NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Selingkuh / Pelakor / Tamat
Popularitas:994.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kaka Shan

CERITA INI MENGANDUNG IRISAN BAWANG, KEUWUUAN YANG BIKIN MUAL, KESETRESSAN, SAMPAI KEGILAAN BUDAK CINTA

🥀🥀

Evelyn dan Darren sudah menikah selama 5 tahun. 5 tahun mereka arungi bersama dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa adanya rasa cinta. Siapa sangka jika pasangan yang digadang-gadang sebagai couple goals itu memiliki perjanjian hitam di atas putih selama pernikahan terjadi.

Lantas, akankah pernikahan tanpa landasan cinta itu bertahan lebih dari angka 5? sedangkan ada sosok lain yang mulai menggoyahkan satu pihak di antara mereka. Membuat cinta juga perhatian terbagi.

Ev menyebutnya Mistress. Wanita yang telah dipersunting suaminya tanpa sepengetahuan. Lantas, siapakah yang akan bertahan dalam biduk rumah tangga bersama Darren?

Apakah Ev yang sudah 5 tahun menemani, atau sang Mistress yang baru 5 bulan dinikahi?


🥀🥀


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR & FOLLOW AUTHOR @Kaka Shan
IG : Karisma022

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

M21 : SUAMIMU, SUAMIKU

M21 🥀 : SUAMIMU, SUAMIKU

Akan segera menjadi ayah, membuat seorang pria pasti merasa bahagia. Hal itu pula yang dirasakan oleh Darren saat ini. Siapa sangka jika wanita yang dinikahi lima bulan lalu itu dapat memberinya keturunan secepat ini. Ah, Darren jadi tidak sabar menunggu kelahiran buah hatinya. Mengingat usianya sudah cukup matang untuk menjadi seorang ayah. Kelak, ada sosok mungil yang memanggilnya ‘ayah’ berlarian kesana-kemari di sekeliling rumah ini. Membayangkan saja membuat Darren tersenyum lebar.

“Mas, sudah bangun?”

Darren yang tengah duduk sambil menyandarkan punggung ke headboard itu menoleh. Menatap ke arah sumber suara familiar itu berasal.

“Hm.”

“Baru bangun atau udah dari tadi?” tanya sang istri yang tengah berjalan mendekat.

Wanita mungil itu tampak menggemaskan, sekalipun hanya terbalut gaun rumahan bermotif flora yang amat longgar di tubuh mungilnya.

Darren tak menjawab, tetapi tangannya sigap menarik sang istri agar kian mendekat. Membuat wanita yang tengah hamil muda itu terhuyung pelan, tetapi mendarat dengan mulus di dada bidang sang suami.

“Kenapa tidak membangunkan aku?”

“Mas kelihatan tidur nyenyak sekali, Ella gak tega,” jawab Ella, seraya menempatkan kedua tangannya di dada bidang Darren. Membuat jeda di antara mereka.

“Jangan tinggalkan aku lagi, Ella.”

“S-iapa yang tinggalin mas Darren, Ella bangun karena memang sudah pagi. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan seorang istri di pagi hari.”

Mendengar sang istri berkata panjang lebar seperti itu, membuat Darren menerbitkan senyum. “Bagimana kabarnya hari ini?” tanyanya kemudian, seraya mengelus perut langsing sang istri dari luar permukaan perut.

“Baik.”

“Dia tidak rewel?”

Ella menggeleng.

“Dia tidak menginginkan sesuatu?”

Ella kembali menggeleng.

“Bagaimana dengan ibunya? Apa menginginkan sesuatu?”

Ella tersenyum sembari kembali menggelengkan kepala. Kendati ini kehamilan pertama, belum ada gejala-gejala signifikan yang terjadi, kecuali mual dan muntah. Berangsir-angsur nafsu makannya juga mulai kembali, walaupun masih belum bisa sepenuhnya makan nasi.

“Mas mendingan cepet mandi, terus turun ke bawah.”

Kening Darren tiba-tiba bertaut mendengarnya.

“Kenapa? Mau Ella temani.”

Kontan, kailmat yang diucapkan dengan ekpresi polos wanitanya itu membuat Darren meloloskan tawa. “Kedengarannya menyenangkan. Mungkin aku juga bisa menengok dia,” ujar Darren seraya menekan pelan elusan di atas permukaan perut sang istri.

“M-aksud Ella bukan gitu,” ralat sang istri. Wajah ayunya tampak bersemu merah hingga ke telinga.

“Mas mendingan mandi sekarang, terus turun ke bawah. Bibi juga udah nyiapin sarapan,” ujar Ella seraya beranjak dari posisinya. Sekalipun posisi itu membuatnya merasa sangat nyaman. “Ah, iya, Ella hampir saja lupa.”

“Ada apa?” tanya Darren yang juga ikut beranjak.

“Ada perempuan cantik yang datang. Katanya kenalan masa Darren.”

“Kenalanku?”

Ella mengangguk antusias. “Partner. Mbak-nya cantik banget loh, mas. Ella mau deh kalau suatu saat ini kita punya putri cantik seperti mbak-nya.”

Darren tampak berpikir untuk sejenak. Kenalan? Partner berjenis kelamin perempuan? Siapa?

Seingat Darren, yang mengetahui tempat ini hanya Damian. Tidak ada lagi. Lantas, siapa partner berjenis kelamin perempuan yang istrinya maksud?

Karena penasaran, Darren mimilih untuk segera mandi, kemudian turun ke lantai bawah. Namun, sebelum turun ke bawah, pria itu menghela nafas datar kala melihat segelas susu yang diperuntukan khusus untuk ibu hamil tersimpan di atas meja. Tampak belum disentuh sama sekali oleh si empunya.

“Ella, kenapa ini belum diminum?”

Darren bertanya kala menuruni tangga. Dari sana dia bisa melihat Ella yang tengah bercakap-cakap dengan seseorang. Ketika tiba di udakan tangga terakhir, gerakannya kontak berhenti kala sepasang netra tertangkap olehnya.

Darren tak pernah menduga jika sosok itu akan datang secepat ini, ke tempat ini. Kenapa tidak nanti, kala keadaan jauh lebih membaik. Pertanyaan besar lain yang menghampiri adalah, dari mana dia tahu lokasi tempat ini?

Tempat di mana rahasia terbesar seorang Darren Aryasatya Xander tersimpan. Entah sejauh mana dia mengetahui rahasia Darren sekarang.

“Mas, ini mbak yang Ella bicarakan tadi.” Ella menyambut sang suami dengan senyum hangat. Kemudian Ella beralih, menatap sang tamu. “Mbak, ini mas Darren-nya.”

“Ah, iya.”

Sosok yang istrinya katakan sangat cantik itu akhirnya bersuara. Ekspresi wajahnya tampak flat, tetapi Darren tahu jika dibalik semua itu ada banyak hal yang dia sembunyikan. Justru ekspresi flat itulah yang harus diwaspadai.

“Mbak sama mas Darren bisa ngobrol berdua, Ella tinggal ke belakang dulu. Takutnya gak enak ngobrolin pekerjaan, sementara ada Ella yang gak tahu apa-apa.” Sekelumit senyum terbit di bibir Ella kala kalimat itu berakhir.

Tanpa menunggu respon dari sang suami atau tamu-nya sendiri, Ella pamit undur diri. Wanita itu cukup tahu jika dia tidak akan ‘nyambung’ jika terlibat dalam obrolan seputar ‘pekerjaan’ Ev dan Darren.

“Tetap di sini.”

Namun, sebelum benar-benar pergi, sebuah suara sudah menghentikan langkah Ella. Membuat wanita muda itu kembali bertanya.

“Kenapa, Mbak?”

“Aku akan segera pergi. Kamu tetap di sini.”

Kalimat itu mungkin tidak berarti apa-apa bagi Ella, selain makna jika sang tamu akan segera meninggalkan kediamannya. Sedangkan bagi Darren yang masih bungkam, kalimat itu berhasil membuat perasaanya terganggu. Pergi bukan berarti menyelesaikan perkara yang ada di antara mereka. ‘Pergi’ yang wanita itu maksud adalah awal dari masalah yang sebenarnya.

“Darren Aryasatya Xander, senang bisa melihatmu di sini. Di tempat yang membuatku cukup lelah mencari. Bahkan sempat menyah dan ingin berhenti. Akan tetapi, ternyata ungkapan soal ‘tidak akan pernah ada kerja keras yang mengkhianati hasil’, benar adanya. Jika saja aku menyerah, karena lelah mencari, mungkin aku tidak akan menemukanmu di sini.”

Ev tersenyum miring. Baru kali ini dia repot-repot bicara panjang kali lebar, padahal hatinya sudah seperti diiris-iris. Apalagi saat melihat suami dan wanita simpanan suaminya berdiri berdampingan.

“Ev, kau….”

“Biarkan aku menyelesaikan kalimatku, tuan Darren yang terhormat.” Ev menyela. Membuat Darren kembali mengatupkan bibir.

“Perjanjian kita masih berlangsung, bukan? Kamu sendiri yang memiliki keputusan untuk mengakhiri segalanya. Jadi, aku harap kamu segera kembali. Atau, aku yang akan melayangkan gugatan untuk mengakhiri semua ini.”

Ella yang pada dasarnya tidak tahu menahu soal hubungan sang suami dan Ev, hanya terpaku pada status keduanya yang katanya partner. Mendengar kata ‘perjanjian’ dan ‘diakhiri’ dalam satu kalimat, membuat perasaanya mengatakan jika ada yang tidak beres.

“Kenapa tiba-tiba mbak Ev mau mengakhir perjanjian kerja dengan mas Darren? Apa ada masalah?” tanyanya, polos.

Ev tersenyum congkak. “Iya, tentu saja. Dan keselahan itu ada pada suamimu.” Yang sayangnya suamiku juga, lanjut Ev di dalam hati. “Dia telah mengingkari salah satu point yang tertera pada perjanjian kami.”

“Tapi, mbak….”

“Berhenti ikut campur jika kamu tidak mengerti ke mana pembicaraan ini mengarah.” Mata Ev berkilat, bukan marah, tetapi lebih pada mengintimidasi. Membuat Ella ketakutan.

Ev tidak berniat membuat masalah dengan siapapun. Kedatangannya ke tempat ini murni karena rasa penasaran yang begitu menggunung.

“Mas,” lirih Ella seraya mundur satu langkah. “M-aaf kalau Ella ikut campur.”

Darren mengepalkan tangannya, kemudian beralih menatap tamu tak diundang yang telah lancang. “Jaga bicaramu, Ev. Dia….”

“Pregnant, right?” tanya Ev datar. “Keturunan Xander ada di dalam rahimnya, sementara aku….” Ev menggantung kalimatnya. Matanya yang berkilat gelap menatap Darren, kemudian wanita yang pria itu rengkuh pinggangnya.

“.....hanya tameng bagi putra kebanggaan keluarga Xander.”

Ev tersenyum tenang, kemudian berjalan maju. Mengikis jarak di antara mereka. “Suamimu,” suamiku, lanjut Ev di dalam hati. “Punya banyak hutang budi yang belum dilunasi.”

“M-aksud mbak apa?” cicit Ella kecil.

“Sekalipun perjanjian di antara kami berakhir, seorang Darren Aryasatya Xander tidak akan bisa membayarnya.”

Setelah berkata demikian, Ev berbalik. Langkahnya mengayun mantap meninggalkan pasangan suami istri yang masih terpaku di tempat. Bahunya tetap tegar, sekalipun banyak guncangan yang menghantam jiwa dan raga.

...🥀🥀...

...To Be Continue...

...Next??...

...Jangan lupa peraturannya. Like, vote, komentar, follow Author & share ❤️...

...Tanggerang 11/01/21...

1
Sulati Cus
sumpah lupa ya dhl suka bgt, inget pas nongol di beranda iseng baca ternyata udah pernah
mimief
jadi ini final ending nya kah?
jadi di awal cuman mimpinya Darren

aku masih ngelag Lo Thor Ampe bab terakhir

wkwkkwkw
entah apa yg diharapkan
keizan belum kelar ni...

but.. anyway
nice ending
beautiful story'

si othor ini memang punya ke khas literasi yg ciamik dalam mengelola kalimat dan data juga memang riset nya yg wow banget.

menambah cerita menjadi lebih hidup dan nyata
kalimat nya sederhana tapi jleb banget ke hati
terimakasih atas cerita indah nya thor
semoga... memberikan kita untuk berhati hati dalam melangkah
apalagi ttg pernikahan
Shan Ge 🔱: hahaha, situasinya Kael lbh greget karena dia diam² mendua
total 7 replies
mimief
dari kandungan udah ditandain🤣🤣
Shan Ge 🔱: yupss
total 1 replies
mimief
aku bingung kl terlalu manis🤣🤣🤣
komen apa ya,ga ada yg dihujat
mimief
oh..kirain bayi sultan bukunya sampul emas ya
sama Ama kita ternyata🤣🤣😍
mimief
masih ngelag Thor..
antara percaya dan ga percaya
kita aja readers aja masih bingung
apalagi Darren yaa 🥺😔
Shan Ge 🔱: hahaha, semua bingung 😂
total 1 replies
mimief
jadi ini rasanya bahagia tau kabar gembira ini
akhh.. andai
eh.tak apa lah
kan ini kenyataan nya
yg lama sekedar mimpi yg menyakitkan
mimief
menghindari jalan ninja
daripada" mempengaruhi kedamaian rumah tangga
mimief
punya trauma ya Ama Emilio
wkwkwkwk
mimief
wkwkwkwk, khilaf nya dimi bisa bikin kecebong
wah.. mudah mudahan khilaf terus ya bang
mimief
iyee .saking berjiwa malaikat nya mknya lu bisa nyakitin dia berkali-kali tanpa ngerasa dosa
karena tau bakalan selalu dapet maaf

hadeeh
Shan Ge 🔱: iya, saudaranya Kaizen beda generasi tuh, makanya gitu
total 1 replies
mimief
buka mata buka hati
walaupun pelangi selalu tak terlihat setelah badai
tapi seenggaknya kita bisa melihat lagi langit yg cerah dan udara yg tidak menyesakan jiwa

semangat Ella
kamu berhak mendapatkan yg lebih baik
mimief
emang sebenarnya lebih enak tinggal di daerah ya
sederhana tapi bahagia..
ibukota kadang sekejam ibu tiri walaupun ga semua ibu tiri kejam🤣🤣

pesona lebih memukau drpda ibu Pertiwi
tapi juga saking mempesona nya membuai orang bisa melakukan apa saja demi mendapatkan pesonanya.
manipulatif, merendahkan apapunbisa dilakukan disini
pulang lah,ini bukan tempat orang pemula ibukota mah
Shan Ge 🔱: betul, itulah kerasnya ibu kota, kadang lbh keras dari ibu tiri😅
total 3 replies
mimief
ya. gimana ya dam.mau kasian
tapi kan dia yg nyari kesengsaraan nya sendiri

puja aja tuh ego
nikmati aja hasilnya
mimief
complet kali ya thor🤣🤣
kalau itu artinya jadi beda
Shan Ge 🔱: typo🥲
total 1 replies
mimief
yah begitulah, terkadang apa yg ditampilkan
bukan yg sebenarnya
dunia d layar kaca ,dunia tipu tipu
mimief
kyk ASN ya bu
mimief
ya bisa lah Bu
wong suami istri
mimief
inilah yg salah satu efek dr si butterfly efek itu
andai .. dibicarakan baik baik dr awal
pasti hal seperti ini ga bakalan terjadi
satu lagi tersakiti hanya karena asumsi yg salah..
depresi kehilangan anak bukanlah suatu hal yg main main
mknya .sang bodyguard aja tau. hal seperti ini bukan buat bercandaan
mau dr sang ibu ,sang ayah
luka itu sama
entah ..dr orang yg dicintai atau enggak
ya .akal sehat lun pasti ilang.
siapa yg masih bisa menjaga kewarasan kl lagi begini
mknya.. terkadang pasangan yg harmonis pun bisa berakhir pisah karena kehilangan buah hati nya
Shan Ge 🔱: True sekali
total 1 replies
mimief
ohh.. emosi nya mag kurang stabil ya
dia ngerasa dunia nya hilang, pelindung dan penyelamat nya tersakiti
jadinya....begini😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!