofyan yang tertera dilayar ponselku yang berkelip. Kang Sofyan melakukan video call. Telfonku terus berbunyi. Tapi aku tetap tak mengangkatnya.

Ting

(Puja dimana sayang, tolong kasih tahu kang Sofyan, angkat sayang) begitu isi pesan yang ku baca.

Aku tidak membalasnya, hanya membacanya saja.

Ponselku kembali berbunyi, kang Sofyan melakukan panggilan video call. Aku tidak mengangkatnya dan malah mematikan ponselku. Aku kembali terisak, sembari memandangi pepohonan dan rumah-rumah dari balik kaca jendela bus ini.

'Selamat tinggal sayang, terimakasih karena sudah mau mencintai wanita murahan ini. Puja bahagia sekali menjadi istri kang Sofyan, kang Sofyan adalah anugrah terindah dalam hidup Puja' batinku.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Tisu mana tisu...! buat apa emang? buat ngelap ingusnya emak-emak fansnya Brata yudha. Eaaakkk!!

Jangan Lupa vote, klik tombol favorit dan like, dan tinggalkan komentar kalian. Oke, salam dari Brata Yudha yang sedang di bendungan Cirata sedang bertapa.

1
Ririn Novianti
Luar biasa
Ririn Novianti
Lumayan
doonag1
seruuu
kocak🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
Aa ini kapan mo di Tamatin dah nggak sabar pen lihat cewek siluman kadal burik sama ulet bulu Anya di kirim ke luar angkasa atau ke luar negeri jadi TKW biar mereka di siksa sama majikan nya kan si kadal burik Eva lagi nyari kerja
doonag1
Vino dah tau tuh niat busuk nya cewek siluman si kadal burik Eva ...udah tendang ajah tuh sampai ke Baghdad 🙄🙄🙄🙄
doonag1
Vino itu kan playback...eeeh playboy harusnya bisa dengan mudah baca niatnya si kakak'ipar lucknut Eva yang cuman modus doang...
doonag1
ini kakak adek Bagja sama Vino kok ya miris banget yahh rumah tangga mereka di tempelin sama ulet bulu pembawa gatel... haddeeehhh gua basmi Lo berdua Anya.... Eva ngeselin banget 🙄🙄🙄🙄
doonag1
pasti si ulet bulu Anya bikin ulah
doonag1
iih kok ngeselin banget sih si Eva licik banget 🙄🙄🙄
doonag1
haddeeehhh Vino ceroboh banget
doonag1
kirain yang membuat saung apung bergoyang season 2 itu Bagja dan Dila eeeh ternyata Vino Alya 🤣🤣🤣
doonag1
bukan Tim nya Dilot lemot ataupun Alyot peyot aku tim nya A othor nya yang kadang suka bikin dongkol 🤣🤣🤣🤣
doonag1
udah selesaiin di atas tempat tidur ajah pasti rebeeesss🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
hahahaha ujung ujungnya ngakak di ujung obrolan Kang Sofyan dan Vino 🤣🤣🤣
doonag1
wadidawww setelah berantem kini A othor nya datengin Damar dalam drama rumah tangga Alya dan Vino
doonag1
hmmmm Bagja dan Dila tuh selalu hot
doonag1
ya ampuuun uwa Ratna 🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
ikutan capek lihat hubungan Alya sama Vino
doonag1
gegara Vino ini jadinya ripuh 🤣🤣🤣🤣
Yantipl shopp
Dihh si ulat bulu maksa bangt mau nikah sama Bagja padahal orangnya ga mau🤣🤣🤣 Alya kamu ga tau aja si eva lagi caper sama suami kamu, harusnya kamu peka setiap kata2 yg di lontarkan sama eva si ulat keket itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!