NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Komedi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Terobosan di Bawah Bulan Purnama

Malam jatuh di atas lereng barat Sekte Lembah Bambu Biru. Bulan purnama menggantung di langit malam, menyinari petak-petak tanaman herbal yang memancarkan uap energi spiritual berwarna keputihan.

Di sebuah tanah lapang tersembunyi di balik bambu kuning, Wei Changqing berdiri menyerahkan sepucuk pedang kayu bambu yang baru saja ia buat kepada Baii Ling.

"Selama dua minggu ini kau telah menguasai ketenangan batin dan kuda-kuda untuk bertahan, Ling-er," kata Changqing di bawah sinar bulan. "Malam ini, aku akan menurunkan jurus serangan pertama dari Ilmu Pedang Es Nirwana: Tebasan Teratai Es Menusuk Bulan."

Baii Ling menerima pedang bambu itu dengan kedua tangan yang bergetar antusias. Matanya menatap tajam, siap menyerap setiap instruksi gurunya.

"Jurus ini tidak membutuhkan tenaga ayunan yang besar," bimbing Changqing sambil memberi contoh dengan pedang besi hitamnya yang masih di dalam sarung. "Alirkan hawa dingin dari Dantian-mu langsung ke pergelangan tangan, lalu pusatkan ke satu titik sebesar jarum di ujung pedang. Saat kau menusuk ke depan, bayangkan pedangmu adalah sebatang es pemecah batu yang membelah angin tanpa sisa."

Srrr... wuuush!

Baii Ling memejamkan mata sesaat. Uap es tipis merambat dari telapak tangannya menyelimuti bilah pedang bambunya.

Slat!

Gadis kecil itu menusuk lurus ke depan. Angin malam berdesir tajam. Udara di depan ujung pedang bambunya membeku sesaat, meninggalkan jejak butiran kristal es putih melayang di udara! Meski masih di tingkat awal, tusukan itu sudah memiliki ketajaman yang mampu menembus baju besi prajurit biasa.

"Sempurna," puji Changqing bangga melihat bakat jenius Baii Ling. "Latih tusukan itu lima belas kali lagi, lalu duduklah bermeditasi. Sekarang... giliran Kakak Gurumu yang harus menembus batas."

"Ling-er akan menjaga Kakak Guru dengan seluruh kekuatan ku!" janji Baii Ling sambil berdiri siaga di dekat pohon bambu.

Changqing melompat ringan menaiki puncak batu raksasa yang terletak di titik tertinggi Taman Obat Luar.

Ia duduk bersila dalam posisi teratai sempurna. Pedang besi hitam kusamnya diletakkan melintang di atas kedua lututnya.

Kini, tidak ada lagi alasan untuk menahan diri. Selama tiga minggu berada di taman obat, meridian fisiknya telah bersih total dari racun masa lalu dan siap menampung lonjakan energi yang jauh lebih besar.

Changqing menutup matanya. Di dalam jiwanya, roda esensi Teknik Pernapasan Mata Pedang Hijau diputar hingga batas maksimal.

Jdharr!

Udara di sekitar puncak batu raksasa itu bergetar hebat. Sari pati energi dari ribuan tanaman herbal di bawah bukit terhisap naik ke atas, membentuk pusaran angin berkabut putih yang mengelilingi tubuh Wei Changqing.

Srrr... wuuush... srrr...

Energi murni itu masuk ke dalam tubuh Changqing melalui seratus delapan titik meridiannya sekaligus. Aliran tenaga dalam di dalam Dantian Changqing bergejolak hebat.

Batas dinding antara Pendekar Menengah Tahap 4 dan Tahap 5 di dalam tubuhnya bagaikan sebuah pintu gerbang besi tebal. Bagi praktisi biasa sekte kecil, mendobrak gerbang ini membutuhkan waktu berbulan-bulan meditasi atau bantuan pil herbal tingkat tinggi.

Namun bagi Changqing yang memiliki niat pedang tingkat Nirwana, dinding batas itu hanyalah kertas tipis di depan mata pisau.

"Hancur," perintah batin Changqing.

Blam!

Gelombang tenaga dalam murni meledak dari pusat perutnya, menghantam dan meruntuhkan sumbatan terakhir di meridian secara serentak!

Seketika itu juga, sepasang mata Changqing terbuka lebar.

Wuuuush!

Dua berkas cahaya hijau zamrud yang amat padat dan silau meledak keluar dari bola matanya, menyinari seluruh pepohonan bambu dan lereng bukit barat dalam kilatan cahaya selama tiga detik!

Di bawah pengaruh niat pedang hijau yang teramat murni itu, tetesan embun malam yang menempel di ribuan dedaunan bambu di sekitarnya mengkristal serentak menjadi ratusan jarum es hijau kecil yang melayang di udara, seperti tunduk pada kehendak sang legenda pedang!

Baii Ling yang menjaga di bawah bukit mendongak dengan napas tercekat. Ia menatap sosok Changqing di atas batu raksasa yang dikelilingi cahaya hijau zamrud dan ribuan kristal embun melayang—pemandangan yang begitu agung seperti dewa perang yang baru saja turun dari langit.

Trang!

Changqing menggetarkan sarung pedangnya. Ratusan jarum embun hijau di udara jatuh kembali ke tanah berubah menjadi air jernih biasa, sementara cahaya hijau zamrud di matanya perlahan menyusut dan kembali tersembunyi di dalam pupil matanya yang hitam tenang.

Changqing bangkit berdiri di atas batu besar. Jubah abu-abunya berkibar ditiup angin malam.

Ia mengepalkan tangannya, merasakan kepadatan energi yang mengalir di seluruh nadinya. Kekuatan fisiknya, kecepatan reaksinya, serta kapasitas Dantian-nya kini telah meningkat dua kali lipat dari sebelumnya!

Ia resmi menerobos ke tingkat Pendekar Menengah Tahap 5.

Hanya tinggal satu celah tipis lagi sebelum ia memasuki ke tingkat Pendekar Tinggi—tingkatan yang sama dengan para tetua cabang dan jagoan elite dunia persilatan.

"Dengan fisik di Pendekar Menengah Tahap 5 yang didukung oleh niat pedang Nirwana," gumam Changqing tenang sambil menatap ke arah timur di bawah rembulan. "Kini aku memiliki kapasitas tenaga yang cukup untuk menghadapi jurus-jurus terbaik dari para jenius Sekte Pedang Langit maupun Klan Teratai Darah tanpa merusak otot meridianku."

Persiapan internal di Taman Obat Luar telah mencapai kesempurnaan.

Waktu satu bulan pembinaan hampir habis. Lima hari lagi, rombongan Sekte Lembah Bambu Biru akan resmi berangkat turun gunung menuju arena Turnamen Konferensi Lembah Anggrek.

Dan di sanalah, di tengah gemerlap pedang para pendekar muda seluruh benua, roda takdir dan pengorbanan Wei Changqing akan bertemu kembali dengan sosok yang paling ia rindukan: Shen Yue.

1
Arman Jaya
alur ceritanya bagus..
lanjutkan Thor.....👍👍🙏
Jhon
mantap thor👍
Suhartini Wahono
suka jg.....😍👍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Jimmi
Aku sangat menyukai cerita ini😍😍😍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fatih Al
lanjut lagi🙏🙏
Fatih Al
mantap thor💪
Budi Xiao
Lanjut, semangat thor👍
Celestial Quill
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, vote supaya novel ini semakin dikenal dan semangat author untuk update juga semakin besar. Terimakasih sudah membaca🙏
Fatih Al
Cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!