Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesempatan Kedua
Belum satu menit berlalu, mobil mewah yang ditumpangi Kevin kembali di depan Sean.
"Apalagi?"
"Nggak ada, aku cuman bilang jangan mendekat lagi ke keluarga Abimanyu. Aku muak padamu," meski lirih tapi nada bicara Kevin membuat kesal bagi orang yang mendengar.
"Oke, asal ada jaminan kalau keluarga kamu tak akan menganggu aku dan mama ku," tegas Sean.
"Deal," jemari Kevin gatal ingin bersalaman dan Sean melenggang pergi tanpa menghiraukan Kevin sambil menggandeng mama nya.
"Cih, miskin aja belagu" ucap Kevin karena telah mendapatkan apa yang dia mau.
Dengan tertatih, Sean meraih motor yang belum berpindah dari tempat nya.
"Apa yang rusak Sean?" tanya mama.
"Hanya body belakang aja Mah, lumayan tak berbentuk. Kalau mesinnya aku rasa aman," bilang Sean tak ingin mama nya kuatir.
"Kamu masih kuat?" tanya mama saat melihat Sean terhuyung.
"Kuat Mah," jawab Sean.
Melihat kondisi putra nya yang babak belur, membuat mama Sean bersedih.
Sean beberapa kali menggelengkan kepala saat berkendara. Rasa pusing mendera, tak lama pandangan nya mulai kabur.
"Sean.... Sean...," teriakan mama nya terdengar sayup-sayup.
Bruuukkkk.
Sean terjatuh dari motor dan tak sadarkan diri.
.
"Seaaannnnnnn," sebuah teriakan menyadarkan Sean dari pingsan. Sean memandangi sekeliling.
"Loh... Loh... Ini di mana?" Sean mengucek mata nya yang masih kabur.
Sean mengingat-ingat apa yang terjadi sebelumnya, "Bukannya aku pingsan di jalan?" gumam Sean.
"Sean, cepat ke sini!" teriakan tuan Abimanyu memekakkan telinga. Sean mengamati sekujur tubuhnya.
"Bukannya tubuhku babak belur dipukuli anak buah Kevin?" Sean merasa aneh karena tak mendapati semua itu.
"Berapa lama aku pingsan?" perlu beberapa Minggu untuk memulihkan kondisinya setelah berkelahi dengan Kevin tadi.
Tok... Tok...
"Masuk!" suruh Sean. Yang masuk adalah bibi yang mengasuh Sean mulai dari lahir.
"Tuan muda, anda dipanggil tuan Abimanyu," kata bibi.
"Kok ada bibi di sini?" Sean belum menyadari semua.
"Ada apa Bi?" tanya Sean.
"I... Itu... Tuan bertengkar dengan nyonya," lapor bibi.
"Bukannya sudah biasa ya bi?" tanya Sean. Sean heran dengan keadaan sekarang, bukannya mama dan papa nya sudah tiga tahun berpisah kenapa masih bertengkar. Apa itu semua karena dirinya yang sakit terus karena tak ada biaya, dia dibawa kembali oleh mama nya ke rumah besar. Batin Sean bermonolog.
"Nggak biasa tuan. Kali ini tuan Abimanyu membawa seorang perempuan dan pria muda yang usianya hampir sama dengan tuan muda," bisik bibi.
Sean menggaruk kepala nya yang tak gatal.
"Papa bawa selingkuhan lagi? Bukannya papa pernah bawa selingkuhan lengkap dengan anaknya yang bernama Kevin?" tanya Sean.
"Hah? Tuan muda sudah tahu nama anak itu? Aneh," gantian bibi yang bengong.
"Iya kan bi? Namanya Kevin?" tanya Sean memperjelas.
"Kalau nggak salah dengar, tadi tuan memanggilnya seperti itu. Tapi kok tuan muda tahu duluan?" kata bibi seraya menggaruk kepala ikutan Sean.
Ini sebenarnya yang aneh siapa sih? Bukannya Kevin sudah jadi penguasa di rumah ini sejak aku pergi dengan mama tiga tahun yg lalu? Gumam Sean dalam hati.
"Seeaaaaannnn.....," teriakan tuan Abimanyu kembali menggelegar, menggetarkan tembok kamar yang ditempati Sean. Hiperbola banget nggak sih? Menggelegar.
"Lekas lah tuan muda, sebelum tuan Abimanyu marah," kata bibi.
"Bukannya itu sudah kebiasaan ya bi?" Sean bangkit dan pergi menemui papa nya. Bibi hanya bisa menggeleng pasrah.
"Iya Pah," Sean ikutan bergabung di tempat yang aura nya mencekam itu.
'Kenapa ini seperti kejadian tiga tahun yang lalu? Kejadian saat aku diusir dari sini bersama mama? Apa aku kembali ke masa lalu? Tapi tak mungkin. Apa bener ada kejadian seperti ini di dunia nyata? Seperti drama pendek aja,' batin Sean.
Sean menggelengkan kepala.
"Sean, sekarang katakan. Kamu pilih ikutan papa atau mama?" tanya tuan Abimanyu serius.
"Kenapa musti milih? Aku senang tinggal sama kalian berdua," jawab Sean seolah tak paham dengan situasi saat ini.
Jika memang benar dirinya kembali ke masa lalu, Sean tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Bagaimanapun dia adalah pewaris sah keluarga Rahardjo.
"Mama kamu pilih pergi dari rumah ini, karena tak mau jika papa menikah lagi dengan Tante Yola," ucap tuan Abimanyu.
"Kalau kamu tak setuju, kamu boleh pergi sama mama kamu. Tapi ingat, tak ada harta secuil pun yang bisa kalian bawa jika keluar rumah ini," ancam papa.
"Sean," tatap mama penuh harap. Sean tak tega melihat netra mama nya yang rapuh itu.
"Pah, ini bukan pilihan bukan? Aku tak ingin mama dan papa pisah," kata Sean memohon.
"Mama kamu yang ngotot, tentu saja papa akan mengabulkan itu," kata tuan Abimanyu.
"Sekarang pilihan ada di tangan kamu, ikut papa lengkap dengan fasilitas yang ada atau mau menjadi kere sama mama kamu," lanjut papa Sean.
Mama Sean menunggu keputusan yang akan dibuat anaknya dengan penuh harap.
"Aku ikut papa," suara tegas Sean tanpa ragu, membuat mama nya menatap tak percaya ke arah sang putra. Putra yang selalu membela nya jika bertengkar dengan papa nya. Putra yang selalu menyayangi mama nya.
'Maafkan aku Mah. Setelah ada kesempatan kedua, aku tak akan membiarkan mama sengsara lagi. Aku tak akan melakukan kesalahan yang sama seperti dulu,' janji Sean dalam hati.
"Good, ini baru anak papa," tuan Abimanyu tersenyum puas atas keputusan Sean.
"Pergi kamu! Apalagi yang kamu tunggu? Toh putra ku lebih memilih tinggal bersama papa nya," usir tuan Abimanyu.
Mama Sean pergi dengan berderai air mata. Sementara Sean menggenggam tangan nya lebih kuat.
'Tunggu Sean mah, aku akan menemui mama secepatnya,' gumam hati Sean bermonolog.
"Sean, kenalkan ini Tante Yola dan ini anaknya Kevin," papa Sean mengenalkan orang yang dibenci oleh Sean.
Sudah cukup lama Sean mendengar jika papa nya terlibat hubungan terlarang dengan manajer bagian keuangan itu. Dan kini papa nya berani membawa wanita penggoda itu ke rumah utama.
Sean menyalami dengan enggan.
"Mulai sekarang tante Yola akan menjadi mama kamu, dan Kevin adalah adikmu," kata tuan Abimanyu tak ingin dibantah.
"Ada lagi Pah? Capek mau balik kamar nih," Sean beranjak.
"Tak sopan kamu. Cepat sapa mama kamu," suruh tuan Abimanyu.
"Hai mama tiri," sapa Sean acuh.
"Sean," nada suara tuan Abimanyu naik satu oktaf.
"Beneran kan Pah, dia mama tiri aku. Mama kandung aku barusan papa usir kan?" Sean mengingatkan papa nya.
"Jangan kurang ajar kamu!" tuan Abimanyu beneran marah.
"Sudahlah sayang, Sean pasti syok dengan kejadian barusan. Pelan-pelan aja, jangan dipaksakan," rayuan Yola membuat tuan Abimanyu luluh.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.